Anda di halaman 1dari 3

1. ANGKA KEMATIAN IBU DI INDONESIA PER 100.

000 KELAHIRAN HIDUP

TAHUN 1991 – 2015

http://www.kamusdata.com/daftar-10-negara-dengan-angka-kematian-ibu-melahirkan-
tertinggi-di-dunia/

2. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL K4 MENURUT PROVINSI

TAHUN 2017

3. CAKUPAN PERSALINAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN


MENURUT PROVINSI TAHUN 2017
4. PUSKESMAS MELAKSANAKAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN
DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) MENURUT PROVINSI TAHUN 2017

Untuk menilai derajat kesehatan suatu bangsa WHO dan berbagai lembaga Internasional
lainnya menetapkan beberapa alat ukur atau indikator, seperti morbiditas penyakit, mortalitas
kelompok rawan seperti bayi, balita dan ibu saat melahirkan. Alat ukur yang paling banyak
dipakai oleh negara-negara didunia adalah , usia harapan hidup (life expectancy), Angka
Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) .

Pemeriksaan kehamilan mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya menurunkan
angka kematian yang terkait dengan ibu, janin, dan bayi. Faktor biologis ibu berhubungan
dengan kematian bayi dalam kandungan dan kematian neonatal (Mohsin et al., 2006).
Pelayanan yang terkait kesehatan maternal adalah persalinan oleh dokter atau bidan tentunya
akan lebih aman jika dibandingkan dengan dukun atau tenaga non medis lainnya, hal ini akan
berpengaruh terhadap tingkat kematian ibu dan bayinya.

USIA HARAPAN HIDUP DAN PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA

TAHUN 2010 – 2035

Peningkatan angka usia harapan hidup merupakan salah satu indikator keberhasilan perbaikan
kualitas kesehatan dan kondisi sosial masyarakat Indonesia (Komnas Lansia, 2010). Semakin
maju suatu negara, semakin banyak penduduknya yang mencapai lanjut usia. Kemajuan di
berbagai bidang kehidupan termasuk bidang kesehatan dan ekonomi dipercaya merupakan
salah satu penyebab meningkatnya usia harapan hidup pada lansia (Komnas Lansia, 2010).
PUSKESMAS YANG MENYELENGGARAKAN PELAYANAN KESEHATAN SANTUN
LANSIA DAN POSYANDU LANSIA/POSBINDU TAHUN 2017

Penelitian yang dilakukan Wang, Iwaya, Kumano, Suzukamo, Tobimatsu, & Fukudoo (2002)
memang menemukan bahwa kepuasan hidup lansia secara signifikan dipengaruhi oleh status
kesehatan. Penelitian yang dilakukan Borg dkk (2005), menemukan bahwa kepuasan hidup
yang lebih tinggi ditemukan pada lansia dengan beberapa karakteristik, seperti usia lansia yang
lebih muda, lansia yang tinggal di rumah, lansia yang perawatan dirinya baik, lansia yang masih
berpartisipasi dalam kegiatan fisik, lansia dengan sumber daya ekonomi yang baik, tingkat
kesepian yang rendah pada lansia, kesehatan yang baik, dan lansia yang terhindar dari perasaan
khawatir. Melihat berbagai masalah yang dihadapi oleh lansia tersebut maka perlu diberikan
pelayanan yang optimal bagi lansia agar dapat mempertahankan kepuasan hidupnya.

CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI TAHUN 2013-2017

CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT PROVINSI

TAHUN 2017

Imunisasi merupakan investasi kesehatan masa depan karena pencegahan penyakit melalui
imunisasi cara perlindunngan terhadap infeksi yang paling efektif dan jauh murah
dibandingkan mengobati seseorang apabila jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Menurut Rizema, P. (2012 ) ada 3 manfaat imunisasi bagi anak, keluarga dan negara adalah
sebagai berikut : 1) Manfaat untuk anak adalah untuk mencegah penderitaan yang di sebabkan
oleh penyakit dan kemungkinan cacat atau kematian.; 2) Manfaat untuk keluarga adalah untuk
menghilangkan kecemasan dan biaya pengobatan apabila anak sakit. Mendorong keluarga
kecil apabila orang tua yakin menyalani masa kanak-kanak dengan aman.; 3) Manfaat untuk
negara adalah untuk mamperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan
berakal untuk melanjutkan pembangunan negara dan memperbaiki citra bangsa Indonesia
diantara segenap bangsa di dunia.

PERSENTASE GIZI BURUK DAN KURANG PADA BALITA 0-59 BULAN MENURUT

PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2017


Banyak faktor yang perlu diperhatikan untuk menciptakan SDM yang berkualitas antara lain,
faktor pangan (unsur gizi), kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Seseorang tidak akan bisa
hidup sehat jika kekurangan gizi, karena mudah terserang penyakit. (Ratu, 2010)

Faktor langsung penyebab gizi kurang adalah asupan gizi yang rendah dan penyakit infeksi,
sedangkan faktor tidak langsung adalah persediaan pangan, pola asuh, sanitasi, sumber air
bersih dan pelayanan kesehatan.

CAKUPAN BAYI MENDAPAT ASI EKSKLUSIF MENURUT PROVINSI TAHUN 2017

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) membantu bayi untuk memulai kehidupannya dengan baik.
Penting sekali untuk segera memberi ASI pada bayi dalam jam pertama sesudah lahir dan
kemudian setiap 2 atau 3 jam (Bahiyatun, 2009). Menyusui menjamin bayi memperoleh
kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serta mendapat imunitas untuk
melawan penyakit (Brooker, 2008). Bayi yang tidak mendapat air susu ibu beresiko
kekurangan gizi, lantaran selain tak dilengkapi oleh kekebalan, susu formula dibuat dengan
takaran yang mungkin belum tentu seluruhnya sesuai dengan kebutuhan bayi.