Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat
pentingdan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan
dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri sangat berpengaruh diantaranya
kebudayaan, social, keluarga, pendidikan. Persepsi seseorang terhadap kesehatan,
serta perkembangan ( dalam Tarwoto & Wartonah 2006).
Praktik hygiene sama dengan peningkatan kesehatan. Dengan implementasi
tindakan hygiene pasien, atau membantu anggota keluarga untuk melakukan
tindakan itu dalam lingkungan rumah sakit, perawat menambah tingkat
kesembuhan pasien. Dengan mengajarkan cara hygiene pada pasien, pasien akan
berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan dan partisipan dalam perawatan diri
ketika memungkinkan (dalam Perry & Potter, 2005).
Jika seseorang sakit,biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan.Hal ini
terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah
sepele,padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan
secara umum (dalam Tarwoto& Wartonah 2006).

1
B. Rumusan Masalah
A. Apa Pengertian dari Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygienen) ?
B. Apa saja Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene ?
C. Bagaimana Tipe-tipe personal hygiene ?
D. Apa saja Jenis-jenis personal hygiene ?
E. Bagaimana askep personal hygene ?

C. Tujuan Penulisan
A. Mengetahui Apa Pengertian dari Perawatan diri atau kebersihan diri.
(personal hygienen).
B. Mengetahui Apa saja Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene.
C. Mengetahui Bagaimana Tipe-tipe personal hygiene.
D. Mengetahui Apa saja Jenis-jenis personal hygiene.
E. Mengetahui Bagaimana askep personal hygene.

D. Manfaat Penulisan
A. Dapat Mengetahui Apa Pengertian dari Perawatan diri atau kebersihan diri
(personal hygienen) .
B. Dapat Mengetahui Apa saja Faktor-faktor yang mempengaruhi personal
hygiene.
C. Dapat Mengetahui Bagaimana Tipe-tipe personal hygiene.
D. Dapat Mengetahui Apa saja Jenis-jenis personal hygiene.
E. Dapat Mengetahui Bagaimana askep personal hygene.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygienen)


Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygienen) merupakan
perawatan diri sendiri yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan, baik
scara fisik maupun psikologis. Pemenuhan perawatan diri dipengaruhi beberapa
factor, diantaranya : budaya, niali sosial pada individu atau keluarga,
pengetahuan terhadap perawatan diri, serta persepsi terhadap perawtan diri.
Personal Hygiene berasal dari bahasaYunani yaitu personal yang artinya
perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseorang adalah suatu tindakan
untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik
dan psikis.
Pengertian Perawatan diri atau kebersihan diri (personal 3ocial3)Menurut
para ahli :
1. Sjarifuddin
Personal hygiene adalah kesehatan pada seseorang atau perseorangan.
Sjarifudin. 1979 (dalam Basyar.2005)
2. Efendy
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat
penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi
kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri sangat dipengaruhi
oleh nilai individu dan kebiasaan.Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di
antaranya kebudayaan,social, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang
terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan. (dalam Astutiningsih, 2006)
3. Depkes
Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam
memenuhi kebutuhannya guna memepertahankan kehidupannya,kesehatan
dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya, klien dinyatakan

3
terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri (
Depkes 2000).
4. Nurjannah
Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan
aktifitas perawatan diri (mandi, berhias,makan, toileting)
5. Poter. Perry
Menurut Poter. Perry (2005), Personal hygiene adalah suatu tindakan
untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan
fisik dan psikis, kurang perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang tidak
mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya (dalam Tarwoto dan
Wartonah 2006 )
Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang
diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan
adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat
mempengaruhi kesehatan secara umum. Karena itu hendaknya setiap orang
selalu berusaha supaya personal hygiennya dipelihara dan ditingkatkan.
Kebersihan dan kerapian sangat penting dan diperlukan agar seseorang
disenangi dan diterima dalam pergaulan, tetapi juga karena kebersihan
diperlukan agar seseorang dapat hidup secara sehat.
B. Faktor yang mempengaruhi personal hygiene
1. Citra tubuh
Penampilan umum klien dapat menggambarkan pentinya hygiene pada
orang tersebut. Citra tubuh merupakan konsep subjektif seseorang tentang
penampilan fisiknya. Citra tubuh ini dapat sering berubah. Citra tubuh
mempengaruhi cara mempertahankan hygiene. Jika seorang klien rapi sekali
maka perawat mempertimbangkan rincian kerapian ketika merencanakan
keperawatan dan berkonsultasi pada klien sebelum membuat keputusan
tentang bagaimana memberikan perawatan hygienis. Karena citra tubuh klien
dapat berubah akibat pembedahan atau penyakit fisik maka perawat harus
membuat suatu usaha ekstra untuk meningkatkan hygiene.

4
2. Praktik social.
Kelompok-kelompok social wadah seorang klien berhubungan dapat
mempengaruhi praktik hygiene pribadi. Selama masa kanak-kanak, kanak-
kanak mendapatkan praktik hygiene dari orang tua mereka. Kebiasaan
keluarga, jumlah orang dirumah, dan ketersediaan air panas dan atau air
mengalir hanya merupakan beberapa faktok yang mempengaruhi perawatan
kebersihan.
3. Status sosio-ekonomi
Sumber daya ekonomi seeorang mempengruhi jenis dan tingkat
praktik kebersihan yang digunakan. Perawat harus menentukan apakah klien
dapat menyediakan bahan-bahan yang penting seperti deodorant, sampo, pasta
gigi dan kometik. Perawat juga harus menentukan jika penggunaan produk-
produk ini merupakan bagian dari kebiasaan social yang dipraktikkan oleh
kelompok social klien.
4. Pengetahuan
Pengtahuan tentang pentingnya hygiene dan implikasinya bagi
kesehatan mempengaruhi praktik hygiene. Kendati demikian, pengetahuan itu
sendiri tidaklah cukup. Klien juga harus termotivasi untuk memelihara
perawatan-diri. Seringkali, pembelajaran tentang penyakit atau kondisi
mendorong klien untuk meningkatkan hygiene. Pembelajaran praktik tertentu
yang diharapkan dan menguntungkan dalam mngurangi resiko kesehatan
dapat memotifasi seeorang untuk memenuhi perawatan yang perlu.
5. Kebudayaan
Kepercayaan kebudayaan klien dan nilai pribadi mempengaruhi
perawatan hygiene. Orang dari latar kebudayaan yang berbeda mengikuti
praktik keperawatan diri yang berbeda pula. Di asia kebersihan dipandang
penting bagi kesehatan. Di Negara-negara eropa, bagaimanapun, hal ini biasa
untuk mandi secara penuh hanya sekali dalam seminggu.

5
6. Pilihan pribadi
Setiap klien memiliki keinginan individu dan pilihan tentang kapan
untuk mandi, bercukur, dan melakukan perawatan rambut . klien memilih
produk yang berbeda (mis. Sabun, sampo, deodorant, dan pasta gigi) menurut
pilihan pribadi.
7. kondisi fisik.
Orang yang menderita penyakit tertentu (mis. Kanker tahap lanjut) atau
menjalani operasi sering kali kekurangan energi fisik atau ketangkasan untuk
melakukan hygiene pribadi.

C. Tipe personal hygiene


1. Kesehatan Gigi dan Mulut
Mulut beserta lidah dan gigi merupakan sebagian dari alat pencerna
makanan. Mulut berupa suatu rongga yang dibatasi oleh jaringan lunak,
dibagian belakang berhubungan dengan tengggorokan dan didepan ditutup
oleh bibir. Lidah terdapat didasar rongga mulut terdiri dari jaringan yang
lunak dan ujung-ujung syaraf pengecap. Gigi terdiri dari jaringan keras yang
terdapat di rahang atas dan bawah yang tersusun rapi dalam lengkungan
(Depdikbud, 1986:33). Struktur anatomi mulut ditunjukkan pada gambar
berikut

6
Makanan sebelum masuk ke dalam perut, perlu dihaluskan, maka
makanan tersebut dihaluskan oleh gigi dalam rongga mulut. Lidah berperan
sebagai pencampur makanan,penempatan makanan agar dapat dikunyah
dengan baik dan berperan sebagai indera perasa dan pengecap.
Penampilan wajah sebagian ditentukan oleh tata letak gigi. Disamping
itu juga sebagai pembantu pengucapan kata-kata dengan jelas dan terang
(Soenarko, 1984: 28).Seperti halnya dengan bagian tubuh yang lain, maka
mulut dan gigi juga perlu perawatan yang teratur dan seyogyanya sudah
dilakukan sejak kecil. Untuk pertumbuhan gigi yang sehat diperlukan sayur-
sayuran yang cukup mineral seperti zat kapur, makanan dalam bentuk buah-
buahan yang mengandung vitamin A atau C sangat baik untuk kesehatan gigi
dan mulut. Gosok gigi merupakan upaya atau cara yang terbaik untuk
perawatan gigi dan dilakukan paling sedikit dua kali dalam sehari yaitu pagi
dan pada waktu akan tidur. Dengan menggosok gigi yang teratur dan benar
maka plak yang ada pada gigi akan hilang. Hindari kebiasaan menggigit
benda-benda yang keras dan makan makanan yang dingin dan terlalu panas
(Depdikbud, 1986: 30).Gigi yang sehat adalah gigi yang rapi, bersih,
bercahaya,gigi tidak berlubang dan didukung oleh gusi yang kencang
danberwarna merah muda. Pada kondisi normal, dari gigi dan mulut.

2. Kesehatan Rambut dan kulit rambut


Rambut berbentuk bulat panjang, makin ke ujung makin kecil dan
ujungnya makin kecil. Pada bagian dalam berlubang dan berisi zat warna.
Warna rambut setiap orang tidak sama tergantung zat warna yang ada
didalamnaya.Rambut dapat tumbuh dari pembuluh darah yang ada disekitar
rambut(Depdikbud, 1986:23).Struktur anatomi rambut dapat di lihat pada
gambar berikut

7
Rambut merupakan pelindung bagi kulit kepala dari sengatan matahari
dan hawa dingin. Dalam kehidupan sehari-hari sering nampak pemakaian alat
perlindungan lain seperti topi, kain kerudung dan masih banyak lagi yang
lain.Penampilan akan lebih rapi dan menarik apabila rambut dalam keadaan
bersih dan sehat. Sebaliknya rambut yang dalam keadaan kotor, kusam dan
tidak terawat akan terkesan jorok dan penampilan tidak menarik.
Rambut dan kulit kepala harus selalu sehat dan bersih,sehingga perlu
perawatan yang baik. Untuk perawatan rambut dapat ditempuh dengan
berbagai cara namun demikian cara yang dilakukan adalah cara pencucian
rambut.
Rambut adalah bagian tubuh yang paling banyak mengandung
minyak. Karena itu kotoran, debu, asap mudah melekat dengan demikian
maka pencucian rambut adalah suatu keharusan. Pencucian rambut dengan
shampoo dipandang cukup apabila dilakukan dua kali dalam seminggu
(Depdikbud, 1986:12).
Rambut yang sehat yaitu tidak mudah rontok dan patah,tidak terlalu
berminyak dan terlalu kering serta tidak berketombe dan berkutu.
Tujuan bagi klien yang membutuhkan perawatan rambut dan kulit
kepala meliputi sebagai berikut:

8
a. Pola kebersihan diri klien normal
b. Klien akan memiliki rambut dan kulit kepala bersih yang sehat
c. Klien akan mencapai rasa nyaman dan harga diri
d. Klien dapat mandiri dalam kebersihan diri sendiri
e. Klien akan berpartisipasi dalam praktik perawatan rambut.

3. Kesehatan kulit
Kulit terletak diseluruh permukaan luar tubuh. Secara garis besar kulit
dibedakan menjadi 2 bagian yaitu bagian luar yang disebut kulit ari dan
bagian dalam yang disebut kulit jangat. Kulit ari berlapis-lapis dan secara
garis besar dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu lapisan luar yang
disebut lapisan tanduk dan lapisan dalam yang disebut lapisan malpighi. Kulit
jangat terletak disebelah bawah atau sebelah dalam dari kulit ari (Depdikbud,
1986:16).Kulit merupakan pelindung bagi tubuh dan jaringan dibawahnya.
Perlindungan kulit terhadap segala rangsangan dari luar, dan perlindungan
tubuh dari bahaya kuman penyakit. Sebagai pelindung kulitpun sebagai
pelindung cairan-cairan tubuh sehingga tubuh tidak kekeringan dari
cairan(kozier. 2004:101)
Sebagai bagian dari organ pelindung, kulit secara anatomis terdiri atas
dua lapisan,yaitu lapisan epidermis atau di kenal dngan nama kutikula dan
lapisan dermis atau di sebut dengan korium. lapisan epidermis terdiri atas
bagian-bagian seperti stratum korneum, stratum lusidum, dan stratum
granulosum. Lapisan kedua atau lapisan dermis yang terdiri atas ujung saraf
sensorik, dan kelenjar sebaseum. Struktur anatomi kulit ditunjukkan pada
gambar berikut

9
.
Melalui kulitlah rasa panas, dingin dan nyeri dapat dirasakan. Guna
kulit yang lain sebagai alat pengeluaran ampas-amps berupa zat yang tidak
terpakai melalui keringat yang keluar lewat pori-pori(Soenarko, 1984:4).Kulit
yang baik akan dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga perlu
dirawat. Pada masa yang modern sekarang ini tersedia berbagai cara modern
pula berbagai perawatan kulit. Namun cara paling utama bagi kulit, yaitu
pembersihan badan dengan cara mandi. Perawatan kulit dilakukan dengan
cara mandi 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.Tentu saja dengan air yang bersih.
Perawatan kulit merupakan keharusan yang mendasar (Depdikbud,
1986:23).Kulit yang sehat yaitu kulit yang selalu bersih, halus, tidak ada
bercak-bercak merah, tidak kaku tetapi lentur (fleksibel)

4. Kesehatan Telinga
Telinga dapat dibagi dalam tiga bagian yaitu bagianpaling luar,
bagian tengah, dan daun telinga. Telinga bagian luar terdiri dari lubang telinga
dan daun telinga. Telinga bagian tengah terdiri dari ruang yang terdiri dari tiga
buah ruang tulang pendengaran. Ditelinga bagian dalam terdapat alat
keseimbangan tubuh yang terletak dalam rumah siput(Depdikbud, 1986 : 30)
Struktur anatomi telinga ditunjukkan pada gambar berikut.

10
Telinga merupakan alat pendengaran, sehingga berbagai macam
bunyi- bunyi suara dapat didengar. Disamping sebagai alat pendengaran
telinga juga dapat berguna sebagai alat keseimbangan tubuh. Menjaga
kesehatan telinga dapat dilakukan dengan pembersihan yang berguna untuk
mencegah kerusakan dan infeksi telinga(potter & perry 2012:1397). Telinga
yang sehat yaitu lubang telinga selalu bersih,untuk mendengar jelas dan
telinga bagian luar selalu bersih(kozier. 2004:157)

5. Kesehatan Kuku
Kuku terdapat di ujung jari bagian yang melekat pada kulit yang
terdiri dari sel-sel yang masih hidup. Bentuk kuku bermacam-macam
tergantung dari kegunaannya ada yang pipih, bulat panjang, tebal dan tumpul
(Depdikbud, 1986:21).Guna kuku adalah sebagai pelindung jari, alat
kecantikan, senjata , pengais dan pemegang (kozier. 2004:127). Bila untuk
keindahan bagi wanita karena kuku harus relatif panjang, maka harus dirawat
terutama dalam hal kebersihannya. Kuku jari tangan maupun kuku jari kaki
harus selalu terjaga kebersihannya karena kuku yang kotor dapat menjadi
sarang kuman penyakit yang selanjutnya akan ditularkan kebagian tubuh yang
lain.

11
6. Kesehatan Mata
Mata merupakan organ indra yang berperan menerima rangsangan
berupa cahaya karna memiliki reseptor peka cahya yang di sebut dengan
fotoreseptor. Mata memiliki beberapa bagian penting yaitu sklera, , kornea,
koroid, retina, iris, pupil, lensa dan konjungtiva sebagai lapisan terluar mata.
Struktur anatomi mata ditunjukkan pada gambar berikut.

Konjungtiva sebagai bagian terluar mata sering kali kotor karna


langsung kontak dengan dunia luar sehingga sangat penting untk tetap di
bersihkan.
Pembersihan mata biasanya dilakukan selama mandi dan melibatkan
pembersihan dengan washlap bersih yang dilembabkan kedalam air. Sabun
yang menyebabkan panas dan iritasi biasanya dihindari. Perawat menyeka
dari dalam ke luar kantus mata untuk mencegah sekresi dari pengeluaran ke
dalam kantong lakrimal. Bagian yang terpisah dari washlap digunakan sekali
waktu untuk mencegah penyebaran infeksi. Jika klien memiliki sekresi kering
yang tidak dapat diangkat dengan mudah dengan menyeka, maka perawat
dapat meletakkan kain yang lembab atau kapas pada margin kelopak mata
pertama kali untuk melunakkan sekresi. Tekanan langsung jangan digunakan
diatas bola mata karena dapat meyebabkan cedera serius.
Klien yang tidak sadar memerlukan perawatan mata yang lebih sering.
Sekresi bisa berkumpul sepanjang margin kelopak mata dan kantus sebelah
dalam bila refleks berkedip tidak ada atau ketika mata tidak dapat menutup

12
total. Mata dapat dibersihkan dengan kapas steril yang diberi pelembab
normal salin steril. Air mata buatan bisa diperlukan, dan pesanan untuk itu
harus diperoleh dari dokter. Tindakan pencegahan harus digunakan jika
potongan kecil digunakan pada mata karena dapat meyebabkan cedera kornea.
7. Kesehatan Hidung
Hidung merupakan indra pembau yang bisa menangkap aroma bau
yang terdapat di udara sekitar selain itu organ hidung merupakan organ
terpenting dalam proses pernafasan. Dalam proses pernafasan, sebelum udara
masuk ke dalam paru-paru udara tersebut akan di lembabkan dalam hidung
oleh mukus yang di eksresikan oleh kelenjar mukosa. Struktur anatomi hidung
ditunjukkan pada gambar berikut.

Jika ekskresi mukus berlebihan terjadi dalam hidung maka akan terjadi
penyumbatan organ hidung sehingga cairan mukus ini harus dikeluarkan dari
hidung
Klien biasanya mengangkat sekresi hidung secara lembut dengan
membersihkan ke dalam dengan tisu lembut. Hal ini menjadi hygiene harian
yang diperlukan. Perawat mencegah klien jangan mengeluarkan kotoran
dengan kasar karena mengakibatkan tekanan yang dapat mencenderai
gendang telinga, mukosa hidung, dan bahkan struktur mata yang sensitif.

13
Perdarahan hidung adalah tanda kunci dari pengeluaran yang kasar, iritasi
mukosa, atau kekeringan.
Jika klien tidak dapat membuang sekresi nasal, perawat membantu
dengan menggunakan washlap basah atau aplikator kapas bertangkai yang
dilembabkan dalam air atau salin. Aplikator seharusnya jangan dimasukkan
melebihi panjang ujung kapas. Sekresi nasal yang berlebihan dapat juga
dibuang dengan pengisap. Pengisap nasal merupakan kontraindikasi dalam
pembedahan nasal atau otak.
D. Jenis personal hygiene
Menurut Poter. Perry (2004) personal hygiene berdasarkan waktu
pelaksanaannyadibagi menjadi empat yaitu:
1. Perawatan dini hari
Merupakan personal hygiene yang dilakukan pada waktu bangun tidur,
untuk melakukan tindakan untuk tes yang terjadwal seperti dalam
pengambilan bahan pemeriksaan (urine atau feses), memberikan pertolongan
seperti menawarkan bedpan atau urinal jika pasien tidak mampu ambulasi,
mempersiapkan pasien dalam melakukan sarapan atau makan pagi dengan
melakukan tindakan personal hygiene, seperti mencuci muka, tangan, menjaga
kebersihan mulut,
2. Perawatan pagi hari
Merupakan personal hygiene yang dilakukan setelah melakukan
sarapan atau makan pagi seperti melakukan pertolongan dalam pemenuhan
kebutuhan eliminasi (BAB / BAK), mandi atau mencuci rambut, melakukan
perawatan kulit, melakukan pijatan pada punggung, membersihkan mulut,
kuku, rambut, serta merapikan tempat tidur pasien. Hal ini sering disebut
sebagai perawatan pagi yang lengkap.
3. Perawatan siang hari
Merupakan personal hygiene yang dilakukan setelah melakukan
berbagai tindakan pengobatan atau pemeriksaan dan setelah makan siang
dimana pasien yang dirawat di rumah sakit seringkali menjalani banyak tes

14
diagnostik yang melelahkan atau prosedur di pagi hari. Berbagai tindakan
personal hygiene yang dapat dilakukan, antara lain mencuci muka dan tangan,
membersihkan mulut, merapikan tempat tidur, dan melakukan pemeliharaan
kebersihan lingkungan kesehatan pasien.
4. Perawatan menjelang tidur
Merupakan personal hygiene yang dilakukan pada saat menjelang
tidur agar pasien relaks sehingga dapat tidur atau istirahat dengan tenang.
Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan, antara lain pemenuhan kebutuhan
eliminasi (BAB / BAK), mencuci tangan dan muka, membersihkan mulut, dan
memijat daerah punggung.
E. Askep personal hygiene
1. Bagian Kepala
a. Mata
1) Pengkajian
a) Riwayat keperawatan
 Pola kebersihan mata
 Faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan mata
 Pemakaian alat bantu pada mata
b) Pemeriksaan fisik
 Apakah sklera ikterik
 Apakah kunjungtiva pucat
 Kebersihan mata
 Apakah gatal/mata merah
b. Hidung
1) Pengkajian
a) Riwayat keperawatan
 Riwayat penyakit
 Pola kebersihan hidung
 Faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan hidung

15
b) Pemeriksaan fisik
 Adakah pilek
 Adakah elergi
 Adakah pendarahan
 Adakah perubahan penciuman Kebersihan hidung
 Bagaimana membran mukosa
 Adakah septum deviasi
c. Telinga
1) Pengkajian
a) Riwayat keperawatan
 Riwayat penyakit
 Pola kebersihan telinga
 Perlengkapan pembersih telinga yang di pakai
 Faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan telinga
b) Pemeriksaan fisik
 Adakah kotoran
 Adakah lesi
 Bagaimana bentuk telinga
 Adakah infeksi
d. Rambut dan kulit kepala
1) Pengkajian
a) Riwayat keperawatan
 Pola kebersihan rambut dan kepala
 Frekwensi mencuci rambut serta pemakaian perlenkapan personal
hygene rambut
 Faktor-faktor yang mempengaruhi perawatan rambut
b) Pemeriksaan fisik
Rambut
 Keadaan kesuburan rambut
 Keadaan rambut yang mudah rontok

16
 Keadaan rambut yang kusam
 Keadaan tekstur
Kepala
 Botak/alopesia
 Ketombe
 Berkutu
 Adakah Eritema
 Kebersihan
2) Diagnosa
a) Resiko mole kulit kepala berdarah
b) Kerusakan integritas jaringan kulit kepala berhubungan dengan kulit kepala
yang kering dan bersisik akibat adanya ketombe
c) Kerusakan rambut yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi
Tujuan yang di harapkan
a) Pasien terhindar dari perdarahan akibat penyikatan dan penyisiran rambut
yang terlalu keras
b) Kerusakan integritas kulit kepala pasien tidak meluas atau berkurang,
deteksi dini dan pengobatan terhadap kerusakan
c) Kerusakan rambut seperti pecah-pecah, kusam, kering dan tipis dapat
teratasi
3) Intervensi dan rasional
Rencana Tindakan Rasional
Observasi tanda – tanda gangguan Mendeteksi dini adanya
pada rambut dan kulit kepala
Berikan penyuluhan tentang merawatMeningkatkan pengetahuan pasien
personal hygien mengenai rambut dan
terhadap perawatan personal hygiene
kulit kepala yang benar mengenai rambut dan kulit kepalayang
benar
Anjurkan pasien untuk menhindari Mencegah terjadinya masalah rambut
penggunaan bahan-bahan kimia yang dan kulit kepala
memungkinkan penyebab masalah
rambut dan kulit kepala
Demonstrasikan pada pasien cara Mencegah timbulnya maslah baru
merawat kulit kepala dan rambut pada kulit kepala dan rambut

17
dengan benar
Anjurkan pasien untuk hati – hati Mencegah mole berdarah
dalam menyikat dan menyisir rambut
dan gunakan sisir yang tidak terlalu
tajam

4) Evaluasi
Menilai adanya kemampuan untuk memepertahankan kebersihan rambut
yang di tandai dengan keadaan rambut (segar tidak rontok), tidak ada tanda
radang pada kulit kepala dan pertumbuhanya baik.
e. Mulut dan gigi
1) Pengkajian
a) Riwayat keperawatan
 Pola kebersihan mulut dan gigi
 Perlengkapan personal hygiene yang dipakai
 Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene
b) Pemeriksaan fisik
a) Mulut
 Keadaan mukosa mulut
 Kelembapannya
 Adakah lesi
 Kebersihan
b) Gigi
 Adakah karang gigi
 Adakah karies
 Kelengkapan gigi
 Pertumbuhan
 Kebersihan

18
2) Diagnosa
a) Gangguan membrane mukosa mulut
Definisi : kondisi dimana mukosa mulut pasien mengalami luka
Kemungkinan berhubungan dengan :
1) Trauma oral
2) Pembatasan intake cairan
3) Pemberian kemoterapi dan radiasi pada kepala dan leher
Kemungkinan data yang ditemukan
1) Iritasi atau luka pada mukosa mulut
2) Peradangan atau infeksi
3) Kesulitan dalam makan dan menelan
4) Keadaan mulut yang kotor
Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada
1) Stroke
2) Stomatitis
3) Koma
Tujuan yang diharapkan
1) Keadaan mukosa mulut, lidah dalam keadaan utuh, warna merah muda
2) Inflamasi tidak terjadi
3) Klien mengatakan rasa nyaman
4) Keadaan mulut bersih

3) Intervensi dan rasional


no INTERVENSI RASIONAL
1 Kaji kembali kebarsihan mulut Data dasar dalam melakukan
intervensi
2 Lakukan kebersihan mulut Membersihkan kotoran dan
sesudah makan dan sebelum tidur mencegah karang gigi
3 Gunakan sikat gigi yang lembut Mencegah pendarahan

19
4 Gunakan larutan garam /baking Larutan garam /soda membantu
soda dan kemudian bilas dengan melembapkan mukosa,meningkatkan
air bersih granulasi,dan menekan bakteri
5 Lakukan pendidikan kesehatan Mencegah gangguan mukosa
tentang kebersihan mulut
6 Laksanakan program terapi medis Membantu menyembuhkan
luka/infeksi

4) Evaluasi
Menilai adanya kemampuan untuk mempertahankan kebersihan gigi dan
mulut serta kemampuan untuk mempertahankan status nutrisi. Hal ini di tandai
dengan keadaan mulut dan gigi yang bersih tidak ada tanda radang dan intake
yang edukuat
2. Kulit
a. Pengkajian
1) Riwayat keperawatan
a) Pola kebersihan tubuh
b) Perlengkapan personal hygiene yang dipakai
c) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene
2) Pemeriksaan fisik
a) Kebersihan
b) Adakah lesi
c) Keadaan turgor
d) Warna kulit
e) Suhu
f) Teksturnya
g) Pertumbuhan bulu

20
b. Diagnosa
1) Gangguan integritas kulit
Definisi : keadaan di mana kulit seseorang tidak utuh.Kemungkinan
berhubungan dengan :
a) Bagian tubuh yang lama tertekan
b) Imobilitasi
c) Terpapar zat kimia
Kemungkinan data yang ditemukan
a) Kerusakan jaringan kulit
b) Gangrene
c) Dekubitus
d) Kelemahan fisik
Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada :
a) Stroke
b) Fraktur femur
c) Koma
d) Trauma medulla spinalis
Tujuan yang diharapkan
a) Pola kebersihan diri pasien normal
b) Keadaan kulit, rambut kepala bersih
c) Klien dapat mandiri dalam kebersihan diri sendiri
c. Intervensi dan rasional
no Intervensi Rasional
1 Kaji kembali pola kebutuhan Data dasar dalam melakukan
personal hygiene pasien interfensi
2 Kaji keadaan luka pasien Menentukan interfesi lebih lanjut
3 Jaga kulit agar tetap utuh dan Menghindari resiko infeksi kulit
kebrsihan kulit pasien dengan
cara membantu mandi pasien

21
4 Jaga kebrsihan tempat Mengurangi tekanan dan menghindari
tidur,selimut bersih dan kencang luka dekubitus
5 Lakukan perawatan luka dengan Penyembuhan luka
teknik steril sesuai program
6 Obserpasi tanda tanda infeksi Pencegahan infeksi secara dini
7 Lakukan pijat pada kulit dan Mencegah dekubitus
lakukan perubahan posisi setiap 2
jam

d. Evaluasi
1) Menilai kemampuan mempertahankan kebersihan keperawatan kulit secara
efektif. Hal ini di tunjukan dengan adanya kemampuan untuk menjaga
kebersihan kulit seperti adanya warna, kelembapan, turgor, tekstur, hilangnya
lesi, dan lain-lain
2) Mempertahankan sirkulasi darah, mengendorkan otot, dan membuat tubuh
terasa nyaman. Hal ini ditunjukan dengan adanya kemampuan dalam
melakukan aktifitas sehari-hari dan terlihat segar.
3. Kuku tangan dan kaki
a. Pengkajian
1) Riwayat keperawatan
a) Pola kebersihan tubuh
b) Perlengkapan personal hygiene yang dipakai
c) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene
2) Pemeriksaan fisik
a) Bentuknya bagaimana
b) Warnanya
c) Adakah lesi
d) Pertumbuhannya

22
b. Diagnosa
Resiko tejadinya luka (infeksi) berhubungan dengan proses masuknya
kuman akibat garukan dari kuku
c. Intervensi dan rasional
no Intervensi rasional
1 Memelihara kebersihan kuku dengan cara Memberikan rasa
memotong kuku nyaman kepada pasien
2 Mempertahankan integritas kuku Mencegah terjadinya
infeksi

d. Evaluasi
Menilai adanya kemampuan untuk memepertahankan kebersihan kuku, di
tandai dengan keadaan kuku yang bersih, tidak ada tanda radang pada sekitar
kuku, pertumbuhan baik, dan tidak ada bau khas dari kuku.
4. Genetalia
a. Pengkajian
1) Riwayat keperawatan
a) Adanya riwayat keperawatan
b) Perlengkapan personal hygiene yang dipakai
c) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene
2) Pemeriksaan fisik
a) Kebersihan
b) Pertumbuhan rambut pubis
c) Keadaan kulit
d) Keadaan lubang uretra
e) Keadaan skrotum, testis pada pria
f) Cairan yang dikeluarkan

23
b. Diagnosa
Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan kurangnya perawatan atau
kebersihan pada daerah alat kelamin
c. Intervensi dan rasional
no Intervensi rasional
1 Priksa kembali daerah vulva, apakah ada luka Untuk mencegah
atau tidak terjadinya infeksi
2 Tetap melakukan pengecekan terkait Untuk mempertahankan
kebersihan genetalia kebersihan daerah
genetalia

d. Evaluasi
Menilai kemampuan untuk mempertahankan kebersihan daerah alat
kelamin . hal ini di tandai dengan tidak terjadinya infeksi,iritasi dan tidak ada
tanda-tanda radang pada daerah alat kelamin.
5. Tubuh secara umum
a. Pengkajian
1) Kebarsihan
2) Normal
3) Keadaan postur
b. Diagnosa
1) Kurangnya perawatan diri / kebersihan diri
Definisi : kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan
kebersihan untuk dirinya.
Kemungkinan berhubungan dengan :
a) Kelelahan fisik
b) Penurunan kesadaran
Kemungkinan data yang ditemukan.
a) Badan kotor dan berbau.
b) Rambut kotor

24
c) Kuku panjang dan kotor
d) Bau mulut dan kotor

c. Intervensi dan rasional


NO INTERVENSI RASIONAL
1 Kaji kembali pola Data dasar dalam melakukan
kebersihan diri intervensi
2 Bantu klien dalam Mempertahankan rasa nyaman
kebersihan badan,
mulut,rambut,dan kuku
3 Lakukan pendidikan Meningkatkan pengetahuan dan
kesehatan membuat klien lebih kooperatif
 Pentingnya
kebrsihan diri
 Pola kebersihan diri
 Cara kebersihan

d. Evaluasi
Menilai kemampuan untuk mempertahankan kebersihan tubuh secara utuh
mulai dari rambut kepala sampai ujung kaki . hal ini di tandai dengan perasaan
pasien yang nyaman dan tidak terjadi iritasi dan infeksi pada tubuh pasien.

25
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Personal hygene berasal dari bahasa yunani yaitu personal yang berarti
perorangan dan hygene berarti sehat kebersihan seseorang adalah suatu
tindakan untuk memelihara kesehatan agar dapat mencapai kesejahteraan
pisik dan fisikis. Perawatan diri adalah suatu kemampuan dasar manusia
dalam memenuhi kebutuhanya guna mempertahankan kesehatan dan
kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatanya. Tipe-tipe personal hygene
adalah perawatan yang mencakup seluruh bagian tubuh, dan jenis-jenisnya
yaitu perawatan pagi hari ,siang hari, menjelang tidur dan dini hari.
B. Saran
Perawat merupakan salah satu profesi yang tidak lepas dari tindakan
melayani karna tugas perawat adalah memberikan pelayanan kepada pasien
baik dalam bentuk fasilitas maupun kebersihan pasien(personal hygene).
Maka dari itu sangat di anjurkan kepada profesi perawat untuk lebih
memperdalam tentang personal hygene agar ampu memberikan pelayanan
yang maksimal kepada pasien

26
Daftar Pustaka

Potter, P. A. & Perry A. G. (2004). Fundamental Keperawatan : konsep, Proses, dan


Praktik. Edisi 4 . Buku kedokteran : Jakarta

Kozier . (2004). Fundamental Keperawatan : konsep, Proses, dan Praktik. Edisi 7 .


Buku kedokteran : Jakarta

Potter, P.A & Perry, A.G. 2009. Fundamental Keperawatan Edisi 7 Buku I.
Terjemahan. Salemba Medika : Jakarta

Http://trilestari.staff.umm.ac.id/files/2010/01/Kebutuhan dasar.ppt. di akses pada


tanggal 28 November 2017

Hasan,H.S. 1995.Pendidikan jesmani dan kesehatan. Rineka cipta: Jakarta

Aziz alimul H. A. 2006. KDM. Salemba Medika : Jakarta

27