Anda di halaman 1dari 60

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : 1. ASI eksklusif


2. Cara menyusui yang benar
Tempat :XXX
Sasaran : Ibu yang memiliki balita di dusun Patihan desa Patihan
Hari / tanggal :XXX / XXX 2011
Waktu : XXX - selesai

I. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan, peserta dapat memahami dan mampu melaksanakan ASI
eksklusif dan cara menyusui yang benar.

II. Tujuan Khusus


Setelah mendapatkan penyuluhan, peserta penyuluhan dapat :
1. Menjelaskan pengertian ASI eksklusif
2. Menjelaskan manfaat ASI eksklusif bagi ibu dan bayi
3. Menjelaskan kandungan (isi) ASI
4. Menjelaskan persiapan menyusui
5. Menjelaskan dan mempraktikkan langkah-langkah menyusui yang benar

III. Materi
1. Pengertian ASI eksklusif
2. Manfaat ASI eksklusif bagi ibu dan bayi
3. Kandungan (isi) ASI
4. Persiapan menyusui
5. Langkah-langkah menyusui yang benar

IV. Kegiatan Penyuluhan

No. Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode


1. Pembukaan 5 menit 1. Mengucapkan salam Menjawab salam, Ceramah
2. Memperkenalkan diri memperhatikan dan
3. Menjelaskan tujuan umum mendengarkan.
dan tujuan khusus
Memberi pengertian ASI
eksklusif, manfaat ASI
eksklusif bagi ibu dan
Mendengar, melihat
bayi, kandungan (isi) ASI,
dan memperhatikan.
persiapan menyusui,
2. Inti 20 menit langkah-langkah Ceramah
2.1 Ceramah menyusui yang benar.
Menjawab pertanyaan
yang diajukan oleh
peserta.
Menyimpulkan semua
penyuluhan yang telah Bertanya.
dilaksanakan.
Salam penutup.
2.2 Tanya Jawab 10 menit Ceramah,
Mendengar.
Tanya jawab
Ceramah
2.3Kesimpulan
5 menit
Menjawab salam.

Penutup
3. 5 menit

V. Metode1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi

VI. Media
1. Leaflet
2. Flipchart
3. Alat Peraga

VII. Pengorganisasian
1. Moderator : XXX
Tugas : Mengatur jalannya penyuluhan.
2. Penyaji : XXX
Dian Fatmawati
Tugas : Menyajikan materi penyuluhan dan
memperagakannya.
3. Observer : XXX
Tugas : Mengamati dan menilai proses penyuluhan.
4. Fasilitator : XXX
Tugas : - Menyiapkan peralatan yang diperlukan.
- Menstimulasi peserta yang tidak aktif dalam
kegiatan (tidak ada pertanyaan).

VIII. Kegiatan Evaluasi


1. Struktural :
1) Peserta hadir di tempat penyuluhan.
2) Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di
3) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan 2 hari sebelumnya.
4) Tidak ada peserta penyuluhan yang meninggalkan tempat sebelum penyuluhan selesai.
2. Proses:
1) Masing – masing anggota tim bekerja sesuai tugas.
2) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan, serta peserta yang terlibat aktif dalam
penyuluhan 50 % dari yang hadir.
3. Hasil:
Peserta mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh penyuluh yaitu sesuai dengan
tujuan khusus peserta dapat :
1) Mengetahui tentang ASI eksklusif dan manfaatnya serta bagaimana cara menyusui yang
benar,
2) Bersedia untuk melaksanakan ASI eksklusif, dan
3) Mampu menerapkan cara menyusui yang benar.
4. Antisipasi Masalah:
1) Bila peserta tidak aktif dalam kegiatan ( tidak ada pertanyaan ) fasilitator dapat menstimulasi
dengan cara berdialog dengan pemberi materi dalam membahas materi yang sedang diberikan.
2) Pertanyaan yang sekiranya tidak dapat dijawab oleh kelompok penyaji hendaknya dilakukan
konfirmasi pada anggota pengorganisasian lainnya.

MATERI PENYULUHAN
ASI EKSLUSIF DAN CARA MENYUSUI YANG BENAR

I. Pengertian ASI Eksklusif


ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi
berumur nol sampai enam bulan (Depkes RI, 2004).
Pemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan cairan lain
seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa bubur nasi dan tim ( Roesli U, 2001
).
Pada tahun 2001 World Health Organization / Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa
ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian,
ketentuan sebelumnya (bahwa ASI eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak berlaku lagi.
(WHO, 2001)

II. Manfaat
1. Bagi Bayi
1) ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk bayi anda. Dengan komposisi nutrisi
yang sesuai untuk perkembangan bayi sehat.
2) ASI mudah dicerna oleh bayi.
3) Jarang menyebabkan konstipasi.
4) Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah diserap oleh bayi.
5) ASI kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh bayi untuk melawan
infeksi dan penyakit lainnya..
6) ASI dapat mencegah karies karena mengandung mineral selenium.
7) Dari suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang diberikan ASI sampai lebih
dari 9 bulan akan menjadi dewasa yang lebih cerdas. Hal ini diduga karena ASI mengandung
DHA/AA. Hal ini ditunjukkan anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ (Intellectual
Quotient) lebih rendah tujuh sampai delapan poin dibandingkan dengan anak-anak yang diberi
ASI eksklusif.
8) Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 6 bln akan menurunkan resiko sakit jantung bila
mereka dewasa.
9) ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian bawah, infeksi saluran
kencing, dan juga menurunkan resiko kematian bayi mendadak.
10) Memberikan ASI juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.
2. Bagi Ibu
1) Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti
mengurangi resiko perdarahan.
2) Memberikan ASI juga membantu memperkecil ukuran rahim ke ukuran sebelum hamil.
3) Menyusui (ASI) membakar kalori sehingga membantu penurunan berat badan lebih cepat.
4) Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada wanita menyusui sangat
rendah.
5) Menambah panjang kembalinya kesuburan pasca melahirkan, sehingga memberi jarak antar
anak yang lebih panjang alias menunda kehamilan berikutnya
6) Karena kembalinya menstruasi tertunda, ibu menyusui tidak membutuhkan zat besi sebanyak
ketika mengalami menstruasi
(dr. Suririnah,2009)

III. Kandungan (Isi) ASI


ASI mengadung:
1. Laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan. Didalam usus laktosa akan
dipermentasi menjadi asam laktat. yang bermanfaat untuk:
1) Menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat patogen.
2) Merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan asam organik dan
mensintesa beberapa jenis vitamin.
3) Memudahkan terjadinya pengendapan calsium-cassienat.
4) Memudahkan penyerapan berbagai jenis mineral, seperti calsium, magnesium.
2. ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan
pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme, Complemen C3 dan C4, Antistapiloccocus,
lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin.
3. ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada bayi.
Komposisi ASI tiap 100ml dan perbandingannya dengan susu sapi.
KADAR ZAT GIZI ASI SUSU SAPI
PROTEIN 12 gr 3,3 gr
LEMAK 3,8 gr 3,8 gr
LAKTOSA 7,0 gr 4,8 gr
KALORI 75,0 Kal 66,0 Kal
VITAMIN A 53,0 KI 34,0 KI
VITAMIN B1 0,11 mgr 0,42 mgr
VITAMIN C 43,0 mgr 1,8 mgr
KALSIUM 30,0 mgr 125,0 mgr
BESI 0,15 mgr 0,1 mgr

Perbedaan antara ASI dengan susu formula

Perbedaan ASI Susu Formula


Komposisi ASI mengandung zat-zat gizi, antara Tidak seluruh zat gizi
lain:faktor pembentuk sel-sel otak, yang terkandung di
terutama DHA, dalam kadar tinggi. dalamnya dapat diserap
ASI juga mengandung whey oleh tubuh bayi.
(protein utama dari susu yang Misalnya, protein susu
berbentuk cair) lebih banyak sapi tidak mudah diserap
daripada kasein (protein utama dari karena mengandung
susu yang berbentuk gumpalan) lebih banyak casein.
dengan perbandingan 65:35. Perbandingan whey:
casein susu sapi adalah
20:80.
Nutrisi Mengandung imunoglobulin dan Protein yang dikandung
kaya akan DHA (asam lemak tidak oleh susu formula
polar yang berikat banyak) yang berguna bagi bayi lembu
dapat membantu bayi menahan tapi kegunaan bagi
infeksi serta membantu manusia sangat terbatas
perkembangan otak dan selaput lagipula
mata. immunoglobulin dan
gizi yang ditambah di
susu formula yang telah
disterilkan bisa
berkurang ataupun
hilang.
Pencernaan Protein ASI adalah sejenis protein Tidak mudah dicerna:
yang lebih mudah dicerna selain itu serangkaian proses
ada sejenis unsur lemak ASI yang produksi di pabrik
mudah diserap dan digunakan oleh mengakibatkan enzim-
bayi. Unsur elektronik dan zat besi enzim pencernaan tidak
yang dikandung ASI lebih rendah berfungsi. Akibatnya
dari susu formula tetapi daya serap lebih banyak sisa
dan guna lebih tinggi yang dapat pencernaan yang
memperkecil beban ginjal bayi. dihasilkan dari proses
Selain itu ASI mudah dicerna bayi metabolisme yang
karena mengandung enzim-enzim membuat ginjal bayi
yang dapat membantu proses harus bekerja keras.
pencernaan antara lain lipase (untuk Susu formula tidak
menguraikan lemak), amilase (untuk mengandung posporlipid
menguraikan karbohidrat) dan ditambah mengandung
protease (untuk menguraikan protein yang tidak
protein). mudah dicerna yang bisa
membentuk sepotong
susu yang membeku
sehingga berhenti di
perut lebih lama oleh
karena itu taji bayi lebih
kental dan keras yang
dapat menyebabkan
susah BAB dan
membuat bayi tidak
nyaman.
Kebutuhan Dapat memajukan pendirian Kekurangan menghisap
hubungan ibu dan anak. ASI adalah payudara: mudah
makanan bayi, dapat memenuhi menolak ASI yang
kebutuhan bayi, memberikan rasa menyebabkan kesusahan
aman kepada bayi yang dapat bayi menyesuaikan diri
mendorong kemampuan adaptasi atau makan terlalu
bayi. banyak, tidak sesuai
dengan prinsip
kebutuhan.
Ekonomi Lebih murah: menghemat biaya alat- Biaya lebih mahal:
alat, makanan, dll yang berhubungan karena menggunakan
dengan pemeliharaan, mengurangi alat,makanan, pelayanan
beban perekonomian keluarga. kesehatan, dll. Untuk
memelihara sapi. Biaya
ini sangat subjektif yang
menjadi beban keluarga.
Kebersihan ASI boleh langsung diminum jadi Polusi dan infeksi:
bias menghindari penyucian botol pertumbuhan bakteri di
susu yang tidak benar ataupun hal dalam makanan buatan
kebersihan lain yang disebabkan sangat cepat apalagi di
oleh penyucian tangan yang tidak dalam botol susu yang
bersih oleh ibu. Dapat menghindari hangat biarpun makanan
bahaya karena pembuatan dan yang dimakan bayi
penyimpanan susu yang tidak benar. adalah makanan bersih
akan tetapi karena tidak
mengandung anti
infeksi, bayi akan
mudah mencret atau
kena penularan lainnya.
Ekonomis Tidak perlu disterilkan atau lebih Penyusuan susu formula
mudah dibawa keluar, lebih mudah dan alat yang cukup
diminum, minuman yang paling untuk menyeduh susu.
segar dan suhu minuman yang
paling tepat untuk bayi.
Penampilan Bayi mesti menggerakkan mulut Penyusuan susu formula
untuk menghisap ASI, hal ini dapat dengan botol susu akan
membuat gigi bayi menjadi kuat dan mengakibatkan
wajah menjadi cantik. penyedotan yang tidak
puas lalu menyedot terus
yang dapat menambah
beban ginjal dan
kemungkinan menjadi
gemuk.
Pencegahan Bagi bayi yang beralergi, ASI dapat Bagi bayi yang
menghindari alergi karena susu alergiterhadap susu
formula seperti mencret, muntah, formula tidak dapat
infeksi saluran pernapasan, asma, menghindari mencret,
bintik-bintik, pertumbuhan muntah,infeksi saluran
terganggu dan gejala lainnya. napas, asma, kemerahan,
pertumbuhan terganggu
dan gejala lainnya yang
disebabkan oleh susu
formula.
Kebaikan Dapat membantu kontraksi rahim Tidak dapat membantu
bagi ibu ibu, lebih lambat datang bulan kontraksi rahim yang
sehabis melahirkan sehingga dapat dapat membantu
ber-KB alami. Selain itu dapat pengembalian tubuh ibu
menghabiskan kalori yang berguna jadi rahim perlu dielus
untuk pengembalian postur tubuh sendiri oleh ibu. Tidak
ibu. Berdasarkan biodata statistik, dapat memperlambat
ibu yang menyusui ASI lebih rendah waktu datang bulan yang
kemungkinan menderita kanker dapat menghasilkan cara
payudara, kanker rahim dan keropos KB alami. Berdasarkan
tulang. biodata statistik, ibu
yang menyusui susu
formula lebih tinggi
kemungkinan menderita
kanker payudara.

(dr. Suririnah,2009)

SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Tema : Balita Kurang Gizi


2. Sasaran : Ibu yang memiliki balita di Dusun Patihan Desa Patihan
3. Hari/tanggal : tanggal pelaksanaan
4. Waktu : waktu pelaksanaan-selesai
5. Tempat :

A. Analisis Situasi
1. Penyuluh
Mahasiswa Universitas XXX yang sedang melaksanakan Praktik

di Desa XXX
2. Peserta
Ibu yang memiliki balita di Dusun Patihan Desa Patihan

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah kegiatan penyuluhan, ibu dapat memahami pengertian, tanda-tanda, penyebab, akibat,
serta penatalaksanaan balita dengan kurang gizi dan ibu dapat membuat modisco.
2. Tujuan Khusus
Setelah kegiatan penyuluhan ibu mampu:
a. Menjelaskan tentang pengertian kurang gizi
b. Mengetahui tanda – tanda balita dengan kurang gizi
c. Mengetahui penyebab balita dengan kurang gizi
d. Mengetahui Akibat kurang gizi
e. Mengetahui Penatalaksaan Balita dengan kurang gizi
f. Mengetahui pembuatan dan pemberian modisco

C. Materi
Balita dengan kurang gizi
1. Pengertian kurang gizi
2. Tanda – tanda balita dengan kurang gizi
3. Penyebab balita dengan kurang gizi
4. Akibat kurang gizi
5. Penatalaksanaan balita dengan kurang gizi
6. Modisco

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi

E. Media
1. Flipcard
2. Leaflet
3. Alat peraga
F. Pelaksanaan
1. Pembukaan:
• Salam Pembuka
• Perkenalan
• Penjelasan tujuan penyuluhan
2. Inti: Menyampaikan materi:
• Pengertian kurang gizi
• Tanda – tanda balita dengan kurang gizi
• Penyebab balita dengan kurang gizi
• Akibat kurang gizi
• Penatalaksaan balita dengan kurang gizi
• Modisco
3. Penutup:
• Menyimpulkan Penyuluhan
• Salam penutup

G. Pengorganisasian
1. Moderator : XXX
Tugas : Mengatur jalannya penyuluhan.
2. Penyaji : 1. XXX
2. XXX
Tugas : Menyajikan materi penyuluhan dan
memperagakannya.
3. Observer : 1.XXX
Tugas : Mengamati dan menilai proses penyuluhan.
4. Fasilitator : XXX
Tugas : - Menyiapkan peralatan yang diperlukan.
- Menstimulasi peserta yang tidak aktif dalam
kegiatan (tidak ada pertanyaan).
5. Demonstrator : XXX
Tugas : Memperagakan bagaimana cara menyusui yang benar

H. Evaluasi
a. Ibu mampu menjelaskan pengertian kurang gizi
b. Ibu mampu menjelaskan tanda – tanda balita dengan kurang gizi
c. Ibu mampu menjelaskan penyebab kurang gizi
d. Ibu mampu menjelaskan akibat kurang gizi
e. Ibu mampu menjelaskan penatalaksanaan balita dengan kurang gizi
f. Modisco

MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian Kurang Gizi


Adalah keadaan kekurangan gizi tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan yang
bergizi atau menderita sakit dalam waktu lama.

2. Tanda – tanda kurang gizi


a. Anak sangat kurus
b. Wajah seperti orang tua, bulat dan sembab
c. Cengeng dan rewel
d. Tidak bereaksi terhadap rangsangan (Apatis)
e. Rambut tipis, jarang, kusam, warna rambut seperti rambut jagung dan bila di cabut tidak sakit
f. Kulit keriput
g. Tulang iga tampak jelas
h. Pantat kendur dan keriput
i. Perut cekung atau buncit
j. Bengkak pada punggung kaki yang berisi cairan (edema) dan bila di tekan lama kembali
k. Bercak merah kehitaman di tungkai dan pantat

3. Penyebab kurang gizi


a. Balita tidak mendapatkan ASI Ekslusif atau mendapatkan makanan tambahan sebelum usia 6
bulan
b. Balita yang disapih sebelum usia 2 tahun
c. Balita tidak mendapatkan makanan pendamping ASI (MP ASI) pada usia 6 bulan atau lebih
d. MP ASI kurang dan tidak bergizi
e. Setelah usia 6 bulan balita jarang disusui
f. Balita menderita sakit dalam waktu lama seperti : diare, campak, TBC, Batuk pilek
g. Kebersihan kurang dan lingkungan kotor

4. Akibat kurang gizi


a. Menyebabkan kematian bila tidak segera ditanggulangi oleh tenaga kesehatan
b. Tidak cerdas atau bodoh
c. Berat dan tinggi badan pada umur dewasa lebih rendah dari anak normal
d. Sering sakit infeksi, seperti batuk, pilek, diare, TBC dan lain-lain

5. Penatalaksanaan balita dengan kurang gizi


a. Penuhi gizi 4 sehat 5 sempurna
b. Membuat variasi menu sesuai dengan kesukaan anak
c. Memberikan multivitamin untuk meningkatkan nafsu makan anak
6. Pemberian Modisco
a. Pengertian
Minuman bernilai tinggi, mudah dicerna, dan kaya kalori protein.
b. Indikasi
• Defisiensi energi protein (DEP)
• Masa penyembuhan penyakit berat
• Kebutuhan energi tambahan bagi yang sakit menahun
• Kebutuhan energi gizi buruk
• Kesulitsn makan karena kelainan bawaan
c. Kontraindikasi
• Anak gemuk
• Penderita penyakit ginjal dan hati
d. Macam – macam modisco
• Modisco1/2
• Modisco 1
• Modisco II
• Modisco III
e. Persiapan alat
• Gelas
• Sendok teh
• Sendok makan
• Saringan
• Panci
f. Persiapan bahan
• Modisco ½ : 1 sdm tepung susu skim, 1 sdt gula pasir, ¼ sdm minyak kelapa
• Modisco 1 : 1 sdm susu skim, 1 sdt gula pasir, ½ sdm minyak kelapa
• Modisco II : 1 sdm tepung susu skim, 1 sdt gula pasir, 1 sdt margarin
• Modisco III : 1 ¼ sdm full cream atau 100 cc susu segar atau 1 ½ sdt gula pasir, 1 sdm
margarin
g. Cara pembuatan
• Campur susu bubuk dengan gula dan minyak/ margarin cair
• Diberi air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai 100 cc hingga tercampur
• Bila perlu, saring susu yang sudah tercampur tersebut
• Minumkan langsung pada anak atau bisa dimodifikasikan dengan makanan lain
• Tim dulu 15 menit agar tahan lama

Leaflet :
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Hari/ Tanggal:Waktu:Tempat:Sasaran:Ibu-Ibu Peserta Penyuluhan tentangGizi untuk
Balita.1 . P o k o k B a h a s a n ( T o p i k ) Gizi untuk Balita2 . S a s a r a n Sasaran
penyuluhan :Perwakilan ibu-ibu tiap RT di Desa SukasariSasaran program :Semua ibu-ibu yang
mempunyai balita di Desa Sukasari3 . TujuanA.Tujuan umumSetelah mengikuti ceramah 15 menit
diharapkan ibu-ibu desa Sukasari dapatmemahami gizi yang tepat bagi balita.B. Tujuan KhususSetelah
mendapatkan penyuluhan 15 menit, di harapkan ibu-ibu desa Sukasarimampu :1 ) M e n j e l a s k a n
p e n g e r t i a n g i z i b a l i t a 2)Menjelaskan manfaat makanan bergizi di usia
balita3 ) M e n j e l a s k a n k e b u t u h a n g i z i b a l i t a 4 ) M e n y u s u n m e n u s e h a t b a g i
b a l i t a 5)Memilih bahan makanan yang bergizi bagi balita 4.Garis Besar
Materia.Pengertian gizi untuk balita b.Manfaat gizi untuk balitac.Kebutuhan gizi balitad.Contoh
menu sehat balitae.Contoh bahan makanan yang bergizi bagi balita5. MetodeCeramah dan
diskusi
6 .Alat Bantua.Leaflet berisikan materi Gizi untuk Balita b.LCD, Laptop, layar c.Poster d.Kursi 20
buahe.Meja panjangf.Microfon7.Rencana EvaluasiEvaluasi prosesEvaluasi yang dapat ditunjukan
oleh para peserta selama penyuluhan :a.Keikutsertaan / partisipasi
masyarakat b.Perhatian yang diberikan oleh masyarakatc.Keaktifan pesert a untuk
bertanyaEvaluasi akhir Menanyakan kepada sasaran :1 ) A p a p e n g e r t i a n g i z i b a l i t a ?
2)
Mengapa di usia balita sangat penting diberikan makanan yang mengandung gizi
tepat untuk balita?
3)
Apa saja gizi yang dibutuhkan balita?
4)
Sebutkan contoh bahan makanan yang dibutuhkan
balita?J a w a b a n :
a.
Gizi anak balita adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan dan berpengaruh pada
pertumbuhan dan perkembangan pada usia balita.
b.
Usia balita adalah usia kritis dimana seorang anak akan bertumbuh dengan pesat baik secara fisik
maupun mental. Di masa-masa inilah seorang anak sangat membutuhkan gizi yang dapat membantu
pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan otaknya. Gizi yang tepat dan lengkap akanmemberikan
dampak yang positif bagi tumbuh kembang otak dan juga fisik.
c.
Gizi yang dibutuhkan pada usia balita adalah karbohidrat, protein, lemak, berbagai
vitamin, mineral serta cairan.

d.Sumber makanan yang dapat mendukung kebutuhan gizi balita antara


l a i n jagung, kacang hijau, telur, daging merah (sapi), ayam, ikan, buah-buahanseperti buah jeruk,
pepaya, dan sayur-sayur hijau
MATERIGIZI UNTUK BALITAA . P e n g e r t i a n
Gizi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan dan kesehatansedangkan gizi
anak balita adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan makanandan berpengaruh pada
pertumbuhan dan perkembangan balita.
B. Manfaat Gizi untuk Balita
Di usia balita , seorang anak membutuhkan berbagai nutrisi untuk membantumemaksimalkan
perkembangan otak dan juga menjaga tubuhnya sehat dan kuat.Usia balita adalah usia kritis dimana
seorang anak akan bertumbuh dengan pesat baik secara fisik maupun mental. Di masa-masa inilah
seorang anak sangatmembutuhkan nutrisi yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan
tubuhdan otaknya. Gizi yang tepat dan lengkap akan memberikan dampak yang positif bagitumbuh
kembang otak dan juga fisik. Jadi gizi pada usia balita sangat bermanfaat bagi pertumbuhan otak dan
tumbuh kembang balita.
C. Kebutuhan Balita Beserta Contoh Bahan Makanannya
Pertumbuhan otak dipengaruhi oleh faktor ke turunan dan nutrisi.
Sementara perkembangan otak dipengaruhi oleh faktor keturunan dan lingkungan(stimulasi).A g a r
otak tumbuh optimal, kebutuhan tubuh anak akan nutrisi khususnya n u t r i s i
yang membantu meningkatkan pertumbuhan otak seperti DHA,
A A , Sphingomyelin dan Sialic Acid harus dipenuhi terutama dalam masa balita.S e l a i n t u m b u h
k e m b a n g o t a k , t u m b u h k e m b a n g f i s i k b a l i t a p u n p e r l u diperhatikan.
Pemenuhan nutrisi makro dan mikro yang lengkap dan seimbang sesuaidengan usia anak
membantu proses tumbuh kembang l ebih optimal. Tubuh balita membutuhkan berbagai
nutrisi di masa pertumbuhan ini, antara lain protein, VitaminA , C , E , B 1 2 , K , s e l e n i u m , Z i n c ,
z a t b e s i , k a l s i u m d a n f o s f o r , d a n j u g a p r e b i o t i k inulin untuk membantu
pencernaannya.Sumber makanan yang dapat mendukung kebutuhan nutrisi di atas antara lainadalah
telur, daging merah (sapi, dan lain lain), ayam, ikan, buah-buahan seperti buah jeruk dan kiwi, dan sayur-
sayur hijau dan kol.
Tentu saja, untuk memastikan balita mendapatkan nutrisi yang lengkap dan seimbang,selain dari
makanan, ia pun membutuhkan susu yang lengkap dengan nutrisisetidaknya dua kali sehari. Dengan
memberikan nutrisi yang lengkap bagi balita, halini akan membantu memaksimalkan pertumbuhan dan
perkembangannya, sehingga iatumbuh sehat, kuat dan cerdas.Setelah anak berumur 1 tahun menu
harus bervariasi untuk mencegahkebosanan dan diberi susu, serealia, daging, sup, sayuran dan buah-
buahan.Makanan padat yang diberikan tidak perlu diblender lagi melainkan yang kasar supaya
anak yang mempunyai gigi dapat belajar mengunyah. Anak dibawah 5 tahun merupakankelompok yang
menunjukan pertumbuhan badan yang cepat. Masa balita adalah masa pertumbuhan sehingga
membutuhkan gizi yang baik.Pemberian makanan pada balita harus memenuhi kebutuhan balita itu
meliputi; kebutuhan kalori serta kebutuhan zat gizi utama yang meliputi hidrat arang, protein,lemak,
mineral, vitamin,dan cairan.
Energi
Zat gizi yang mengandung energi terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat tiap gram
protein dan karbohidrat memberi energi 4 kilokalori.Sedangkan lemak memberi energi 9
kilokalori.Dianjurkan supaya jumlah energi yamg diperlukandidapatkan dari 50-60 % karbohidrat, 25-35
% lemak selebihnya 10-15 % protein.Usia (Tahun)Kecukupan energi (kkal/kgBB)0-11-34-6110-12010090
Karbohidrat
Kebutuhan energi salah satunya di dapat pada karbohidrat, yang
j u g a merupakan komponen terbesar dalam kehidupan sehari-hari. Karbohidrat diperlukanuntuk
menunjang aktivitas anak seperti bergerak, berlari dan bermain.Sumber karbohidrat adalah roti,
kacang hijau, beras, kentang, tepung beras, singkong, ubi dan sebagainya.
Protein
.
Disarankan untuk memberi2,5-3 gram tiap kg BB Balita.Protein yangdiberikan dianggap adekuat jika
mengandung semua asam amino essensial dalam jumlah yang cukup mudah dicerna dan diserap tubuh
serat berkualitas tinggi.Usia (Tahun)Kecukupan energi (gr/kgBB)0-11-34-62,521,8Sumber protein
adalah susu, daging, ayam, hati, tahu, tempe, keju, kacang-kacangandan sebagainya.Protein
diperlukan untuk pembentukan jaringan tubuh baru seperti pertumbuhan gigidan tulang.
Lemak
Energi total balita sekitar 20-25 % berasal dari lemak.Fungsi lemak untuk balita adalah :•
Memenuhi kebutuhan energi atau kalori untuk menjalankan proses pertumbuhan
dan perkembangan serta berbagai proses metabolisme tubuh• Membentuk sel-sel otak. Sebanyak
70% bahan pembentuk otak adalah lemak.• Bahan baku aneka hormon, antara lain
hormon seks dan hormon kortikosteroid yang bahan bakunya adalah kolesterol• Bahan
baku membran atau selaput setiap sel tubuh, selubung semua jaringan saraf dan sel-sel saraf.•
Membantu penyerapan berbagai vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A,D, E dan K •
Membantu merasa kenyang, sehingga tidak makan terus.Sumber lemak terdapat pada minyak
kelapa, kedelai, minyak kelapa sawit dan kacangtanah.
Mineral dan Vitamin
.Mineral dan vitamin pada balita berfungsi untuk pertumbuhan danmetabolisme tubuh. Pada anak
balita bila terjadi defisiensi akan menganggu pertumbuhan.Mineral
Kebutuhan zat besi 10-15mg/hari. Jika terjadi defisiensi menyebabkan anemiadan rentan
terhadap infeksi. Sumber zat besi yaitu hati, daging, sayur hijau, telur, kacang-
kacangan.K a l s i u m p a d a a n a k b a l i t a d i g u n a k a n u n t u k p e r t u m b u h a n t u l a n g
d a n g i g i . Kebutuhan kalsium untuk anak balita adalah 500mg/hari. Sumber kalsium yaitu
susu,keju, kerang, teri dan sayur hijau.S e n g p a d a a n a k b a l i t a d i p e r l u k a n
u n t u k p e r t u m b u h a n . A p a b i l a t e r j a d i defisiensi menyebabkan anemia, luka sulit
sembuh. Kebutuhan seng untuk anak balita10mg/hari. Sumber seng yaitu telur, hati, ikan laut,
dan daging.VitaminV i t a m i n m e r u p a k a n s e n y a w a o r g a n i k u n t u k m e t a b o l i s m e
s e l . K e b u t u h a n vitamin untuk anak balita yaitu vitamin A, B, C, D, E,dan
vitamin K. Vitamin bagi balita sangat berguna untuk pertumbuhan dan metabolisme tubuh.
Suplemen vitamindan mineral diberikan pada balita yang mengalami nafsu makan
kurang, ekonomikurang dan vegetarian.Menu yang setiap harinya mengandung susu, daging,
ayam, ikan, telur, sayur, buah dan serealia akan mengandung cukup mineral dan vitamin
.Cairan
Pada umumnya anak sehat memerlukan 1000 -1500 ml air setiap harinya. Padakeadaan sakit
seperti infeksi dengan suhu tubuh tinggi, diare, muntah masukan cairanharus ditingkatkan untuk
menghindari dehidrasi.B e b e r a p a j e n i s b a h a n m a k a n a n d a p a t l a n g s u n g
d i m a k a n m i s a l n y a b u a h - buahan,susu. Namun banyak bahan makanan yang
memerlukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dapat dimakan misal beras, tepung,
minyak, dllSetelah mengetahui gizi yang tepat bagi balita,maka dalam kehidupan sehari-hari ibu
dapat membuat menu sehat bagi balitanya.Pemberian makan sehari pada anak balita adalah
sebagai berikut :a.Makanan sumber zat tenaga :3 -4 piring (1 gelas
nasi/penggantinya)misalnya roti,bihun. b.Makanan sumber zat pembangun :4 -5 porsi
lauk@ 50 gr misalnya telur, daging, tempe, tahu. Dianjurkan 2 porsi berasal dari protein
hewani.
c.Makanan sumber zat pengatur :2 -3 porsi sayuran, buah -buahan berwarna.Satu
porsi sayuran sama dengan satu mangkok sayuran , satu porsi kuranglebih 100 gram.Contoh
Menu Sehari (Kalori = 1200-1300 kalori; Protein = 25-39 gr)1.
Pagi
: Segelas susu, nasi ,sup kacang merah
Snack
: Roti isi selai strawbery
Siang
: Nasi, Ikan goreng, Tempe Bacem, sayur bening (labu air,kacang panjang, jagung muda),buah
Snack
: Bubur Kacang Ijo
Malam
: Nasi, sup ayam (sayuran bunga kol, wortel, buncis),satu gelas susu2.
Pagi
: Nasi, sup (bayam, wortel, dan bakso), segelas susu
Snack
: Biskuit dan sari buah
Siang
: Nasi, daging, tempe, sup sayur, buah
Snack
: Pastel ayam
Malam:
Nasi, ayam goreng, tumis sayur, buah,segelas susu
Kecukupan gizi sehari anak balita (dalam bahan makanan)
Bahan makanan di atas dapat dipilih ibu untuk memberikan makanan bergizi yangdibutuhkan
untuk pertumbuhan dan perkembangan balita.Sumber :1.http://
www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/lemak.sahabat.ba llita/001/001/45/47/-/4diunduh 19
november 2008 jam 20.00 WIB2.http://www.mail-
archive.com/balitaanda@indoglobal.com/msg34730.htmldiunduh 19 November 2008 jam 21.00
WIB3.Path,Erna Francin.2004.Gizi dalam Kesehatan Reproduksi.Jakarta:EGC4.Handout mata
kuliah Gizi dalam Kesehatan Reproduksi

Kebutuhan zat besi 10-15mg/hari. Jika terjadi defisiensi menyebabkan anemiadan rentan
terhadap infeksi. Sumber zat besi yaitu hati, daging, sayur hijau, telur, kacang-
kacangan.K a l s i u m p a d a a n a k b a l i t a d i g u n a k a n u n t u k p e r t u m b u h a n t u l a n g
d a n g i g i . Kebutuhan kalsium untuk anak balita adalah 500mg/hari. Sumber kalsium yaitu
susu,keju, kerang, teri dan sayur hijau.S e n g p a d a a n a k b a l i t a d i p e r l u k a n
u n t u k p e r t u m b u h a n . A p a b i l a t e r j a d i defisiensi menyebabkan anemia, luka sulit
sembuh. Kebutuhan seng untuk anak balita10mg/hari. Sumber seng yaitu telur, hati, ikan laut,
dan daging.VitaminV i t a m i n m e r u p a k a n s e n y a w a o r g a n i k u n t u k m e t a b o l i s m e
s e l . K e b u t u h a n vitamin untuk anak balita yaitu vitamin A, B, C, D, E,dan
vitamin K. Vitamin bagi balita sangat berguna untuk pertumbuhan dan metabolisme tubuh.
Suplemen vitamindan mineral diberikan pada balita yang mengalami nafsu makan
kurang, ekonomikurang dan vegetarian.Menu yang setiap harinya mengandung susu, daging,
ayam, ikan, telur, sayur, buah dan serealia akan mengandung cukup mineral dan vitamin
.Cairan
Pada umumnya anak sehat memerlukan 1000 -1500 ml air setiap harinya. Padakeadaan sakit
seperti infeksi dengan suhu tubuh tinggi, diare, muntah masukan cairanharus ditingkatkan untuk
menghindari dehidrasi.B e b e r a p a j e n i s b a h a n m a k a n a n d a p a t l a n g s u n g
d i m a k a n m i s a l n y a b u a h - buahan,susu. Namun banyak bahan makanan yang
memerlukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dapat dimakan misal beras, tepung,
minyak, dllSetelah mengetahui gizi yang tepat bagi balita,maka dalam kehidupan sehari-hari ibu
dapat membuat menu sehat bagi balitanya.Pemberian makan sehari pada anak balita adalah
sebagai berikut :a.Makanan sumber zat tenaga :3 -4 piring (1 gelas
nasi/penggantinya)misalnya roti,bihun. b.Makanan sumber zat pembangun :4 -5 porsi
lauk@ 50 gr misalnya telu r,daging, tempe, tahu. Dianjurkan 2 porsi berasal dari protein
hewani.

c.Makanan sumber zat pengatur :2 -3 porsi sayuran, buah -buahan berwarna.Satu


porsi sayuran sama dengan satu mangkok sayuran , satu porsi kuranglebih 100 gram.Contoh
Menu Sehari (Kalori = 1200-1300 kalori; Protein = 25-39 gr)1.
Pagi
: Segelas susu, nasi ,sup kacang merah
Snack
: Roti isi selai strawbery
Siang
: Nasi, Ikan goreng, Tempe Bacem, sayur bening (labu air,kacang panjang, jagung muda),buah
Snack
: Bubur Kacang Ijo
Malam
: Nasi, sup ayam (sayuran bunga kol, wortel, buncis),satu gelas susu2.
Pagi
: Nasi, sup (bayam, wortel, dan bakso), segelas susu
Snack
: Biskuit dan sari buah
Siang
: Nasi, daging, tempe, sup sayur, buah
Snack
: Pastel ayam
Malam:
Nasi, ayam goreng, tumis sayur, buah,segelas susuKecukupan gizi sehari anak balita (dalam
bahan makanan)

Bahan makanan di atas dapat dipilih ibu untuk memberikan makanan bergizi yangdibutuhkan
untuk pertumbuhan dan perkembangan balita.Sumber :1.http://
www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/lemak.sahabat.ba llita/001/001/45/47/-/4diunduh 19
november 2008 jam 20.00 WIB2.http://www.mail-
archive.com/balitaanda@indoglobal.com/msg34730.htmldiunduh 19 November 2008 jam 21.00
WIB3.Path,Erna Francin.2004.Gizi dalam Kesehatan Reproduksi.Jakarta:EGC4.Handout mata
kuliah Gizi dalam Kesehatan Reproduksi

Penyuluhan Kesehatan dan Konsultasi Gizi

Penyuluhan Kesehatan
Penyuluhan Kesehatan bertujuan mengembangkan pengertian yang benar dan sikap yang positif
individu/pasien atau kelompok/keluarga pasien (receiver) agar yang bersangkutan menerapkan
cara hidup sehat dalam hidupnya sehari-hari atas kesadaran dan kemauan sendiri. Kegiatan
penyuluhan di dilakukan oleh perawat, petugas penyuluhan kesehatan masyarakat, sedangkan
konsultasi gizi diberikan oleh petugas gizi masyarakat yang sudah berpengalaman dalam teknik-
teknik penyampaian informasi dan komunikasi dua arah. Jumlah petugas diruang penyuluhan
dan konsultasi gizi adalah 4 orang petugas yang terdiri dari 2 orang perawat, satu orang petugas
penyuluhan kesehatan masyarakat dan satu orang ahli gizi. Penyuluhan kesehatan masyarakat di
BBKPM Bandung bertujuan agar pasien dan keluarga memahami:

1. Perjalanan dan bahaya penyakit paru pada umumnya dan khususnya penyakit TBC
2. Cara penularan penyakit TBC, Tata cara minum obat dan akibat yang ditimbulkan bila
pengobatan tidak teratur atau tidak tuntas.
3. Pengertian tentang Pengawas Minum Obat (PMO)
4. Pemakaian alat kontrasepsi selama pengobatan
5. Pengarahan khusus kepada pasien penderita keluhan mental, tuna rungu, stress dan lain-
lain
6. Cara hidup sehat, sanitasi lingkungan dan perumahan, kesehatan perorangan (personal
hygiene) dan faktor-faktor yang bisa menghambat proses kesembuhan pada pasien.
Yang menjadi sasaran penyuluhan adalah seluruh pasien yang berobat ke BBKPM Bandung
(Umum, Peserta Askes/Askeskin)

Konsultasi Gizi
Maksud pemberian konsultasi gizi pada pasien adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien
tentang penyakit, meningkatkan pengetahuan penderita dan keluarga tentang asupan gizi yang
diperlukan untuk mempercepat penyembuhan penyakit yang diderita. Konsultasi Gizi juga
dimaksudkan untuk meningkatkan status gizi penderita melalui bimbingan penyusunan menu
makanan dan melakukan evaluasi terhadap peningkatan status gizi melalui pemantauan kenaikan
berat badan.
Pelayanan penyuluhan dilakukan oleh tenaga ahli gizi. Prosedur standar penyuluhan gizi adalah:

1. Petugas mencatat identitas pasien pada buku pencatatan laporan harian, Kartu Menuju
Sehat, Leaflet diet yang bersangkutan dan sistem informasi manajemen BBKPM.
2. Pasien harus memperlihatkan hasil pemeriksaan laboratorium sebagai bahan kajian
3. kemudian dilakukan pengukuran anthropometri (penimbangan berat badan, tinggi badan
atau panjang badan untuk bayi.
4. Selanjutnya petugas melakukan pengkajian status gizi berdasarkan standar Indeks Massa
Tubuh (IMT) untuk pasien dewasa dan standar WHO NCS untuk pasien anak
5. Melakukan pengkajian kebiasaan makan, pola makan dan asupan maka dalam sehari
(anamnesa)
6. Berdasarkan data-data diatas petugas akan mengetahui status pasien dan memberikan
penyuluhan gizi sesuai dengan penyakit yang di derita serta obat yang diminum.
7. Konsultasi gizi diberikan berdasarkan penyakit yang di derita kepada:
8. Pasien TB yang berstatus gizi buruk
9. Penderita gizi kurang defisiensi kalori, protein, anemia, dan penyakit paru-paru, dengan
berat badan di bawah normal serta asma kronis, bronchitis kronis, dan emfisema.
10. Orang tua anak balita yang mengalami gizi kurang baik, KEP Berat, KEP Sedang, KEP
Ringan
11. Pasien penderita Diabetes Mellitus
12. Pasien penyakit hati seperti hepatitis dan pasien penyakit paru yang disertai dengan kadar
SGOT, SGPT dan bilirubin tinggi
13. Pasien yang menderita penyakit lambung dan gangguan pencernaan
14. Pasien penderita tekanan daran tinggi (hypertensi)
15. Pasien dengan kadar asam urat tinggi
16. Pasien penyakit paru yang disertai dengan kadar kolesterol dan lemak tinggi
17. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk pasien gizi buruk.

Untuk menunjang pekerjaan di lengkapi dengan Manequin (alat peraga organ tubuh), Food
Model, Alat Timbang Badan dan Tinggi Badan (Microtoise) juga poster-poster dan Leaflet.
SAP KESEHATAN LINGKUNGAN

Parepare, 29 juni 2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Cabang ilmu : Keperawatan komunitas


Topik : Kesehatan lingkungan
Hari/Tanggal : Selasa, 29 juni 2010
Waktu : Jam 15:45 wita
Tempat : Masjid Taqwa
Sasaran : Masyarakat Kelurahan Lakessi
Metode : Ceramah, Tanya jawab
Media : Laptop dan Proyektor
Materi : Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
Tujuan umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini masyarakat dapat memahami dan mengerti tentang
pentingnya kesehatan lingkungan dalam bentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Tujuan khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan masyarakat mampu:
 Mengetahui apa itu perilaku hidup bersih dan sehat.
 Mengetahui 10 PHBS
 Masyarakat Kelurahan Lakessi dapat menyadari tentang pentingnya menggunakan air bersih.
 Masyarakat Kelurahan Lakessi dapat menyadari tentang pentingnya menggunakan jamban
sehat.
 Masyarakat Kelurahan Lakessi dapat menyadari tentang pentingnya rumah bebas jentik
nyamuk.
 Masyarakat Kelurahan Lakessi dapat menyadari tentang pentingnya rumah bebas asap rokok.
 Mengetahui manfaat rumah sehat.
NO WAKTU URAIAN KEGIATAN KEGIATAN MASYARAKAT
KEGIATAN PENYULUHAN
1. 5 menit Pendahuluan Memperkenalkan Mendengar /memperhatikan
diri dan Mendengarkan
2. 20 menit Penjelasan menjelaskan
materi tujuan Bertanya
3. 20 menit Evaluasi Menjelaskan
materi memperhatikan
4. 5 menit Penutup penyuluhan
Tanya jawab
Menyimpulkan

Kriteria hasil:
 Masyarakat mengetahui apa itu perilaku hidup bersih dan sehat.
 Masyarakat mengetahui 10 PHBS
 Masyarakat Kelurahan Lakessi dapat menyadari tentang pentingnya menggunakan air bersih
 Masyarakat Kelurahan Lakessi dapat menyadari tentang pentingnya menggunakan jamban
sehat
 Masyarakat Kelurahan Lakessi dapat menyadari tentang pentingnya rumah bebas jentik
nyamuk.
 Masyarakat Kelurahan Lakessi dapat menyadari tentang pentingnya rumah bebas asap rokok.
 Masyarakat mengetahui manfaat rumah sehat.
Materi Penyuluhan:
 Apa itu perilaku hidup bersih dan sehat?
 PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran.
 PHBS jumlahnya banyak sekali setiap rumah tangga dianjurkan melaksanakan PHBS

 Sepuluh perilaku hidup bersih dan sehat


 Persalinan ditolong oleh bidan
 Beri bayi dengan ASI ekslusif
 Menimbang bayi dan balita
 Menggunakan air bersih
 Mencuci tangan dengan air dan sabun
 Menggunakan jamban sehat
 Memberantas jentik nyamuk
 Makan buah dan sayur setiap hari
 Melakukan aktifitas fisik setiap hari
 Tidak merokok dalam rumah
 Air bersih
a. Syarat-ayarat air bersih
 Air tidak berwarna, harus bening dan jernih
 Air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya.
 Air tidak berasa
 Air tidak berbau
b. Kegunaan air
 Untuk diminum
 Untuk dimasak
 Untuk mandi
 Untuk mencuci
 Sumber Air Bersih
 Mata air
 Sumur gali
 Sumur pompa
 Penampungan Air hujan
 Air kemasan

c. Manfaat menggunakan air bersih


 Terhindar dari gangguan penyakit seperti diare, kolera, dysentri, typus, cacingan, penyakit
mata, penyakit kulit, atau keracunan.
 Setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya
d. Cara menjaga kebersihan sumber air bersih
 Letak sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah paling sedikit adalah 10
meter.
 Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemaran
 Sumber air minum harus dijaga bangunannya.
 Sumber air minum harus dijaga kebersihannya
e. Cara menjernihkan air
 Menyaring
 Menjernihkan
 Mengendapkan

 Jamban sehat
a. Pengertian Jamban
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang
terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tampa leher angsa atau
cemplung yang dilengkapi dengan unuit penampungan kotoran dan air untuk membersihkanya.
b. Mengapa harus menggunakan jamban?
 Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau
 Tidak mencemari sumber air yang berada disekitarnya.
 Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit
c. Syarat jamban sehat
 Tidak mencemari tanah disekitarnya
 Mudah dibersihkan dan aman digunakan
 Dilengkapi dinding dan atap pelindung
 Penerangan dan ventilasi cukup
 Lantai kedap air dan luas ruangan memadai
 Tersedia air, sabun dan alat pembersih
d. Cara memelihara jamban sehat
 Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
 Bersihkan jamban dengan teratur sehingga ruan jamban dalam keadaan bersih
 Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat
 Tidak ada serangga dan tikus yang berkeliaran
 Tersedia alat pembersih
 Bila ada kerusakan, segera diperbaiki

 Rumah bebas jentik nyamuk


a. Apa itu rumah bebas jentik
Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan jentik berkala
tidak terdapat jentik nyamuk.
b. Pemeriksaan jentik berkala (PJB)
Adalah pemeriksaan jentik pada tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk (tempat
penampungan air) yang ada didalam rumah seperti bak mandi (WC) vas bunga, tatakan kulkas,
dll. Dan diluar rumah seperti talang air, alas pot kembang, pagar bambu dll, yang dilakukan
secara teratur setiap minggu.
c. Siapa yang melakukan pemeriksaan jentik nyamuk dirumah?
Seluruh anggota rumah tangga yang mampu melakukan pemeriksaan jentik.
d. Cara menghindari gigitan nyamuk
 Menggunakan kelambu
 Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di belakang pintu kamar
 Menanam tumbuhan pengusir nyamuk
 Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.
 Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai
 Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak
 Menaburkan bubuk pembunuh jentik.
Pengertian diare.
Penyakit diare (mencret) adalah penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk tinja
yang melembek sampai mencair dan frekwensi lebih dari biasanya (lebih dari 3 x sehari
semalam)
Sering juga anak yang mencret mengalami muntah-muntah, perut kembung dan kejang serta
kotoran berbau lebih busuk dari biasanya
Penyebab / etiologi diare
1. Masuknya kuman penyakit dalam perut
2. Makan makanan basi, beracun atau salah makan
3. Tidak tahan terhadap makanan tertentu misalnya susu
4. Faktor lain seperti penyediaan air bersih, kurangnya fasilitas sanitasi dan kebersihan
perorangan.

Tanda-tanda diare
a. Tanda – tanda anak yang baru mulai mencret :
 Anak mulai mencret 1-2 x sehari semalam
 Anak masih suka main
 Anak masih mau makan
b. Tanda- tanda anak diare dan lemas:
 Tinja cair, frekwensi 3 x sehari atau lebih
 Anak tidak mau makan
 Lesu dan lemas
 Kadang-kadang muntah 1-2 x sehari
 Badan kadang-kadang panas
c. Tanda-tanda penderita muntah berak (muntaber):
 Berak encer, cair terus menerus
 Muntah-muntah
 Setengah hari tidak kencing
 Pada bayi ubun-ubun cekung
 Mata cekung, bibir kering dan biru
 Panas tinggi sampai kejang.
Bahaya akibat diare
Diare / mencret yang terus menerus menyebabkan anak kekurangan cairan dan akhirnya
akan meninggal karena kekurangan cairan.
Upaya mengatasi diare secara sederhana
Pada anak yang baru mencret ibu dianjurkan memberi minum lebih banyak dari
biasanya. Minuman yang diberikan apa saja yang tersedia di rumah seperti kuah sayur, air teh,
air kelapa, larutan gula garam, air taji dan lain-lain. ASI dan makanan diberikan seperti biasanya.
Kalau bayi/anak masih mencret terus menerus, berikan oralit 200 cc untuk 4 jam
pertama 2-4 gelas, untuk selanjutnya berikan ½ - 1 gelas oralit atau larutan gula garam.
Upaya pencegahan diare

Makanan

1. Dicuci bersih
2. Dimasak dengan benar
3. Disimpan dengan benar
4. Peningkatan pemberian makanan pengganti ASI

Minuman

1. Minum dengan air yang dimasak


2. Berikan ASI pada bayi
3. Jangan memberikan susu botol pada anak dibawah 4 Bulan

Kebersihan perorangan

1. Kuku yang panjang dipotong dan selalu bersih


2. Setiap selesai buang air besar harus mencuci tangan dengan sabun

3. Cuci tangan sampai bersih sebelum dan sesudah makan


4. Gunakan sabun untuk cuci tangan dan mandi

Lingkungan

1. Buang air besar di jamban, kakus sehat (memakai tutup


2. Halaman pekarangan bersih dari sampah
3. Air kotor/limbah mengalir lancar
4. tempat sampah tertutup

Cara membuat larutan gula garam

1. Cuci tangan dengan sabun


2. Sediakan air matang 1 gelas (air putih/air teh)
3. Masukkan 1 sendok teh gula
4. Masukkan garam dapur sedikit (1/4 sendok teh)

Cara membuat oralit

1. Cuci tangan dengan sabun


2. Sediakan air putih satu gelas (jangan air panas)
3. Tuangkan bubuk oralit sedikit demi sedikit sampai habis. Bila muntah minumkan lagi. Oralit
bisa didapatkan di toko obat, puskesmas dan posyandu.

Kesehatan Lingkungan (Contoh Satuan Acara Penyuluhan-SAP)

Posted on June 30, 2010

Bagi mahasiswa keperawatan atau mahasiswa kebidanan yang ingin mencari referensi Satuan
Acara Penyuluhan (SAP), berikut ini adalah contoh SAP tentang Kesehatan Lingkungan:
Pokok Bahasan :Kesehatan Lingkungan
Sub Pokok Bahasan: SPAL yang memenuhi standar kesehatan
Sasaran: Keluarga Binaan
Waktu: 30 Juni 2010 jam 15.00 WITA
Tempat: Rumah Keluarga Binaan

TIU: Setelah penyuluhan, keluarga mampu memahami pentingnya menciptakan lingkungan


rumah yang memenuhi standar kesehatan.

TIK: Setelah penyuluhan, keluarga diharapkan mampu :

1. Menyebutkan pengertian Kesehatan Lingkungan


2. Menjelaskan ruang lingkup Kesehatan Lingkungan
3. Menjelaskan pengaruh Kesehatan Lingkungan rumah terhadap kesehatan
4. Menciptakan lingkungan rumah , khususnya SPAL yang memenuhi standar kesehatan

Materi:
1). Pengertian Kesehatan Lingkungan
2). Ruang lingkup Kesehatan Lingkungan
3). Pengaruh Kesehatan Lingkungan terhadap kesehatan keluarga
4). Syarat – syarat lingkungan rumah yang sehat

Metode: Ceramah
Media: Karton Manila

Evaluasi:
Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga mampu :

 Menyebutkan pengertian Kesehatan Lingkungan


 Menjelaskan ruang lingkup Kesehatan Lingkungan
 Menjelaskan pengaruh Kesehatan Lingkungan terhadap kesehatan keluarga
 Menciptakan lingkungan rumah , khususnya SPAL yang memenuhi standar kesehatan

Pembahasan Materi
A. Pengertian Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan adalah suatu keseimbangan yang harus ada antara manusia dengan
lingkungan agar dapat menjamin kesehatan manusia.

B. Ruang lingkup Kesehatan Lingkungan

 Penyediaan air bersih dan pengendalian pencemaran air bersih serta pengolahan air
limbah (SPAL ) tertutup
 Pengolahan sampah dan pemberantasan vektor
 Pencegahan dan pengawasan pencemaran tanah
 Sanitasi makanan dan pengendalian pencemaran udara
 Pengendalian kebisingan perumahan dan permukiman
 Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk perlindungan lingkungan

C. Pengaruh Kesehatan Lingkungan terhadap kesehatan keluarga


Keluarga yang sehat biasanya berasal dari lingkungan rumah yang sehat, maka kesehatan
keluarga dapat meningkat. Rumah yang cukup bersih dapat memberikan kenyamanan bagi
penghuninya. Rumah yang ventilasinya cukup, dapat menghindarkan keluarga dari resiko
terjadinya penyakit/gangguan saluran pernafassan.

D. Syarat – syarat lingkungan rumah yang sehat

 Harus mempunyai pekarangan / halaman yang cukup


 Harus mempunyai ventilasi yang cukup sehingga memungkinkan sirkulasi udara yang
lancar
 Harus cukup mendapat penerangan baik siang maupun malam hari
 Mempunyai WC dalam kamar mandi
 Adanya sumber air yang sehat
 Harus ada tempat pembuangan kotoran, sampah, dan air limbah yang baik
 Harus dapat mencegah perkembangan vektor penyakit, mis : nyamuk, tikus, dll.

Asuhan Keluarga Binaan

KELUARGA BINAAN

I. PENGKAJIAN
Dusun : Sembung Kabupaten : Klaten
Desa : Sukorejo Provinsi : Jawa Tengah
Kecamatan : Wedi Tahun : 2009

A. Kependudukan
1. Nama kepala keluarga : Tn. T.S
2. Jumlah anggota keluarga : 2 jiwa
a Laki-laki : 1 jiwa
b Perempuan : 1 jiwa
3. Distribusi anggota keluarga menurut kelompok umur dan jenis kelamin
No Kelompok Umur L P
1 0 - 11 bulan
2 1 - 4 tahun
3 5 - 6 tahun
4 7 - 10 tahun
5 15 - 49 tahun 1 1
6 50 - 60 tahun
7 61 tahun keatas
Jumlah 1 1

4. Distribusi anggota keluarga menurut tingkat pendidikan


No Tingkat Pendidikan Jumlah
1 Tidak pernah sekolah
2 Belum sekolah
3 Tidak tamat SD
4 Belum tamat SD/ sederajat
5 Tamat SD/ sederajat 1
6 Tamat SLTP/ sederajat 1
7 Tamat SLTA/ sederajat
8 Tamat PT/ akademi
Jumlah 2

5. Distribusi anggota keluarga menurut mata pencaharian (17 tahun keatas)


No Mata Pencaharian Jumlah
1 Petani
2 Nelayan
3 Peternak
4 Pengusaha Industri
5 Pekerjaan Buruh Kasar 2
6 Pengrajin
7 PNS (ABRI/Sipil)
8 Karyawan Swasta
9. Pensiunan
10. Lain-lain
Jumlah 2
B. Status kesehatan
1. Kesakitan
a Anggota keluarga yang sakit : tidak ada
b Proporsi penyakit
1) Bayi : tidak ada
2) Anak Balita : tidak ada
3) Ibu : tidak sedang menderita penyakit apapun
2. Sarana/tempat berobat : bidan, dokter
3. Kematian anggota keluarga (dalam 1 tahun) : tidak ada

C. Pelayanan kesehatan
1. KIA
a Kehamilan : G1P0A0
1). Umur kehamilan : 22+5 minggu
2). Frekuensi pemeriksaan kehamilan
Umur 1-3 bulan : 5x
Alasan periksa : ingin mengetahui keadaan janin dan bila ada keluhan seperti mual dan pusing
3). Imunisasi TT : TT1 tanggal 25 Mei 2009
Alasan imunisasi TT belum lengkap : umur kehamilan belum mencukupi
4). Pemberian tablet Fe : 20 tablet
5). PMT (Pemberian Makanan Tambahan) ibu hamil : ya
6). Vitamin A : ya
7). Buku KIA/KMS Bumil : ada
8). Ibu hamil mengikuti Tabulin : ya
9). Ibu hamil dengan faktor resiko : tidak ditemukan
b Persalinan (umur bayi maksimal 11 bulan 29 hari) : tidak ada
c Ibu nifas : tidak ada
d Ibu meneteki : tidak ada
e Bayi dan balita : tidak ada
f Pra sekolah : tidak ada
g Usia sekolah : tidak ada
h Remaja : tidak ada
i Menopause : tidak ada
j Lansia : tidak ada
k Imunisasi bayi : tidak ada
2. Keluarga Berencana (KB)
Ibu belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun
3. Jenis Industri Rumah Tangga
Keluarga tidak memiliki industri rumah tangga.
4. P2M (Pencegahan Penyakit Menular)
Anggota keluarga yang mengalami demam : tidak ada
Periksa darah ke laboratorium : tidak
5. Perkesmas
Penderita sakit yang dirawat di rumah : tidak ada
6. Laboratorium
Anggota keluarga diperiksa ke laboratorium : tidak ada
D. Perilaku Terhadap Kesehatan
1. Perilaku mandi dan gosok gigi
a Frekuensi : 2 kali sehari
b Tempat mandi : kamar mandi
c Penggunaan sabun : ya
d Frekuensi gosok gigi sehari : 2 kali sehari
Jumlah sikat gigi : sesuai dengan jumlah anggota keluarga
2. Perilaku buang air besar
BAB di kakus
3. Kebiasaan mengambil air minum : air untuk minum dimasak
4. Kebiasaan ganti pakaian sehari : tiap hari
5. Kebiasaan membersihkan rumah : dua kali sehari
6. Pantangan makan dan minum : tidak ada
7. Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)

a Hasil Kadarzi
1) Keluarga makan aneka ragam makanan : ya
2) Keluarga memantau kesehatan dan pertumbuhan dengan cara menimbang berat badan : ya
3) Keluarga gunakan garam beryodium dalam makanan sehari-hari : ya
4) Ibu memberi ASI sampai bayi umur 4 bulan : ya
5) Keluarga biasa makan pagi : ya
6) Makan 3 kali sehari : ya
b Status Kadarzi : Sadar Gizi

E. Lingkungan
1. Kesehatan Lingkungan/Lingkungan Fisik (perumahan)
a Pembuangan kotoran/jamban keluarga : ada memenuhi syarat
b Penyediaan air bersih : ada memenuhi syarat
c Pembuangan sampah : ada memenuhi syarat
d Pembuangan air limbah : ada memenuhi syarat
e Jendela rumah/ventilasi : ada tidak memenuhi syarat
f Cerobong asap dapur : tidak ada
g Ruang tidur : ada tidak memenuhi syarat
h Bebas jentik : tidak
i Bebas tikus : ya
j Bebas lalat : ya
k Pekarangan bersih : ya
l Pekarangan dimanfaatkan : ya
m Kelayakan rumah : ya
2. Sosial Ekonomi
Rata-rata pengeluaran (belanja) keluarga perbulan : Rp. 600.000,00

3. Sosial Budaya
Ibu mengikuti kegiatan arisan RT dan perkumpulan ibu hamil di Poskesdes

F. Kebutuhan Kesehatan yang Dirasakan oleh Masyarakat


Penyuluhan PHBS

II. INTERPRETASI DATA


Diagnosa : Keluarga dengan ibu hamil normal
Masalah : Suami perokok
Kebutuhan : Penyuluhan tentang bahaya perokok pasif.

III. DIAGNOSA/ MASALAH POTENSIAL


Tidak ada

IV. ANTISIPASI
Belum perlu

V. PERENCANAAN
1. Berikan dukungan moril pada ibu hamil
2. Anjurkan ibu untuk menghindari asap rokok
3. Beri KIE tentang tablet Fe

VI. PELAKSANAAN
Tanggal 28 Mei 2009 pukul 14.30 WIB
1. Memberikan dukungan moril pada ibu hamil
2. Memberi KIE tentang tablet Fe
Tanggal 30 Mei 2009 pukul 09.00 WIB
3. Menganjurkan ibu untuk menghindari asap rokok
4. Menganjurkan Tn.S untuk mengurangi rokok

VII. EVALUASI
1. Ibu telah mendapat dukungan moril
2. Ibu kurang tepat menyebutkan pengertian tablet Fe
3. Ibu dapat menyebutkan kembali cara meminum tablet Fe yang benar
4. Ibu dapat menyebutkan kembali cara penyimpanan tablet Fe yang benar
5. Ibu dapat menyebutkan kembali bahan makanan yang mengandung Fe
6. Ibu kurang tepat menyebutkan akibat mengkonsumsi tablet Fe yang berlebihan
7. Ibu dapat menyebutkan kembali minuman yang dapat menghambat penyerapan tablet Fe
8. Ibu dan keluarga bersedia mengikuti anjura
SATUAN ACARA PENYULUHAN
GIZI SEIMBANG

Pokok bahasan : Gizi Seimbang


Sub pokok bahasan : Gizi seimbang pada balita
Penyuluh : Mahasiswa Jurusan Kebidanan semester VI
Hari/tanggal : Selasa, 3 Juni 2008
Waktu : pukul 08.00 WIB sampai selasai
Tempat : PPKKS Klaten Selatan
Sasaran : Ibu, balita dan keluarga

I. Tujuan Intruksional Umum ( TIU )


Setelah mendapatkan penyuluhan tentang gizi seimbang pada balita selama 60 menit, diharapkan ibu-
ibu yang mempunyai balita di wilayah PPKKS Klaten Selatan dapat mengetahui dan memahami tentang
manfaat gizi seimbang

II. Tujuan Intruksional Khusus ( TIK )


1. Peserta dapat menjelaskan pengertian gizi seimbang
2. Peserta dapat menjelaskan sumber-sumber gizi seimbang
3. Peserta dapat menjelaskan pengertian makanan pendamping ASI (PASI)
4. Peserta dapat menjelaskan manfaat PASI
5. Peserta dapat menjelaskan cara membuat PASI

III. Media
1. KMS
2. Leaflet

IV. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
V. Pelaksanaan
No. Acara Waktu Kegiatan Penyuluhan Evaluasi
1. Pembukaan 5mnt • Mengucap salam dan terimakasih atas kedatangan para peserta.
• Memperkenalkan diri dan apresiasi. Menjawab salam, mendengarkan dengan seksama.
2. Inti 15 mnt • Menyampaikan materi tentang pengertian gizi seimbang.
• Menjelaskan sumber-sumber gizi seimbang.
• Menjelaskan tentang 13 pesan gizi seimbang.
• Menjelaskan pengertian MP ASI.
• Menjelaskan manfaat MP ASI. Mendengarkan dan memperhatikan.
3. Diskusi 25 mnt Meminta peserta untuk mengajukan pertanyaan jika belum jelas. Peserta mengajukan
pertanyaan.
4. Penutup 5 mnt • Menyimpulkan hasil penyuluhan.
• Memberi saran-saran.
• Memberi salam dan meminta maaf bila ada kesalahan.
• Mengucapkan terima kasih atas perhatian dan mengucapkan salam. Peserta menjawab salam.

VI. Materi
Gizi Seimbang

Gizi adalah zat-zat yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan proses didalam tubuh. Gizi seimbang
adalah komposisi atau zat-zat yang cukup atau ideal untuk menjalankan proses didalam tubuh.
Makanan yang bergizi seimbang setidak-tidaknya mengandung 3 fungsi utama yaitu :
• Sebagai sumber tenaga, antara lain : nasi, ketela, singkong, dsb.
• Sebagai sumber pengatur, pada sayur dan buah.
• Sebagai sumber pembangun, terdapat pada lauk pauk. Hal ini berfungsi untuk pertumbuhan dan
pengganti sel yang rusak.
Untuk mencukupi gizi seimbang terdapat 13 pesan-pesan dasar yaitu :
1. Makanlah aneka ragam makanan yang mengandung semua zat yang kita perlukan kecuali ASI.
2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi.
3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah kebutuhan energi.
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat kebutuhan energi.
5. Gunakan garam beryodium.
6. Makanlah makanan sumber zat besi.
7. Berikan ASI saja sampai anak berumur 4 atau 6 bulan.
8. Usahakan makan pagi.
9. Minumlah air bersih yang cukup.
10. Olahraga atau kegiataan fisik secara teratur.
11. Hindari alcohol.
12. Makanlah makanan yang aman.
13. Baca label pada makanan yang dikemas.

Makanan bayi dan anak

ASI paling baik. Berikan bila mungkin sampai dengan umur 4 bulan atau 6 bulan tanpa makanan lain. Bila
ASI saja bisa memberi pertumbuhan baik sampai umur 4 bulan mulailah dengan makanan tambahan.
Berilah dengan porsi kecil saja, satu sendok teh untuk hari pertama. Bila sampai hari berikutnya tidak
terjadi diare atau muntah porsi ditambah. Demikian seterusnya tiap hari sampai porsi tertentu.
MT bisa berupa bubur saring atau bubur susu. Membuat sendiri bubur saring atau bubur susu :
• Bubur Saring : 1-2 sendok makan tepung beras/maizena ditambah satu gelas air minum dan 1-2
sendok teh gula. Kemudian dimasak. Bisa ditambahkan sedikit santan. Gula jawa bisa digunakan.
• Bubur Susu : sama cara membuatnya hanya saja satu gelas air diganti dengan satu gelas susu.
Nilai gizi bubur susu tentu saja lebih baik daripada bubur saring. Bubur susu tidak harus dengan tepung
beras. Bisa dengan roti tawar. Bila malas membuat kita bisa membeli dengan pilihan rasa.
Kada gizi Bubur saring Bubur susu
Energi tepung beras (kal) 100 100
Energi susu (kal) - 130
Enrgi gula (kal) 36 36
Protein tepung beras (g) 2 2
Protein susu (g) - 3-5

Pada umur 6 bulan dimulai dengan bubur tim saring.


Cara membuat tim saring : daun bayam dan wortel keduanya dicincang. Hati ayam /sapi atau tempe
kedelai di lumatkan dan dimasak bersama. Bila sudah masak dimasukkan kedalam bubur nasi dan terus
dimasak, wortel dan bayam hingga lunak. Bagi yang mempunyai blender dapat digunakan, yang tidak
punya dapat disaring. Semuanya dikerjakan secara higienis.
Hati ayam dan sapi dimasak tersendiri dahulu (direbus) kemudian diparut. Fungsi bubur tim saring selain
membiasakan bayi menerima makanan makin padat, juga sebagai suplai zat besi karena pada umur 6
bulan persediaan besi dalam tubuh bayi sudah habis.
Makin bertambah umur mendekati 1 tahun makanan ditingkatkan menjadi bubur nasi atau nasi tim.

Macam-macam makanan untuk anak lebih dari 2 tahun :


1. Perkedel
Bahan : kentang, telur, daging, pala, merica, bawang goreng, garam secukupnya.
Cara membuat : bumbu dihaluskan, kentang masak dihaluskan kemudian dicampur dengan daging.
Campur dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Setelah tercampur bentuk menjadi bulatan kecil,
celupkan dalam telur kemudian digoreng.
2. Daging giling
Dicampur dengan roti atau panir dan diberi bumbu seperti diatas kemudian dibentuk menjadi bulatan-
bulatan kecil. Kemudian digoreng.
3. Tempe kedelai
Dikukus lalu dilunakkan atau dihaluskan ditambah dengan telur atau daging, diberi bumbu seperti diatas
kemudian dilakukan seperti cara no 2.
Makanan pokok tidak harus nasi, yang penting bagaimana anak mengkonsumsi makanan berenergi dan
berprotein disamping makanan bermineral.
Seorang anak yang sulit makan bisa dicoba dengan memberikan multivitamin dan mineral, mungkin saja
ia kekurangan komponen enzim untuk metabolisme karbohidrat dan protein.
Jadwal makan
Bila makan dan minum dimulai dari jam 6, kurang lebih 2 jam kemudian diberi bubur saring atau bubur
susu atau tim saring. Tiga jam kemudian diberi susu lagi, 2 jam kemudian diberi makanan padat, 3 jam
kemudian diberi susu lagi, 2 jam kemudian diberi makanan padat, malam hari diberi susu lagi, buah bisa
diberikan 1 jam setelah minum susu.
Pemberian susu jangan berdekatan denagn makan atau sebaliknya, makin muda usia anak maka
kebutuhan energinya relatif makin tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.
Umur (tahun) Kkal/kg BB/hari untuk aktivitas sedang
0-1 110
1-3 100
4-6 90
7-9 80
10-12 70
13-15 60
Dewasa 30-40

Hal-hal yang membuat anak tidak nafsu makan :


1. Rasa makanan tidak cocok, tidak berselera.
2. Terlalau asyik dengan permainan.
3. Teralalu hiperaktif.
4. Kurang mendapat perhatian.
5. Ada masalah dengan giginya.
6. Ada masalah psikologis dengan temannya.
7. Cacingan.
8. Kekurangan vitamin.
9. Menderita suatu penyakit kronis.

MENU GIZI SEIMBANG


JUS JERUK
Bahan : jeruk, gula pasir.
Cara membuat :
1. Kupas jeruk, hilangkan biji dan serabut, sisihkan.
2. Masukkan gula pasir sesuai selera/secukupnya.
3. Campur jeruk dan gula pasir kedalam blender. Blender selama 5 menit.
4. Saring, masukkan kedalam gelas (bisa ditambah es batu).
5. Sajikan.

JUS TOMAT
Bahan : tomat, gula pasir.
Cara membuat :
1. Bersihkan tomat, potong menjadi 8 bagian.
2. Campur tomat dengan gula pasir secukupnya kedalam blender.
3. Blender selama 5 menit.
4. Masukkan kedalam gelas, sajikan.
PUDING
Bahan : agar-agar, gula pasir, susu cair, air 400 cc.
Cara membuat :
1. Campur agar-agar, susu dan gula pasir aduk rata, sisihkan.
2. Tambahkan air 400 cc kedalam adonan tadi.
3. Masak diatas api sedang, sambil diaduk perlahan-lahan sampai mendidih.
4. Tuangkan kedalam cetakan.
5. Biarkan sampai dingin dan mengeras, sajikan.

SATE BUAH
Bahan : melon, pepaya, nanas, tusuk sate.
Cara membuat :
1. Kupas semua buah, cuci dengan air matang.
2. Potong buah berbentuk dadu, sisihkan.
3. Tusukkan pada tusuk sate secara selang-seling.
4. Sajikan.
PHBS
1. Definisi

a. Perilaku Sehat

Adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah

risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan

aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat.

b. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran

sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang

kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

Adalah wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu

mempraktekkan PHBS. Dalam hal ini ada 5 program priontas yaitu KIA, Gizi,

Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, Dana Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM.

PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota

rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan

sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat.

c. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu

kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka

jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk

meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan

(Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat


(Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi

masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat

menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan

kesehatannya.

2. Konsep

Untuk mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditiap tatanan;

diperlukan pengelolaan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian,

perencanaan, penggerakan pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan

penilaian. Selanjutnya kembali lagi ke proses semula. Untuk lebih jelasnya

digambarkan dalam bagan berikut ini :

Gambar 1. Alur Pelaksanaan Program PHBS

Gambar 2. Prose Program PHBS

Selanjutnya dalam program promosi kesehatan dikenal adanya model pengkajian dan

penindaklanjutan (precede proceed model) yang diadaptasi dari konsep L W Green:

Model ini mengkaji masalah perilaku manusia dan faktor-faktor yang

mempengaruhinya, serta cara menindaklanjutinya dengan berusaha mengubah,

memelihara atau meningkatkan perilaku tersebut kearah yang lebih positif. Proses

pengkajian mengikuti anak panah dari kanan ke kiri, sedang proses penindaklanjutan

dilakukan dari kiri ke kanan.

Dengan demikian manajemen PHBS adalah penerapan keempat proses manajemen

pada umumnya ke dalam model pengkajian dan penindaklanjutan.


a. Kualitas hidup adalah sasaran utama yang ingin dicapai di bidang Pembangunan

sehingga kualitas hidup ini sejalan dengan tingkat sesejahteraan.

b. Derajat kesehatan adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam bidang kesehatan,

dengan adanya derajat kesehatan akan tergambarkan masalah kesehatan yang

sedang dihadapi.

c. Faktor lingkungan adalah faktor fisik, biologis dan sosial budaya yang

langsung/tidak mempengaruhi derajat kesehatan.

d. Faktor perilaku dan gaya hidup adalah suatu faktor yang timbul karena adanya

aksi dan reaksi seseorang atau organisme terhadap lingkungannya.

Dengan demikian suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku

tertentu. Ada 3 faktor penyebab mengapa seseorang melakukan perilaku tertentu yaitu

faktor pemungkin, faktor pemudah dan faktor penguat.

a. Faktor pemungkin adalah faktor pemicu terhadap perilaku yang memungkinkan

suatu motivasi atau aspirasi terlaksana.

b. Faktor pemudah adalah faktor pemicu atau anteseden terhadap perilaku yang

menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku.

c. Faktor penguat adalah faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan

memperoleh dukungan atau tidak.

Ketiga faktor penyebab tersebut di atas dipengaruhi oleh faktor penyuluhan dan faktor

kebijakan. peraturan serta organisasi. Semua faktor faktor tersebut merupakan ruang

lingkup promosi kesehatan.

Faktor lingkungan adalah segala faktor baik fisik, biologis maupun sosial budaya

yang langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi derajat kesehatan.


Promosi kesehatan adalah proses memandirikan masyarakat agar dalam memelihara

dan meningkatkan kesehatannya (Ottawa Charter 1986). Promosi kesehatan lebih

menekankan pada lingkungan untuk terjadinya perubahan perilaku. Contohnya

masyarakat dihimbau untuk membuang sampah di tempatnya, selanjutnya diterbitkan

peraturan dilarang membuang sampah sembarangan. Himbauan dan peraturan tidak

akan berjalan, apabila tidak diikuti dengan penyediaan fasilitas tempat sampah yang

memadai.

Demikian penjelasan singkat mengenai precede proceed model yang dikaitkan dengan

program PHBS. Selanjutnya sebelum melaksanakan langkah-langkah manajemen

PHBS, terlebih dahulu dilakukan kegiatan persiapan yang meliputi :

a. Persiapan sumber daya manusia

Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen pengelola program

Promkes, bentuk kegiatannya yaitu :

1) Pemantapan program PHBS bagi pengelola program Promkes (internal)

2) Sosialisasi dan advokasi kepada para pengambil keputusan

3) Pertemuan lintas program dan pertemuan lintas sektor

4) Pelatihan PHBS

5) Lokakarya PHBS

6) Pertemuan koordinasi dengan memanfaatkan forum yang sudah berjalan baik

resmi maupun tidak resmi.

b. Persiapan teknis dan administrative

Tujuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan sarana baik jumlah, jenis maupun

sumbernya serta dana yang, diperlukan.


Persiapan administrasi, dilakukan melalui :

1) Surat menyurat, membuat surat undangan, dll.

2) Penyediaan ATK, transportasi, AVA, dana, dll.

3) Pencatatan dan pelaporan.

4) Pemantauan.

3. Tahap Pengkajian

Tujuan pengkajian adalah untuk mempelajari, menganalisis dan merumuskan masalah

perilaku yang berkaitan dengan PHBS. Kegiatan pengkajian meliputi pengkajian PHBS

secara kuantitatif, pengkajian PHBS secara kualitatif dan pengkajian sumber daya

(dana, sarana dan tenaga).

a. Pengkajian masalah PHBS secara kuantitatif

2) Pengumpulan Data Sekunder

Kegiatan ini meliputi data perilaku dan bukan perilaku yang berkaitan dengan 5

program prioritas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan lingkungan, gaya hidup, dan

JPKM dan data lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah. Data tersebut dapat

dipefoleh dari Puskesmas, Rumah Sakit dan sarana pelayanan kesehatan

lainnya. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif sebagai informasi

pendukung untuk memperkuat permasalahan PHBS yang ditemukan di

lapangan. Selanjutnya dibuat simpulan hasil analisis data sekunder tersebut.

Hasil yang diharapkan pada tahap pengkajian ini adalah :

a) Teridentifikasinya masalah perilaku kesehatan di wilayah tertentu

b) Dikembangkannya pemetaan PHBS pertatanan


c) Teridentifikasinya masalah lain yang berkaitan (masalah kesehatan, faktor

penyebab perilaku, masalah pelaksanaan dan sumber daya penyuluhan,

masalah kebijakan, administrasi, organisasi.

d) Dan lain-lain.

3) Cara Pengambilan Sampel PHBS Tatanan Rumah Tangga

Dalam melaksanakan pengumpulan data perilaku sehat di tatanan rumah tangga

secara keseluruhan terlalu berat untuk dilaksanakan, hal ini disebabkan karena

keterbatasan dana, waktu dan sumber daya yang ada. Untuk mengatasi hal

tersebut perlu diambil sampel yang dapat mewakili populasi.

Metoda Pengambilan sampel perilaku sehat di tatanan rumah tangga adalah

dengan rapid survai atau survai cepat (terlampir).

Sedangkan untuk tatanan lainnya dapat dilakukan keseluruh populasi.

Berikut ini cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga di tingkat

kabupaten/kota.

Untuk mengukur masalah PHBS di tatanan rumah tangga, maka jumlah sampel

harus mencukupi. Perhitungan sampel sederhana yang direkomendasikan WHO

yaitu :

30 x 7 = 210 rumah tangga (30 kluster dan 7 rumah tangga per kluster).

Di tingkat kabupaten/kota kluster dapat disetarakan dengan kelurahan atau

desa. Ada 2 tahapan kluster yang digunakan untuk tatanan rumah tangga, tahap
pertama dapat dipilih sejumlah kluster (kelurahan / desa), tahap kedua

ditentukan rumah tangganya.

Langkah-langkah cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga

Langkah 1 : List kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten

Langkah 2 : Tulis jumlah desa yang berada pada masing – masing kecamatan

Langkah 3 : Beri nomor urut desa mulai no 1 sampai terakhir

Langkah 4 : Hitung interval desa dengan cara total desa / 30 = X

Langkah 5 : Tentukan nomor Muster pertama desa. Dengan mengundi nomor

unit desa. selanjutnya desa kedua dapat ditentukan dengan

menambahkan interval. Demikian seterusnya hingga diperoleh 30

kluster.

Langkah 6 : Dan desa yang terpilih diambil secara acak 7 rumah tangga.

4) Analisis dan Pemetaan PHBS

Berdasarkan hasil pendataan, data tersebut diolah dan dianalisis dengan cara

manual atau dengan menggunakan program EPI INFO. Selanjutnya

dapat dibuat pemetaan nilai IPKS (Indeks Potensi Keluarga Sehat) dan nilai

PHBS sehat I, sehat II. sehat III dan sehat IV. Berdasarkan hasil pemetaan,

diharapkan semua masalah PHBS dapat diintervensi dengan tepat dan terarah.

Pemetaan ini berguna sebagai potret untuk mengetahui permasalahan yang ada

di masyarakat dan memotivasi pengelola program untuk meningkatkan

klasifikasi PHBS. Diharapkan masyarakat yang bersangkutan, lintas sektor.

LSM peduli kesehatan, swasta khususnya Pemda kabupaten / kota dan TP PKK

mempunyai komitmen untuk mendukung PHBS.


Berdasarkan kajian perilaku dan pemetaan wilayah, maka dihasilkan Pemetaan

PHBS, ditentukan prioritas masalah perilaku kesehatan, dan ditentukan

alternatif intervensi penyuluhan.

5) Menentukan Prioritas Masalah

Berdasarkan rumusan masalah yang ada kemudian dilakukan analisis yang

akan menjadi dasar pembuatan rencana intervensi. Caranya dengan

memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan dibawah ini :

a) Dari masalah yang ada mana yang dapat dipecahkan dengan mudah?

b) Mengapa terjadi demikian ?

c) Bagaimana penanggulangannya ?

d) Apa rencana tindakannya ?

e) Berapa sumber dana yang tersedia ?

f) Siapa yang mengerjakan ?

g) Berapa lama mengerjakannya ?

h) Bagaimanakah jadwal kegiatan pelaksanaannya ?

Selanjutnya dilakukan strategi komunikasi PHBS, yang meliputi antara lain

pesan dan media yang akan dikembangkan, metode apa saja yang digunakan.

pelatihan yang perlu dilaksanakan dan menginventarisasi sektor mana saja yang

dapat mendukung PHBS.

b. Pengkajian PHBS secara kualitatif

Setelah ditentukan prioritas masalah perilaku, selanjutnya dilakukan pengkajian

kualitatif. Tujuannya untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang


kebiasaan, kepercayaan, sikap, norma, budaya perilaku masyarakat yang tidak

terungkap dalam kajian kuantitatif PHBS.

Ada dua metoda untuk melakukan pengkajian PHBS secara kualitatif, yaitu:

1) Diskusi Kelompok Terarah (DKT).

Adalah diskusi informal bersama 6 s/d 10 orang, tujuannya untuk

mengungkapkan informasi yang lebih mendalam tentang masalah perilaku

PHBS.

Dalam DKT :

a) Diperlukan seorang pemandu yang terampil mendorong orang untuk saling

bicara dan memperoleh pemahaman tentang perasaan dan pikiran peserta

yang hadir terhadap masalah tertentu.

b) Melibatkan dan memberikan kebebasan peserta untuk mengungkapkan

pendapat dan perasaannya.

c) Memperoleh informasi tentang nilai-nilai kepercayaan dan perilaku

seseorang yang mungkin tidak terungkap melalui wawancara biasa.

2) Wawancara Perorangan Mendalam (WPM).

Adalah wawancara antara pewancara yang trampil dengan perorangan selaku

sumber informasi kunci, melalui serangkaian tanyajavvab (dialog) yang bersifat

terbuka dan mendalam.

Dalam WPM :

a) Pewawancara adalah seorang yang terampil dalam menggali informasi

secara mendalam tentang perasaan dan pikiran tentang masalah tertentu.


b) Sumber informasi kunci adalah peserta wawancara yang dianggap mampu

dan dipandang menguasai informasi tentang masalah tertentu.

c) Tanya jawab dilakukan secara terbuka dan mendalam

c. Pengkajian sumber daya (dana, tenaga dan sarana)

Pengkajian sumber daya dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program PHBS,

bentuk kegiatannya :

1) Kajian tenaga pelaksana PHBS, secara kuantitas (jumlah) dan pelatihan yang

pernah diikuti oleh lintas program maupun lintas sektor.

2) Penjajagan dana yang tersedia di lintas program dan lintas sektoral dalam

jumlah dan sumbernya.

3) Penjajagan jenis media dan sarana yang dibutuhkan dalam jumlah dan

sumbernya.

4. Tahap Perencanaan

Penyusunan rencana kegiatan PHBS gunanya untuk menentukan tujuan, dan strategi

komunikasi PHBS. Adapun langkah-langkah perencanaan sebagai berikut:

a. Menentukan Tujuan

Berdasarkan kegiatan pengkaj ian PHBS dapat ditentukan klasifikasi PHBS

wilayah maupun klasifikasi PHBS tatanan, maka dapat ditentukan masalah perilaku

kesehatan masyarakat di tiap tatanan dan wilayah. Selanjutnya berdasarkan

masalah perilaku kesehatan dan hasil pengkajian sumber daya PKM ditentukan

tujuan yang akan dicapai untuk mengatasi masalah PHBS yang ditemukan.

Contoh hasil pengkajian PHBS secara kuantitatif ditemukan masalah merokok pada

tatanan rumah tangga, maka ditentukan tujuannya.


Tujuan Umum : Menurunkan prosentase keluarga yang tidak merokok selama

satu tahun.

Tujuan Khusus : Menunuikan prosentase tatanan rumah tangga yang merokok.

dari 40% menjadi 20%.

b. Menentukan jenis kegiatan intervensi

Setelah ditentukan tujuan, selanjutnya ditentukan jenis kegiatan Intervensi yang

akan dilakukan. Caranya adalah dengan mengembangkan berbagai alternatif

intervensi, kemudian dipilih intervensi mana yang bisa dilakukan dengan dikaitkan

pada ketersediaan sumber daya.

Penentuan kegiatan intervensi terpilih didasarkan pada :

1) Prioritas masalah PHBS, yaitu dengan memilih topik penyuluhan yang sesuai

dengan urutan masalah PHBS.

2) Wilayah garapan, yaitu mengutamakan wilayah yang mempunyai PHBS hasil

kajian rendah.

3) Penentuan tatanan yang akan diintervensi, yaitu menentukan tatanan yang

akan digarap, baik secara menyeluruh atau sebatas pada tatanan tertentu.

Kemudian secara bertahap dikembangkan ke tatanan lain

4) Penentuan satu jenis sasaran untuk tiap tatanan, yaitu mengembangkan

PHBS pada tiap tatanan, tetapi hanya satu jenis sasaran untuk tiap tatanan.

Misalnya, satu unit tatanan sekolah. satu unit pasar untuk tatanan tempat

umum, satu unit industri rumah tangga untuk tatanan tempat kerja. Rumusan

rencana kegiatan intervensi terpilih pada intinya menipakan operasionalisasi

strategi PHBS, yaitu :


a) Advokasi, kegiatan pendekatan pada para tokoh / pimpinan Wilayah.

b) Bina suasana, kegiatan mempersiapkan kerjasama lintas program lima

sektor, organisasi kemasyarakatan, LSM, dunia usaha, swasta, dll.

c) Gerakan masyarakat, kegiatan mempersiapkan dan menggerakkan

sumber daya, mulai mempersiapkan petugas, pengadaan media dan sarana.

Kegiatan ini secara komprehensif harus ada dalam perencanaan, Namur untuk

menentukan kegiatan apa yang lebih besar daya ungkitnya ditentukan dari hasil

pengkajian.

Contoh, dari hasil pengkajian diperoleh data bahwa masih banyak keluarga yang

membuang sampah sembarangan. Setelah dilakukan analisis data kualitatif melalui

FGD ternyata penyebabnya adalah tidak adanya tempat sampah. Pada situasi ini

kegiatan yang bernuansa bina suasana akan lebih banyak porsinya dibanding

dengan kegiatan lainnya.

Contoh lain, dari hasil pengkajian diperoleh data bahwa masih banyak keluarga

yang tidak memeriksakan kehamilannya. Setelah dilakukan analisis kualitatif,

diperoleh kesimpulan bahwa mereka tidak mengerti manfaat pemeriksaan

kehamilan. Kondisi seperti ini kegiatan gerakan masyarakat akan lebih banyak

dilakukan dibanding kegiatan lainnya.

Serangkaian alternatif lain yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil

pengkajian PHBS adalah :

1) Rancangan intervensi penyuluhan massa dan kelompok

Penyuluhan massa dilakukan dengan topik umum, yaitu PHBS yang secara

keseluruhan merupakan masalah di wilayah kerja tersebut.


Penyuluhan kelompok dilakukan untuk mengatasi masalah PHBS yang lokal

sifatnya

2) Rancangan intenvensi penyuluhan terpadu lintas program/sektor

Pemetaan wilayah menghasilkan rumusan masalah PHBS antar wilayah,

sehingga bisa dirancang “Paket Penyuluhan Terpadu” di wilayah tersebut.

Misal: di desa A terdapat 3 masalah utama, yaitu JPKM, Air bersih dan

KIA/KB, maka dapat dilakukan penyuluhan terpadu yang berisi 3 hal tersebut.

Disini petugas kesehatan berfungsi sebagai penggerak lintas program dan

lintas sektor, untuk selanjutnya bersama-sama melaksanakan penyuluhan

diwilayah tersebut.

5. Tahap Perencanaan

a. Advokasi (Pendekatan pada para pengambil keputusan)

Ditingkat keluarga/rumah tangga, strategi ini ditujukan kepada para kepala

keluarga/ bapak/suami, ibu, kakek, nenek. Tuiuannya agar para pengambil

keputusan di tingkat keluarga/rumah tangga dapat meneladani dalam berperilaku

sehat, memberikan dukungan, kemudahan, pengayoman dan bimbingan kepada

anggota keluarga dan lingkungan disekitarnya.

Ditingkat petugas, strategi ini ditujukan kepada para pimpinan atau pengambil

keputusan, seperti Kepala Puskesmas, pejabat di tingkat kabupaten/kota, yang

secara fungsional maupun struktural pembina program kesehatan di wilayahnya.

Tujuannya adalah agar para pimpinan atau pengambil keputusan mengupayakan

kebijakan, program atau peraturan yang berorientasi sehat, seperti adanya peraturan

tertulis, dukungan dana, komitmen, termasuk memberikan keteladanan.


Langkah-langkah Advokasi

1) Tentukan sasaran yang akan diadvokasi, baik sasaran primer, sekunder atau

tersier

2) Siapkan informasi data kesehatan yang menyangkut PHBS di 5 tatanan.

3) Tentukan kesepakatan dimana dan kapan dilakukan advokasi.

4) Lakukan advokasi dengan cara yang menarik dengan menggunakan teknik dan

metoda yang tepat.

5) Simpulkan dan sepakati hasil advokasi.

6) Buat ringkasan eksekutif dan sebarluaskan kepada sasaran.

b. Mengembangkan Dukungan Suasana

Di tingkat keluarga/RT, strategi ini ditujukan kepada para kepala

keluarga/suami/bapak ibu, kakek, nenek, dan lain-lain.

Tujuannva adalah agar kelompok ini dapat mengembangkan atau menciptakan

suasana yang mendukung dilaksahakannva PHBS di lingkungan keluarga.

Caranya antara lain melalui anjuran untuk selalu datang ke Posyandu

mengingatkan anggota keluarga untuk tidak merokok di dekat ibu hamil dan balita.

Di tingkat petugas, strategi ini ditujukan kepada kelompok sasaran sekunder,

seperti petugas kesehatan, kader, lintas sektor, lintas program Lembaga Swadaya

Masyarakat, yang peduli kesehatan, para pembuat op dan media masa. Tujuannya

adalah agar kelompok ini dapat mengembangkan atau menciptakan suasana yang

mendukung dilaksanakannya PHBS. Caranya antara lain melalui penyuluhan

kelompok, lokakarya, seminar, studi banding,

pelatihan, dsb.
Langkah-langkah Pengembangan Dukungan Suasana :

1) Menganalisis dan mendesain metode dan teknik kegiatan dukungan suasana,

seperti : demonstrasi, pelatihan, sosialisasi, orientasi.

2) Mengupayakan dukungan pimpinan, program, sektor terkait pada tiap tatanan

dalam bentuk adanya komitmen, dan dukungan sumber daya.

3) Mengembangkan metoda dan teknik dan media yang telah diuji coba dan

disempurnakan.

4) Membuat format penilaian dan menilai hasil kegiatan.

c. Gerakan Masyarakat

Di tingkat keluarga/RT, strategi ini ditujukan kepada anggota keluar seperti bapak,

ibu yang mempunyai tanggung jawab sosial untuk lingkungannya dengan cara

menjadi kader posyandu, aktif di LSM peduli kesehatan dll. Tujuannya agar

kelompok sasaran meningkat pengetahuannya kesadaran maupun kemampuannya,

sehingga dapat berperilaku sehat. Caranya dengan penyuluhan perorangan.

kelompok, membuat gerak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Ditingkat petugas strategi ini ditujukan kepada sasaran primer, meliputi pimpinan

puskesmas. kepala dinas kesehatan, pemuka masyarakat. Tujuannya meningkatkan

motivasi petugas untuk membantu masyarakat untuk menolong dirinya sendiri di

bidang kesehatan Caranya antara lain melalui penyuluhan kelompok, lokakarya,

seminar, studi banding, pelatihan, dll.

Langkah-langkah kegiatan gerakan masyarakat

1) Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui berbagai kegiatan pembinaan.


2) Menganalisis dan mendisain metode dan teknik kegiatan pemberdaya seperti

pelatihan, pengembangan media komunikasi untuk penyuluhan individu,

kelompok dan massa, lomba, sarasehan dan lokakarya.

3) Mengupayakan dukungan pimpinan, program, sektor terkait pada tiap tatanan

dalam bentuk komitmen dan sumber daya.

4) Mengembangkan metoda dan teknik serta media yang telah diujicoba dan

disempurnakan.

5) Membuat format penilaian dan menilai hasil kegiatan bersama-sama dengan

lintas program dan lintas sektor pada tatanan terkait.

6) Menyusun laporan serta menyajikannya dalam bentuk tertulis (ringkasan,

eksekutif).

Berdasarkan uraian tersebut, maka yang perlu dilakukan dalam penggerak;

pelaksanaan adalah menerapkan AIC, yaitu :

A (Apreciation) : penghargaan kepada para pelaksana kegiatan.

I (Involvement) : keterlibatan para pelaksana dalam tugasnya.

C (Commitment) : kesepakatan para pelaksana untuk melaksanakan, tugasnya.

Hasil yang dicapai dalam tahap penggerakan pelaksanaan adalah adanya kegiatan

yang dilaksanakan sesuai rencana, khususnya dalam :

1) Penyuluhan perorangan, kelompok dan masyarakat

2) Kegiatan pengembangan kemitraan dengan program dan sektor terkait serta

3) dunia usaha.

4) Kegiatan pendekatan kepada pimpinan/pengambil keputusan

5) Kegiatan pembinaan, bimbingan dan supervisi.


6) Mengembangkan daerah kajian atau daerah binaan.

7) Melaksanakan pelatihan, baik untuk petugas kesehatan, lintas sektor,

organisasi kemasyarakatan dan kelompok profesi.

8) Mengembangkan pesan dan media spesifik.

9) Melaksanakan uji coba media dll.

6. Tahap Pemantauan dan Penilaian

a. Pemantauan

Untuk mengetahui program PHBS telah berjalan dan memberikan hasil atau

dampak seperti yang diharapkan, maka perlu dilakukan pemantauan.

Waktu pemantauan dapat dilakukan secara berkala atau pada pertemuan bulanan,

topik bahasannya adalah kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan dikaitkan

dengan jadwal kegiatan yang telah disepakati bersama. Selanjutnya kendala-

kendala yang muncul perlu dibahas dan dicari solusinya.

Cara pemantauan dapat dilaksanakan dengan melakukan kunjungan lapangan ke

tiap tatanan atau dengan melihat buku kegiatan/laporan kegiatan intervensi

penyuluhan PHBS.

b. Penilaian

Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen yang sudah dirancang sesuai

dengan tujuan yang ingin dicapai. Penilaian dilaksanakan oleh pengelola PHBS

lintas program dan lintas sektor. Penilaian PHBS meliputi masukan, proses dan

keluaran kegiatan. Misalnya jumlah tenaga terlatih PHBS media yang telah

dikembangkan, frekuensi dan cakupan penyuluhan.


Waktu penilaian dapat dilakukan pada setiap tahun atau setiap dua tahun Caranya

dengan membandingkan data dasar PHBS dibandingkan dengan data PHBS hasil

evaluasi selanjutnya menilai kecenderungan masing-masing indikator apakah

mengalami peningkatan atau penurunan, mengkaji penyebab masalah dan

melakukan pemecahannya, kemudian merencanakan intervensi berdasarkan data

hasil evaluasi PHBS.

Contoh di Kabupaten Pariaman data perilaku tidak merokok tahun 2001

menunjukan 44,2% sedangkan tahun 2002 ada peningkatan sebesar 73,6 %

Cara melakukan penilaian melalui :

1) Pengkajian ulang tentang PHBS

2) Menganalisis data PHBS oleh kader/koordinator PHBS

3) Melakukan analisis laporan rutin di Dinas Kesehatan kabupaten/kota (SP2TP)

4) Observasi. wawancara mendalam. diskusi kelompok terarah kepada petugas,

kader dan keluarga.

Hasil yang dicapai pada tahap pemantauan dan penilaian adalah :

1) Pelaksanaan program PHBS sesuai rencana

2) Adanya pembinaan untuk mencegah terjadinya penyimpangan

3) Adanya upaya jalan keluar apabila terjadi kemacetan/hambatan

4) Adanya peningkatan program PHBS

7. Indikator PHBS Rumah Tangga

a. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

Adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga keehatan (bidan, dokter dan tenaga

para medis lainnya)


b. Memberi bayi ASI eksklusif

Adalah bayi usia 0 – 6 bulan hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan

makanan atau minuman lain.

c. Menimbang bayi dan balita

Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhannya

setiap bulan.

d. Menggunakan air bersih

Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum, memasak,

mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian,

dan sebagainya, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit.

e. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit.

Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat

masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. Sabun dapat

membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan

kuman masih tertinggal di tangan.

f. Menggunakan jamban sehat

Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran

manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa

atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan

kotoran dan air untuk membersihkannnya.

g. Memberantas jentik di rumah


Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang estela dilakukan pemeriksaan jentik

secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk.

h. Makan buah dan sayur setiap hari

Setiap anggota rumah tangga mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi

sayuran atau sebaliknya setiap hari. Makan sayur dan buah setiap hari sangat

penting, karena mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan dan

pemeliharaan tubuh.

i. Melakukan aktivitas fisik setiap hari

Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan

pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental,

dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.

j. Tidak merokok di dalam rumah

Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah. Rokok ibarat pabrik

bahan kimia. Dalam satu batang rokor yang dihisap akan dikeluarkan sekitar 4.000

bahan kimia berbahaya, diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin, tar, dan

Carbon Monoksida (CO).