Anda di halaman 1dari 5

TUGAS WAWANCARA KEWIRAUSAHAAN “Wawancara Beberapa Pengusaha”

TUGAS WAWANCARA KEWIRAUSAHAAN “Wawancara Beberapa Pengusaha” Oleh : Prafita Rizky Saraswati 16.10.045 PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN

Oleh :

Prafita Rizky Saraswati

16.10.045

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KEPANJEN PEMKAB MALANG TAHUN 2018

Tugas Kewirausahaan

Narasumber 1

Wirausahawan : Bapak Heru Apa usaha yang Bapak rintis saat ini ?

Distributor snack di daerah Malang raya

Kapan Bapak memulai usaha ini ?

Pertama kali ayah saya yang memulai usaha ini di tahun 2006 sampai sekarang dan sebelumnya usaha angkot pada tahun 1996

Mengapa Orangtua Bapak mendirikan usaha ini dan apa motivasi anda meneruskan usaha ini ?

kata ayah saya dulu beliau ingin merubah status ekonomi keluarga dan ingin memiliki sebuah usaha yang bisa membuka ladang pekerjaan bagi orang orang disekitar kami dan saya memang sudah berkewajiban untuk meneruskan bisnis yang sudah di rintis oleh orangtua saya karena ini merupakan amanah bagi saya.

Siapa yang memulai usaha ini ? atau siapa yang bekerjasama dengan bapak saat ini ?

Yang memulai usaha ini adalah almarhum ayah saya dengan dibantu ibu. Dan saat ini saya yang meneruskan usaha beliau bersama kakak saya.

Bagaimana awal mula orang tua bapak memulai usaha ini hingga sampai seperti ini?

Dulu ayah saya seorang supir dan sales disalah satu pabrik di wilayah malang, setelah itu beliau resign dari pekerjaan nya dan memulai bisnis setoran angkot hingga beberapa saat. Sampai akhirnya beliau membuka usaha distributor snack ini dari nol sampai seperti sekarang ini. Awalnya beliau mencari pelanggan dan mengantar barang sendiri sampai usaha yang dirintisnya memuai hasil yang diinginkan dan akhirnya mempekerjakan beberapa tetangga saya. Alhamdulillah usaha yang beliau rintis ini bisa berkembang dengan baik hingga akhirnya bisa membeli truck sendiri dan membuka gudang seperti ini. Sebelumnya snack-snack yang di stock diletakkan di belakang rumah.

Saat ini saya harus memegang amanah dan menjalankan usaha yang harus dipertahankan. Kami membagi tugas saya sebagai pengecek barang yang akan dikirim dan kakak saya bertanggungjawab menagih uang yang ada di konsumen.

Apa hambatan dan dorongan yang Bapak alami untuk usaha ini ?

Hambatan seorang pengusaha pasti ada saja namun bagaimana cara kita mengatasinya. Contoh hambatan yang biasa terjadi seperti salah seorang konsumen yang telat mentransfer uang kepada kami dan susah untuk diajak bekerjasama. Namun segala sesuatu yang menghambat kami tidak

senanstiasa menurunkan semangat kami untuk terus maju, justru ini merupakan dorongan untuk terus semangat berwirausaha.

Berapa jumlah karyawan yang bekerja bersama bapak saat ini ?

Jumlah karyawan saya saat ini sekitar 10 orang dengan berbagai tugas, ada bagian akutansi, penataan snack, dan sopir.

N arasumber 2

(Pengusaha kerupuk)

Nama Narasumber : Bu. Suliyah Usaha apa yang ibu rintis saat ini ?

Jawab : produksi krupuk di Desa Talok Kec. Turen

Kapan ibu memulai usaha ini ?

Jawab : saya memulai usaha ini sejak tahun 2007, saya mendirikan usaha ini dengan suami saya,

Mengapa ibu mendirikan usaha ini ?

Sesuai dengan lingkungan yang cukup akrab dengan produksi rumahan krupuk, saya sudah mulai terbiasa untuk membuat krupuk, sewaktu saya masih muda saya sering membantu tetangga saya untuk membuat krupuk, danpada akhirnya saya memutuskan untuk merintis sedikit-sedikit usaha krupuk ini

Dimana ibu mulai memproduksi sampai memasarkan produk ibu ?

Saya memproduksi dirumah saya sendiri, mulai dari adonan basah hingga menjadi krupuk siap saji, dan sekaligus dikemasi, saya biasanya menjual produk saya di pasar, di warung-warung terdekat, dan biasanya juga di ambil pemasok krupuk

Siapa yang memulai usaha ini ? atau siapa yang bekerjasama dengan ibu sampai saat ini ?

Pertamakali saya memulai usaha ini dengan suami saya, setelah lama kelamaan saya mendapat pesanan banyak, akhirnya saya meminta bantuan saudara-saudara atau tetangga untuk membantu produksi. Saya bekerjasama dengan pemilik warung-warung, pemilik toko dipasar, atau juga pemasok/pengepul

Bagaimana cara ibu untuk memproduksi sampai memasarkan produk ibu ?

Pertama untuk memproduksi saya membuat adonan basah, setelah itu dibentuk sesuai dengan cetakan, kemudian dipotong-potong sesuai ukuran, setalah itu mentahan krupuk yang masih basah dijemur sekitar 2 hari, setelah dijemur sampai kering krupuk digoreng, setelah digoreng krupuk siap untuk dikemasi. Saya biasa menjual produk saya di pasar, di warung-warung terdekat, dan biasanya juga di ambil pemasok krupuk

Apa hambatan dan dorongan ibu untuk menjalankan usaha ini ?

Hambatan yang saya alami selama ini yaitu cuaca yang tidak menentu, kadang panas, kadang hujan, biasanya cuaca cerah tiba-tiba hujan dan tidak sempat untuk mengambil krupuk yang kering, akhirnya krupuk rusak atau kualitas krupuk menjadi buruk, atau juga bahan baku yang sulit didapatkan

Apakah biaya produksi sebanding dengan keuntungan yang ibu dapatkan ?

Alhamduillah selama ini saya mengalami balik modal yang lumayan, tergantung dengan pemasok krupuk ataupun tergantung cuaca

Narasumber 3

(Peternak dan pengusaha telur asin)

Nama narasumber : Ibu Sumik Usaha apa yang ibu rintis saat ini ?

Jawab : peternak bebek dan pengusaha telur asin

Kapan ibu memulai usaha ini ?

Jawab : saya memulai usaha ini sejak tahun 2016, saya mendirikan usaha ini dengan suami saya,

Mengapa ibu mendirikan usaha ini ?

Karena menurut saya usaha ini cukup berpeluang dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit, bebek yang di ternakkan pun sudah bias memanen telurnya setiap hari dan bias di jadikan telur asin sendiri

Dimana ibu mulai memproduksi sampai memasarkan produk ibu ?

Saya memproduksi sendiri di sebelah rumah untuk kandang bebek dan memproduksi telur asin di belakang rumah, biasanya saya memproduksikan telus asin sesuai dengan pesanan konsumen setelah itu konsumen sendiri yang mengambil pesanan telur asin yang di pesan dan di toko – toko makanan.

Siapa yang memulai usaha ini ? atau siapa yang bekerjasama dengan ibu sampai saat ini ?

Pertama saya di bantu dengan suami dan anak saya walaupun tanpa karyawan usaha yang saya rintis tidak ada kendala yang berlebih, dan bekerjasama dengan warung warung makanan yang memesn telur dari saya.

Apa hambatan dan dorongan ibu untuk menjalankan usaha ini ?

Hambatan yang saya alami selama ini yaitu ketika bebek atau ternak yang tiba tiba tidak bertelur dan pesanan banyak biasnaya saya membeli telur dari orang lain dan kadang juga mendapat kerugian yang terjadi karena itu, lainya tidak ada hambatan yang serius.