Anda di halaman 1dari 5

LAB SHEET

TEKNOLOGI PENGAWETAN MAKANAN


S1 PENDIDIKAN VOKASIONAL SENI KULINER

Materi : Teknik Fermentasi


Judul Praktikum : Pembuatan Asinan Bengkoang
Nama Mahasiswa : Nur Aisyah (5515163581)
Tanggal Praktikum : 15 November 2018

PEMBUATAN ASINAN BENGKOANG

Pendahuluan

Pembuatan asinan bengkoang ini adalah menggunakan teknik fermentasi, fermentasi adalah
pemrosesan bahan pangan adalah pengubahan karbohidrat menjadi alkohol dan karbon
dioksida atau asam amino organik menggunakan ragi, bakteri, fungi atau kombinasi dari
ketiganya di bawah kondisi anaerobik. Perilaku mikroorganisme terhadap makanan dapat
menghasilkan dampak positif maupun negatif, dan fermentasi makanan biasanya mengacu
pada dampak positifnya. Sains yang mempelajari fermentasi disebut dengan zimologi.
Manfaat utama fermentasi adalah pengubahan karbohidrat menjadi asam organik
yang bersifat mengawetkan makanan. Manfaat lainnya yaitu Memperkaya variasi makanan
dengan mengubah aroma, rasa, dan tekstur makanan, Mengawetkan makanan dengan
menghasilkan sejumlah asam laktat, alkohol, dan asam asetat dalam jumlah yang
signifikan, Memperkaya nutrisi makanan dengan menambahkan sejumlah protein, asam
amino, serta vitamin, Mengeliminasi senyawa anti nutrient, Mengurangi waktu dan sumber
daya yang diperlukan dalam memproses makanan. Contoh fermentasi yaitu jus anggur yang
difermentasi menjadi minuman anggur, gandum menjadi bir, dan sebagainya. Fermentasi
menjadikan makanan lebih tahan lama.
Asinan adalah sejenis makanan yang dibuat dengan cara pengacaran (melalui
pengasinan dengan garam atau pengasaman dengan cuka), bahan yang diacarkan yaitu
berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Asinan adalah salah satu hidangan khas seni
kuliner Indonesia. Istilah asin mengacu kepada proses pengawetan dengan merendam buah
atau sayur dalam larutan campuran air dan garam. Asinan sangat mirip dengan rujak,
perbedaan utamanya antara lain bahan rujak disajikan segar, sedangkan bahan asinan
disajikan dalam keadaan diasinkan atau diacar. Terdapat banyak jenis asinan, akan tetapi
yang paling terkenal adalah Asinan Betawi dan Asinan Bogor. Asinan dapat ditemukan
dijual di rumah makan, warung, dan pedagang keliling di Indonesia
Tujuan Praktikum

1. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara membuat asinan yang berkualitas


2. Mahasiswa dapat mencegah terjadinya kesalahan pada saat praktek pengawetan
3. Mahasiswa dapat mengetahui informasi yang berkaitan dengan pembuatan asinan
bengkoang
4. Mahasiswa dapat memenuhi tugas “Teknologi Pengawetan Makanan”

Bahan dan Alat

Tabel 1. Bahan Pembuatan

NO BAHAN JUMLAH
1. Bengkoang 100 gr
2. Air Kelapa Hijau 250 gr
3. Garam 15 gr

2. Alat Pembuatan

Tabel 2. Alat Pembuatan


No. Alat Gambar Fungsi
1. Hand Glove Untuk melindungi
tagan

2. Pisau Untuk memotong


sayur
3. Gelas ukur Untuk menngukur
cairan

4. Cutting Board Untuk alas pada


saat memotong

5. Lap Bersih Untuk mengelap

6. Jar Steril Untuk wadah saus


sambal yang telah
siap

7. Koran Untuk alas dalam


saat pembuatan

Prosedur Pembuatan Asinan

Potong Bengkoang lalu kupas


kemudian cuci hingga bersih

Iris bengkoang tipis-tipis


Campur air kelapa dan garam
aduk rata

Masukan ke dalam wadah steril

Kemudian masukkan bengkkoang


kedalam wadah yang telah diisi air
kelapa dan garam

Beri label, Dan diamkan Asinan


hingga 3 hari. Setelah 3 hari
Asinan siap dimakan

Rencana Kegiatan Pembuatan Sambal

No. Kegiatan Waktu


1. Menyiapkan Alat 10 menit
2. Pengolahan Asinan 75 menit
3. Penyajian Asinan 20 menit
4. Berkemas 15 menit
Jumlah 120 menit

Hasil Praktikum
Pembahasan dan Kesimpulan

Daftar Pustaka

Fermentasi. (https://id.wikipedia.org/wiki/Fermentasi , diakses 06/04/2017)


Asinan. (https://id.wikipedia.org/wiki/asinan , diakses 06/04/2017)
Pasteurisasi. (https://id.wikipedia.org/wiki/Pasteurisasi, diakses 06/04/2017)