Anda di halaman 1dari 3

Lactobacillus casei adalah bakteri Gram-positif, anaerob, tidak memiliki alat gerak, tidak

menghasilkan spora, berbentuk batang dan menjadi salah satu bakteri yang berperan penting
dalam pencernaan. Lactobacillus adalah bakteri yang bisa memecah protein, karbohidrat, dan
lemak dalam makanan, dan menolong penyerapan elemen penting dan nutrisi seperti mineral,
asam amino, dan vitamin yang dibutuhkan manusia dan hewan untuk bertahan hidup.Bakteri
ini berukuran 0,7 – 1,1 x 2,0 – 4,0 µm dan merupakan bakteri yang penting dalam
pembentukan asam laktat. Seperti bakteri asam laktat lain, Lactobacillus casei toleran
terhadap asam, tidak bisa mensintesis perfirin, dan melakukan fermentasi dengan asam laktat
sebagai metabolit akhir yang utama. Bakteri ini membentuk gerombolan dan merupakan
bagian dari spesies heterofermentatif fakultatif, dimana bakteri ini memproduksi asam laktat
dari gula heksosa dengan jalur Embden-Meyerlhof dan dari pentose dengan jalur 6-
fosfoglukonat, fosfoketolase. pertumbuhan Lactobacillus casei pada suhu 15oC, dan
membutuhkan riboflavin, asam folat, kalsium pantotenat, dan faktor pertumbuhan lain.
Lactobacillus casei adalah spesies yang mudah beradaptasi, dan bisa diisolasi dari produk
ternak segar dan fermentasi, produk pangan segar dan fermentasi. Dari segi industrial,
Lactobacillus casei mempunyai peran dalam probiotik manusia, kultur starter pemroduksi
asam untuk fermentasi susu, dan kultur khas untuk intensifikasi dan akselerasi perkembangan
rasa dalam varietas keju yang dibubuhi bakteri.

Lactobacillus casei ditemukan dalam susu fermentasi dan memiliki sifat bermanfaat bagi
kesehatan manusia. Saluran pencernaan manusia terdiri dari Lactobacillus casei; flora alami
yang mencegah berlebihnya suatu bakteri asam laktat yang tidak sengaja tertelan dan tinggal
di salura pencernaan. Lactobacillus casei dapat mengurangi diare dan membantu
memodifikasi mikroflora dalam tubuh. Lactobacillus casei menghasilkan DL-asam laktat dan
amilase yang melengkapi pertumbuhan Lactobacillus acidophilus.Sebagian besar
Lactobacillus casei strain dapat memfermentasi galaktosa, glukosa, fruktosa, manosa,
manitol, N-asetilglukosamin, dan tagatose. Kemampuan untuk memfermentasi laktosa kurang
umum pada strain yang diisolasi dari bahan nabati dibandingkan pada yang berasal dari keju
dan saluran pencernaan manusia.

Lactobacillus casei adalah penghasil asam laktat, diperoleh dengan fermentasi glukosa dan
pembentukan laktat. Asam laktat merupakan asam hidroksi yang dapat diproduksi secara
kimia dari asetaldehida dan hidrogen sianida atau dengan fermentasi mikroba. Hal ini
digunakan untuk berbagai proses industri seperti kimia dan produksi biologis asam organik,
penggunaan sebagai penyedap dalam makanan, pembuatan kosmetik, dan produksi plastik
biodegradable.
Lactobacillus casei adalah spesies yang mudah beradaptasi, dan bisa diisolasi dari produk
ternak segar dan fermentasi, produk pangan segar dan fermentasi. Dari segi industrial,
Lactobacillus casei mempunyai peran dalam probiotik manusia, kultur starter pemroduksi
asam untuk fermentasi susu, dan kultur khas untuk intensifikasi dan akselerasi perkembangan
rasa dalam varietas keju yang dibubuhi bakteri. Lactobacillus casei diduga dapat mengontrol
organisme yang dapat menimbulkan efek toksik di dalam saluran pencernaan manusia,
diantaranya yaitu Escherichia coli.
Lactobacillus casei adalah suatu jasad renik jenis temporer penghasil asam laktat,
Lactobacillus casei dapat ditemukan di mulut dan di usus manusia. Selain itu bakteri
Lactobacillus casei dapat menghalangi pertumbuhan H. pylori, dan membantu microflora di
usus besar.

Media Pertumbuhan Lactobacilus casei

Lactobacillus casei dapat disimpan pada media de Man Rogosa Sharpe, Agar/MRS agar
(Oxoid, 1982). Komposisi media MRS agar adalah sebagai berikut: Pepton 10 g, beef extract
10 g, yeast extract 5 g, K2HPO4 2 g, amonium sitrat 2 g, glukosa 2 g, sodium asetat 3H2O 20
g, MgSO4 7H2O 0,58 g, MnSO4 4H2O 0,28 g, agar 15 g, akuades 1000 ml.

Nutrisi

Pertumbuhan Lactobacillus casei pada suhu 15oC, dan membutuhkan riboflavin, asam folat,
kalsium pantotenat, dan faktor pertumbuhan lain.

Ciri – ciri dari bakteri L Cassei

 Memiliki ukuran antara 0.7 – 1.1 x 2.0 – 4.0 micron.


 Merupakan bakteri gram positif.
 Tidak memiliki alat gerak.
 Tidak menghasilkan spora.
 Berbentuk fisik seperti sebuah batang.
 Kecepatan pertumbuhan berkisar antara 50 Dornic.
 Hidup pada bagian membrane mukosa, yang menempel pada dinding usus.
 Memiliki toleransi tinggi terhadap asam.
 Membentuk sebuah gerombolan, yang merupakan bagian dari heterofermentatif
fakultatif.

Manfaat Bakteri L Cassei

1. Membantu memperlancar pencernaan.


2. Sebagai bahan pembuatan minuman probiotik.
3. Manjaga daya tahan tubuh.
4. Melawan bakteri jahat yang ada di dalam usus.
5. Membantu manusia melawan penyakit.
6. Memabntu menjaga kesehatan usus.
7. Mengontrol organisme yang dapat menimbulkan efek toksik.
8. Penting dalam pembentukan asam laktat di dalam tubuh.
9. Mampu membantu memecah protein dan juga karbohidrat di dalam makanan.
10. Membantu penyerapan elemen penting di dalam tubuh.
11. Membantu pembuatan ferementasi pada susu.
12. Memperbaiki penyerapan kalsium pada usus.
13. Melancarkan buang air besar.
14. Mampu membantu mencegah gangguan kesehatan pada pencernaan dan kesulitan
buang air besar.
15. Mampu membunuh bakteri pathogen.
16. Memiliki sifat anti tumor.
17. Meningkatkan keseimbangan mikroorganisme di dalam tubuh.
18. Dapat membantu mengurangi gejala alergi.
19. Membantu menekan kambuhnya kanker kandung kemih yang dangkal.
20. Mencegah terjadinya kembung pada perut.
21. Membantu mengikat lemak, yang dapat menghindari terjadinya penumpukan lemak di
dalam tubuh, yang dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan,seperti
penyumbatan pembuluh darah, jantung, obesitas dan juga kolesterol.
22. Dapat menjaga dan mencegah munculnya penyakit kronis, terutama yang disebabkan
oleh bakteri.
23. Dapat membantu meningkatkan kekebalan dan juga kesehatan tubuh.
24. Dapat mencegah terjadinya peradangan pada bagian usus.