Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Bicara tentang kehidupan manusia pada masa sekarang ini, tidak akan lepas dari kata “Teknologi“. Apalagi
pada saat sekarang dimana arus globalisasi telah menyerang dalam segala bidang kehidupan umat manusia.
Teknologi berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia. Hasil teknologi telah
merasuk dalam kehidupan sehari- hari baik kehidupan manusia diberbagai belahan dunia sedemikian rupa,
sehingga orang menganggapnya sebagai suatu hal yang lumrah dan biasa-biasa saja. Kemajuan teknologi
berlangsung secara berkesinambungan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang tidak pernah
berhenti. Dengan mengembangkan metode-metode, baha-bahan, dan sistem supaya mendapatkan hasil
yang bermanfaat, praktis, menyenangkan, dan aman untuk digunakan semua orang. Orang tidak lagi
mempertanyakan bagaimana suatu alat pertama kali ditemukan dan bagaimana alat tersebut sampai dapat
bekerja demikian. Jika dahulu orang menempuh jarak ribuan km dalam waktu beberapa tahun, kini dapat
ditempuh hanya dalam waktu beberapa jam saja. Seorang anak Jakarta misalnya, dapat berbicara langsung
dengan ayahnya yang berada di Jepang dengan hanya mengangkat gagang telepon dan membayar
beberapa ribu rupiah saja. Orang masa kini dapat mendengarkan kembali suara orang-orang yang telah
lama meninggal dunia. Dengan menggunakan komputer, orang akan dapat mengerjakan atau mengoreksi
suatu pekerjaan secara cepat dan tepat. Manusia kini dapat memotret-motret permukaan planet Mars dan
Venus dan menjelajahi antariksa. Di bidang energi, manusia telah dapat memecahkan masalah dengan
memanfaatkan sinar matahari untuk membangkitkan tenaga listrik secara langsung, dan masih banyak lagi
contoh yang lain. Misalnya; dengan telah diketemukan alat komunikasi telpon orang dapat dengan mudah
berkomunukasi dengan orang lain walaupun jaraknya sangat jauh, adanya alat-alat transportasi yang lebih
canggih, maka orang akan lebih cepat dan lebih aman dalam perjalanan jarak jauh, dan ada pula manusia
bumi yang telah dapat menjelajahi antariksa, dengan menggunakan komputer orang akan dapat
mengerjakan, mengkoreksi suatu pekerjaan secara cepat dan tepat. Lebih dari itu, teknologi juga telah
membawakan pemerataan. Semisal, bila .jaman dahulu hanya orang-orang tertentu saja yang dapat
menikmati hasil karya seniman musik terkenal, kini dapat dikatakan semua orang dapat menikmatinya
dimanapun dia berada. Berkat kemajuan dalam bidang percetakan, maka lebih banyak orang yang dapat
membaca buku atau karangan yang bermutu.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas mengenai Manfaat Ilmu Pengetahuan Teknologi dan
Perkembangannya Dalam Kehidupan Manusia, maka penulis memberikan beberapa rumusan masalah
sebagai berikut:

1. Apa pengertian dan hubungan mengenai IPA dan Teknologi?

2. Bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang begitu pesat ?

3. Apa dampak positif yang dapat diambil dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin hari kian
pesat ?

4. Apakah ada akibat negatif yang ditimbulkan dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang
begitu maju pada saat sekarang ini?

5. Bagaimana pandangan Kebudayaan sekarang mengenai masalah perkembangan teknologi dan IPA
ini?

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan yang dapat diambil dari makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Menjelaskan dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi IPA terhadap sumber daya
manusia.
2. Memberi contoh kemakmuran materi yang diperoleh dari dampak teknologi IPA bagi sumber daya
manusia.

3. Untuk mengetahui dan membandingkan antara teori dari bangku kuliah dan keadaan yang terjadi dari
dampak teknologi IPA terhadap sumber daya manusia.

4. Memberikan sebuah gambaran dan informasi tentang seberapa cepatnya IPA dan Teknologi itu
berkembang dalm kehidupan manusia.

5. Dapat digunakan sebagai referensi mengenai suatu perkembangan yang dinamis yang diakibatkan
oleh IPA dan Teknologi.

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Sekaligus Hubungan IPA dan Teknologi

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, tentang devinisi teknologi atau pertukaran memiliki lebih dari satu
devinisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material, dan proses yang
menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal sebelum
sains dan teknik. Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mempermudah
pekerjaan manusia. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip
dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Meskipun demikian, penemuan yang sangat lama
seperti roda juga disebut sebuah teknlogi. Devinisi lainnya (digunakan dalam ekonomi) adalah teknologi
dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk
memproduksi produk yang diinginkan (dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa dipakai). Oleh karena
itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat. Teknologi adalah
satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian arti sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah.
Teknologi menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat denegan sains (science) dan perekayasaan
(engineering). Dengan kata lain, tekologi mengandung dua dimensi yaitu sciece dan engineering yang saling
berkaitan satu sama lain. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata disekitar kita, artinya
mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap
yang lainnya. Definisi mengenai sains menurut Sardar (1987, 161) adalah sarana pemecahan masalah
mendasar dari setiap paradaban. Tanpa sains, lanjut Sardar (1987, 161) suatu peradaban tidak dapat
mempertahankan struktur-struktur politik dan solusinya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat
dan budayanya. Sebagai perwujudan eksternal suatu epistemologi sains membentuk lingkungan fisik,
intelektual, dan budaya serta memajukan cara produksi ekonomis yang dipilih oleh suatu peradaban.
Pendeknya sains, jelas Sardar (1987, 161) adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban,
dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya. Sedangkan rekayasa, menurut Djoyohadikusumo
(1994, 222) menyangkut hal pengetahuan obyektif (tentang ruang, materi, energi) yang diterapkan
dibidang perancangan (termasuk mengenai peralatan teknisnya). Dengan kata lain, teknologi mencangkup
teknik dan peralatan untuk menyelenggarakan rancangan yang didasarkan atas hasil sains
(http://www.wikipedia.com/teknologidanipa/).

Makna teknologi menurut Capra (2004, 106) seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang
sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu Technologia yang diperoleh dari asal kata Techne
bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa inggris di abad ketujuh
belas, maknanya adalah pambahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-
angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk
mencangkup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik nonmaterial.Yang berarti
suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode. Sekarang sebagian besar devinisi teknologi lanjut
Capra (2004, 107) menekankan hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel Castells dikutip Capra
(2004, 107) mendefinisikan teknologi sebagai ‘kumpulan alat’ aturan prosedur yang merupakan penerapan
pengetahuan ilmiah tehadap suatu perkerjaan tertentu dengan cara yang memungkinkan pengulangan.
Memahami teknologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu pengetahuan alam (nature sciece) dan rekayasa
(engineering). Ilmu pengetahuan alam adalah input bagi proses ilmu rekayasa sedangkan teknologi adalah
hasil proses rekayasa.
Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Berkembang

Menurut Adolf Portman, secara biologis manusia dipandang sebagai premature, karena manusia tidak
memiliki daya penyesuaian terhadap lingkungan secara alami. Pada saat manusia bani lahir, tanpa
perlindungan orang tua atau lingkungannya, manusia tidak dapat bertahan hidup. Tetapi kekurangan ini
diganti dengan kemampuan manusia untuk menciptakan suatu lingkungan tiruan yang bentuknya beraneka
ragam. Dalam hal ini manusia dibekali teknik untuk membuat lingkungan menjadi cocok dengan dirinya,
sehingga muncul kebudayaan manusia sebagai hasil abstraksi manusia terhadap lingkungan dan
permasalahannya. Makin tinggi tingkat kemampuan berabstraksi, makin tinggi pula kebudayaan orang atau
bangsa tersebut. Teknik secara umum diartikan sebagai alat perlengkapan dan metode membuat sesuatu
yang lebih mengembangkan ketrampilan manusia (http://www.wikipedia.com/teknik) . Pada dasarnya,
teknologi adalah ilmu terapan, dan sebaliknya teknologi juga mendorong diciptakannya atau ditimbulkannya
ilmu pengetahuan yang lebih maju (http://wikipedia.com/teknologi).

Berikut merupakan fase-fase teknik yang menunjang dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
adalah sebagai berikut:

1. Fase teknik destruktif

Pada fase ini, untuk memecahkan segala permasalahan dan kebutuhannya, manusia langsung mengambil
dari alam, tidak ada usaha untuk mengembalikannya ke alam. Artinya manusia hanya mementingkan
mandapatka materi saja dari apa yang telah diambil dari alam. Contohnya: dalam penebangan pohon
dihutan yang akan digunakan untuk perabotan rumah yang berkualitas, manusia tidak menanam bibit
pohon sebagai ganti telah menebang pohon.

2. Fase teknik konstruktif

Masyarakat pada fase ini telah mampu melakukan penciptaan sehingga menghasilkan kebudayaan baru
yang sebelumnya tidak terdapat di alam. Dengan penciptaan baru ini, sedikit demi sedikit manusia telah
menciptakan lingkungan baru yang selalu bermodalkan alam sekitar sehingga merupakan “the second
nature” atau “ alam kedua”. Contohnya: manusia membuat hutan buatan yang didalamnya digunakan
sebagai penelitian dan untuk menciptakan obat-obatan herbal dari alam dan tumbuhan.

3. Fase modern

Fase ini merupakan puncak perkembangan teknik yang telah dicapai manusia. Teknik modern ini bertitik
tolak dari analisa matematis alam, sehingga manusia mampu membangun suatu peradaban baru, yaitu
peradaban mesin. Ciri peradaban mesin diantaranya adalah kesatuan bahasa internasional sebagai
pengantar dan diciptakannya bahasa simbol yang satu, seragam, dan internasional, yaitu bahasa
“matematika”. Contonya: masyarakat yang memiliki kesibukan yang tinggi ingin melakukan suatu dengan
tanpa membuang tenaga, maka diciptakanlah robot-robot yang dapat membantu manusia dalam kehidupan
sehari-hari, baik dalam pekerjaan didapur, pekerjaan rumah tangga, sampai pekerjaan dikantor.

Adapun tingkatan teknologi yang dapat menggambarkan suatu masyarakat itu modern dengan memakai
alat-alat yang sangat canggih atau masyarakat itu maju tetapi dengan menggunakan suatu alat yang
sederhana.

1. Teknologi Tinggi (Hi-tech)

Suatu jenis teknologi mutakhir yang dikembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru. Contoh
: komputer, laser, bioteknologi, satelit komunikasi, dan sebagainya. Ciri-ciri teknologi tinggi ini adalah padat
modal, didukung rasilitas riset dan pengembangan, biaya perawatan tinggi, ketrampilan operatornya tinggi,
dan masyarakat penggunanya ilmiah. Sekarang ini banyak sekali negara-negara maju sedikit demi sedikit
menerapkan Teknologi Tinggi (Hi-tech) ini, semisal di Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan lain
sebagainya.

2. Teknologi Madya
Suatu jenis teknologi yang dapat dikembangkan dan didukung masyarakat yang lebih sederhana dan dapat
digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling menguntungkan. Ciri teknologi madya adalah tidak
memerlukan modal yang terlalu besar dan tidak memerlukan pengetahuan baru, karena telah bersifat rutin.
Penerapan teknologi madya ini bersifat setengah padat modal dan padat karya, unsur-unsur yang
mendukung industrinya biasanya dapat diperoleh di dalam negri dan ketrampilan pekerjanya tidak terlalu
tinggi. Sebagian masyarakat Jepang menerapkan teknologi madya ini. Sebagian masyarakat Jepang
membuat suatu boneka dari kayu yang sudah sanat terkenal dibelahan dunia.

3. Teknologi Tepat Guna

Pada umumnya sebagai teknologi madya dengan tingkatan yang lebih sederhana. Teknologi ini dicirikan
dengan skala modal kecil, peralatan yang digunakan sederhana, dan pelaksanaannya bersifat padat karya.
Biasanya dilakukan di negara-negara berkembang, karena dapat membantu perekonomian di pedesaan,
mengurangi urbanisasi dan menciptakan tradisi teknologi dari tingkat paling sederhana. Teknologi tepat
guna ini sering disebut juga teknologi pedesaan (rural technology) atau teknologi pribumi (indigeneus
technology). Contonya dalam Masyarakat Indonesia sendiri, tepatnya masyarakat Bali. Masyarakat Bali
hampir seluruhnya membuat kesenian baik itu berupa lukisan, patung, maupun karya-karya dari tangan
(anyaman) yang menguntungkan dan mambawa hasil yang baik dari membuat kesenian tersebut.

Dampak Positif IPA dan Teknologi Bagi Umat Manusia

Dari zaman ke zaman teknologi dan perkembangannya akan berubah sesuai dengan perkembangan zaman
atau bisa disebut dengan istilah dinamis. Pengembangan teknologi dibuat untuk memenuhi kebutuhan
manusia sehari-hari yang melipui kebutuhan primer, sekunder, dan beberapa kebutuhan yang tidak kalah
penting lainnya. Berikut mengenai rincian tentang kebutuhan manusia yang dibantu dengan adanya
perkembagan IPA dan Teknoloi sebagai berikut:

Kebutuhan Primer, adalah kebutuhan yang mau tidak mau harus terpenuhi untuk mencukupi kebutuhan
manusia agar dapat bertahan hidup (kamus Bahasa Indonesia, kebutuhan primer, 2001), yang meliputi;

a) Sandang

Manusia sebagai mahluk susila memerlukan pakaian. Mula-mula pakaian yang dikenakan hanya untuk
menutupi auratnya saja, kemudian pakaian juga berfungsi untuk melindungi diri dari sengatan panas dan
udara dingin (kamus Bahasa Indonesia, sandang, 2001). Sekarang, pakaian mempunyai fungsi yang lebih
luas lagi, yaitu untuk kenyamanan dengan menciptakan jenis pakaian yang sesuai dengan kebutuhan,
misalnya pakaian tidur, pakaian olah raga, pakaian kerja dan sebagainya, bahkan sekarang orang
beranggapan bahwa dapat menunjukan status sosial pemakainya. Kebutuhan manusia yang makin
meningkat juga mendorong untuk menciptakan manusia teknologi yang dapat meningkatkan mutu dan jenis
bahan pakaian. Sekarang manusia tidak hanya mengandalkan serat-serat alami untuk membuat bahan
pakaian, tetapi dapat juga membuat serat-serat sintetis dari pokok-pokok kayu (benang rayon) maupun dari
bahan galian seperti hasil sulingan batu bara dan minyak bumi (poliester, polipropilen, polietilen).

b) Pangan

Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia untuk dapat bertahan hidup (kamus Bahasa Indonesia,
pangan, 2001). Kebutuhan pangan ini terus meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya, sejalan dengan
meningkatnya jumlah penduduk. Usaha untuk memenuhi kebutuhan pangan biasanya dilakukan dengan
cara ekstensifikasi, yaitu dengan memperluas lahan pertanian, dan dengan intenstfikasi, yaitu dengan
meningkatkan mutu melalui pemilihan bibit unggul, cara penggarapan yang lebih baik, pemeliharaan
tanaman yang lebih teliti dan pengolahan pasca panen yang lebih sempurna. Dengan memanfaatkan IPA
dan teknologi yang makin berkembang manusia dapat menciptakan bibit unggul dengan teknik radiasi,
rekayasa genetika, dan sebagainya. Penggunaan hormon tumbuhan yang mampu memacu tumbuhnya
daun, bunga ataubuah lebih lebat atau lebih cepat. Penggunaan mekanisasi pertanian juga membantu
manusia dalam mengolah lahan dan memungut hasil panen dengan lebih cepat.

c) Papan
Dalam masa yang masih tradisional pembuatan rumah sangat tergantung pada bahan- bahan yang ada di
sekitarnya. Misalnya di daerah pegunungan atap dibuat dari ijuk, di daerah pantai dari daun rumbia, di
daerah yang kaya akan kayu, seperti di Kalimantan, orang membuat atap dari sirap, di Toraja memakai
bambu, sedangkan di Nusa Tenggara menggunakan ilalang. Sejalan dengan makin meningkatnya kebutuhan
manusia akan tempat tinggal, terutama di kota-kota besar, di mana lahan untuk pembangunan rumah
semakin sempit, maka manusia berusaha membuat rumah bertingkat dan menggunakan bahan-bahan
bangunan yang makin ditingkatkan kualitasnya. Fungsi rumah juga tidak lagi hanya sekedar untuk bertahan
diri dari cuaca yang tidak menguntungkan dan berlindung dari serangan binatang buas, tetapi sudah
merupakan tempat tinggal yang memenuhi rasa kenyamanan dan keindahan (kamus Bahasa Indonesia,
papan, 2010).

Kebutuhan Sekunder, kebutuhan sekunder manusia timbul setelah kebutuhan primernya terpenuhi,
terutama berupa kebutuhan akibat manusia makin memerlukan hubungan dengan manusia lain. Antara lain
diperlukan industri untuk memenuhi kebutuhan manusia secara massal, transportasi yang diperlukan untuk
mengangkut barang-barang kebutuhan dari satu daerah ke daerah lain atau diperlukan untuk hubungan
manusia dari satu daerah ke daerah lain, kesehatan yang makin terjamin, dan lain sebagainya, yang
meliputi;

a) Bidan Industri

Teknologi merupakan cara yang harus dilakukan manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhannya yang
makin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya, karena itu diperlukan alih teknologi (transfer of
technology) dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang. Proses pengambilalihan teknologi ini
memerlukan perhitungan yang matang agar teknologi yang baru dapat diterima dan digunakan oleh
masyarakat waktu itu (teknologi yang adaptif), serta sifatnya melindungi teknologi yang telah ada
(teknologi protektif). Secara positif industri memang memberikan kegunaan besar pada manusia. Bukan
hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari, melainkan pembangunan dan pembuatan industri dapat membuka
lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan apapun, tetapi memiliki keahlian
tertentu dalam bidangnya.

b) Bidang Transportasi

Penemuan roda memegang peranan penting transportasi, karena dengan roda yang bentuknya bundar
dapat diperlukan gerakan yang mudah, kemudian lebih dipermudah lagi dengan digunakannya binatang
penarik, sehingga beban manusia makin ringan. Transportasi tersebut tidak berhenti berkembang sampai
disitu saja. Setelah ditemukannya mesin yang dapat menggerakkan roda, maka transportasi bukan hanya
lebih ringan, tetapi juga lebih cepat. Manusia semakin hari semain berfikir dan terus memunculkan berbagai
inovasi-inovasi, setelah membuat alat transportasi didarat, manusia juga membuat transportasi laut dan
udara yang sampai sekarang ini masih dipakai dan digunakan oleh manusia untuk keperluan yang penting.

c) Bidang Komunikasi

Sebagai mahluk sosial manusia perlu berkomunikasi dengan sesamanya. Cara yang paling sederhana adalah
dengan bertatap muka secara langsung, tetapi bila jaraknya jauh tentu diperlukan alat komunikasi.
Kemajuan di bidang komunikasi ini dimulai dengan ditemukannya telegraph yang masih mempergunakan
kawat oleh Samuel Morse (1832), kemudian disempurnakan oleh Guighelmo Marconi yang sudah tanpa
kawat (1895). Pada tahun 1872, Alexander Abraham Bell menemukan pesawat telpon, mula-mula masih
mempergunakan kawat, kemudian digantikan dengan gelombang radio. Untuk keperluan kantor, sekarang
orang dapat mempergunakan telex (teleprinter exchange). Dengan ditemukannya satelit telekomunikasi
kebutuhan manusia makin terpenuhi untuk mengadakan hubungan secara lebih cepat dan murah. Orang
makin mudah mengadakan hubungan satu dengan yang lain (http://www.wikipedia.com/perkembangan
komunikasi/). Salah satu akibat positif dengan majunya komunikasi adalah terjadi deurbanisasi, karena
manusia walaupun tinggal juga di daerah pedesaan tidak lagi merasakan ketinggalan bila dibandingkan
dengan yang tinggal di kota. Dapat pula dikatakan bahwa dengan majunya komunikasi dan teknologi
lainnya, desa-desa menjadi kota dalam pengertian bukan geografis, tetapi teknis sosial, sehingga perbedaan
antara desa dan kota makin lama makin kecil.

d) Kesehatan
Kebutuhan akan kesehatan makin dirasakan oleh manusia, sehingga usaha untuk memerangi penyakit yang
menjadi sumber malapetaka makin giat dilakukan. Dengan biologi sebagai ilmu dapat diketahui struktur
tubuh, organ-organ, dan cara bekerjanya organ untuk menunjang kehidupan manusia. Dari biologi sebagai
ilmu murni ini berkembang ilmu terapan yang secara praktis berguna bagi kesejahteraan manusia.
Sementara itu manusia di bumi yang jumlahnya di kota-kota besar makin banyak, mulai timbul penyakit
baru yang sifatnya psikhis, antara lain kekalutan mental yang dapat berkembang menjadi frustasi.
Kehidupan kota yang keras, tidak mengenal toleransi, sedangkan manusia sendiri makin rakus dan
individual, maka gangguan kesehatan yang dikenal dengan stress makin berkembang dalam masyarakat
(Jasin Maskoeri, Ilmu Alamiah Dasar, hal 54). Maka dibangunlah rumah-rumah sakit yang digunakan untuk
memerangi penyakit yang makin lama makin membuat manusia itu frusasi. Masyarakat yang frustasi akan
pergi ke psikiater dan disanalah masyarakat dapat menemukan solusi yang tepat guna memnyembuhkan
penyakit psikhisnya. Itulah guna atau dampak positif dalam bidang kesehatan.

Kebutuhan Ekonomi, Sosial, dan Budaya, dengan keterangan dibawah ini:

a) Ekonomi

Masalah kebutuhan primer, sekunder, tersier, maupun masalah sumber daya alam, sebenarnya secara tidak
langsung sudah mengemukakan masalah ekonomi. Sebab sebagai Homo economicus, dalam segala
tindakannya, manusia selalu memperhitungkan untung rugi atau dalam bahasa teknik disebut sebagai
dampak positif dan negatif. Karena ekonomi adalah kebutuhan manusia, maka siapa yang dapat menguasai
perekonomian, dialah yang memegang kekuasaan. Pada saat mata pencaharian utama manusia masih
menyangkut soal tanah, kaum feodallah yang memegang kekuasaan. Sedangkan ketika industri memegang
peran penting dalam ekonomi maka kaum kapitalislah yang memegang peranan utama dalam penyediaan
segala kebutuhan manusia. Sekarang ini kaum kapitalis industrialis telah banyak mengembangkan usahanya
hingga melampaui batas negaranya yang disebut dengan Multi National Corporation (MNC). Kadang-kadang
perusahaan multinasional ini di negara-negara berkembang ikut serta menentukan politik pemerintahan.
Perusahaan besar semacam itu tidak mungkin berkembang tanpa dukungan teknologi tinggi serta modal
besar. Walaupun sebagian penduduk dunia masih hidup di bawah garis kemiskinan namun sebagian besar
sudah dapat merasakan manfaat dipergunakannya teknologi modern, karena kebutuhan hidupnya dapat
dengan mudah diperoleh dengan harga yang relatif lebih murah. Cara pembayaran pun dapat dilakukan
dengan tunai atau kredit (http://www.wikipedia.com/ekonomidankehidupanmodern/). Contonya:
masyarakat saat ini sedang tren dengan adanya penjualan online.

b) Sosial

Dengan berkembangnya industri dan kegiatan ekonomi, maka memungkinkan orang hidup dalam lapangan
pekerjaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari angka-angka yang menunjukkan bahwa pekerja di pabrik atau
perusahaan terus meningkat, sedangkan yang bekerja di sektor pertanian makin menurun. Nilai sosial juga
berubah. Pada masa lalu orang merasa bahwa menjadi pegawai negeri dinilai lebih tinggi status sosialnya
dibandingkan dengan para pedagang atau pengusaha. Sekarang menjadi pengusaha atau karyawan pabrik
dianggap sebagai tenaga profesional yang mempunyai nilai status yang tinggi. Makin berkembangnya
teknologi menyebabkan industri yang memproduksi barang secara massal juga makin meningkat. Tetapi
sering kali juga dimanfaatkan untuk kepentingan yang negatif, seperti peniruan atau pemalsuan merek
dagang, dan sebagainya. Kian majunya masyarakat yang dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk,
menyebabkan manusia sering kehilangan nilai etisnya, dan mudah melakukan tindakan yang tercela dan
melanggar hukum. (Lauer, Robert H, Perspektif tentang Perubahan Sosial, hal 98).

c) Budaya

Budaya dapat berwujud tiga hal, yaitu ide atau gagasan, tingkah laku atau tindakan, dan benda atau barang
yang dihasilkan oleh manusia (Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, hal 21). Jadi budaya
mempunyai pengertian yang luas. Seperti telah diuraikan di atas teknologi dan industri mempunyai dampak
positif dan negatif. Karena itu hendaknya teknologi secara efektif mampu memerangi kemiskinan,
keterbelakangan, dan menjamin kemajuan bagi bangsa manusia. Manusia juga perlu sadar bahwa orang
menciptakan sesuatu bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk kesejahteraan. Contohnya:
masyarakat diberi listrik dan digunakan untuk keperluan penerangan.

Dampak Negatif Dari Perkembangan IPA dan Teknologi Bagi Manusia


Dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju pada sekarang ini, pasti akan dijumpai
mengenai dampak positif yang ditimbulkanya. Dampak positif itu akan muncul jika dalam penggunaannya
dengan cara yang baik, pasti akan sangat bermanfaat bagi manusia itu sendiri. Namun begitu juga
sebaliknya jika perkembangan IPA dan teknologi tidak atau kurang tepat bagi kondisi masyarakatnya atau
tidak dapat menambahkan lapangan pekerjaan, tetapi justru sebaliknya, dapat mempersempit lapangan
pekerjaan. Hal ini karena efisiensi dan efektifitas dalam teknologi baru. hal itu terlihat dari semakin
banyaknya pekerjaan-pekerjaan yang semula dikerjakan manusia sekarang dapat dikerjakan oleh tenaga-
tenaga mesin. Akibat-akibat sistem teknologi pada kehidupan manusia makin meluas. Perkembangan
teknologi yang pesat membuat masyarakat dapat menikmati segalanya dengan cepat dan mudah. Karena
teknologi telah mempermudah kehidupan kita. Kita pun kehilangan kepekaan untuk mencoba-coba yang hal
tersebut sangat penting dalam proses pembentukan jiwa. Pengaruh tersebut sangat besar sehingga tanpa
sadar kita telah berkompromi dengannya. Kesadaran kita pun ikut menjadi kesadaran teknokratis. Ancaman
paling besar yang dibawa teknologi dalam hal ini adalah matinya imajinasi manusia. Dengan matinya
imajinasi manusia, maka manusia itu sendiri secara tidak langsung juga membunuh manusia lain dalam
artian manusia yang kehilangan imajinasi tersebut akan menghilangkan pekerjaan bagi manusia yang
memiliki keahlian yang produktif dalam bidangnya. Selain dampak negatif yang ditinjau dari pembangunan,
lain hal nya dengan dampak negatif yang ditimbuklkan dengan adanya transportasi. Semakin tahun
kendaraan yang berada di Bumi semakin berrtambah. Kendaraan memerlukan bahan bakar yang dapat
digunakan untuk menjalankan transportasi tersebut agar dapat berfungsi sebagai mestinya. Dengan
meningkatnya jumlah kendaraan yang menggunakan bahaan bakar carbon akan menyebabkan terjadinya
penignkatan kadar karbon monoksida (CO). Gas ini dapat berbahaya jika dihirup secara langsung oleh
manusia. CO dapat menurunkan sel darah merah mengikat oksigen menyebabkan jaringan kekurangan
oksigen yang disebut ‘hipoksia’, dan masih banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya
perkembangan IPA dan teknologi. Adanya dampak negatif dikarenakan manusia menggunakan teknologi
dan IPA tersebut tidak sesuai dengan apa yang harus dijalankan sesuai dengan aturan.

Pandangan Kebudayaan Sekarang Dalam Melihat Perkembangan IPA Dan Teknologi

Dalam konteks kehidupan masyarakat, paradigma dapat berarti kesatuan persepsi, dan praksis yang dimiliki
bersama oleh suatu komunitas yang membentuk pandangan terhadap realitas dan menjadi dasar bagi
warga komunitas bersangkutan untuk mengatur dirinya sendiri. Keberadaan ilmu pengetahuan dan
teknologi (iptek) dan kebudayaan material dalam masyarakat senantiasa mengalami perkembangan
seiring dengan tingkat kemajuan arus informasi dan komunikasi yang pada akhirnya memberikan dampak
positif dan negatif terhadap perubahan sosial budaya dan masyarakat. Teknologi adalah keseluruhan cara
bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan proses pengumpulan bahan-bahan mentah dari
lingkungannya dan memproses bahan-bahan tersebut menjadi peralatan dan perlengkapan hidup. Peralatan
dan perlengkapan hidup ini dapat berupa peralatan kerja, peralatan untuk menyimpan makanan, pakaian,
arsitektur perumahan, alat transportasi, dan benda-benda material lainnya. Adapun kebudayaan
material adalah semua benda dan alat kerja yang dihasilkan oleh teknologi. Kebudayaan material dapat
dikatakan sebagai wujud dari kebudayaan yang bersifat abstrak, yang memberi pengertian dan nilai kepada
benda-benda material sebagai hasil usaha dan kerja manusia yang dilakukan secara sadar dan bertujuan.
Teknologi merupakan unsur budaya yang sangat penting sebab perubahan teknologi akan memengaruhi
unsur kebudayaan lain. Misalnya, perubahan teknologi berburu menjadi teknologi pertanian. Masyarakat
tradisional yang masih menerapkan cara hidup berburu biasanya memiliki anggota yang relatif sedikit, hidup
berpindah-pindah serta cenderung menggunakan teknologi yang sederhana dan mudah dibawa serta. Akan
tetapi, dengan ditemukannya teknik pertanian, masyarakat tersebut akan tinggal secara menetap, jumlah
penduduknya bertambah, dan mulai menggunakan peralatan dan teknologi yang beragam. Di sisi lain, di
sela menunggu hasil pertanian panen, mereka mengembangkan kerajinan tangan dan kesenian.

Suatu masyarakat tidak mencapai perkembangannya dengan begitu saja. perkembangan, baik fisik maupun
rohaniah, dalam suatu masyarakat selalu melalui tahap-tahap yang evolutif data berkesinambungan. Proses
perkembangan ini dinamakan evolusi kebudayaan. Lewis Henry Morgan (dalam Harsojo, 1999) membagi
tahapan perkembangan kebudayaan manusia sebagai berikut:

1. Zaman liar bawah (lower savagery), yaitu perkembangan teknologi sejak manusia ada di
permukaan bumi sampai mengenal bahasa.

2. Zaman liar tengah (middle savagery), yang ditandai dengan adanya kemampuan untuk membuat
api, busur, dan panah.
3. Zaman liar atas (upper savagery), yaitu zaman ketika manusia mampu membuat teknologi busur
dan panah sampai mampu membuat tembikar.

4. Zaman barbar bawah (lower barbarian), dimulai ketika manusia mampu membuat teknologi
tembikar sampai munculnya budidaya tumbuhan dan pemeliharaan ternak.

5. Zaman barbar tengah (middle barbarian), dimulai ketika manusia mengenal budidaya pertanian dan
peternakan sampai mampu bertani secara menetap serta mulai mengenal sistem irigasi.

6. Zaman barbar atas (upper barbarian), dimulai dari adanya teknologi irigasi hingga munculnya
teknologi pengolahan besi dan budaya tulisan.

7. Zaman peradaban (civilization), merupakan zaman yang ditandai dengan adanya penggunaan
bahasa, tulisan, elektronk percetakan, dan industri seperti sekarang.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Demikian makalah mengenai Dampak Perkembangan IPA dan Teknologi bagi Kehidupan Manusia, maka
penulis menyimpulkan sebagai berikut:

1. IPA dan Teknologi yang berkembang begitu pesatnya saat ini menimbulkan manfaat yang sangat
besar bagi manusia dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari.

2. Selain manfaat yang yang diperoleh oleh manusia sendiri karena adanya perkembangan dalam bidang
IPA dan teknologi, manusia juga mendapatkan dampak yang negatif dari perkembangan tersebut.

3. Perkembangan IPA dan Teknologi terus-menerus mengalami kemajuan yang dinamis mengikuti
jaman.

4. Perkembangan IPA dan Teknologi bukan hanya berdampak terhadap unsur yang berhubungan dengan
alam, melainkan juga dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lain sebagainya.

5. IPA dan Teknologi itu akan sangat berguna jika dimanfaatkan pada tempatnnya, dan jika
disalahgunakan akan menimbulkan suatu hal yang berbahaya bagi manusia itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Aly Abdullah dan Rahman Eny. (1992). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Bumi

Aksara.

Jasin Maskoeri. (1992). Ilmu Alamiah Dasar. Cetakan ke-11, Jakarta: Rajawali

Press.

Nizamuddin H. (1994). Ilmu Alamiah Dasar. Cetakan Ke 2, Jakarta: Ghalia


Indonesia.

Zen, MT. 1981. Sains, Teknologi, dan Hari Depan Manusia. PT Gramedia:

Jakarta..

Lauer, Robert H. (1993). Perspektif tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Rineka

Cipta.

Koentjaraningrat. (1993). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru

Kamus Bahasa Indonesia. 2001.