Anda di halaman 1dari 8

a.

Pengertian Asam Urat

Asam urat adalah senyawa turunan purina dengan rumus kimia C5H4N4O3 dan
rasio plasma antara 3,6 mg/dL (~214µmol/L) dan 8,3 mg/dL (~494µmol/L) (1 mg/dL =
59,48 µmol/L). Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumzi zat purin secara
berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak
mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Akibatnya sendi
terasa nyeri, bengkak dan meradang.

Jadi asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh, yang kadarnya tidak boleh
berlebih. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme
normal dihasilkan asam urat. Sedangkan pemicunya adalah makanan dan senyawa lain yang
banyak mengandung purin.

Sebetulnya, tubuh menyediakan 85% senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini
berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15%. Sayangnya, fakta ini masih
belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Akibatnya banyak orang suka menyamaratakan
semua makanan. Orang menyantap apa saja yang dia inginkan, tanpa mempertimbangkan
kandungan di dalamnya. Makanan sumber dari produk hewani biasanya mengandung purin
sangat tinggi.Produk makanan mengandung purin tinggi kurang baik bagi orang-orang tertentu,
yang punya bakat mengalami gangguan asam urat. Jika mengonsumsi makanan ini tanpa
perhitungan, jumlah purin dalam tubuhnya dapat melewati ambang batas normal.

b. Jenis-Jenis Gout

Gout berasal dari bahasa Latin, yaitu gutta ‘tetesan’. Menurut kepercayaan kuno,penyakit
ini disebabkan oleh luka yang jatuh tetes demi tetes ke dalam sendi. Normalnya, asam urat akan
dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu
mengeluarkan asam urat yang ada, maka kadarnya pun menigkat dalam tubuh. Hal lain yang bisa
meningkatkan kadar asam urat adalah karena anda terlalu banyak mengonsumsi bahan makanan
yang mengandung banyak purin.

Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga
menyebabkan rasa nyeri atau bengkak. Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang
tepat, dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tetapi, karena
dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan
yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mangandung purin.

Jelas bahwa setiap orang dapat terkena penyakit asam urat. Oleh karena itu, Anda perlu
mewaspadai gejala-gejalanya. Penyakit radang sendi akibat peningkatan kadar asam urat darah
disebut dengan arthritis gout atau artritis pirai. Artritis gout yang akan disebabkan oleh reaksi
radang jaringan terhadap pembentukan Kristal urat. Pada sebagian besar kasus gout, riwayat
penyakit dan gambaran klinis bersifat khusus sehingga kadang-kadang diagnosa dapat langsung
ditegakkan.

Gout adalah penumpukan asam urat dalan tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi
yang meningkat, pembuangan melalui ginjal menurut, maupun peningkatan asuhan makana kaya
purin. Gout terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh akan asam urat. Gout ditandai oleh serangan
berulang arthritis (peradangan sandi) yang akut , kadang-kadang disertai pembentukan kristal
natrium urat besar yang dinamakan tophus, deformitas (kerusakan) sendi secara kronis, serta
cedera pada ginjal.

Mesti gejalanya hamper sama, namun arthritis gout berbeda dengan reumatik. Reumatik
disebabkan oleh peradangan pada sendi tulang sehingga disebut arthritis. Sebaliknya gour
disebabkan oleh kelainan metabolisme sehingga meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Jadi, selama orang perempuan mempunyai hormon estrogen, maka pembuangan asam
uratnya ikut terkontrol. Ketika sudah tidak mempunyai estrogen, seperti saat menopause, barulah
perempuan terkena asam urat. Kalau peningkatan asam ini melewati ambang batas yang bisa
ditoleri, persoalan akan timbul pertama papa ginjal,sendi, dan saluran kemih. Ada banyak faktor
mengapa pengeluaran asam urat dalam urin berkurang, misalnya karena obat-obatan, penyakit
ginjal, metabolic/endokrin, juga obesitas.
Penyakit asam urat digolongkan menjadi gout primer dan gout sekunder
1. Gout Primer
Penyakit radang sendi akibat peningkatan kadar asam urat darah disebut dengan arthritis
gout. Seseorang dikatakan menderita gout bila dia mempunyai asam urat dalam kadar tinggi
dalam darahnya dan ditemukan kristal asam urat dari hasil pemeriksaan mikroskopik.

Penyebab gout primer memang belum diketahui,namun diiduga berkaitan dengan faktor
genetic dan hormonal sehingga terjadi gangguan metabolisme yang ditandai dengan
meningkatnya produksi asam urat atau bahkan berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.

Sekitar 90 persen pasien gout primer adalah laki-laki berusia lebih dari 30 tahun,
sementara gout pada perempuan umumnya terjadi setelah memopous. Diperkirakan, gout terjadi
pada 840 dari setiap 100.000 orang. Gout terkait erat dengan obesitas, hipertensi, hiperlipidemia,
dan diabetes militus.
2. Gout sekunder
Gout sekunder muncul karena menuingkatnya produksi asam urat akibat mengonsumsi
makanan dengan kadar purin yang tinggi. Selain makanan, kadar asam urat juga bisa meningkat
karena penyakit darah dan kulit, obat-obatan, obesitas dan penderita biabetes. Orang yang
menderita penyakit gout sekunder cenderung teledor dalam memilih makanan, Mereka lebih
menyukai menyantap hidngan daging yang berpotensial meningkatkan kadar asam urat di dalam
tubuh.
Penyakit gout sekunder jelas disebabakan antara lain karna meningkatkan produksi asam
urat karena nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Purin salah
satu senyawa basa organik yang menyusun asam nukleat (asam inti dari sel) dan termasuk dalam
kelompok asam amino, unsur pembentuk protein.

Purin adalah salah satu senyawa basa organik yang menyusun asam nukleat atau asam
inti dari sel dn termasuk dalam kelompok asam amino, unsur pembentuk protein. Makanan
dengan kadar purin tinggi antara lain jeroan, sarden, kerang, bacon, dan minuman beralkihol.
Sementara daging sapi, daging babi, daging ayam atau bebek, kepiting, tiram, udang, kacang-
kacangan, asparagus, jamur, bayam dan melinjo, kadar purinnya moderat.

Selain faktor makanan, penyebab lainnya adalah penyakit darah (penyakit sumsum
tulang). Obat-obatnya, obesitas, serta kadar trigliserida yang tinggi. Berkurangnya pengeluaran
asam urat pada urin juga menjadi penyebab penyakit asam urat.

Ada dua cara mengatasi asam urat berlebih, yaitu menghilangkan rasa nyeri dengan
penberian obat-obatan anti nyeri dan anti inflamasi. Kemudian, mencegah kemungkinan
kekambuhan dengan memerhatikan pola makan rendah purin serta kurangi aktivitas yang
berlebihan sebab kebanyakan asam urat itu menyerang sendi pada lutut.

Jangan biasakan minim jamu-jamuan yang menawarkan dapat menyembuhkan berbagai


penyakit. Memang pada awalnya khasiat akan terasa, namun kemudian kebanyakan orng akan
menjadi ketergantungan sehingga mengakibatkan moonface.

c. Penyebab Asam Urat.

Secara umum, penyebab asam urat adalah terjadinya pemecahan sel terus menerus
sehingga menghasilkan asam urat yang berlebihan. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh makanan
yang dikonsumsi. Penyebab asam urat yang lain adalah metabolism tubuh yang kurang
sempurna. Penyebab asam urat bisa juga dari kegagalan ginjal mengeluarkan asam urat tersebut
melalui air seni. Secara tidak langsung, kondisi umum tubuh yang kurang baik juga dapat
menjadi penyebab asam urat. Oleh karena itulah asam urat lebih banyak diderita orang yang
berusia lanjut. Namun demikian tentu saja asam urat bisa terjadi pada usia yang lebih muda
karena gaya hidup yang kurang sehat.

Meskipun penyebab asam urat dapat disimpulkan adalah karena terjadinya pemecahan sel
secara terus menerus, penyakit asam urat termasuk penyakit yang penyebabnya tidak diketahui
secara pasti secara klinis. Penyebab asam urat diduga berkaitan dengan faktor genetik dan faktor
hormonal. Hal inilah yang menyebabkan ketidaknormalan metabolisme tubuh yang merupakan
penyebab asam urat meningkat secara drastis. Namun demikian, efek kebalikan dari asam urat
yang berlebihan juga bisa menjadi penyebab asam urat. Pengeluaran asam urat secara berlebihan
menyebabkan kadar sangat rendah dan memicu tubuh mengeluarkan kembali yang kadarnya bisa
berlebihan dan menyebabkan asam urat tinggi.

Namun demikian, penyebab asam urat yang paling utama adalah makanan. Asam urat
dapat meningkat dengan cepat antara lain disebabkan karena nutrisi. Konsumsi makanan dengan
kadar purin tinggi adalah satunya. Purin adalah salah satu senyawa basa organik yang menyusun
asam inti sel yang jika bereaksi dapat meningkatkan asam urat dengan cepat. Penyebab asam urat
sering diasumsikan berasal dari kondisi alami tubuh, padahal kondisi tubuh yang buruk
utamanya terjadi karena pola makan yang salah. Oleh karena itu, untuk menghindari asam urat,
anda harus mulai memperhatikan berbagai makanan penyebab asam urat untuk anda hindari.

Penyakit darah dapat juga menjadi penyebab asam urat. Penyakit sumsum tulang dan
polisitemia, misalnya, bisa menjadi penyebab tingginya kadar asam dalam darah yang menjadi
penyakit asam urat. Selain itu, obat-obatan seperti alkohol dalam obat, obat kanker, dan vitamin
B12 pun juga bisa menjadi penyebab asam urat.

Proses terjadinya penyakit asam urat :


1. Konsumsi zat yang mengandung purin secara berlebihan
2. Zat purin dalam jumlah banyak masuk dalam tubuh, kemudian melalui metabolisme
berubah menjadi asam urat
3. Kadar asam urat dalam tubuh meningkat, sehingga ginjal tidak mampu membuang
kelebihan asam urat
4. Kristal asam urat yang berlebih menumpuk di persendian
5. Akibatnya sendi kita terasa nyeri, membengkak, meradang, panas dan kaku.

Sebagai akibat asam urat, ginjal juga akan mengalami gangguan. Pada kasus yang parah,
penderita sampai tidak bisa jalan karena persendian terasa sangat sakit jika bergerak. Tulang di
sekitar sendi juga bisa keropos / mengalami pengapuran tulang.

d. Gejala asam urat

Nyeri sendi merupakan indikator utama asam urat, Sendi merupakan bagian yang paling
mudah dihinggapi kristal-kristal asam urat selain juga pada bagian kulit dan ginjal yang
merupakan akibat dari penambahan kadar asam urat dalam darah. Kristal-kristal tersebut akan
menyebar ke dalam rongga-rongga sendi sehingga terjadilah peradangan akut atau terjadi gout.
Jika terjadi selama bertahun-tahun, deposit kristal asam urat dalam sendi tersebut dapat
mengakibatkan kerusakan sendi secara permanen.

Tapi rasa ngilu pada persendian banyak sebabnya, belum tentu disebabkan oleh asam
urat. Berikut adalah sejumlah gejala yang patut Anda waspadai. Jika Anda merasakan tanda-
tanda berikut, besar kemungkinan Anda terkena penyakit asam urat:
 Sendi terasa nyeri, ngilu, linu, kesemutan dan bahkan membengkak dan berwarna kemerahan
(meradang).
 Biasanya persendian terasa nyeri saat pagi hari (baru bangun tidur) atau malam hari.
 Rasa nyeri pada sendi terjadi berulang-ulang
 Yang diserang biasanya sendi jari kaki, jari tangan, dengkul, tumit, pergelangan tangan dan
siku
 Pada kasus yang parah, persendian terasa sangat sakit saat bergerak

Untuk memastikan, Anda harus melakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan asam


urat di laboratorium dilakukan dengan dua cara, Enzimatik dan Teknik Biasa. Kadar asam urat
normal menurut tes Enzimatik maksimum 7 mg/dl. Sedangkan pada Teknik Biasa, nilai
normalnya maksimum 8 mg/dl. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat melampaui
standar normal itu, penderita dimungkinkan mengalami hiperurisemia. Kadar asam urat normal
pada pria dan perempuan berbeda.
Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 – 6
mg/dl. Kadar asam urat diatas normal disebut hiperurisemia.Perjalanan penyakit yang klasik
biasanya dimulai dengan suatu serangan atau seseorang memiliki riwayat pernah cek asam
uratnya tinggi di atas 7 mg/dl, dan makin lama makin tinggi.ika demikian, kemungkinannya
untuk menjadi penyakit gout itu makin besar. Biasanya 25% orang yang asam uratnya tinggi
akan menjadi penyakit gout. Bila kadar asam urat tinggi tapi tidak ada gejala serangan sendi ini
disebut stadium awal. Pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang bertahun-tahun sama sekali
tidak muncul gejalanya, tetapi ada yang muncul gejalanya di usia 20 tahun, 30 tahun, atau 40
tahun.Sebagian besar penderita asam urat juga memiliki penyakit lain seperti hipertensi (tekanan
darah tinggi), diabetes atau penyakit ginjal. Faktor kegemukan (obesitas) juga sering dijumpai
pada penderita asam urat.

e. Faktor Resiko

Terlalu banyak makan makanan yang mengandung purin memang bisa menjadi penyebab
asam urat yang paling utama. Tapi sebenarnya ada berbagai faktor risiko lain yang dapat
membuat Anda mengalami asam urat.

 Usia dan jenis kelamin. Meski belum diketahui mengapa, namun asam urat lebih banyak
dialami oleh laki-laki ketimbang perempuan. Sementara, orang yang lanjut usia juga lebih
rentan terserang penyakit ini dari pada orang dewasa muda.
 Riwayat kesehatan keluarga. Jika Anda memiliki salah satu anggota keluarga yang
memiliki asam urat, maka Anda juga berpeluang lebih besar untuk mengalami hal yang
sama. Walau ini bukan penyebab asam urat yang utama, tetapi dengan mengetahui riwayat
kesehatan keluarga, Anda bisa lebih waspada dengan penyakit ini.
 Berat badan yang berlebihan. Memiliki berat badan yang melebihi normal, dapat
meningkatkan risiko terserang penyakit ini. Orang yang memiliki indeks massa tubuhyang
lebih dari 25 kg/m 2 maka harus lebih waspada untuk terkena encok.
 Mengonsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat-obatan yang Anda konsumsi
dapat menjadi penyebab asam urat menumpuk di dalam tubuh, contohnya:
o Aspirin, obat penghilang rasa sakit ini akan meningkatkan risiko asam urat bila
dikonsumsi secara rutin 1-2 tablet per hari.
o Obat diuretik, yang biasanya digunakan untuk mengatasi penumpukan cairan di
tubuh.
o Obat kemoterapi, yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kanker.
o Obat yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, seperti cyclosporine.
 Riwayat kesehatan, memiliki gangguan kesehatan tertentu sebelumnya dapat meningkatkan
peluang terkena asam urat. Gangguan kesehatan yang bisa meningkatkan risiko asam urat
seperti
o Diabetes
o Gangguan fungsi ginjal
o Penyakit jantung
o Arterosklerosis, pembuluh darah tersumbat
o Penyakit infeksi
o Tekanan darah tinggi
 Menerapkan pola hidup yang tidak sehat. Mengonsumsi makanan yang mengandung
banyak purin, seperti daging dan seafood akan membuat gejala asam urat muncul. Selain itu,
minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan bisa menjadi penyebab asam urat melonjak.
 Dehidrasi. Bila Anda mengalami kekurangan cairan, maka tubuh Anda akan sulit
mengeluarkan zat asam tersebut melalui urin. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab asam
urat menumpuk di dalam tubuh.
 Setelah pembedahan atau cedera. Cedera bisa menjadi penyebab asam urat karena kondisi
ini menimbulkan peradangan terlebih dulu pada sendi yang kemudian akan memicu
munculnya gejala asam urat yang lainnya.

f. Bahaya Asam Urat.

Jika kadar asam urat terlalu tinggi dalam darah, maka organ-organ tubuh akan terganggu
dan bahkan rusak, terutama organ ginjal. Hal ini terjadi karena saringan pada ginjal akan
tersumbat. Tersumbatnya saringan tersebut akan berdampak munculnya batu ginjal, dan bahkan
pada akhirnya dapat terjadi gagal ginjal. Selain itu kadar asam urat yang tinggi pun merupakan
faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Kristal asam urat dapat merusak lapisan bagian
dalam pembuluh darah koroner pada jantung. Rusaknya pembuluh darah itu akan menimbulkan
serangan jantung koroner.

Oleh sebab itu, sebaiknya secara teratur kita harus mengecek kadar asam urat, jika asam
uratnya tinggi maka sedini mungkin harus berupaya untukmenurunkannya supaya tidak terjadi
kerusakan pada organ-organ penting tubuh kita. Sebagai akibat asam urat, ginjal juga akan
mengalami gangguan. Pada kasus yang parah, penderita sampai tidak bisa jalan karena
persendian terasa sangat sakit jika bergerak. Tulang di sekitar sendi juga bisa keropos /
mengalami pengapuran tulang.

g. Pengobatan Asam Urat

Setelah menopause, kadar asam urat pada perempuan akan meningkat. Dari berbagai
penelitian, terungkap, asam urat juga merangsang sistem renin angiotensin sehingga memacu
peninggian tekanan darah. Bila mendatangi dokter saat menderita hiperurisemia, biasanya anda
akan diberi obat allopurnol, yakni obat antimetabolik yang menghambat sintesis asam urat. Obat
ini aka menimbulkan efek samping berupa mual, muntah dan diare. Tidak hanya itu, tetapi juga
gangguan keseimbangan.

Pemakaian obat-obatan penurun kadar asam urat (mengurangi produksi asam urat atau
membuat ekskresi asam urat meningkat) harus dengan perawatan dokter. Begitu pula dengan
pemakaian obat-obatan untuk kelainan sendi ataupun ginjal. Pemberian obat untuk membuat urin
menjadi basa (alkalinisasi urin) sebaiknya dengan pengawasan dokter pula. Kadang bila terjadi
gagal ginjal, diperlukan tindakan pengobatan cuci darah.
Biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan seperti anti-inflamasi non-steroid (anti-
reumatik) dan penurunan kadar asam lewat kemih (probenecid) atau obat yang menurunkan
produksi asam urat (allopurinol), dengan dosis yang tepat sesuai hasil pemeriksaan lab kadar
asam urat.

Perlu diingat bahwa gout menahun tanpa pengendalian kadar asam urat dapat
meninbulkan berbagai komplikasi ke organ lain. Karena itu, penurunan kadar asam harus
dilakukan. Ada dua tipe obat yang bisa digunakan untuk tujuan ini, yakni obat-obat urikosurik
yang bekerja dengan meningkatkan ekskresi asam urat lewat urin, seperti probenesid dan
sulfinpirozon. Sedangkan, tipe kedua adalah inhibitor xantin oksidase yang menghambat
produksi asam urat dan bisa juga digunakan untuk melarutkan batu ginjal, misalnya allopurinol.
Obat-obatan ini biasanya harus digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Jika kadar asam dalam darah terlalu lama dibiarkan tinggi, kristal monosodium urat
(MSU) akan menumpuk dalam sendi-sendi dan jaringan. Kumpulan kristal ini lama-kelamaan
membentuk gumpalan di bawah kulit yang kemudian membentuk tophi.

Bila endapan kristal (MSU) terjadi dalam ginjal, bahkan bila merusak jaringan ginjal,
bisa mengakibatkan terjadinya batu ginjal, yang dikhwatirkan akan mengakibatkan gagal ginjal.
Untuk mengurangi risiko terkena gangguan ginjal, selain kadar asam terus dipantau dan diobat,
disarankan agar penderita minum banyak air putih (1-2 leter sehari atau 3-4 liter di musim panas.
Warna serta bening tidaknya urin dapat digunakan untuk menilai cukup tidaknya konsumsi air,
khususnya ketika bangun pagi, warna urin pertama biasanya lebih tua dan kurang bening.

Penderita gout hendaknya terus memantau penyakitnya. Pertama-tama untuk


menghilangkan radang diberikan obat anti-radang (NSAID = non-steroidal anti-inflammatory
drugh atau colchicine yang sudah dikenal lebih dari 1.500 tahun dapat mengobati peradangan.
Obat ini menunjukkan hasilnya dalam dua hari. Selanjutnya, diberikan obat penurun asam urat
allopurinol serta probenesid selama 6 bulan hingga 2 tahun dalam dosis terbatas. Tophi berat
membutuhkan pengobatan selama lima tahun atau lebih.

Obat-obatan kortikosteroid seperti perdnisone atau prednsdolone juga sering digunakan


untuk mengobati artritis gout. Namun, obat ini tidak dianjurkan untuk pengobatan jangka
panjang. Adapun jenis obat yang dapat digunakan oleh penderita radang sendi gout adalah
colchicine, obat anti radang, dan obat penurun kadar asam urat darah antara lain allupurinol.

Selain itu, obat kartikosteroid juga dapat digunakan bila terdapat kontra-indikasi
penggunaan kolsikin atau obat anti-inflamasi nonsteroid. Untuk mengontrol kadar asam urat,
perlu membatasi purin (jenis protein) dalam makanan. Kadar purin tinggi didapatkan pada antara
lain usus, hati, limpa, udang, dan kacang tanah. Jika kadar asam urat tinggi tanpa ada gejala
biasanya tidak diperlukan terapi, kecuali kadar asam urat darah melebihi 9 mg/dll