Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

FISIOTERAPI DADA

OLEH :

KELOMPOK : VII
1. EDI SABARA PUTRA
2. AGI SASMITA
3. ANIS FITRIA
4. ANGGI AYU FITRIANI M
5. IIN PUTRI AULIA

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
MATARAM
2017/2018

1
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah
ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “FISIOTERAPI DADA”
Makalah ini berisikan tentang informasi pengertian FISIOTERAPI DADA atau
yang lebih khususnya membahas cara mendiagnosa keperawatan, karakteristik sertas
perspektif diagnosa keperawatan. Dalam islam diharapkan Makalah ini dapat
memberikan informasi kepada kita semua tentang diagnosa keperawatan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah
SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Mataram,4 Oktober

2018

2
Daftar isi

Halaman judul…………………………………………………………
Kata pengantar ……………………………………………………….
Daftar isi ………………………………………………………………

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ……………………………………………. 4
B. Rumusan Masalah ………………………………………… 5
C. Tujuan ……………………………………………………… 6

BAB II : PEMBAHASAN
A. Definisi Fisioterapi Dada …………………………………. 8
B. Tujuan Fisioterapi Dada …………………………………. 9
C. Indikasi Dan Kontraindikasi …………………………….. 10
D. Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul ………... 11
E. Konsep Fisiologis Fisioterapi Dada ……………………... 12
F. Prosedur Tindakan ……………………………………….. 13
G. Pendidikan Pasien dan Keluarga ………………………... 14

BAB III : PENUTUP


A. Kesimpulan ………………………………………………... 16
B. Saran ………………………………………………………. 17

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Fisioterapi adalah suatu cara atau bentuk pengobatan untuk
mengembalikan fungsi suatu organ tubuh dengan memakai tenaga alam. Dalam
fisioterapi tenaga alam yang dipakai antara lain listrik, sinar, air, panas, dingin,
massage dan latihan yang mana penggunaannya disesuaikan dengan batas
toleransi penderita sehingga didapatkan efek pengobatan.
Postural drainase (PD) merupakan salah satu intervensi untuk
melepaskan sekresi dari berbagai segmen paru dengan menggunakan pengaruh
gaya gravitasi. Mengingat kelainan pada paru bisa terjadi pada berbagai lokasi
maka PD dilakukan pada berbagai posisi disesuaikan dengan kelainan parunya.
Waktu yang terbaik untuk melakukan PD yaitu sekitar 1 jam sebelum sarapan
pagi dan sekitar 1 jam sebelumtidur pada malam hari.
PD dapat dilakukan untuk mencegah terkumpulnya sekret dalam saluran
nafas tetapi juga mempercepat pengeluaran sekret sehingga tidak terjadi
atelektasis. Pada penderita dengan produksi sputum yang banyak PD lebih
efektif bila disertai dengan clapping dan vibrating.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Fisioterapi Dada?
2. Apa saja tujuan dari Fisioterapi Dada?
3. Apa yang dimaksud dengan Drainase Postural?
4. Apa saja indikasi untuk melakukan Drainase Postural?
C. Tujuan
1. Mengetahui definisi dari Fisioterapi Dada.
2. Mengetahui tujuan dari Fisioterapi Dada.
3. Mengetahui indikasi untuk melakukan Drainase Postural.

4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Fisioterapi Dada
Fisioterapi dada adalah salah satu dari fisioterapi yang sangat berguna
bagi penyakit respirasi untuk mengeluarkan secret. Tindakan ini meliputi
rangkaian postural dirainase, perkusi, dan vibrasi. Postural drainase adalah
pembersihan secret berdasarkan gravitasi secret jalan nafas dan segmen bronkus
khusus. Setelah itu dilakukan perkusi, yaitu penepukan pada kulit pasien diarea
punggung dengan menggunakan tangan yang dibentuk seperti mangkuk hingga
mengeluarkan bunyi seperti letupan halus. Vibrasi adalah menggetarkan tangan
secara bersamaan yang diletakkan datar pada dinding dada pasien.

B. Tujuan
1. Membersihkan jalan nafas
2. Melepaskan mucus kental yang menempel pada paru
3. Meningkatkan efisiensi pola pernafasan
4. Melonggarkan saluran pernafasan
5. Memberikan rasa nyaman

C. Indikasi dan Kontraindikasi


a. Indikasi
1) Terdapat penumpukan sekret pada saluran napas yang dibuktikan dengan
pengkajian fisik, X Ray, dan data klinis.
2) Sulit mengeluarkan atau membatukkan sekresi yang terdapat pada
saluran pernapasan.
b. Kontraindikasi
1) Hemoptisis
2) Penyakit jantung
3) Serangan Asma Akut
4) Deformitas struktur dinding dada dan tulang belakang.
5) Nyeri meningkat.
6) Kepala peningv Kelemahan.

5
D. Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul
Diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan fisioterapi dada
adalah:
a. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan mukus banyak/
sekresi yang tertahan/ sekresi di bronkus.(NANDA).
b. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang kental dan
berlebihan(Linda Jual Carpenito).

E. Konsep Fisiologis Fisioterapi Dada


1. Perkusi
Perkusi atau disebut clapping adalah tepukkan atau pukulan ringan pada
dinding dada klien menggunakan telapak tangan yang dibentuk seperti
mangkuk dengan gerakan berirama di atas segmen paru yang akan dialirkan.
Perkusi dapat membantu melepaskan sekresi yang melekat pada dinding
bronkus dan bronkiolus.
2. Vibrasi
Vibrasi adalah kompresi dan getaran kuat secara serial oleh tangan yang
diletakan secara datar pada dinding dada klien selama fase ekshalasi
pernapasan.Vibrasi dilakukan setelah perkusi untuk meningkatkan turbulensi
udara ekspirasi sehingga dapat melepaskan mucus kental yang melekat pada
bronkus dan bronkiolus. Vibrasi dan perkusi dilakukan secara bergantian.
3. Latihan Pernapasan/napas dalam
Latihan pernapasan adalah bentuk latihan dan praktek teratur yang
dirancang dan dijalankan untuk mencapai ventilasi yang terkontrol dan
efisien serta mengurangi kerja pernapasan. Latihan pernapasan ini juga
diindikasikan pada klien dispnoe dan klien yang masih dalam tahap
penyembuhan setelah pembedahan thoraks.
1) Latihan pernapasan terdiri dari:

6
a. Pernapasan diafragma atau pernapasan abdominal: menggunakan
diafragma dan dapat menguatkan diafragma selama pernapasan sehingga
memungkinkan napas dalam secara penuh dengan sedikit usaha.
b. Pernapasan bibir dirapatkan/ pursed lip breathing: pernapasan dengan
bibir dirapatkan untuk memperpanjang ekshalasi dan meningkatkan
tekanan jalan napas selama ekspirasi dengan demikian mengurangi
jumlah udara yang terjebak dan jumlah tahanan jalan napas.
2) Tujuan latihan pernapasan:
a. meningkatkan inflasi alveolar yang maksimal
b. meningkatkan relaksasi otot pernapasan- menghilangkan atau
menghindari pola aktivitas otot-otot pernapasan yang tidak berguna dan
tidak terkoordinasi
c. menurunkan frekuensi pernapasan
d. mengurangi kerja pernapasan
e. menghilangkan ansietas.
4. Batuk Efektif
Batuk efektif merupakan latihan batuk untuk mengeluarkan
sekresi.Setiap tiga atau empat kali perkusi vibrasi klien didorong untuk
batuk efektif.

F. Prosedur Tindakan
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam melakukan
fisioterapi dada adalah:
a. Waspada dan perhatikan tentang kontraindikasi yang mungkin
ditemukan pada klien
b. Pastikan bahwa klien telah nyaman, tidak menggunakan pakaian yang
ketat.
c. Pastikan klien tidak baru saja makan.
d. Berikan medikasi untuk mengurangi nyeri, agen mukolitik,
bronkodilator, air atau salin untuk nebuliser jika diresepkan.
e. Auskultasi dada sebelum dan setelah fisioterapi dada

7
f. Tindakan dihentikan bila terjadi gejala-gejala: nyeri meningkat, napas
pendek meningkat, kelemahan, pusing, hemoptisis.
g. Hati-hati dilakukan pada lansia karena peningkatan osteoporosis dan
resiko fraktur iga.
h. Jumlah siklus perkusi dan vibrasi diulang tergantung toleransi dan respon
klien.
i. Perkusi tidak boleh dilakukan pada daerah dengan struktur yang mudah
cedera seperti mamae, sternum,kolumna spinalis, dan ginjal.

Prosedur Tindakan:
a. Perkusi
1) Persiapan Alat:
- Handuk (jika perlu)
- Peniti (jika perlu)
- Tempat sputum
2).Prosedur Pelaksanaan:

- Ikuti protokol standar umum dalam intervensi keperawatan


seperti perkenalkan diri perawat, pastikan identitas klien, jelaskan
prosedur dan alasan tindakan, cuci tangan.
- Tutup area yang akan dilakukan perkusi dengan handuk atau
pakaian tipis untuk mencegah iritasi kulit dan kemerahan akibat
kontak langsung.

8
- Anjurkan klien untuk tarik napas dalam dan lambat untuk
meningkatkan relaksasio Jari dan ibu jari berhimpitan dan fleksi
membentuk mangkuk.
- Secara bergantian lakukan fleksi dan ekstensi pergelangan tangan
secara cepat untuk menepuk dada.
- Perkusi pada setiap segmen paru selama 1-2 menit.
- Perkusi tidak boleh dilakukan pada daerah dengan struktur yang
mudah cedera seperti mamae, sternum,kolumna spinalis, dan
ginjal.
- Cuci tangan
b. Vibrasi
1) Persiapan Alat:
- Handuk (jika perlu)
- Peniti (jika perlu)
- Tempat sputum
2) Prosedur Pelaksanaan

- Ikuti protokol standar umum dalam intervensi keperawatan


seperti perkenalkan diri perawat, pastikan identitas klien, jelaskan
prosedur dan alasan tindakan, cuci tangan
- Letakkan tangan, telapak tangan menghadap ke bawah di area
dada yang akan didrainase, satu tangan di atas tangan yang lain

9
dengan jari-jari menempel bersama dan ekstensi. Cara lain tangan
bisa diletakkan secara bersebelahan
- Anjurkan klien tarik napas dalam dan lambat untuk
meningkatkan relaksasio Selama masa ekspirasi, tegangkan
seluruh otot tangan dan lengan serta siku lalu getarkan, gerakkan
ke arah bawah. Perhatikan agar gerakan dihasilkan dari otot-otot
bahu. Hentikan gerakan jika klien inspirasi.
- Vibrasi selama 3 - 5 kali ekspirasi pada segmen paru yang
terserang.o Setelah setiap kali vibrasi ,anjurkan klien batuk dan
keluarkan sekresi ke tempat sputum.
- Cuci tangan.
c. Latihan Napas/ Napas Dalam.
1) Prosedur Pelaksanaan:
- Ikuti protokol standar umum dalam intervensi keperawatan
seperti perkenalkan diri perawat, pastikan identitas klien, jelaskan
prosedur dan alasan tindakan, cuci tangan.
- Atur posisi yang nyaman bagi klien dengan posisi setengah
duduk di tempat tidur atau di kursi atau dengan lying position (
posisi berbaring) di tempat tidur dengan satu bantal.o Fleksikan
lutut klien untuk merilekskan otot abdomen.
- Tempatkan satu atau dua tangan pada abdomen, tepat di bawah
tulang iga.
- Tarik napas dalam melalui hidung, jaga mulut tetap tertutup.
Hitung sampai 3 selama inspirasi.
- Konsentrasi dan rasakan gerakan naiknya abdomen sejauh
mungkin, tetap dalam kondisi relaks dan cegah lengkung pada
punggung. Jika ada kesulitan menaikkan abdomen, ambil napas
dengan cepat, lalu napas kuat lewat hidung.
- Hembuskan udara lewat bibir, seperti meniup dan ekspirasi
secara perlahan dan kuat sehingga terbentuk suara hembusan
tanpa mengembungkan pipi.

10
- Konsentrasi dan rasakan turunnya abdomen dan kontraksi otot
abdomen ketika ekspirasi. Hitung samapai 7 selama ekspirasi.
- Gunakan latihan ini setiap kali merasakan napas pendek dan
tingkatkan secara bertahap selama 5-10 menit, 4 kali sehari.
Latihan ini dapat pula dilakukan pada posisi duduk tegap, berdiri,
dan berjalan.
- Cuci tangan.
d. Batuk Efektif.
1) Persiapan Alat:
- Sputum poto Lisol 2-3%
- Handuk pengalaso Penitio Bantal (jika diperlukan)
- Tisuo Bengkok
2) Prosedur Pelaksanaan:

- Ikuti protokol standar umum dalam intervensi keperawatan


seperti perkenalkan diri perawat, pastikan identitas klien, jelaskan
prosedur dan alasan tindakan, cuci tangan. Atur posisi klien:
- posisi duduk dan membungkuk sedikit kedepan untuk
memungkinkan batuk lebih kuat. Jaga lutut dan panggul fleksi
untuk meningkatkan relaksasi dan mengurangi tegangan pada
otot-otot abdomen.

11
- Setelah menggunakan pengobatan bronkodilator (jika
diresepkan), tarik napas dalam lewat hidung dan tahan napas
untuk beberapa detik, hembuskan melalui bibir yang dirapatkan
- Batukkan 2 kali, batuk pertama untuk melepaskan mukus dan
batuk kedua untuk mengeluarkan sekresi. Jika klien merasa nyeri
dada saat batuk, tekan dada dengan bantal. Tampung sekresi pada
sputum pot yang berisi lisol
- Untuk batuk menghembus, sedikit maju ke depan dan ekpirasi
kuat dengan suara hembusan. Teknik ini menjaga jalan napas
terbuka ketika sekresi bergerak ke atas dan keluar paru-paru.
- Inspirasi dengan napas pendek cepat bergantian untuk mencegah
mukus kembali ke jalan napas yang sempit.
- Istirahat dan hindari batuk yang terlalu lama karena dapat
menyebabkan kelelahan.
- Cuci tangan.

G. Pendidikan Pasien dan Keluarga


Hal-hal yang perlu diajarkan kepada pasien dan keluarga adalah:
1. Jelaskan tentang pengertian dan manfaat dari tindakan fisioterapi dada.
2. Jelaskan tentang posisi dan teknik perkusi,vibrasi,postural drainase dan
batuk efektif. Fisioterapi dada dilakukan di rumah untuk klien dengan
PPOM, bronkiekstatis, dan fibrosis kistik. Jelaskan teknik pernapasan
diafragma dan pernapasan bibir dirapatkan.
3. Jelaskan bahwa postural drainase dilakukan sebelum makan atau
menjelang tidur.
4. Anjurkan untuk selalu mempertahankan cairan yang adekuat/minum
yang banyak dan menjaga kelembaban udara yang adekuat untuk
mencegah kekentalan sekresi.
5. Perkenalkan tanda-tanda infeksi seperti demam, perubahan warna dan
karakter sputum.
6. Jelaskan bahwa tindakan dihentikan jika terdapat gejala-gejala seperti
nyeri meningkat, napas pendek meningkat, kelemahan, kepala pening

12
dan hemoptisis.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Fisioterapi dada adalah salah satu dari pada fisioterapi yang sangat berguna
bagi penderita penyakit respirasi baik yang bersifat akut maupun kronis.
Fisioterapi dada ini walaupun caranya kelihatan tidak istimewa tetapi ini sangat
efektif dalam upaya mengeluarkan sekret dan memperbaiki ventilasi pada pasien
dengan fungsi paru yang terganggu.
Terdapat 3 kategori posisi dalam pelaksanaan postural drainage, yaitu :
1. Posisi yang mendrainase segmen atas atau lobus atas paru
2. Posisi yang mendrainase segmen tengah paru (hanya pada paru kanan)
3. Posisi yang mendrainase segmen basal paru atau lobus bawah.
B. Saran
Saran yang membangun sangat kami perlukan dari para pembaca demi
kelancaran dan perbaikan dalam pembuatan makalah yang berikutnya.

13
DAFTAR PUSTAKA
Kebutuhan dasar manusia : buku panduan laboratorium / penulis, Ganda
Sigalingging …[ et al.] ; editor, Wuri Praptiani.--- Jakarta : EGC,2012
Anderson, Anatomi & Fisiologi Tubuh Manusia, Jakarta : EGC Penerbit
Buku Kedokteran,2014
Patofisiologi paru esensial / Jhon B. West; alih bahasa, Yoavita. --- edisi 6
Jakarta : EGC, 2010

14