Anda di halaman 1dari 2

BAB III

Analisa Kasus

Pasien didiagnosa leukemia limfoblastik akut berdasarkan keluhan pasien yaitu


demam selama 2 minggu disertai muntah, pucat, dan sering merasa lelah. Berdasarkan
pemeriksaan fisik yaitu konjungtiva anemis, bibir pucat, adanya splenomegali serta
hepatomegali. Pada pemeriksaan penunjungan ditemukan kesan Akut limfositik leukemia
pada pungsi sumsum tulang. Selain itu juga didapatkan penurunan hemoglobin pada
pemeriksaan darah lengkap. Hal ini menunjukkan pasien menderita anemia.
Anemia pada pasien merupakan anemia normositik normokrom, hal ini terlihat dari
jumlah MCH, MCHC, dan MCV pada pasien normal, sehingga dapat disimpulkan bahwa
pasien mengalami anemia karena keganasan
Diagnosa gizi pada pasien adalah gizi kurang dengan perawakan normal didapat dari
perhitungan BB/U, TB/U, dan BB/TB dan berdasarkan grafik CDC-NCHS. Perhitungan
status gizi ini didasarkan pada antropometri.
Tatalaksana pada pasien ini adalah :
- IVFD D5 ¼ NS 2200ml/24 jam
Untuk mempertahankan keseimbangan elektrolit pada tubuh.
Perhitungan: 3000 x LPB
- Obat kemoterapi
o Inj MTX 12 mg IV
o Inj VCR 1.05 mg IV
o Dexametason 0.5 mg
- Inj Ondansentron 3x3 mg IV
Untuk meminimalisir rasa mual pada pasien
- Mb 1600 kcal.
Namun, berdasarkan perhitungan kalori BB ideal pasien berdasarkan usia, yaitu 23 kg,
ditemukan bahwa kalori yang dibutuhkan pasien adalah 2070 kcal. Hal ini berdasarkan tabel
berikut dengan usia tinggi pasien 6.5 tahun
Age (year) Kcal/kg bw
0-1 100-120
1-3 100
4-6 90
7-9 80

10-12 L: 60-70
39
P: 50-60
12-18 L: 50-60
P: 40-50

Perhitungannya adalah 22x90=1980 kcal yang dibutuhkan pasien, dibagi dalam 3 kali
makan besar dan 2 kali snack. Maximal kalori yang dapat diberikan adalah 1800 kcal
Protein yang dibutuh kan pasien adalah 15% dari kalori yang dibutuhkan, yaitu
297gram. Karbohidrat yang dibutuhkan 50% dari kalori yang dibutuhkan yaitu 990 gram, dan
lemak yang dibutuhkan adalah 35% dari kalori yang dibutuhkan yaitu 693 gram
Menurut teori, Penyebab malnutrisi pada penderita kanker bukanlah merupakan
penyebab tunggal melainkan mencakup beberapa faktor,
■ Interaksi kompleks antara energi dan metabolisme substrat,
■ Komponen hormonal dan inflamasi
■ Gangguan pada kompartemen metabolik. Hal ini mempercepat mobilisasi, oksidasi
dari substrat energi dan kehilangan protein tubuh
Agen-agen kemoterapi diketahui dapat mengakibatkan anorexia, dengan atau tanpa nausea
dan muntah, enteritis dengan malabsorpsi dan diare, mukositis dan konstipasi. Persepsi
pengecapan juga mengalami gangguan pada pasien kanker yang menerima kemoterapi;
fenomena ini dapat mengakibatkan anoreksia dan penurunan intake makanan. Hal ini sesuai
dengan keluhan pasien, yaitu nafsu makan menurun bila diberi obat kemoterapi tertentu

40