Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

FISIKA UMUM

GERAK HARMONIS SEDERHANA PADA PEGAS

Tanggal Praktikum : 20 Maret 2018

Tanggal Pengumpulan : 25 Maret 2018

Nama : Muhammad Nur Amin Usman

NIM : 11170162000008

Nama Anggota:

1. Rahma Rizki Aulia (11170162000012)


2. Azizah Laraswati (11170162000026)
3. Ivan Muhammad Maful (11170162000030)

Kelompok : 5 (Lima)

Kelas : Pendidikan Kimia 2A

LABORATORIUM FISIKA DASAR

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2018
GERAK HARMONIS SEDERHANA PADA PEGAS

A. Tujuan Praktikum
1. Membuktikan adanya Hukum Hooke pada percobaan getaran harmonis
sederhana.
2. Menentukan nilai konstanta suatu pegas.
3. Mengetahui faktor yang mempengaruhi nilai konstanta pegas.

B. Landasan Teori

Gerak periodik adalah gerakan suatu benda yang berulang-ulang. Benda


kembali ke posisi tertentu setelah selang waktu tertentu. Gerak periodik khusus
terjadi dalam sistem-sistem mekanis, di mana gaya yang bekerja terhadap suatu
benda sebanding dengan posisi relatif benda tersebut terhadap posisi
keseimbangannya. Bila gaya ini berada pada arah posisi seimbangnya, maka
geraknya disebut gerak harmonis sederhana. Suatu benda mengalami gerak
harmonik sederhana saat percepatannya berbanding lurus dengan posisinya dan
berlawanan arah dengan perpindahannya dari kesetimbangan (Serway dan Jewett,
2014 : 687-688).

Apabila benda digeser dari posisi kesetimbangannya, gaya pegas


cenderung untuk memulihkannya kembali ke posisi kesetimbangan kembali. Gaya
dengan karakteristik seperti ini disebut dengan gaya pemulih (restoring force).
Osilasi dapat terjadi hanya jika terdapat gaya pemulih yang cenderung
mengembalikan sistem pada kesetimbangannya.

Jenis osilasi paling sederhana terjadi jika gaya pemulih F berbanding lurus
dengan perpindahan dari posisi kesetimbangan. Gaya yang bekerja pada pegas ideal
yang diregangkan sebagai . Komponen dari gaya yang diberikan oleh
pegas pada benda adalah negatifnya, sehingga komponen dari gaya F pada benda
adalah

2
(gaya pemulih yang diberikan oleh pegas ideal)

Persamaan ini memberikan besar dan tanda dari gaya, x positif, negatif ataupun nol.
Konstanta gaya k selalu positif dan mempunyai satuan N/m (satuan alternatif yang
juga digunakan adalah kg/s²). Persamaan ini memberikan gaya total pada benda,
karena dianggap bahwa tidak ada gesekan.

Tidak semua gerak periodik merupakan gerak harmonis sederhana, dalam


gerak periodik yang umum, gaya pemulih tergantung pada perpindahan. Akan
tetapi, dalam banyak sistem, gaya pemulih kira-kira sebanding dengan
perpindahannya jika perpindahannya cukup kecil. Artinya jika amplitudonya cukup
kecil, osilasi sistem yang demikian akan mendekati gerak harmonik sederhana dan
secara pendekatan. Maka dapat menggunakan gerak harmonik sederhana sebagai
suatu model pendekatan untuk berbagai gerak periodik, seperti getaran dari kristal
kuarsa pada jam tangan, gerak garpu tala, arus listrik pada rangkaian arus bolak-
balik, dan getaran-getaran atom pada molekul dan padatan.

(Young dan Freedman, 2001 : 389 dan 391-392).

Terdapat beberapa besaran-besaran fisis dalam osilasi, diantaranya


amplitude, perioda, dan frekuensi. Amplitudo adalah jarak maksimum/simpangan
maksimum dari titik kesetimbangan. Amplitudo dalam persamaan gelombang
merupakan konstanta A didepan fungsi sinus atau cosinus :

Perioda adalah waktu yang dibuthkan benda untuk mengalami satu getaran.
Definisi dari satu getar adalah ketika benda mengalami keadaan yang sama pada
saat berikutnya (posisi dan fasa yang sama). Periode secara fisis menunjukkan
lambatnya sebuah sistem berosilasi, periode yang besar menunjukkan osilasi yang
lambat, demikian sebaliknya.

3
Frekuensi didefinisikan sebagai banyaknya getaran setiap satu detik.
Frekuensi menunjukkan kecepatan osilasi dari sistem. Pegas yang memiliki
frekuensi osilasi yang lebih tinggi artinya memiliki kecepatan osilasi yang lebih
tinggi dibandingkan dengan osilasi yang rendah. Satuan untuk frekuensi seperdetik
atau dikenal dengan Hertz (Hz).

(Ishaq, 2007 : 154-155).

Dalam gerak harmonik sederhana terdapat Hukum Hooke pada getaran


harmonik sederhana, yang dimana Hukum Hooke menyatakan bahwa : “Jika sebuah
benda diubah bentuknya, maka benda itu akan melawan perubahan bentuk
(deformasi) dengan gaya yang sebanding dengan besar deformasi, asalkan
deformasi ini tidak terlalu besar”. Secara matematis, hukum Hooke dituliskan
persamaan sebagai berikut :

dengan k sebagai konstanta pegas. Persamaan ini menyatakn bahwa gaya yang
dikerjakan oleh sebuah pegas pada sebuah benda berbanding lurus dengn pergeseran
benda namun berlawanan arahnya. Jika sebatang kawat diregangkan dengan suatu
gaya, maka kawat akan bertambah panjang. Jika gaya yang dipergunakan untuk
menarik kawat tidak terlalu besar, maka pertambahan panjang kawat sebanding
dengan gaya yang bekerja (Susilo, dkk., 2012 :125).

Osilator harmonik sederhana adalah setiap benda yang berosilasi disekitar


posisi kesetimbangan stabil dan mengalami gaya pemulih, dan hal ini dapat
dijelaskan oleh Hukum Hooke. Contoh osilator harmonik sederhana meliputi :
massa yang melekat pada pegas, sebuah molekul di dalam zat padat, mobil terjebak
di selokan yang “terpental keluar” dan sebuah bandul (Sutarno, 2013 :96).

Periode dari osilator harmonik sederhana telah disimpulkan tergantung


pada kekakuan pegas dan juga pada massa m yang berosilasi. Tetapi periode itu
tidak tergantung dengan amplitudo. Periode T diberikan oleh :

4

Persamaan ini menjelaskan bahwa semakin besar massa, semakin panjang periode;
dan semakin kaku pegas (k besar), semakin pendek periode. Hal ini disebabkan
karena massa yang lebih besar berarti lebih banyak inersia (kelembaman) maka
responsnya lebih lambat (akselerasi yang lebih kecil). Dan k yang lebih besar berarti
gaya yang lebih besar dan karenanya respons yang lebih cepat (percepatan yang
lebih besar). Gerakan yang diperngaruhi oleh gaya pemulih sebanding terhadap
perpindahan, sedangkan frekuensinya dapat ditulis dengan memakai persamaan

(Giancoli, 2014 : 374-375).

C. Alat dan Bahan

No. Nama Alat/Bahan Gambar

1. Keeping beban

2. Mistar

5
3. Pegar diameter besar

4. Pegas diameter kecil

5. Piringan beban

6. Statif

7. Stopwatch

D. Langkah Percobaan

Percobaan I : Hukum Hooke

6
No. Langkah Percobaan Gambar
1. Gantunglah pegas diameter kecil
pada statif, ukur panjang awal
pegas tersebut dan catat sebagai .

2. Gantungkan piringan beban pada


pegas berdiameter kecil.

3. Ukur panjang pegas setelah diberi


piringan beban. Catat sebagai .
Kemudian tambah keping-keping
beban tersebut, ukur kembali.

4. Kemudian kurangi keping-keping


beban tersebut. Hitung kembali
panjang pegasnya.

7
5. Ulangi dengan menggunakan
pegass diameter besar.

Percobaan II : Percobaan Getaran Selaras

No. Langkah Percobaan Gambar


1. Gantung piringan beban pada pegas
diameter kecil.

2. Setelah mencapai kesetimbangan.


Tarik pegas 2 cm, kemudian
lepaskan. Catat waktu yang
dibuthkan untuk terjadinya 5
getaran.

3. Tambahkan keping-keping beban


dan lakukan seperti prosedur 2.

4. Ulangi prosedur 1 sampai 3 dengan


pegas berdiameter besar..

8
E. Data Percobaan
1. Percobaan I
a. Pegas Diameter Besar
 Penambahan Beban

Ulangan Massa Total Panjang Panjang Simpangan Konstanta


Beban (kg) Awal Akhir (m) (N/m)
(m) (m)
1. 0.05 0.067 0.076 0.009 55.5
2. 0.1 0.067 0.137 0.07 14.3
3. 0.15 0.067 0.22 0.153 9.8
4. 0.2 0.067 0.309 0.242 8.3
5. 0.25 0.067 0.394 0.327 7.7
Rata-rata 0.1602 19.12

 Pengurangan Beban

Ulangan Massa Total Panjang Panjang Simpangan Konstanta


Beban (kg) Awal Akhir (m) (N/m)
(m) (m)
1. 0.25 0.067 0.394 0.327 7.7
2. 0.2 0.067 0.309 0.242 8.3
3. 0.15 0.067 0.223 0.156 9.6
4. 0.1 0.067 0.139 0.072 13.9
5. 0.05 0.067 0.077 0.01 50
Rata-rata 0.1614 17.9

b. Pegas Diameter Kecil


 Penambahan Beban

9
Ulangan Massa Total Panjang Panjang Simpangan Konstanta
Beban (kg) Awal Akhir (m) (N/m)
(m) (m)
1. 0.05 0.157 0.175 0.018 27.8
2. 0.1 0.157 0.222 0.065 15.4
3. 0.15 0.157 0.282 0.125 12
4. 0.2 0.157 0.345 0.188 10.6
5. 0.25 0.157 0.402 0.245 10.2
Rata-rata 0.1282 15.2

 Pengurangan Beban

Ulangan Massa Total Panjang Panjang Simpangan Konstanta


Beban (kg) Awal Akhir (m) (N/m)
(m) (m)
1. 0.25 0.157 0.402 0.245 10.2
2. 0.2 0.157 0.342 0.185 10.8
3. 0.15 0.157 0.283 0.126 11.9
4. 0.1 0.157 0.223 0.066 15.1
5. 0.05 0.157 0.175 0.018 27.8
Rata-rata 0.128 15.16

2. Percobaan II
a. Pegas Diameter Besar

Ulangan Massa Total Waktu 5 Periode T (s) Konstanta (N/m)


(kg) Getaran (s)
1. 0.05 2.2 0.44 10.12

10
2. 0.1 3.8 0.76 6.78
3. 0.15 4.6 0.92 6.95
4. 0.2 5.4 1.08 6.72
5. 0.25 6.4 1.28 5.98
Rata-rata 0.896 7.31
b. Pegas Diameter Kecil

Ulangan Massa Total Waktu 5 Periode T (s) Konstanta (N/m)


(kg) Getaran (s)
1. 0.05 2.2 0.44 10.12
2. 0.1 3.2 0.64 9.57
3. 0.15 4 0.8 9.18
4. 0.2 4.4 0.88 10.18
5. 0.25 5.2 1.04 9.06
Rata-rata 0.76 9.62

F. Pengolahan Data
Percobaan I
Pegas Berdiameter Besar
a. Penambahan Beban
 Pengukuran 1
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 2
Simpangan
Konstanta

11
 Pengukuran 3
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 4
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 5
Simpangan
Konstanta

Rata-rata Simpangan =

Rata-rata Konstanta =

b. Penambahan Beban
 Pengukuran 1
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 2
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 3
Simpangan
Konstanta

12
 Pengukuran 4
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 5
Simpangan
Konstanta

Rata-rata Simpangan =

Rata-rata Konstanta =

Pegas Berdiameter Kecil


c. Penambahan Beban
 Pengukuran 1
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 2
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 3
Simpangan
Konstanta

13
 Pengukuran 4
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 5
Simpangan
Konstanta

Rata-rata Simpangan =

Rata-rata Konstanta =

d. Penambahan Beban
 Pengukuran 1
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 2
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 3
Simpangan
Konstanta

14
 Pengukuran 4
Simpangan
Konstanta

 Pengukuran 5
Simpangan
Konstanta

Rata-rata Simpangan =

Rata-rata Konstanta =

Percobaan II
a. Pegas Berdiameter Besar
 Pengukuran 1

Konstanta

 Pengukuran 2

Konstanta

15
 Pengukuran 3

Konstanta

 Pengukuran 4

Konstanta

 Pengukuran 5

Konstanta

Rata-rata Periode =

Rata-rata Konstanta =

b. Pegas Berdiameter Kecil


 Pengukuran 1

16
Konstanta

 Pengukuran 2

Konstanta

 Pengukuran 3

Konstanta

 Pengukuran 4

Konstanta

 Pengukuran 5

17
Konstanta

Rata-rata Periode =

Rata-rata Konstanta =

G. Pembahasan
Praktikum kali ini, praktikan melakukan percobaan mengenai gerak
harmonis sederhana pada pegas. Praktikum ini bertujuan untuk membuktikan
Hukum Hooke yang menyatakan bahwa “Jika sebuah pegas diberikan gaya tarik
atau gaya tekan yang tidak melampaui batas elastisitas dari pegas tersebut, maka
pertambahan panjang berbanding lurus dengan gaya tariknya”, menentukan
konstanta pegas, dan mengetahui pengaruh dari massa terhadap simpangan pegas.
Dalam praktikum ini terbagi atas dua, yaitu percobaan Hooke dan kedua
percobaan getaran selaras. Pada kedua praktikum ini, untuk menentukan konstanta
pegas. Konstanta pegas bertujuan untuk mengetahui nilai dari batas renggangan dari
suatu pegas. Dengan mengetahui konstanta pegas, dapat menentukan kesetimbangan
dan suatu waktu periode pada suatu benda.
Dalam hukum hooke terdapat persamaan ada tanda negatif, karena
pada pegas terdapat gaya bolak-balik, bukan hanya kebawah karena gravitasi.
Namun ke arah kanan atau kiri ketika ditempatkan pada bidang horizontal. Sehingga
pada persamaan tersebut terdapat tanda minus.
Percobaan pertama yaitu hukum hooke, berdasarkan hasil percobaan yang
didapatkan, bahwa pada pegas berdiameter besar maupu pegas berdiameter kecil
semakin besar massa yang digantungkan pada kedua pegas tersebut, maka
simpangan pegas yang terjadi semakin besar. Apabila pengurangan beban, maka
simpangan pada pegas semakin berkurang. Kemudian, diperoleh konstanta

18
penambahan dan pengurangan pada kedua pegas pun sama dengan pengaruh massa
dengan simpangan.
Percobaan kedua yaitu getaran selaras pada pegas. Percobaan ini menghitung
periode pegas selama 5 getaran. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat dikatakan
bahwa semakin besar beban yang digantung pada pegas, maka waktu yang
diperoleh untuk mencapai 5 getaran semakin besar pula dan periode semakin besar.
Begitupun sebaliknya, semakin kecil massa beban yang digantung maka simpangan
kecil juga dan periode yang dihasilkan kecil juga
Namun pada praktikum ini didapatkan hasil bahwa semakin besar massa
yang digantung, maka konstanta pegas yang dimiliki kecil. Hal ini menunjukkan
semakin regangnya suatu pegas, pegas tersebut memiliki nilai konstanta yang lebih
kecil dibandingkan pegas yang rapat. Konstanta suatu pegas berbanding lurus
dengan massa benda, namun berbanding terbalik dengan periodenya.
Nilai konstanta suatu pegas harusnya bernilai sama pada percobaan pertama
diantara penambahan maupun pengurangan beban pada kedua pegas. Pada pegas
berdiameter besar diperoleh hasil pada penambahan beban sebesar 19.12 N/m, dan
pengurangan beban sebesar 17.9 N/m. Kemudian, pegas berdiameter besar
diperoleh hasil yang hampir sama yaitu pada penambahan beban sebesar 15,2 N/m
dan pengurangan beban sebesar 15,16 N/m. hal tersebut terjadi dikarenakan adanya
kesalahan yang dilakukan dan mungkin saja faktor alat yang kurang memadai.

H. Tugas Pasca Praktikum


1. Sebutkan dan jelaskan faktor yang mempengaruhi nilai konstanta pegas?
Jawab :
Nilai konstanta pegas dipengaruhi oleh jenis bahan pegas, jumlah lilitan pegas,
dan diameter pegas. Semakin besar jumlah lilitan dan diameter pegas maka
semakin kecil nilai konstanta pegas tersebut. Konstanta pegas berbanding
terbalik dengan jumlah lilitan pegas dan pangkat tiga dari diameter pegas.
Kemudian suhu terbukti berpengaruh terhadap konstanta pegas dengn jumlah

19
lilitan yang berbeda. Semakin besar suhu dan jumlah lilitan pegas, maka nilai
konstanta pegas semakin kecil. (Ikhtiardy, dkk., 2015 : 350).
2. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, jenis pegas mana yang memiliki
konstanta lebih besar?

Jawab :

Pegas yang berdiameter kecil, karena pegas yang mempunyai jumlah lilitan yang
banyak akan mempunyai nilai konstanta lebih besar juga. Kemudian pegas
menjadi kaku.pegas berdiameter kecil pergerakannya lebih cepat dari pegas
berdiameter besar sehingga mempengaruhi nilai konstanta.

3. Apakah beban berpengaruh terhadap periode getaran pegas? Jelaskan!

Jawab :

Berpengaruh, karena semakin besar massa yang digantungkan maka semakin


lama waktu yang dihasilkan untuk 5 kali getaran dan periodenya semakin besar.
Apabila beban ringan, maka pegas semakin cepat untuk bergetar dan periodenya
cepat untuk satu kali getaran. Periode osilator bergantung pada kekakuan pegas
dan juga pada massa yang berosilasi.

I. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :

1. Hukum Hooke pada Gerak Harmonik Sederhana terbukti adanya dalam


praktikum ini. Besarnya gaya yang bekerja pada benda sebanding dengan
pertambahan panjang bendanya. Hal ini berlaku pada benda yang elastis (dapat
merenggang).
2. Nilai konstanta suatu pegas dapat dihitung dengan menggunakan persamaan

20
Kemudian diperoleh dalam praktikum ini konstanta pegas yang besar adalah
pegas yang berdiameter kecil. Pergerakannya lebih cepat dari pegas berdiameter
besar sehingga mempengaruhi nilai konstanta.

3. Faktor yang mempengaruhi konstanta pegas antara lain jenis bahan pegas, jumlah
lilitan pegas, diameter pegas, dan suhu.
J. Kritik dan Saran
1. Praktikan harus mengetahui konsep lebih dalam lagi mengenai GHS.
2. Praktikan diharuskan teliti dalam praktikum.
3. Praktikan lebih teliti dalam melakukan pengukuran waktu getaran menggunakan
stopwatch.
K. Daftar Pustaka

Giancoli, Douglas C. 2014. Fisika Jilid 1 Edisi Ketujuh. Jakarta : Erlangga.

Ikhtiardy, Erik Luky, dkk. 2015. Analisis Pengaruh Suhu Terhadap Konstanta
Pegas dengan Variasi Jumlah Lilitan dan Diameter Pegas Baja. Jurnal
Pendidikan Fisika Vol. 3 No. 4 : 349-354.

Ishaq, Mohamad. 2007. Fisika Dasar Edisi 2. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Serway, Raymond A. dan Johm W. Jewett, Jr. 2014. Fisika untuk Sains dan Teknik
Buku 1 Edisi 6. Jakarta : Salemba Teknika.

Susilo, Anto, dkk. 2012. Simulasi Gerak Harmonik Sederhana dan Osilasi Teredam
pada Cassy-E 524000. Indonesian Journal of Applied Physics Vol. 2 No. 2
: 124-137.

Sutarno. 2013. Fisika untuk Universitas. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Young, Hugh D. dan Roger A. Freedman. 2001. Fisika Universitas Jilid 1 Edisi
Kesepuluh. Jakarta : Erlangga.

21
LAMPIRAN

22
23