Anda di halaman 1dari 6

SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi

Sumber Sarjana) T.A. 2018


Silahkan mendownload berkas persyaratan dibawah ini, dengan menekan gambar Microsoft
Word digunakan saat melakukan verifikasi dan Pemeriksaan Administrasi Awal.

Prodi yang dibutuhkan :

1. S2 PROFESI KEDOKTERAN FORENSIK


2. S2 PROFESI KEDOKTERAN KLINIS
3. S2 PROFESI PSIKOLOGI
4. S1 PROFESI KEDOKTERAN UMUM
5. S1 SENI MUSIK
6. S1 PSIKOLOGI
7. S1 KOMUNIKASI
8. S1 DESAIN GRAFIS/DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
9. S1 TEKNIK INFORMATIKA
10. S1 TEKNIK KIMIA
11. S1 TEKNIK PENERBANGAN
12. DIV AHLI NAUTIKA TK. III

Persyaratan Umum :

a. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita);


b. beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa;
c. setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara
Republik Indonesia tahun 1945;
d. berumur paling rendah 18 (delapan belas) tahun;
e. sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan minimal setingkat
RSUD);
f. tidak sedang terlibat kasus pidana atau pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan
dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
g. berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela;
h. bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan
bersedia ditugaskan pada Satker sesuai keahlian atau latar belakang program studinya

Persyaratan Khusus :

a. pria dan wanita belum pernah menjadi anggota Polri;


b. berijazah :
1. S2 Profesi sesuai dengan prodi yang dibutuhkan diatas;
2. S1 Profesi sesuai dengan prodi yang dibutuhkan diatas;
3. S1 sesuai dengan prodi yang dibutuhkan diatas;
4. D-IV Ahli Nautika Tk. III (wajib memiliki ijazah Ahli Nautika Tk. III dari Ditjen
Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia)
c. khusus untuk Prodi Kedokteran :
1. Dokter Forensik dan Klinis menyertakan surat keterangan lulus dari Kepala Bagain
program pendidikan Dokter Spesialis (ijasah dokter spesialis)
2. Dokter umum wajib mempunyai Surat Tanda Selesai Internsip (STSI) dan Surat Tanda
Registrasi (STR) definitif
d. bagi lulusan yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dengan program studi yang
terakreditasi A dan B dengan IPK minimal 2,75 (terdaftar di BAN-PT) wajib melampirkan tanda
lulus/ijazah yang dilegalisir/diketahui oleh Pembantu Dekan bidang Akademik
e. bagi lulusan Perguruan Tinggi di Luar Negeri wajib melampirkan surat keputusan penyetaraan
yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi
f. umur pada saat pembukaan pendidikan pembentukan SIPSS T.A. 2018 :
1. maksimal 33 (tiga puluh tiga) tahun untuk S-2 Profesi;
2. maksimal 29 (dua puluh sembilan) tahun untuk S-1 Profesi;
3. maksimal 26 (dua puluh enam) tahun untuk S-1/D-IV dan Khusus S-1 Seni Musik
maksimal umur 28 (dua puluh delapan) tahun;
g. tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) :
1. pria : 160 (seratus enam puluh) cm
2. wanita : 155 (seratus lima puluh lima) cm
h. belum pernah menikah (belum pernah hamil/melahirkan) dan sanggup untuk tidak menikah
selama dalam pendidikan pembentukan, khusus S-2 Profesi diperbolehkan sudah menikah
namun bagi wanita belum mempunyai anak dan sanggup tidak mempunyai anak/hamil selama
pendidikan pembentukan
i. bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun terhitung mulai saat diangkat
menjadi Perwira Polri
j. tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain;
k. mendapat persetujuan dari instansi yang bersangkutan bagi yang sudah bekerja dan
pernyataan berhenti dengan hormat bila lulus seleksi dan terpilih masuk pendidikan
pembentukan Polri;
l. mengikuti dan lulus pemeriksaan dan pengujian sebagai berikut :
1. Tingkat daerah dengan sistem ranking (tidak menggugurkan) meliputi :
a. pemeriksaan administrasi;
b. pemeriksaan kesehatan tahap I;
c. pemeriksaan psikologi tertulis;
d. pemeriksaan kesehatan tahap II;
e. rikmin akhir dan penentuan kelulusan akhir daerah
2. Tingkat pusat dengan sistem gugur meliputi :
a. pemeriksaan administrasi;
b. uji Kompetensi (praktek sesuai Profesi/ Prodi)
c. pemeriksaan kesehatan I dan II termasuk (Kesehatan jiwa);
d. pemeriksaan psikologi wawancara;
e. pemeriksaan PMK/Wawancara;
f. uji kesamaptaan jasmani;
g. Uji Akademik menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dengan materi tes
Tes Potensi Akademik (TPA) dan TOEFL
h. Penentuan Kelulusan Akhir
3. nilai Jasmani tetap mempedomani Peraturan Kapolri Nomor: Kep/399N/2015 tanggal 6
Mei 2015 tentang perubahan atas Peraturan Kapolri Nomor: Kep/698/X11/2011 tanggal
28 Desember 2011 tentang pedoman administrasi Ujian Kemampuan Jasmani, renang
dan Pemeriksaan Antropometri untuk penerimaan pegawai Negeri pada Polri,
sedangkan Nilai Batas Lulus AkhirJasmani adalah 41 dengan nnengabaikan nilai 0
(nol) pada setiap item tes
SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi
Sumber Sarjana)
TUJUAN PENDIDIKAN

Menghasilkan Inspektur Polisi yang memiliki sikap, perilaku, pengetahuan dan keterampilan sebagai
penyelia terdepan (first line supervisor) yang bermoral, profesional dan modern dalam rangka
melaksanakan tugas umum Kepolisian selaku pemelihara kamtibmas, penegak hukum pelindung,
pengayom dan pelayan masyarakat.

PROFIL LULUSAN

Inspektur Polisi Dua yang memiliki kualifikasi sebagai :

1. Supervisor dalam pelaksanaan Tugas Umum Kepolisian;


2. Perencana dan pengelola sumber daya yang berada dibawah tanggung jawabnya;
3. Analisis masalah-masalah harkamtibmas dan penegakan hukum tingkat lokal.

KOMPETENSI LULUSAN

A. kompetensi Umum
1. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. memiliki sikap mental dan perilaku insan Bhayangkara sesuai dengan Etika Profesi dan
jati diri Polri, yang berkepribadian (ramah, optimis, inisiatif, tertib, disiplin, akurat dan
tegas) menuju pada Polisi simpatik;
3. memiliki wawasan kebangsaan;
4. mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi
terhadap masyarakat dan lingkungannya;
5. menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta
pendapat atau temuan original orang lain;
B. kompetensi Utama
1. mampu mengaplikasikan IPS (Inter Personal Skill), Leadership, pemecahan masalah
(Problem Solving) serta komunikasi sosial secara efektif;
2. mampu mengaplikasikan manajemen operasional fungsi teknis
Sabhara yang meliputi kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan serta
patroli terhadap kegiatan masyarakat/kegiatan pemerintah, pengamanan TKP,
pengamanan dan pengendalian unjuk rasa, negosiasi serta pengamanan objek vital;
3. mampu mengaplikasikan manajemen operasional fungsi teknis lalu lintas meliputi
penegakan hukum, rekayasa Lantas, registrasi dan identifikasi, pendidikan
masyarakat, dan pengaturan Lantas untuk mewujudkan Keamanan, Keselamatan,
Ketertiban dan Kelancaran (Kamseltibcar) lantas;
4. mampu mengaplikasikan manajemen operasional fungsi teknis intelijen kegiatan
penyelidikan, pengamanan dan penggalangan intelijen serta pembentukan jaringan
intelijen, penguasaan aspek SARA, administrasi Intelijen, penggunaan dan
pemanfaatan teknologi Intelijen;
5. mampu mengaplikasikan manajemen operasional fungsi teknis Reserse meliputi
kegiatan penanganan tempat kejadian perkara, penyidikan, penindakan, pemeriksaan,
pemberkasan perkara, penerimaan dan penyimpanan barang bukti, perlindungan
keselamatan saksi, korban dan tersangka;
6. mampu mengaplikasikan manajemen operasional fungsi teknis Binmas meliputi
kegiatan penyuluhan dan pendekatan kemitraan terhadap komponen masyarakat guna
menumbuhkan rasa aman serta meningkatkan kesadaran dalam rangka menjaga
keamanan di lingkungannya dengan pendekatan Polmas;
7. mampu mengaplikasikan manajemen pembinaan meliputi SDM, keuangan, Logistik
dan Perencanaan;
8. menguasai pengetahuan secara umum tentang ketentuan dan perundang-undangan
yang berlaku untuk melaksanakan tugas pokok Polri dalam pemeliharaan Kamtibmas,
Penegakan Hukum, Perlindungan, Pengayoman dan pelayanan masyarakat;
9. menguasai pengetahuan secara umum tentang prinsip-prinsip dasar HAM, Polmas,
Negosiasi, dalam pelaksanaan tugas Kepolisian;
10. memiliki pengetahuan Identifikasi, Labfor dan Dokpol;
11. mampu mengaplikasikan kemampuan beladiri Polri Tarung Derajat dan menembak;
12. mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data
sesuai dengan lingkup tugas dan tanggung jawabnya;
13. bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri dan bertanggung jawab atas kinerja
anggotanya.
C. Kompetensi Khusus
1. mampu mengaplikasikan kemampuan SAR dan penanggulangan bencana;
2. mampu mengaplikasikan pelayanan prima sesuai dengan lingkup tugas dan tanggung
jawabnya;
3. mampu mengaplikasikan teknologi Informasi dalam pembelajaran (E-learning dan
E-library);
4. memiliki pengetahuan dasar tentang PPA dan ABH serta Penanggulangan Terorisme;
5. memiliki pengetahuan dasar tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan
Kepolisian (Perkap 1 Tahun 2009);
6. memiliki pengetahuan dasar tentang Standar Sistem Manajemen Keadaan Darurat
(SSMKD);
7. mampu mengaplikasikan peralatan komlek Polri.