Anda di halaman 1dari 10

TUGAS KMB 1

NAMA : ASHADI

NIM : 012STYC17

KELAS :A1/2/3

PRODI :S1 KEPERAWATAN

1. STANDAR OPERATING PROSEDURE NEBULIZER

NO ASPEK YANG DI NILAI RASIONAL


TAHAP PRE INTERAKSI

1 Mengecek rencana tindakan kep/medik Mengecek kembali rencana tindakan keperawatan


yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah
klien dengan diagnosa keperawatan yang telah
ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan
pasien.
2 Menyiapkan alat Supaya mempercepat pekerjaan
3 Jaga privasi klien Menjaga privasi pasien sangatlah penting dan harus
di jaga demi kenyamanan pasien tersebut
TAHAP ORIENTASI
4 Memberi salam dan perkenalan Memberi salam sangat lah penting bagi umat islam
dan perkenalan diri juga salah satu cara untuk kita
saling kenal sama pasien
5 Menjelaskan prosedur dan tujuan Supaya pasien tau ap tindakan yang akan kita
lakukan kepada dia dan juga supaya pasien tidak
kebingungan dan bertanya-tanya
6 Pasang sampiran Untuk menjaga privasi pasien
7 Mendekatkan alat pada pasien Supaya perawat lebih mudah untuk melakukan
tindakan
TAHAP KERJA
8 Memberi posisi yang nyaman pada klien
9 Mencuci tanagan Untuk mencegah penularan mikroorganisme dan
mencegah penularan infeksi
10 Menyambungakn masker nebulizer dengan tabung
oksigen dengan selang penghubun
11 Mengontrol apakah selang dan masker berfungsi dengan
baik
12 Mengisap obat sesuai instruksi medik dan masukkan ke
dalam tabung nebulizer
13 Memasang masker sesuai wajah klien
14 Mengalirkan oksigen sesuai indikasi medik
15 Mengevaluasi respon klien
16 Merapikan pasien
17 Cuci tangan
TAHAP TERMINASI
18 Membuat kontrak selanjutnya
19 Cuci tangan Untuk mencegah penularan mikroorganisme dan
mencegah penularan infeksi
20 Mendokumentasikan tindakan keperawatan

2. STANDAR OPERATING PROSEDURE PEMBERIAN INSULIN

NO ASPEK YANG DI NILAI RASIONAL

TAHAP PRE INTERAKSI


1 Mengecek rencana tindakan kep/medik Mengecek kembali rencana tindakan keperawatan
yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah
klien dengan diagnosa keperawatan yang telah
ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan
pasien.
2 Menyiapkan alat
3 Menyiapkan obat dengan benar
4 Mencuci tangan Untuk mencegah penularan mikroorganisme dan
mencegah penularan infeksi
TAHAP ORIENTASI
5 Memberi salam dan memperkenalkan diri
6 Memjelaskan prosedur kerja
7 Memberi kesempatan bertanya
TAHAP KERJA
8 Membebaskan daerah yang akan di injeksi
9 Memakai sarun
g tangan
10 Mengambil vial insulin dan aspirasi sebanyak dosis yaang
di perlukan klien
11 Menentukan lokasi penyuntikan dengan benar
12 Mendesinfeksi area penyuntikan dengan kapas alkohol
13 Menyuntikkan insulin secara subkutan dengan tangan
yang dominan secara lembut dan perlahan
14 Mencabut jarum dengan cepat
15 Membuang spuit ke dalam bengkok
16 Merapikan klien dan alat
17 Membuka handscoon dan mencuci tangan
TAHAP TERMINASI
18 Mengevaluasi reaksi klien
19 Mendokumentasikan tindakan keperawatan

3. STANDAR OPERATING PROSEDURE PEMBERIAN OKSIGEN

NO ASPEK YANG DI NILAI RASIONAL


TAHAP PRE INTERAKSI
1 Mengecek rencana tindakan keperawatan/medik Mengecek kembali rencana tindakan keperawatan
yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah
klien dengan diagnosa keperawatan yang telah
ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan
pasien.
2 Menyiapkan alat
3 Mencuci tangan dan tutup sampiran
TAHAP ORIENTASI
4 Memberi salam dan kenalkan diri
5 Mengenalkan tujuan dan prosedur tindakan
6 Mmemberi kesempatan bertanya
TAHAP KERJA
7 Siapkan kateter nasal,kanul binasal atau masker sesuai
yang di butuhkan dengan satu set tabung oksigen
8 Hubungkan antara kanul binasal, kateter nasal atau
masker dengan flowmeter pada tabung oksigen
9 Bersihkan lubang hidung pasien dengan cotton bud/tissue
10 Pasang kanul binasal kelubang hidung pasien dengan
tepat
11 Atur pengikat kanul binasal dengan benar
12 Pastikan kanul binasal terpasang dengan aman
13 Atur aliran oksigen sesuai dengan progran yang telah di
tentukan
14 Mempersiapkan klien ke posisi nyaman
15 Rapikan alat – alat
TAHAP TERMINASI
16 Mengevaluasi reaksi klien
17 Mencuci tangan Untuk mencegah penularan mikroorganisme dan
mencegah penularan infeksi
18 Mendokumentasikan tindakan keperawatan

4. STANDAR OPERATING PROSEDURE

FISIOTERAPI DADA

No Langkah kerja Rasional


Tahap Pra Interaksi
1. Mengecek rencana tindakan keperawatan/medis Mengecek kembali rencana tindakan
keperawatan yang akan dilaksanakan untuk
mengatasi masalah klien dengan diagnosa
keperawatan yang telah ditentukan dengan
tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien.
2. Menyiapkan alat: pot sputum berisi air dan desinfektan,
handscoon, tissue, air minum hangat, handuk, perlak dan
pengalasnya
3. Siapkan lingkungan (jaga privacy klien)
Tahap Orientasi
4. Memberikan salam terapeutik dan memperkenalkan diri
5. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
6. Memberikan kesempatan kepada klien untuk bertanya
Tahap Kerja
7. Mencuci tangan Untuk mencegah penularan mikroorganisme
dan mencegah penularan infeksi
8. Memasang masker dan sarung tangan bersih Memasang masker dan sarung tangan bersih,
bertujuan untuk melindungi area bagian wajah
yang kemungkinan terjadinya percikan dan
melindungi tangan dari kontak secret dan jenis
cairan tubuh lainnya.
9. Mendekatkan alat-alat ke dekat pasien Untuk mempermudah melakukan tindakan
keperawatan
10. Membantu klien membuka pakaian sesuai kebutuhan dan
membantu klien pada posisi duduk atau berbaring
Clapping
11. Tutup area yang akan dilakukan perkusi dengan handuk
12. Anjurkan klien untuk napas panjang dan perlahan untuk
relaksasi
13. Jari dan ibu jari dihimpitkan dan fleksi membentuk
mangkuk secara bergantian lakukan fleksi dan ekstensi
pergelangan tangan secara cepat menepuk dada klien
14. Setelah melakukan clapping anjurkan klien untuk batuk
dan keluarkan sekret ke pot sputum
Vibrasi
15. Letakkan tangan, telapak tangan menghadap ke bawah ke
arah yang akan di drinage, satu tangan diatas tangan yang
lain menempel bersama/bersebelahan ekstensi
16. Anjurkan klien inspirasi dan ekspirasi secara lambat
lewat hidung, selama masa ekspirasi, anjurkan klien
tegangkan seluruh otot dan lengan, gunakan hampir
seluruh tumit tangan, getarkan tangan, gerakan ke arah
bawah, hentikan ketika sudah inspirasi
17. Fibrasi selama 5 kali ekspirasi pada segmen paru tempat
penumpukan sekret
18. Setelah tiap kali fibrasi anjurkan klien untuk batuk dan
keluarkan sekret ke dalam pot sputum
19. Atur posisi klien ke posisi nyaman
20. Merapikan alat-alat dan membuka sarung tangan
Tahap Terminasi
21. Evaluasi respon klien
22. Membuat kontrak selanjutnya
Dokumentasi
23. Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan

5. STANDAR OPERATING PROSEDURE


SUCTION
No Langkah Kerja Rasional
Tahap Pra Interaksi
1. Mengecek rencana tindakan keperawatan/medis
2. Menyiapkan alat
3. Siapkan lingkungan (jaga privacy klien)
Tahap Orientasi
4. Memberi salam dan memperkenalkan diri
5. Memjelaskan prosedur dan tujuannya
6. Memberikan privasi untuk klien
7. Menempatkan pasien pada posisi terlentang dengan
kepala miring ke arah perawat
8. Mendekatkan alat didekat pasien Untuk mempermudah melakukan tindakan
keperawatan
Tahap Kerja
9. Menggunakan sarung tangan
10. Menghubungkan kateter penghisap dengan selang alat
penghisap
11. Mesin penghisap dihidupkan
12. Melakukan penghisapan lendir dengan memasukkan
kateter penghisap ke dalam kom berisi aquades atau
NaCl 0,9% untuk mempertahankan kesterilan
13. Memasukkan kateter penghisap dalam keadaan tidak
menghisap
14. Menggunakan alat penghisap dengan tekanan 110-150
mmHg untuk dewasa, 95-110 mmHg untuk anak-anak,
dan 50-95 mmHg untuk bayi (potter dan perry,1995)
15. Tarik dengan memutar kateter penghisap tidak lebih dari
15 detik
16. Bilas kateter dengan aquades atau NaCl 0,9%
17. Lakukan penghisapan antara penghisapan pertama dengan
berikutnya, minta pasien untuk bernapas dalam dan batuk.
Apabila pasien mengalami distres pernapasan, biarkan
istirahat 20-30 detik sebelum melakukan penghisapan
berikutnya
Tahap Terminasi
18. Mengkaji jumlah, konsistensi, warna, bau sekret, dan
respon pasien terhadap prosedur yang dilakukan
19. Mencuci tangan setelah prosedur dilakukan
20. Membuat kontrak selanjutnya
21. Mencuci tangan Untuk mencegah penularan mikroorganisme
dan mencegah penularan infeksi
22. Mendokumentasikan tindakan keperawatan
6. STANDAR OPERATING PROSEDURE SENAM HAMIL

NO Langkah Kerja Rasional


Tahap Pra Interaksi
1 Mengecek rencana tindakan keperawatan/medis
2 Menyiapkan alat
3 Memberikan privasi untuk klien
Tahap Orientasi
4 Memberi salam dan memperkenalkan diri
5 Mengenalakan tujuan dan dan prosedur tindakan
6 Memberi kesempatan bertanya
Tahap Kerja
7 Duduk bersila : Lakukan sikap dudu ini dalam kegiatan
sehari-hari pada waktu makan
8 Melemahkan otot pada bagian dalam : Dengan bantuan
berat badan, tekan kedua lutut ke samping bawah sehinga
menyentuh kasur.Bokong jangan sampai terangkat dari
kasur
9 Latihan dberhubungan dengan kaki
Dorso fleksi dan plantar fleksi: Tegakan kedua kaki
dengan lutut tetap luruh kemudian tundukkan kedua
telapak kaki bersama jari-jari nya
Inversi dan eversi: Tegakkan kedua telapak kaki ,
hadapkan kedua ujung-ujung jari kaki dengan kedua lutut
tetap menghadap ke atas ,kembali tegak
Sirkumdeksi : Tegakkan kedua telapak kaki ,putar keatas
kesamping turunkan telapak kaki berhadapan kembali
tegak
10 Latihan pernapasan perut
Tiup napas dari mulut, tangan menekan dinding perut ke
dalam
Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup kedua
tangan ke atas
11 Latihan pernapasan iga-iga
Tiup napas dari mulut, tangan menekan iga-iga k dalam
Tarik napas dari hidung dengan mulut tertutup, iga
mengembang mendorong kedua tangan kesamping luar
12 Pernapasan dada
Tiup napas dari mulut terbuka, dada mengembang ke atas
mendorong kedua tangan ke atas
13 Menguatkan otot betis
Tundukkan kepala , jongkok perlahan lahan sampai
bawah, tumit tetap menempel di lantai, bahu di lemaskan,
kempiskan perut, berdiri perlahan-lahan sampai tegak
lepaskan kerutan perut
14 Latihan anti wasir
Kerutkan otot bokong hingga bokong terangkat dari kasur
Angkat panggul setinggi mungkin (otot bokong tetap di
kerutkan)
Tahan di atas selama 6 hitungan
Turunkan panggul perlahan-lahan (otot pantat tetap
dikerutkan ) sampai bawah kerutan perut
15 Latihan anti sunsang
Merangkak di atas kasur
Merangkak, kedua tangan tegak lurus di bawah bahu
,lutut di bawah panggul
Gunakan pengalas dibawah tubuh klien untuk media
mengangkat
Letakkan kepala di antara kedua tangan
Turunkan dada erlahan-lahan sampai menyentuh kasur
sambil memutar kepala sampai menoleh ke samping
kiri/kanan
Tahap Terminasi
16 Mengevaluasi reaksi pasien
17 Membuat kontak selanjutnya
18 Mendokumentasikan tindakan keperawatan
7. STANDAR OPERATING PROSEDURE GDS

NO Langkah kerja Rasional


Tahap Pra Interaksi
1 Mengecek rencana tindakan keperawatan/medis
2 Menyiapakan alat : glukometer/alat monitor kadar
glukosa darah, stik GDA/strip tes glukosadarah,
handscon,bak spuit, kapas alkohol dalam com, bengkok
3 Mencuci tangan
Tahap Orientasi
4 Memberi salam dan memperkenalkan diri
5 Mengenalakan tujuan dan dan prosedur tindakan
6 Memberi kesempatan bertanya
Tahap Kerja
7 Memakai sarung tangan
8 Atur posisi klien senyaman mungkin
9 Mendekatkan alat-alat
10 Pasang stik GDA pada alat glukometer
11 Mengurut jari yang akan di tusuk (darah akan di ambil
dari salah satu ujung jari telunjuk,jari tengah, jari manis,
tangan kanan/kiri
12 Desinfeksi jari yang akan ditusuk dengan kapas alkohol
13 Menusukkan lanset di jari tangan dan biarkan darah
mengalir secara spontan

14 Tempatkan ujung strip tea glukosa darah secara otomatis


terserap ke dalam sterip

15 Menghidupkan alat glukometer yang sudah terpasang stik


GDA
16 Menutup bekas tususakan lanset dengan menggunakan
kapas alkohol
17 Alat glukometer akan berbunyi dan bacalah angka yang
tertera pada monitor
18 Keluarkan strip tes glukosa dari alat monitor
19 Matikan alat monitor kadar glukosa darah
20 Rapikan alat
Tahap Terminasi
21 Mengevaluasi reaksi pasien
22 Membuat kontak selanjutnya
23 Mendokumentasikan tindakan keperawatan
8. STANDAR OPERATING PROSEDURE PEMERIKSAAN ABI

NO Langkah kerja Rasional


Tahap Pra Interaksi
1 Mengecek rencana tindakan keperawatan/medis
2 Menyiapakan alat : tensi meter
3 Siapkan lingkungan (jaga privasi)
Tahap Orientasi
4 Memberi salam
5 Mengenalakan tujuan dan dan prosedur tindakan
6 Memberi kesempatan bertanya
Tahap Kerja
7 Mencuci tangan
8 Mendekatkan alat-alat ke dekat pasien
9 Anjurkan pasien berbaring terlentang, dengan posisi kaki
sama tinggi dengan posisi jantung
10 Palpasi lokasi denyutan arteri brachialis
11 Oleskan gely transmisi pada titik denyutan
12 Pasang manset tensimeter di lrachialis engan atas dan
tempatkan probe vascular doppler ultrasound di atas arteri
brachialis dengan sudut 45 derajat
13 Kemdudian pompa manset hingga 20-30 mmHg di atas
tekanan darah sistolik terakhir yang terdengar
14 Kempiskan menset perlahan-lahan 2-3 mmHg/detik,
perhatikan suara pertamayang di deteksi oleh probe
hasilnya merupakan tekanan darah systolic brachialis
15 Ulangi pada lengan yang lain
16 Pasang menset tensimeter di pergelangan kaki dan
tempatkan probe vaskuler doppler ultrasound di atas
arteri dorsalis pedis atau arteri tibialis dengan sudut 45
derajat
17 Kemudian pompa manset hingga 20-30 mmHg di atas
tekanan darah sistolik terakhiryang di dengar
18 Kempiskan menset perlahan-lahan 2-3 mmHg/detik
19 Ulangi pada kaki yang lain
20 Lakukan penghitungan rasio tekanan sistolik ankle
dengan tekanan sistolik brachialis pada masing-masing
sisi tubuh (kiri-kanan)
Tahap Terminasi
21 Mengevaluasi reaksi pasien
22 Membuat kontak selanjutnya
23 Mendokumentasikan tindakan keperawatan