Anda di halaman 1dari 1

Nama : Evalin ndoen

NIM : 2017.1101.060

PGSD 2017

Pendidikan Lingkungan Hidup

Perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Kecamatan Kronjo – Kabupaten Tangerang

Tak dapat dipungkiri, perilaku buang air besar (BAB) sembarangan masih terjadi
di Indonesia. Di sejumlah pedesaan, masyarakat masih BAB sembarangan di kali atau
sungai. Untuk menjamin kualitas air minum dan sanitasi yang bersih, warga selalu
diimbau agar jangan membuang air besar sembarangan (BABS). Gerakan sosialisasi dan
edukasi untuk hal tersebut yang biasanya hanya fokus di daerah pelosok ternyata tidak
menjamin bahwa hal demikian tidak terjadi di kota besar, seperti yang terjadi di Kronjo,
Kabupaten Tangerang. Di daerah Kronjo masih terdapat masyarakat yang melakukan
BABS khususnya di sungai. Persepsi yang kurang dalam melakukan BAB (Buang Air
Besar ) di sungai dipengaruhi oleh tingkat kesadaran masyarakat yang kurang,
pengetahuan yang kurang hal ini tercemin oleh hasil wawancara yang dilakukan. Pola
pikir mereka adalah jika mereka melakukan BABS maka alam akan membereskannya.

Disini lah keprihatinan saya secara probadi karena pola pikir masyarakat adalah
salah, BABS telah menjadi budaya bagi mereka. Alasan mereka melakukan BABS serta
mandi dan cuci pakaian di sungai yang sama adalah kendala kurangnya ketersediaan air
bersih dan kalau sudah terbiasa BAB di sungai yang kakinya terendam air, merasa dingin,
melihat pemandangan dan terasa nyaman lalu harus berpindah BAB di WC dengan ruang
yang sempit, kurangnya ventilasi dan gelap sangatlah sulit. Dalam hal sanitasi
masyarakat masih memanfaatkan “toilet terbuka” yang biasanya terletak di kebun, di
sungai dan parit sawah. Perilaku semacam ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara
lain faktor ekonomi karena untuk membuat septik tank diperlukan biaya, tidak
tersedianya septik tank umum.