Anda di halaman 1dari 5

ENGINEERING DOCUMENT : RENCANA PEKERJAAN

Jenis Pekerjaan Penggalian Terowongan No. Dokumen 02/PP/LSM


Lokasi/Area Terowongan Pengelak Tanggal 08/11/2018
Disusun Oleh Kristian Zahli Mulai Kerja
Disetujui Oleh Armin Nainggolan
Bendungan Lau Simeme, Deli
Project
Serdang, Sumatera Utara

Ruang Lingkup Pekerjaan


Dokumen ini menjelaskan metode, tahapan kerja, peralatan, dan material pada pekerjaan di
terowongan pengelak.

Siklus Kerja

1. Surveying
Surveying dilakukan untuk menentukan kemajuan penggalian terowongan (sebelum dan
setelah peledakan), membuat gambar asbuilt terowongan, dan marking untuk penggalian
selanjutnya.

ENGINEERING DOCUMENT : PROSEDUR KERJA DI TEROWONGAN PENGELAK


P a g e | 1 of 4
2. Marking
Marking adalah pemberian tanda (E.g. cat merah) untuk batas arah penggalian terowongan,
lubang ledak, dan titik pengeboran untuk pemasangan thread bar. Marking dilakukan di 3
area di dalam terowongan yaitu muka terowongan (face), dinding (side walls) dan atap
terowongan (roof).

3. Drilling
Drilling dilakukan untuk membuat lubang untuk peledakan, dan pemasangan rockbolt
(grouted). Alat yang digunakan adalah jumbo drill. Untuk lubang ledak, kedalaman lubang
bor yang terbentuk harus mencapai minimal 3,7 m (target kemajuan 3,5 m sekali peledakan).
Untuk pola lubang ledak (arah, kemiringan, spasi, dan burden) sesuai dengan desain yang
sudah dirancang oleh tim engineer dan juru ledak (Dokumen terlampir No. 03/PP/LSM).
Pada pembuatan lubang thread bar, kedalaman lubang yang terbentuk adalah 4 meter.

4. Join Inspection
Joint Inspection dilakukan bersama dari pihak PT HANESA, QC PP dan wakil Konsultan
Pengawas dengan tujuan untuk memastikan metoda peledakan dan penyengaaan pada
kemajuan selanjutnya aman dan efektif, sesuai dengan kondisi masa batuan dan hal-hal lain
yang mempengaruhi kestabilan teowongan nantinya.

5. Charging
Charging adalah kegiatan pengisian bahan peledak ke dalam lubang ledak pada muka
terowongan. Charging hanya boleh dilakukan oleh juru ledak dan teknisi yang
berpengalaman. Bahan peledak yang digunakan terdiri dari dayagel/dinamit (Diameter
30mm, 12 buah/lubang, ), detonator elektrik (1 buah/lubang), dan material peredam
(steaming).

5. Peledakan
Peledakan dilakukan saat semua persiapan dan equipment seperti dinamit, detonator,
steaming, dan blasting machine sudah terpasang sempurna. Saat peledakan dilakukan, tidak
diperbolehkan lagi adanya kegiatan di dalam terowongan. Untuk mengontrol overbreak dari
peledakan, pada batuan kelas IV-V digunakan line drilling di sepanjang perimeter
terowongan, dan apabila perlu pada bagian atap ditambahkan forepoling. Untuk batuan
kelas I-III diberikan jarak sekitar 20-30 cm dari perimeter terowongan terhadap lubang
ledak. Mekanisme pemasangan dijelaskan pada Dokumen No. 3/PP/LSM.

6. Ventilating
Adalah proses pembersihan udara/debu hasil proses peledakan di dalam terowongan. Bisa
dilakukan dengan udara bertekanan dan blower fan. Hal ini untuk memastikan kondisi udara
aman untuk melanjutkan aktivitas berikutnya di permuka kerja.

ENGINEERING DOCUMENT : PROSEDUR KERJA DI TEROWONGAN PENGELAK


P a g e | 2 of 4
7. Mucking Out
Mucking out adalah kegiatan mengangkut material hasil pembongkaran (peledakan) dari
dalam terowongan menuju stockpile. Terdapat 3 kegiatan utama yaitu mucking, hauling, dan
dumping. Alat yang digunakan untuk pemuatan (mucking) adalah wheel loader, sedangkan
untuk hauling dan dumping menggunakan dump truck.

8. Penyemprotan 1st layer shotcrete


Pemasangan shotcrete 1st layer dilakukan sebagai safety shotcrete pada permukaan batuan,
dengan ketebalan 5 cm.

9. Meshing
Pemasangan wiremesh dilakukan setelah peledakan, dengan kemajuan terowongan
mencapai ±3,5 meter. Wiremesh dipasang dengan pin/angkur. Overlap wiremesh yang
diperkenankan adalah 20 cm, dan dipasang sampai ke lantai terowongan.

10. Pemasangan rockbolt (grouted)


Rockbolt yang digunakan adalah besi ulir, panjang 4 meter, dan diameter 25 mm. Pola
pemasangan thread bar dilakukan dengan spasi 2x2 meter diagonal, dengan jumlah 5
batang/baris. Thread bar dimasukkan ke dalam lubang setelah dilakukan pengisian material
grouted dengan perbandingan semen dan air adalah 2:1. Penguncian thread bar grouted
dengan mur dilakukan setelah shotcrete 2nd layer sudah terpasang.

11. Pemasangan steelrib


Dimensi steel rib yang digunakan adalah 125 x 125 x 6,5 x 9, dengan jarak pemasangan
disesuaikan berdasarkan klasifikasi massa batuan. Dimensi steel rib yang digunakan
memiliki dimensi yang sama dengan dimensi lubang bukaan. Untuk mengunci kaki steelrib
ke batuan digunakan friction bolt, panjang 60 cm,dan diameter 28 mm. Dalam 1 set steelrib
digunakan 4 buah friction bolt.

12. Penyemprotan 2nd layer shotcrete


Setelah 1st layer shotcrete, wiremesh, rockbolt grouted, dan steelrib terpasang, dilakukan
penyemprotan material shotcrete dengan ketebalan 10 cm.

ENGINEERING DOCUMENT : PROSEDUR KERJA DI TEROWONGAN PENGELAK


P a g e | 3 of 4
Peralatan dan Material
1. Surveying
 Total Station dan aksesoris
 Meteran

2. Marking
 Cat semprot
 Tongkat kayu panjang

3. Pengeboran
 Jumbro drill dan aksesoris (batang bor 4 meter, dll)
 Genset
 Kompresor

4. Charging
 Bahan peledak (dinamit, detonator, leg wire)
 Material steaming (pasir)
 Tongkat stik/kayu panjang
 Pengukur arus listrik

5. Peledakan
 Mesin peledak

6. Mucking out
 Wheel Loader
 Dump truck

7. Meshing
 Wiremesh
 Pin
 Kawat
 Bor tangan
 Genset

ENGINEERING DOCUMENT : PROSEDUR KERJA DI TEROWONGAN PENGELAK


P a g e | 4 of 4
8. Pemasangan shotcrete
 Material shotcrete dengan standar K200
 Shotcrete sprayer dan aksesoris
 Mixer

9. Thread bar grouting


 Besi ulir 4 m dan aksesoris (mur, face plate)
 Material grouting (semen dan air)
 Mesin grouting

10. Pemasangan steel rib


 Steel rib dan aksesoris (baut, mur)
 Kunci pas
 Friction bolt, Panjang 60 cm, D = 28mm
 Jack leg

LEMBAR PENGESAHAN
Disusun Oleh, Disetujui Oleh, Disetujui Oleh,
PT. Hanesa Prima Teknikarya PT. Hanesa Prima Teknikarya PT. PP Andesmont KSO,

Kristian Zahli, S.T., M.T. Armin Nainggolan __________________


Svc Geotech Engineer Project Manager

ENGINEERING DOCUMENT : PROSEDUR KERJA DI TEROWONGAN PENGELAK


P a g e | 5 of 4