Anda di halaman 1dari 7

1.

Jelaskan bentuk-bentuk sediaan steril


 a. Injeksi
adanya sediaan steril berupa larutan, emulsi, suspensi atau serbuk yang
harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan,
yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan kedalam kulit atay melalui
kulit atau selaput lendir
b. infusa intravena
adalah sediaan steril berupa larutan atau emulsi bebas pirogen dan sedapat
mungkin dibuat isotonis terhadap darah dan disuntikkan langsung kedalam
vena dalam volume relatif banyak
c.imonosenum (imonosera)
adalah sediaan yang mengandung imonoglobin khas yang diperoleh dari
serum hewan dan pemernian
d.irigasi (irigation)
adalah larutan steril yang yang digunakan untuk mencuci atau
membersihkan luka terbuka atau rongga-rongga tubuh.( syamsuni 2007,194)

a. Obat atau larutan atau emulsi yang digunakan untuk ijneksi ditandai dengan nama,
injeksi ... (DIRJEN POM 1995) dalam FI III disebut berupa larutan
Misal: inj. Vit C pelarutnya aqua pro injection
Inj.camphor oil pelarutnya olea neutralisatu
Ad.injection
Inj. Luminal, pelarutnya sol,propilen glikol dan air
(dirjen pom 1995)
b. Sediaan padat kering atau cairan pekat tidak mengandung dapar,pengencer, atau
bahan tambahan lain, dan larutan yang diperoleh setelah penambahan pelarutyang
sesuai dan memenuhi persyaratan injeksi, ditandai dengan lama bentuknya ...steril
(DIRJEN POM 1995)
Dalam FI III disebut berupa zat padat kering yang jika akan disuntikkan ditambahkan
zat pembawa yag cocok dan steril, hasilnya merupakan larutan yang
memenuhisyarat larutan injeksi
Misal: inj. Pihidrostrepthomisin sulfat steril, misal: inj. Peniciline
c. Sediaan seperti tertera pada no.2, tetatpi mengandungsatu atau lebih
dapar,pengawet, atau bahan tambahan lain. Dan dapat dibedakan dari nama
bentukaya... unt injeksi (DIRJEN POM 1995)
Dalam FI III disebut bahan obat dalam pembawa cairyang cocok, hasilnya merupakan
emulsi yang memenuhi semua persyaratan emulsi steril.misal: inj. Penicilina oil
untuk injeksi (DIRJEN POM 1979)
d. Sediaan berupa suspensi serbuk dalam medium cair yang sesuai dan tidak
disuntikkan secara intravena atau kedalam saluran spinal , ditandai dengan nama
suspensi... steril (zat padat yang telah disuspensikan dalam pembawa yang cocok
dan steril).(DIRJEN POM 1979)
e. Sediaan padat kering dengan bahan pembawa yang sesuai membentuk larutan yang
memenuhi persyaratan untuk suspensi steril setelah penambahan bahan pembawa
yang sesuai ditandai dengan sama... steril untuk suspensi.
Dalam FI III disebut berupa zat padat keringS yang jika akan disuntikkan ditambah
zat pembawa yang cocok dan steril, hasilnya merupakan suspensi yang memnui
syarat suspensi steril, misalnya inj prokain penisilin G steril untuk suspensi (DIRJEN
POM 1979)
a. Obat suntik
Obat suntik didefinisakan secara luas sebagai sediaan steril bebas pirogen yang
dimaksudkan untukdiberikan secara paraenteral
b. Larutan irigasi
Larutan irigasi ditujukan untuk merendam atau mencuci luka-luka sayatan-sayatan
bedah atau jaringan tubuh
c. Larutan dialisis
Dialisis dapat didefinisikan sebagai proses dimsns senyawa-senyawa dapat
dipisahkan satu dengan lainnya dalam larutan berdasarkan perbedaankemampuan
berdifusi lewat membran larutan peritoneal dibiarkan mengalir kedalam ruang
peritoneal, digunakan untuk menghilangkan senyawa-senyawa toksik yang secara
normal dikeluarkan/disekresikan oleh ginjal (ansel,2011)
2. Jelaskan kegunaan dapar, antioksidan dan pengawet dalam sediaan steril
a. Kegunaan dapar
 Untuk mengurangi ketidak nyamanan sipasien
 Untuk menjamin kedtabilan obat
 Untuk mengawasi aktifitas terapeutik obat (ansel 2011,548)

Dapar ditambahkan untuk menjaga pHyang disyaratkan untuk banyak produk,


perubahan Ph bisa menyebabkan perubahan nyatadalam laju reaksi peruraian
(lachman 2012,1302)

Larutan dapar berguna untuk mempertahankan Ph pada nilai tertentu dalam


berbagai aplikasi kimia. (wikipedia)

b. Kegunaan antioksidan
Antioksidan dimasukkan kedalam banyak formulasi untuk melindungi suatu zat
terapeutis yang mudah mengalami oksidasiterutama pada kondisi dipercepat
dengan sterilisasi panas (lachman 2012,1300)

Antioksidan digunakan untuk mencegah peruraian preparat dengan proses oksidasi


(ansel,2011,145)

Antioksidan secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidan zat


yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. (wikipedia)

c. Kegunaan pengawet
 Pengawet antijamur digunakan dalam preparat cairan dan preparat
setengah padat untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. (ansel
2011, 145)
 Zat pengawet kadar zat pengawet harus mampu mencegah pertumbuhan
mikroorganisme. Zat pengawet perlu ditambahkan untuk larutan injeksi
dalam wadah dosis ganda (anief,2010,206)
 Zat pengawet ditambahkan untuk mencegah terjadinya komposisi yang
disibabkan oleh adanya pertumbuhan mikroba atau oleh perubahan kimiawi
(wikipedia)
3. Jelaskan bagaimana bila sediaan steril isotonis hiperkrilis, hipotonis dan isohidris
disuntikkan kedalam tubuh
 Jika larutan injeksi mempunyai tekanan osmosis lebih besar dari larutan NaCl
0,9% b/v. Maka larutan itu disebut hipertonis jika lebih kecil dari larutan Nacl
0,9% b/v.disebut hipotonis
 Jika larutan injeksi yang hipertonis disuntikkan, air dalam sel akan ditarik
keluar dari sel sehingga sel akan mengerut. Tetapi keadaan ini bersifat
sementara dan tidak akan menyebabkan kerusakan sel tersebut
 Jika larutan injeksi yang hipotonis disuntikkan,air dari larutan injeksi akan
diserap dan masuk kedalam sel akibatnya sel akan mengembang dan pecah
dan keadaan ini bersifat tetap. Jika yangpecah itu sel darah merah disebut
“haemolisis” pecah sel ini akan dibawa aliran darah dan dapat menyumbat
pembuluh darah yang kecil
 Jadi sebaiknya larutan injeksi harus isotonis. Jika terpaksa dapat sedikit
hipertonis tetapi jangan sampai hipotonis
 Jika larutan injeksi yang isohidris disuntikkan kedalam tubuh. Ph obat
mendekati Ph darah atau sama dengan Ph darah yaitu 7,4 karna larutan
isohidris adalah larutan yang mempunyai Ph kira-kira sama dengan Ph
darahyaitun7,4 (latifa ,2005,137)
4. Jelaskan keuntungan dan kerugian perenteral
 Keuntungan:
 Obat-obat yang rusak atau diaktifkan dalam sistem saluran cerna atau obat
yang tidak absorbsi dan baik, bisa diberikan secara parenteral
 Absorbsinya lebih cepat, pada suatu keadaan darurat
 Kadar obat dalam darah yang dihasilkan bisa diketahui
 Pemberian dosis lebih kecil
 Parenteral cerata untuk pengobatan pada pasien yang tidak sadar atau pasien
yang tidak mau menerima obat secara oral
 Kerugian:
 Obat yang sudah disuntikkan, tidak dapat dikeluarkan lagi
 Sediaan harus steril
 Sediaan ini lebih mahal dari bentuk sediaan lainnya
 Memerlukan waktu yang cukup lama untuk menentukan dosis yang tepat
(ansel,2011,103)

 Keuntungan:
 Obat memiliki onset (mulai kerja yang cepat)
 Efek obat diramalkan atau hampir sempurna
 Biovabilitassempurna atau hampir sempurna
 Obat dapat diberikan kepada pasien yang sakit keras atau sedang koma
 Kerugian:
 Dapat menimbulkan rasa nyeri/sakit pada saat disuntikkan apalagi bila
pemberiannya berulang kali
 Memberikan efek fisiologi pada pasien yang takut disuntik
 Bila terjadi kekeliruan pada saat pemberian,maka hampir tidak dapat diperbaiki
terutama setelah pemberian intravena
 Bila obat sudah masuk kedalam tubuh pasien, maka sulit untuk ditarikkembali
atau dikeluarkan
 Obat hanya dapat diberikan kepada pasien dirumah akit, tempat pratek dokter
dan hanya dilakukan oleh perawatyang berpengalam (latifa 2009,11)
5. Jelaskan pembagiian gelas yang digunakan dalam sediaan parenteral
a. Gelas berwarna perlindungan terhadap cahaya, wadah gelas untuk obat untuknya
terdapat sebagaigelas jernih tidak berwarna atau berwarna amber untuk tujuan
dekoratif warna-warna khusus seperti bitu hijau zamrud dan kering opal, dapat
diperoleh dari pengusaha gelas. Hanya gelas yang berwarna merah dan amber yang
efektifuntuk melindungi isi botol terhadap pengaruh cahaya matahari dengan menyaring
keuar sinar ultraviolet yang berbahaya
b. Gelas untuk obat. USP dan NF menguraikan berbagai tipe gelas dari memberikan
pengujian gelasyang diserbukkan dan pengaruh air terhadapgelas untuk mengevaluasi
ketahanan kimiawi gelas.
c. Tipe I- gelas berosilikat . pada gelas yang paling resisten ini, sebagian besar alkali dan
kation tanah diganti oleh boron dan/ atau aluminium serta zink. Ini lebih inert secara
kimiawi dari pada gelas natrium karbonat. Yang tidak mengandung atau hanya sedikit
mengandung kation-kation ini.
d. Tipe ll- gelasbnatrium karbonat yang diolah. Bila alat gelas ini disimpankan beberapa
bulan lainnya, terutama dalam atmisfer yang lembap atau dengan variasi temperatur
yang ekstrem, pembasahan permukaan oleh uap air yang terkondensasi mengakibatkan
terlarutnya garam-garam dan gelas
e. Tipe lll- gelas. Gelas natrium karbonat biasa wadah-wadah tidak diolah dulu dan dibuat
dari gelas natrium karbonat yang ada dalamperdagangan dengan ketahahan terhadap
bahan kimiayang sedang atau lebih dari sedang.
f. Tipe NP- gelas natrium karbonat untuk penggunaan umum wadah-wadah terbuat dari
gelas natrium karbonat dipasok untuk produk non parenteral yang dimaksudkan untuk
pemakaian oral atau topikal.(lachman,2012, 1420-1421)
6.Jelaskan penggunaan plastik dan karet dalam sediaan parenteral
 Penggunaan plastik sediaan parenteral yaitu:
Plastik dalam kemasan telah membuktikan kegunaannya dimutuhnya yang tinggi dan
menunjang kebebasan desainnya, wadah plastik tahan pecah aman bagi pemakai serta
mengurangi resiko pecah pada semua tahap distribusi dan penggunaannya.
Wadah plastik untuk produk farmasi padamulanya dibuat dari polimer-polimer berikut
ini:
 Polietilen dengan kerapatan tinggi adalah bahan yang paling banyak dugunakan
untuk wadah-wadahbagi industri farmasi l, mungkin berlaku selama beberapa
tahn berikutnya
 Polipropilen belakangan ini menjadi popuer karena mempunyai banyak sifat
yang dapat dihilangkan atau dikurangi. Polipropilen tidak retak karna tekanan
dalam keadaan apapun.
 Polipinil klorida (PVC). Botol-botol polivinilklorida yang jernih dan kaku
mengatasi beberapa kekurangan polietilen. Botol-botol ini dapat dibuat dengan
kejernihan kristal menyediakan halangan yang cukup baik terhadap oksigen dan
mempunyai kekakuan yang lebih besar
 Polistiren. Polistiren serba guna adalah plastik yang kaku dan sejernih kristal.
Polistiren telah digunakan oleh ahli farmasi selama bertaun-tahun sebagai
wadah untuk bentuk (lachman, 2012,1422)
 Penggunaan karet dalam sediaan parenteral
 Karet yang digunakan sebagai tutup akan kontak dengan larutan injeksi pada
tekanan dan suhu yang tinggi.(snief 2010,208)
 Tutup karet
Digunakan untuk wadah dosis ganda yang terbuat dari gelas kaca. Tutup karet
dibuat dari karet sintetis atau bahan lainyang cocok. Untuk injeksi minyak,
tutup harus dibuat dari bahan yang tahan minyak atau dilapisi bahan
pelindung yang cocok (syamsuni, 2007,217)