Anda di halaman 1dari 17

REFERAT

OSTEOMIELITIS

Disusun Oleh :

Ferry Kusumalingga (030.130.79)

Pembimbing :

KEPANITERAAN KLINIK BEDAH


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
PERIODE 2018
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUDHI ASIH JAKARTA
2018
LEMBAR PENGESAHAN

Referat yang berjudul :

OSTEOMIELITIS

Telah diterima dan disetujui oleh pembimbing sebagai salah satu syarat
untuk menyelesaikan Kepaniteraan Klinik Ilmu Radiologi di Rumah Sakit Umum
Daerah Budhi Asih Jakarta.

Jakarta, April 2018

Pembimbing

dr. Partogi, Sp.Rad

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat-Nya yang begitu
besar sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan tugas makalah referat
yang berjudul “Osteomielitis“ pada kepaniteraan klinik Radiologi Rumah Sakit
Umum Daerah Budhi Asih Jakarta.
Pertama-tama kami ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak
yang telah membantu dalam penyusunan dan penyelesaian makalah ini, terutama
kepada dr. Partogi, Sp. Rad selaku pembimbing yang telah memberikan ilmu dan
bimbingannya sehingga makalah referat ini dapat terselesaikan. Penulis berharap
makalah referat ini dapat menambah pengetahuan dan pememahan para tenaga
kesehatan lebih lanjut mengenai penyakit Osteomielitis serta salah satunya untuk
memenuhi tugas yang diberikan pada kepaniteraan klinik di Rumah Sakit Umum
Daerah Budhi Asih.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah referat ini masih
banyak kekurangan, oleh karena itu, segala kritik dan saran dari semua pihak yang
membangun guna menyempurnakan makalah ini sangat penulis harapkan.
Demikian yang penulis dapat sampaikan, semoga makalah referat ini dapat
bermanfaat bagi berbagai pihak.

Jakarta, April 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN.....................................................................................i
KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................2
2.1 Anatomi dan Histologi Tulang....................................................................2
2.2 Fisiologi Tulang..........................................................................................7
2.3 Osteomielitis...............................................................................................9
2.3.1 Definisi....................................................................................................9
2.3.2 Etiologi..................................................................................................10
2.3.3 Klasifikasi................................................................................................4
2.2.4 Patofisiologi....................................................................................................5
2.3.5 Gejala Klinis............................................................................................6
2.4 Penegakkan Diagnosis........................................................................................11
2.4.1 Anamnesis ..........................................................................................6
2.4.2 Pemeriksaan Fisik...............................................................................7
2.4.3 Pemeriksaan Penunjang..............................................................................12
2.5. Diagnostik Banding.................................................................................13
2.2.7 Tatalaksana.............................................................................................19
BAB III KESIMPULAN DAN PENUTUP...........................................................23
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................24

iii
DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Jenis tulang berdasarkan bentuknya................................................3


Gambar 2. Lapisan tulang panjang....................................................................3
Gambar 3. Histologi tulang...............................................................................6
Gambar 5. Osteomielitis Hematogen Akut.....................................................12
Gambar 8. Osteomielitis Hematogen Subakut................................................14
Gambar 9. Osteomielitis Kronis......................................................................15
Gambar 11. Osteomielitis Tulang Panjang......................................................15
Gambar 13. Osteomielitis pada Vertebrae.......................................................17
Gambar 14. Osteomielitis pada Pelvis............................................................18
Gambar 15. Osteomielitis pada Bayi..............................................................18
Gambar 16. Osteomielitis Garee.....................................................................16
Gambar 17. Osteosarcoma..............................................................................20
Gambar 19. Ewing Sarcoma...........................................................................20

iv
BAB I

PENDAHULUAN

Sistem muskuloskeletal manusia merupakan jalinan berbagai jaringan,


baik itu jaringan pengikat, tulang maupun otot yang saling berhubungan, sangat
khusus, dan kompleks. Fungsi utama sistem iniadalah sebagai penyusun bentuk
tubuh dan alat untuk bergerak. Olehkarena itu, jika terdapat kelainan pada sistem
ini maka kedua fungsitersebut juga akan terganggu. Infeksi muskuloskeletal
merupakan penyakityang umum terjadi; dapat melibatkan seluruh struktur dari
sistemmuskuloskeletal dan dapat berkembang menjadi penyakit yang berbahaya
bahkan membahayakan jiwa.1
Osteomielitis berasal dari kata osteon yang berarti tulang danmyelo yang
berarti sum-sum, yang dikombinasikan dengan itis yang berarti inflamasi.
Osteomielitis merupakan suatu proses keradangan tulang baik akut maupun
kronik. Osteomielitis biasanya disebabkan oleh bakteri,tapi bisa juga karena
jamur. Osteomielitis dapat memberikan klinis padatulang mana yang terinfeksi
oleh mikroorganisme. Perjalanan infeksi dapatterjadi pada tulang melalui aliran
darah atau penyebaran melalui jaringantissue yang dekat. Osteomielitis dapat
terjadi pada semua usia, kebanyak pada anak-anak dan usia lebih dari 50 tahun.
Osteomielitis lebih seringterjadi pada laki-laki daripada wanita.1
Osteomielitis akut terutama ditemukan pada anak-anak. Tulang yang
sering terkena ialah femur bagian distal, tibia bagian proksimal,humerus, radius
dan ulna bagian proksimal dan distal, serta vertebra.1

1
2.3 Penegakkan Diagnosis
2.4.1 Anamnesis 9
Pada Anemnesis didapatkan beberapa Keluhan berupa :
1. Demam
2. Nyeri tulang
3. Malaise
4. Bengkak
5. Kemerahan
6. Gerakan yang terbatas pada bagian tubuh yang terkena
7. Neonatus dan bayi kecil: tidak dapat menopang tubuh, gerakan
ekstremitas asimetris
2.4.2 Pemeriksaan Fisik 9
1. Nyeri tekan
2. Gerakan sendi tulang yang terlibat terbatas.
3. Pembengkakan fokal yang nyeri, edema, eritema, hangat.
4. Neonatus: pseudoparalisis atau nyeri pergerakan
5. Osteomielitis kronik
o infeksi jaringan lunak di atas tulang yang berulang
o Pengeluaran nanah (pus) yang menetap atau hilang timbul dari
kulit.

2.4.3 Pemeriksaan Penunjang 10


Selain berdasarkan klinis, pemeriksaan penunjang lebih lanjut juga
diperlukan seperti pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi.9
 Laboratorium
o Biakan darah, biakan + pewarnaan gram aspirat tulang atau
sendi
o Lekositosis
o Shift to the left
o Trombositosis
o LED meningkat
o CRP (+)

Pemeriksaan Radiologis 11
 Osteomielitis Hematogen Akut
Pemeriksaan foto polos dalam sepuluh hari pertama, tidak
ditemukan kelainan radiologik yang berarti dan mungkin hanya
ditemukan pembengkakan jaringan lunak

2
Gambar 5.
Proyeksi lateral pada tibia terlihat gambaran
sklerotik didiametafisis tibia

Gambar 6.
Proyeksi AP pada tibia terlihat gambaran
s k l e r o t i k d i lateral diametafisis tibia
Gambaran destruksi tulang dapat terlihat setelah sepuluh hari (2minggu )
berupa refraksi tulang yang bersifat difus pada daerah metafisis dan
pembentukan tulang baru dibawah periosteum yang terangkat.

Gambar 7.

Tampak destruksi tulang pada tibia dengan pembentukan tulang


subperiosteal 
 O
steomielitis Hematogen Subakut

3
Dengan foto rontgen biasanya ditemukan kavitas berdiameter 1-2 cm terutama
pada daerah metafisis dari tibia dan femur atau kadang- kadang pada daerah
diafisis tulang panjang.

Gambar 8. kavitas yang dikelilingi oleh daerah sclerosis.

 Osteomielitis Kronis
Foto polos rontgen dapat ditemukan adanya tanda – tanda porosis dan
sklerosis tulang, penebalan periost, elevasi periosteum dan mungkin
adanya sequestrum

4
Gambar 9 Gambar 10

Proyeksi lateral tarsal terlihat Osteomielitis lanjut pada tibia


gambaran lesi osteolitik dan kanan. Ditandai dengan adanya
sclerosis extensive dibagian distal gambaran sekuestrum
metafisis pada calcaneus


Osteomielitis Tulang Panjang

Gambar 11. Lesi destruksi

5
Gambar 12. Osteomielitis akut Reaksi periosteal, sklerosis, daerah yang
densitasnya lebih rendah dari tulang sekitarnya (destruksi tulang).

6

Osteomielitis pada Vertebrae 11
Paling sering mengenai corpus vertebrae. Pada stadium awal : destruksi
tulang yang lebih menonjol, baru sklerosis. Lesi bisa bermula di sentral atau
tepi corpus vertebrae.
Pada lesi yang bermula di tepi corpus vertebrae, diskus cepat mengalami
destruksi dan sela diskus akan menyempit. Dapat timbul abses paravertebra
yang terlihat sebagai bayangan berdensitas jaringan lunak sekitar lesi.

Gambar 13. Gambaran radiologis vertebra: ditemukan kompresi pada


V. th 11 dan paravertebral absess pada V th 9 – 12 Diskusi

 11
Osteomielitis pada Pelvis
Osteomielitis pada tulang pelvis paling sering terjadi pada bagian
sayap tulang ilium dan dapat meluas ke sendi sakroiliaka. Sendi
sakroiliaka jarang terjadi. Pada foto terlihat gambaran destruksi tulang
yang luas, bentuk tak teratur, biasanya dengan sekuester yang multipel.
Sering terlihat sklerosis pada tepi lesi. Secara klinis sering disertai abses

7
dan fistula. Bedanya dengan tuberkulosis, ialah destruksi berlangsung
lebih cepat, dan pada tuberkulosis abses sering mengalami kalsifikasi.

Gambar 14


Osteomielitispada Neonatus Dan Bayi 11
Osteomielitis dan artritis septik pada bayi biasanya disertai destruksi
yang luas dari tulang, tulang rawan, dan jaringan lunak sekitarnya. Tanda
paling dini yang dapat ditemukan pada foto roentgen ialah pembengkakan
jaringan lunak dekat tulang yang terlihat kira kira 3 hari setelah infeksi.
Demineralisasi tulang terlihat kira-kira 7 hari setelah infeksi dan disebabkan
hiperemia dan destruksi trabekula. Destruksi korteks dan sebagai akibatnya
pembentukan tulang subperiosteal terlihat pada kira-kira 2 minggu setelah
infeksi.

Gambar 15. Osteomielitis pada bayi

8

Osteomielitis Sklerosing Garre 11
Osteomielitis sklerosing (Osteomielitis Garre) : “suatu osteomielitis
subakut & terdapat kavitas yang dikelilingi jaringan sklerotik pada daerah
metafisis & diafisis tulang panjang“. Penderita biasanya remaja & dewasa,
terdapat rasa nyeri & mungkin sedikit pembengkakan tulang.
Foto rontgen : kavitas yang dilingkari oleh jar. Sklerotik tidak ditemukan
kavitas yang sentral, hanya berapa suatu kavitas yang difus.

Gambar 16. Osteomielitis Garre

2.5 Diagnosa Banding 10,11


a. Osteosarcoma
 Gambaran radiologik :
 Sering pada metafisis tulang panjang. Pembentukan
tulang baru lebih banyak. Adanya infiltrasi tumor.
Penulangan patologis ke jaringan lunak (ossifikasi).
 Destruksi berawal dari medulla à lesi radiolusen batas
tak tegas
 Stadium dini : Reaksi periosteal lamellar / sunray
(gambaran lamellar atau seperti garis-garis tegak lurus
pada tulang yang merupakan reaksi peristeal).
 Lanjut : subperiosteal rusakà perluasan ke luar tlng à
reaksi periosteal hanya sisanya (Codman triangle)/ tepi
yang masih dapat dilihat.

9
 Kalsifikasi (+)

Gambar 17. Sunburst appearance di daerah proksimal fibula

Gambar 18. Segitiga codman’s

b. Ewing Sarcoma
 Gambaran radiologik
 Sering pada diafisis tulang panjang.
 Lesi destruktif, infiltratif dari daerah medulla (tampak
bayangan radiolusen)
 Merusak cortex.
 Reaksi periosteal (onion peel appearance).

10
 Massa jaringan lunak yang besar

Gambar 15

Gambar 19. Tampak lesi destruksi dengan reaksi periosteal (onion skin/lamelar)

DAFTAR PUSTAKA

11
1. Snell, Richard S. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran, Ed. VI.
Jakarta : EGC, 2011. Hal. 281.
2. Van De Graaf, K., Rhees, R. and Palmer, S. Schaum's Outlines : Human
Anatomy and Physiology. 6th ed. McGraw-Hill Professional Publishing.
(2010). Hal 136
3. Eroschenko, VP. diFiore’s atlas of histology with functional correlations,
Ed 12. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins;2013. Hal 123
4. Sherwood L. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem, Ed. 2. Jakarta:Penerbit
Buku Kedokteran EGC; 2001. Hal. 742
5. Reeves, Charlene J. et al. 2011. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta.
Salemba Medika: 273
6. Ovedoff David. 2009. Kapita Selekta Kedokteran. Dialih bahasakan oleh
Hendarto Natadidjaja. Jakarta: Universitas Trisakti Jakarta. 571
7. The American Family Physician. Diagnosis and Management of Osteomyelitis.
(cited 12th April 2018) available from :
http://unmfm.pbworks.com/w/file/fetch/56796592/Osteomyelitis_AAFP.pdf.
8. Medscape. Osteomyelitis. (cited 12th April 2018) available from :
http://emedicine.medscape.com/article/1348767-overview.
9. Reddy SC, Zgonis MH and Aurbach JD.Musculosceletal Infection. In: Chin
K Rand Samir M. Orthopaedic Key Review Concepts. 1st edition.
Philadelphia.Lipincott Wiliam and Wilkins. 2008.48-51

10. Rasjad C. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi.Jakarta : Yarsif


matampone.2007.
11. Rasad, Sjahriar. Radiologi Diagnostik FKUI edisi kedua. Jakarta :2009. 62-
68.

12