Anda di halaman 1dari 1

Tikus Pemakan Besi

Alkisah, ada seorang saudagar kaya raya bernama Jveernadhana. Suatu hari desanya diterjang
banjir bandang yang membuatnya kehilangan hampir seluruh harta benda.
Jveernadhana pun memutuskan untuk mencoba peruntungan di tempat lain. Ia menjual
seluruh hartanya yang tersisa untuk membayar hutang, kecuali sebuah besi penyangga
berukuran besar yang merupakan warisan dari leluhurnya.
Karena tak bisa membawanya pindah, Jveernadhana menitipkan besi tersebut ke sahabatnya,
Janak. Ia berkata akan mengambilnya suatu hari nanti saat usahanya sudah sukses.
Beberapa tahun kemudian, bisnis Jveernadhana sukses. Ia pun memutuskan kembali ke
desanya dan mendatangi Janak. Namun saat Jveernadhana meminta besinya kembali,
sahabatnya itu malah mengatakan kalau besinya sudah dimakan tikus. Janak sebenarnya ingin
memiliki besi itu karena tahu harganya sangat mahal jika dijual.
Meski tak percaya kalau tikus bisa memakan besi, Jveernadhana berusaha tetap tenang. Ia
pun pamit dan meminta Janak untuk melupakan masalah tersebut.
Jveernadhana juga meminta Ramu, putra Janak, untuk ikut dengannya. Ia mengatakan punya
hadiah untuk Janak dan akan menitipkannya pada Ramu. Sesampainya di rumah,
Jveernadhana malah mengunci Ramu di sebuah kamar.
Janak yang cemas karena putranya tak kunjung kembali pun mendatangi rumah
Jveernadhana. Betapa terkejutnya ia ketika Jveernadhana mengatakan putranya sudah dibawa
terbang oleh burung gagak.
Karena tak percaya, mereka pun bertengkar hebat. Akhirnya kasus ini dibawa ke pengadilan.
Di hadapan hakim, Jveernadhana berkata, “Kalau tikus bisa memakan besi milikku, kenapa
burung gagak tidak bisa membawa putra Janak?”
Mendengarnya, Janak tersadar dan meminta maaf. Hakim pun meminta Janak untuk
mengembalikan besi Jveernadhana dan mendapatkan putranya kembali.
Bisa menjaga kepercayaan orang lain adalah salah satu sifat yang perlu ditanamkan sejak
dini. Jangan sampai sudah dipercaya, kita malah mengkhianati orang tersebut demi
mendapatkan keuntungan pribadi.
Selain memberikan contoh pada anak, Anda juga bisa menanamkan nasihat lewat cerita
dongeng anak sebelum tidur dari India di atas. Kisah ini diambil dari buku Panchatantrayang
berisi kumpulan sastra kuno.