Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

FISIKA UMUM
PESAWAT ATWOOD
Tanggal Pengumpulan : Minggu, 11 Maret 2018
Tanggal Praktikum : Selasa, 06 Maret 2018
Waktu Praktikum : 13.30-15.15 WIB

Nama : Muhammad Nur Amin Usman


NIM : 11170162000008
Nama Anggota:
1. Yuninda Wulan Ayu Gayatri (11170162000002)
2. Nur Azizah (11170162000011)
3. Erica Anna Pratiwi (111701620000027)
Kelompok : 6 (Enam)
Kelas : Pendidikan Kimia 2A

LABORATORIUM FISIKA DASAR


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2018
PESAWAT ATWOOD

A. Tujuan
1. Mengetahui Pesawat Atwood
2. Menemukan percepatan gerak pada sebuah sistem
3. Menentukan kecepatan gerak sebuah sistem
4. Mengetahui prinsip kerja elevator dengan cara kerja Pesawat Atwood
5. Mengetahui hubungan Pesawat Atwood dengan Hukum I Newton dan Hukum
II Newton.

B. Dasar Teori

Gaya digambarkan sebagai suatu besaran yang diperlukan untuk mengubah


kecepatan atau percepatan suatu benda. Oleh karena itu, Gaya merupakan besaran
vektor, sehingga memiliki besar dan arah. Ada dua jenis gaya, yaitu gaya kontak
dan gaya medan. Gaya kontak adalah gaya yang melibatkan kontak langsung antara
antara benda, seperti tarikan, dorongan dan gesekan ban mobil dengan jalan. Gaya
medan adalah gaya yang tidak melibatkan kontak fisik antara benda, seperti gaya
gravitasi dan gaya elektromagnetik (Sutarno, 2013 : 29).

Gerak lurus termasuk gerak yang membicarakan gerak pada satu pertikel
sepanjang garis lurus. Merupakan gerak translasi, yaitu gerakan suatu objek yang
bergerak tanpa berotasi (Sears dan Zemansky, 1985 : 65).

Aspek penting dari gerak suatu benda yang sedang bergerak adalah seberapa
cepat benda tersebut bergerak-kelajuan atau kecepatannya. Istilah “kelajuan”
(speed) adalah seberapa jauhnya sebuah benda bergerak dalam suatu interval
tertentu, tanpa memperhatikan arah. Secara umum, kelajuan rata-rata sebuah benda
didefinisikan sebagai jarak total yang ditempuh di sepanjang lintasannya dibagi
dengan waktu yang digunakan untuk menempuh jarak tersebut :

2
Disisi lain, kecepatan digunakan untuk menentukan magnitudo mengenai
seberapa cepat suatu benda bergerak dan juga arah pergerakan benda tersebut. Oleh
sebab itu, kecepatan adalah sebuah vektor.

Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai perubahan kecepatan dibagi


dengan waktu yang digunakan untuk membuat perubahan ini.

(Giancoli, 2014 : 29-32).

Mesin Atwood adalah dua benda bermassa tidak sama digantungkan dengan
tali melalui sebuah katrol (Halliday dan Resnick, 1985 : 130). Mesin Atwood atau
yang dalam Bahasa Inggris disebut Atwood’s machine adalah sebuah sistem yang
terdiri dari dua benda yang dihubungkan dengan seutas kabel lentur dan digantung
pada sebuah katrol. Penerapan dalam kehidupan sehari-hari adalah elevator. Guna
meminimumkan usaha yang harus dilakukan oleh motor dalam menaikkan dan
menurunkan elevator dengan aman, massa elevator dan beban pengimbangnya
dibuat memiliki massa yang sama (Giancoli, 2014 : 112).

Pesawat Atwood dirancang oleh George Atwood pada tahun 1784 untuk
menunjukkan adanya hubungan antara gaya dan percepatan. Eksperimen dengan
menggunakan pesawat Atwood dapat digunakan untuk mengukur percepatan
gravitasi. Pada eksperimen pesawat Atwood, dua buah massa dan
digantungkan pada ujung-ujung seutas tali yang dilewatkan melalui sebuah katrol
(Philips, dkk., 2016 : 8).

3
C. Alat dan Bahan

No Nama Alat/Bahan Gambar

1. Beban pipih bercelah

2. Katrol Presisi

3. Pemegang beban berlubang

4. Pemegang beban tanpa lubang

5. Pelepas beban

4
6. Pilar Berskala

7. Set beban dengan tali

8. Stopwatch

D. Langkah Percobaan

Percobaan 1 Pengukuran Percepatan Sistem

5
No. Langkah Kerja Gambar

Siapkan alat dan bahan yang


dibutuhkan untuk melakukan
1.
praktikum, kemudian susun
pesawat atwood

Tentukan titik awal (A) diperoleh


2.
titik awal 5 cm

Atur jarak pemegang beban


3.
berlubang

Jarak pemegang beban berlubang


4.
10 cm

Hidupkan stopwatch bersamaan


5.
pada saat pelepas beban dibuka.

6
Matikan stopwatch tepat pada saat
6. beban pipih bercelah tersangkut di
titik B.

Catat waktu yang diperlukan


silinder untuk menempuh jarak.
7. Lakukan pengulangan dengan jarak
10 cm, 22 cm, 25 cm, 27 cm, dan
30 cm.

Percobaan 2 Pengukuran Kecepatan Sistem

No. Langkah Kerja Gambar

Siapkan alat dan bahan yang


dibutuhkan untuk melakukan
1.
praktikum, kemudian susun
pesawat atwood

Tentukn titik B (penahan beban


2. berlubang) dan titik C (penahan
beban tidak berlubang)

7
3. Buka pelepas beban silinder

Hidupkan stopwatch pada saat


beban pipih bercelah tepat
4.
tersangkut di pemegang beban
tanpa lubang di titik B

Pada saat silinder mencapai di


5. titik C (penahan tanpa lubang). Saat
bersamaan, matikan stopwatch

Catat waktu yang diperlukan


silinder untuk menempuh jarak
6. di titik C. Lakukan pengulangan
dengan jarak 10 cm, 22 cm, 25 cm,
27 cm, dan 30 cm.

E. Data Percobaan

Percobaan I Pengukuran Percepatan Sistem

Pengulangan y (m) t (s) a (m/s²)


1. 0,1 0,74 0,36
2. 0,22 1,04 0,41
3. 0,25 1,43 0,24
4. 0,27 1,61 0,21

8
5. 0,30 1,94 0,16
Rerata 0,23 1,35 0,28
Percobaan II Pengukuran Kecepatan Sistem

Pengulangan y (m) t (s) v (m/s)


1. 0,1 0,21 0,48
2. 0,22 0,35 0,63
3. 0,25 0,54 0,46
4. 0,27 0,61 0,44
5. 0,30 0,64 0,47
Rerata 0,23 0,47 0,5

F. Pengolahan Data
Percobaan I Pengukuran Percepatan Sistem
1.

2.

3.

4.

5.

= 0,28

9
Percobaan II Pengukuran Kecepatan Sistem
1.

= m/s

2.

= 0,63 m/s

3.

= 0,46 m/s

4.

0,44 m/s

5.

0,47 m/s

G. Pembahasan

Pada praktikum ini, praktikum mengenai Pesawat Atwood. Praktikum ini


dilakukan dua percobaan. Percobaan pertama adalah mengukur percepatan pada
sistem pesawat Atwood, kemudian dilanjutkan oleh percobaan mengukur kecepatan
sistem.

Percobaan pertama adalah mengukur percepatan sistem. Diperlakukan lima


kali pengulangan, yaitu dengan jarak 10 cm, 22 cm, 25 cm, 27 cm, dan 30 cm.
Percobaan pertama ini menentukan percepatan sebuah sistem dengan menggunakan
hukum kedua Newton, yaitu percepatan berbanding lurus dengan jumlah gaya yang
diberikan dan berbanding terbalik dengan massa benda. Percepatan terjadi akibat
adanya gaya yang dialami benda sehingga mengalami pergerakan. Berdasarkan
hasil yang diperoleh, percepatan yang dihasilkan dari beberapa kali pengulangan

10
berbeda-beda. Hal ini dikarenakan jarak yang ditentukan berbeda-beda, kemudian
waktu yang diperoleh berbeda-beda juga. Semakin jauh jarak yang ditempuh maka
waktu yang diperlukan semakin besar yang mempengaruhi percepatan yang dialami
beban tersebut.

Percobaan kedua mengukur kecepatan pada sistem. Kecepatan diperoleh dari


beban pipih bercelah tersangkut pada pemegang beban berlubang, sehingga kedua
beban silinder bergerak dengan resultan gaya nol dan bergerak dengan kecepatan
konstan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, hasil kecepatan yang dialami beban
sampai ke penahan beban tanpa lubang berbeda-beda dan dalam beberapa
percobaan terlihat kecepatannya tidak jauh berbeda. Hal ini menandakan
kecepatannya konstan.

Kecepatan diperoleh dari jarak dan waktu yang berbeda. Semakin jauh jarak
benda, semakin besar waktu yang diperlukan yang mempengaruhi kecepatan
tersebut. Semakin sedikit waktu yang diperlukan, maka semakin besar pula
kecepatannya.

Pesawat atwood ini dapat diketahui bahwa tidak ada gaya yang diberikan
maka benda tersebut diam. Hal ini sesuai dengan Hukum I Newton yang dimana
bila benda tidak mendapatkan gaya luar yang bekerja pada benda tersebut, maka
benda tersebut diam atau keadaan stasioner.

Dalam praktikum kali ini praktikan membuat kesalahan seperti


menghidupkan dan mematikan stopwatch yang tidak tepat. Masih menggunakan
stopwatch dengan cara manual. Hal ini membuat hasil dari percobaan menjadi tidak
akurat.

H. Tugas Pasca Praktikum


1. Dari percobaan I, buatlah grafik hubungan antara jarak AB terhadap waktu
menggunakan Ms.Excel, kemudian hitung harga percepatan katrol dari grafik
tersebut dan beri penjelasan!

11
Jawab :
2,5

2
Waktu (s)

1,5

1 Waktu

0,5

0
0,1 0,22 0,25 0,27 0,3
Jarak (m)

a.

b.

c.

d.

e.

Penjelasannya adalah bahwa semakin besar jarak yang ditemouh semakin besar
waktu yang diperlukan oleh beban untuk sampai ke pemegang beban berlubang.
Semakin besar waktu yang diperlukan maka, semakin kecil percepatannya yang
diperoleh berdasarkan hasil percobaan tersebut.

12
2. Dari percobaan II, buatlah grafik hubungan antara jarak B terhadap waktu,
kemudian hitung harga kecepatan katrol dari grafik tersebut dan beri
penjelasan!

Jawab :

0,7

0,6

0,5
Waktu (s)

0,4

0,3
Waktu
0,2

0,1

0
0,1 0,22 0,25 0,27 0,3
Jarak (m)

a.

= m/s

b.

= 0,63 m/s

c.

= 0,46 m/s

d.

0,44 m/s

e.

0,47 m/s

13
Penjelasannya adalah semkin jauhnya jarak beban dari titik satu dengan titik
lain, maka waktu yang diperlukan juga besar. Sehingga kecepatan yang
diperoleh dari percobaan ini adalah hampir tidak terlalu jauh. Hal ini dapat
dikatakan bahwa kecepatan yang dialami benda konstan.

3. Jelaskan sistem kerja lift yang sudah kita ketahui bahwa lift merupakan aplikasi
dari mesin atwood?
Jawab :
Elevator atau lift adalah adalah alat yan digunakan untuk
mengangkut orang atau barang dari suatu tempat atau lantai ke lantai secara
vertikal dan menggunakan alat mekanik. Elevator dan lift digunakan untuk
mengefisiensikan tenaga dan waktu para pengguna lift tersebut (Adriansyah dan
Hidyatama, 2013 : 100-101).
Lift digerakkan oleh motor listrik yang dikenal dengan dinamo.
Dinamo ini mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Motor listrik tersebut
diletakkan di bawah lantai dasar. Berfungsi untuk menarik dan melepas
penggantung lift, sehingga lift dapat bergerk naik turun. Gaya yang bekerja
pada orang di dalam lift yaitu gaya arah vertikal serta terdapat gaya gravitasi
dan gaya normal oleh lantai lift. Dengan demikian gaya total yang bekerja
dalam lift yaitu F = N+W dan mengarah ke atas. Dengan menggunakan hukum
II Newton maka Ftotal = .
Sistem kerja lift ini merupakan rangkaian sistem katrol. Sistem katrol
ini dibuat sedemikian rupa sehingga lift dapat mengangkut beban dengan gaya
yang kecil. Untuk memperkecil kerja yang dilakukan untuk menaikkan dan
menurunkan lift dengan aman, maka massa elevator dan beban pengimbangnya
dibuat memiliki massa yang sama.
4. Mengapa percobaan pertama untuk mengukur percepatan sistem dan percobaan
kedua untuk mengukur kecepatan sistem? Jelaskan!

Jawab :

14
Percobaan pertama kondisi pesawat atwood adalah m1=m2. Posisi
awal m1 keadaan diam, sehingga m1 dilepaskan dan kecepatan berubah secara
teratur. Apabila resultan gaya tidak berubah, maka percepatan gerak benda akan
konstan. Sehingga, percobaan pertama termasuk GLBB (Gerak Lurus Berubah
Beraturan) yang digunakan untuk mengukur percepatan sistem pesawat atwood.

Pada percobaan kedua yaitu mencari kecepatan sistem. Ketika beban


pipih tertahan pada pemegang beban berlubang, maka percepatannya sama
dengan nol dan kecepatan yang dihasilkan konstan. Sehingga percobaan kedua
termasuk GLB (Gerak Lurus Beraturan) dan digunakan untuk mengukur
kecepatan sistem.

I. Kesimpulan
1. Pesawat Atwood atau yang dalam Bahasa Inggris disebut Atwood’s machine
adalah sebuah sistem yang terdiri dari dua benda yang dihubungkan dengan
seutas kabel lentur dan digantung pada sebuah katrol.
2. Percepata sebuah benda akan berbanding lurus dengan jumlah resultan gaya
yang diberikan.
3. Kecepatan pada sistem berbanding lurus dengan jarak yang ditempuh dan
berbanding terbalik dengan waktu yang ditempuh.
4. Prinsip kerja lift yang menggunakan prinsip Pesawat Atwood adalah rangkaian
sistem katrol. Sistem katrol ini dibuat sedemikian rupa sehingga lift dapat
mengangkut beban dengan gaya yang kecil. Untuk memperkecil kerja yang
dilakukan untuk menaikkan dan menurunkan lift dengan aman, maka massa
elevator dan beban pengimbangnya dibuat memiliki massa yang sama.
5. Pesawat Atwood memiliki kaitannya dengan hukum I Newton dan hukum II
Newton. Hukum I Newton, apabila beban pada pesawat Atwood tidak ada gaya
luar yang bekerja, maka beban pipih tersebut diam atau stasioner. Sedangkan ,
hukum II Newton, dalam mengukur percepatan pada sistem pesawat atwood.

15
J. Kritik dan Saran
1. Pemahaman materi praktikum diperlukan guna efektif dan efisiennya
jalannya praktikum.
2. Kurang akurat dalam hasil waktu, dikarenakan menggunakan stopwatch
yang manual.

K. Daftar Pustaka

Giancoli, Douglas C. 2014. Fisika : Prinsip dan Aplikasi. Jakarta : Erlangga.

Gunawidjaya, Philips N, dkk. 2016. Pengembangan Eksperimen Fisika Berbasis


Komputer. Bandung : Universitas Katolik Parahyangan.
Halliday, David dan Robert Resnick. 1985. Fisika Edisi 3 Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Sears, Francis Weston dan Mark W. Zemansky. 1985. Fisika untuk Universitas 1
Mekanika, Panas, dan Bunyi. Bandung : Binacipta.

Sutarno. 2013. Fisika untuk Universitas. Yogyakarta : Graha Ilmu.


Adriansyah, Andi dan Oka Hidyatama. 2013. Rancang Bangun Prototype Elevator
Menggunakan Microcontroller Arduino Atmega. Jurnal Teknologi Elektro
Universitas Mercu Buana No. 3 (4) : 100-112.

16
L. Lampiran

17