Anda di halaman 1dari 4

Bacteriophage

A.DEFINISI
Bakteriofag berasal dari dua kata (Latin: bacteria dan Yunani: φαγεῖν phagein "dimakan"). Dari asal
kata tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bakteriofag merupakan virus yang menyerang bakteri.
Bacteriofag ditemukan oleh Twort (1916) dan d'herlle (1917).

B.STRUKTUR
Virus ini berstruktur yang terdiri atas:

1. Kapsid , Kapsid merupakan selubung terluar virus yang tersusun atas banyak subunit protein
yang disebut kapsomer. Kapsid inilah yang memberi bentuk pada virus sekaligus sebagai pel
indung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus. Bentuk kapsid virus berbeda-be
da yaitu polihedral, batang, bulat, oval, dan lain-lain.

2. Kepala, Kepala virus berisi materi genetik yaitu berupa DNA dan bagian luarnya diselubung
i kapsid.

3. Isi tubuh, Bagian isi tersusun atas asam nukleat, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi d
isebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pem
bawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus D
NA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1).

4. Ekor, Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tabu
ng bersumbat yang dilengkapi serabut. Pada bagian ekor terdapat lempengan dasar dan serab
ut ekor yang berfungsi sebagai alat menempel dan tempat penginjeksian DNA ke dalam sel i
nang.
C.REPRODUKSI BACTERIOPHAGE
Litik atau virulen, bila fage litik menginfeksi sel dan sel tersebut memberi
kan tanggapan dengan cara menghasilkan virus-virus baru dalam jumlah y
ang besar, yaitu pada masa akhir inkubasi. Sel ini akan pecah atau mengala
mi lisis yang akan melepaskan fage-fage baru untuk menginfeksi sel-sel in
angnya.
Daur Litik
a. Fase adsorbsi (penempelan), pada fase ini, awalnya ditandai dengan adanya ujung ekor menempel/
melekat pada dinding sel bekteri. Penempelan tersebut dapat terjadi apabila serabut dan ekor virus m
elekat pada dinding sel bakteri.
Virus menempel hanya pada tempattempat khusus, yakni pada permukaan dinding sel bakteri yang m
emiliki protein khusus yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya protein virus pada protein d
inding sel bakteri itu sangat khas, mirip kunci dan gembok. Virus dapat menempel pada sel-sel terten
tu yang diinginkan karena memiliki reseptor pada ujung-ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus
mengeluarkan enzim lisozim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri ata
u inang.
b. Fase injeksi (penetrasi), selubung (seludang) sel berkontraksi yang mendorong inti ekor ke dalam s
el melalui dinding dan membran sel, kemudian virus tersebut menginjeksikan DNA ke dalam sel bak
teri. Namun demikian, seludang protein yang membentuk kepala dan ekor fage tetap tertinggal di lua
r sel. Setelah menginjeksi kemudian akan terlepas dan tidak berfungsi lagi.
c.Fase injeksi
a. Penetrasi sel inang oleh bakteriofage
b. Seludang ekor memendek intinya menembus ke dalam sel, dalam DNA virus disuntikkan ke dala
m sel
c. Fase sintesis, DNA virus yang telah diinjeksikan yang mengandung enzim lisozim ke dalam akan
menghancurkan DNA bakteri, sehingga DNA virus yang berperan mengambil alih kehidupan.
Kemudian DNA virus mereplikasi diri berulang-ulang dengan cara menggandakan diri dalam jumlah
yang banyak, selanjutnya melakukan sintesis protein dari ribosom bakteri yang akan diubah manjadi
bagian-bagian kapsid seperti kepala, ekor, dan serabut ekor.
d. Fase perakitan, bagian-bagian kapsid kepala, ekor, dan rambut ekor yang mula-mula terpisah selan
jutnya dirakit menjadi kapsid virus kemudian DNA virus masuk ke dalamnya, maka terbentuklah tub
uh virus yang utuh.
e. Fase litik, ketika perakitan telah selesai yang ditandai dengan terbentuknya tubuh virus baru yang
utuh. Virus ini telah mengambil alih perlengkapan metabolik sel inang bakteri yang menyebabkan m
emuat asam nukleat virus dari pada asam nukleat bakteri.
Setelah sekitar 20 menit dari infeksi awal sudah terbentuk 200 bakteriofage yang telah terakit dan sel
bakteri itu pun meledak pecah (lisis) dan melepaskan fage-fage baru/virus akan keluar untuk mencari
/menginfeksi bateri-bakteri lain sebagai inangnya, begitu seterusnya dan memulai lagi daur hidup ter
sebut.
Daur Lisogenik
a. Fase penggabungan, karena DNA bakteri terinfeksi DNA virus, hal
tersebut akan mengakibatkan benang ganda berpilin DNA bakteri men
jadi putus, selanjutnya DNA virus menyisip di antara putusan dan men
ggabung dengan benang bakteri.Dengan demikian, bakteri yang terinf
eksi akan memiliki DNA virus.
b. Fase pembelahan, karena terjadi penggabungan, maka DNA virus m
enjadi satu dengan DNA bakteri dan DNA virus menjadi tidak aktif disebut profage. Dengan demikia
n, jika DNA bakteri melakukan replikasi, maka DNA virus yang tidak aktif (profage) juga ikut melak
ukan replikasi. Misalnya, apabila DNA bakteri membelah diri terbentuk dua sel bakteri, maka DNA
virus juga identik membelah diri menjadi dua seperti DNA bakteri, begitu seterusnya.Dengan demiki
an jumlah profage DNA virus akan mengikuti jumlah sel bakteri inangnya.
c. Fase sintesis, dalam keadaan tertentu jika DNA virus yang tidak aktif (profage) terkena zat kimia t
ertentu atau terkena radiasi tinggi, maka DNA virus akan menjadi aktif kemudian menghancurkan D
NA bakteri dan memisahkan diri. Selanjutnya, DNA virus tersebut mensintesis protein sel bakteri(ina
ngnya) untuk digunakan sebagai kapsid bagi virus-virus baru dan sekaligus melakukan replikasi diri
menjadi banyak.
d. Fase perakitan: kapsid-kapsid dirakit menjadi kapsid virus yang utuh, yang berfungsi sebagai selu
bung virus. Kapsid baru virus terbentuk. Selanjutnya, DNA hasil replikasi masuk ke dalamnya guna
membentuk virus-virus baru.
e. Fase litik, fase ini sama dengan daur litik.
Setelah terbentuk bakteri virus baru terjadilah lisis sel. Virus-virus yang, terbentuk berhamburan kelu
ar sel bakteri guna menyerang bakteri baru. Dalam daur selanjutnya virus dapat mengalami daur litik
atau lisogenik, demikian seterusnya.
D.JENIS-JENIS
Beberapa kelompok bakteriofage yang diteliti paling ekstensif ialah fage-koli, dinamakan demikian k
arena menginfeksi Eschericia coli. Mereka diberi nama T1 sampai T7. Ada bakteriofage lain untuk E
. coli selain fage T, yaitu fage f2, fd, fl dan lain – lain (Pelczar dan Chan. 1986).
contoh virus Bakteriofage
1.Subfamili :Corticoviridae
Genus :Corticovirus
Spesies :Alteromonas phage PM2
2.Subfamili :Fuselloviridae
Genus : Fusellovirus
Spesies :Sulfolobus virus

3.Subfamili: Lipothrixviridae
Genus : Lipothrixvirus
Spesies :Thermoproteus virus
4.Subfamili : Myoviridae
Genus :T4-like phages
Spesies :coliphage T4 Bacteria
5.Subfamili : Microviridae
Genus :Chlamydiamicrovirus
Spesies :Chlamydia phage 1
E.KELEBIHAN
1.Vektor kloning molekular
2.Deteksi bakteri tertentu
3.Produksi toksin untuk hama
4.Pengganti antibiotik terhadap bakteri apabila bakteri resisten terhadap antibiotik
5.Pengobatan penyakit kolera dan difteri
F.KEKURANGAN
1.Studi mengenai virus ini mahal
2.Perusahaan enggan berinvestasi
3.Belum dipercaya karena pengobatan menggunakan virus ini biasanya untuk hewan atau tumbuhan
bukan manusia
4.Pengobatan menggunakan virus ini dapat meningkatkan transfer gen coding untuk racun atau resist
ensi antibiotik untuk bakteri baru
5.Menganggu keseimbangan alami populasi bakteri
6.Sistem kekebalan tubuh dengan cepat dapat menghilangkan partikel fag dari tubuh
Nama Kelompok:Dewi Sekar Ayu (10)
Gebby Chandra (15)
Vania Lukman (32)
Winster William (34)