Anda di halaman 1dari 11

Jenis- jenis Trasnportasi Sel dan Kepentingannya Pada Manusia

Nasrul Nizam Bin Ismail

102015203

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

nasrul.2015fk203@civitas.ukrida.ac.id

Abstract

Cell is the smallest structural dan functional unit. It is the place where physiological
dan genetical hereditary event occurs. Cell are made mostly of water, and some main chemical
components such as protein, carbohydrate, fats and nucleic acid. Living things are made up
with cells and limited by the cell membrane. The cell membrane separates living cell from the
outside. Every living cell needs to have sufficient nutrition and remove waste product. To
maintain the concentration in the cytoplasm, the cell must receive nutrient and remove certain
ions. The process is affected by the permeability of the membrane.Transportation through the
membrane can be classified into two methods namely passive transport for molecule that do
not need special mechanism and active transport for the molecule that needs special mechanism

Keywords : Plasma membrane, metabolism, passive transpot, active transport.

Abstrak

Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil. Sel merupakan tempat terjadinya
peristiwa fisiologis, dan pewarisan genetik pada makhluk hidup. Sebagian pusat sel tersusun
dari air dan komponen kimia utama, seperti protein, karbohidrat, lemak dan asam
nukleat.Tumbuhan, hewan, manusia dan makhluk hidup lainnya tersusun atas sel yang dibatasi
oleh membran plasma. Membran plasma memisahkan sel yang hidup dengan lingkungan
sekitarnya. Setiap sel hidup harus selalu memasukkan materi yang diperlukan dan membuang
sisa-sisa metabolismenya. Untuk mempertahankan konsentrasi ion-ion dalam sitoplasma, sel
harus memasukkan dan mengeluarkan ion-ion tertentu. Pengaturan keluar masuknya materi
dari dan menuju ke dalam sel sangat dipengaruhi oleh permeabilitas membran. Tranportasi
lewat membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu transpor pasif bagi molekul-molekul yang
mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif bagi molekul-molekul
yang membutuhkan mekanisme khusus.

Kata kunci: Membran plasma, metabolisme, transpor aktif, transpor pasif

Pendahuluan

Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup.Di dalam sel terdapat protoplasma yang
tersusun atas karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat.Berdasarkan jenis sel sel boleh
dibedakan menjadi prokaroriotik, yaitu sel yang tidak memiliki membran inti dan sel
eukariotik, yaitu sel yang memiiliki membran inti.

Sel merupakan tempat terjadinya peristiwa fisiologis, dan pewarisan genetik pada
makhluk hidup. Sebagian pusat sel tersusun dari air dan komponen kimia utama, seperti
protein, karbohidrat, lemak dan asam nukleat. Transportasi membran sel terjadi melalui dua
proses dasar yaitu difusi atau transportasi pasif dan transport aktif. Difusi adalah pergerakan
atau perpindahan molekul yang berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Transport aktif
adalah perpindahan molekul melalui membran semi permeabel

Secara struktural sel merupakan asas kepada makhluk hidup. Bahagian dari sel meliputi
membran plasma, nukleus, dan sitoplasma.Membran plasma tersusun dari lipoprotein, yaitu
adanya ikatan antara lemak dan protein.Nukleus terdapat nukleolus yang berfungsi untuk
sintesis ribosom, nukleus berfungsi untuk mengendalikan aktivitas sel. Sitoplasma
mengandung organel-organel sel,seperti retikulum ,endoplasma,,ribosom,badan
golgi,libosom,mitokondria,mikrotubul,mikrofilamen.

Sel prokariotik

Kata prokariot berasal dari bahasa yunani1 , pro yang berarti sebelum dan karyon yang
berarti inti(nucleus), materi genetiknya (DNA) dapat dilihat banyak berada dalam nucleolus.
Namun tidak ada suatu membrane yang menghalang antara nucleoid dengan bahagian luar sel

Sel prokariotik merupakan organisme yang dapat hidup pada habitat yang luar biasa.
Contohnya laut dengan kadar garam yang tinggi atau sumber air panas. Organisme prokariotik
tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel sederhana. Prokariotik dibagi
menjadi dua kelompok besar yang meliputi hampir seluruh jenis bacteri dam archea. Genom
prokariotik terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar tanpa organisasi (DNA).
Sel prokariotik secara umum memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding sel eukariotik
. Setiap prokariotik merupakan sel tunggal, tetapi akan sering terlihat dalam kelompok sel yang
berjumlah ratusan. Contoh sel prokariotik adalah bakteri Echerichia coli.

Prokariotik meliputi archaebakteria (bakteri purba) dan eubakteria (bakteri modern /


bakteri sejati) yang beranggotakan bakteria, mikroplasma dan alga hijau-biru. Ukuran sel
prokariotik berkisar antara 0,5 -3 mm. Struktur umum sel prokariotik yang diwakili oleh bakteri
berturut-turut mulai dari luar ke dalam adalah dinding sel, membran sel, mesosom, sitoplasma,
ribosom dan materi inti.

Ciri-ciri sel prokariotik

a. Biasanya relatif kecil dan sederhana.

b. Batasnya adalah membran plasma

c. Dapat memiliki bungkus yang disebut mesosom

d. Dinding tersusun dari senyawa yang unik, yang ditemukan hanya pada dinding
Prokariotik yang disebut peptidoglikan (dan tidak ada pada Archaebacteria)

e. Dapat mensekresi sarung pelindung atau kapsul untuk perlindungan

f. Molekul DNA tunggal (sirkuler), terkonsentrasi pada suatu daerah di sitoplasma


yang disebut nucleoid

Sek Eukariotik

Sel yang merupakan penyusun dari mahluk hidup khususnya pada hewan, tumbuhan
dan fungi adalah sel eukariotik2.Organisme eukariotik adalah organisme dengan sel kompleks,
didalamnya terdapat bahan-bahan genetika yang kemudian disusun menjadi nukleus yang
dilindung oleh membran.

Eukariotik sendiri berasal dari bahasa yunani, eu dan karyon yang memiliki arti
sebenarnya dan inti (sel yang memiliki membrane inti sejati ). Sel ini memiliki membran
plasma yang memisahkan antara kawasan inti sel dengan kawasan di luarnya. Strukturnya
terbentuk secara kompleks dan lebih besar dari pada sel prokariotik. Secara umumnya, ukuran
pada sel eukariotik berdiameter 10-100 µ. Selain itu, sel eukariotik juga bisa hidup dalam
keadaan sekeliling yang bersifat basa dan melakukan pembelahan sel secara aseksual maupun
reproduksi seksual melalui proses fusi sel.
Sel eukariotik yang terdapat pada hewan dan tumbuhan berbeda khususnya pada
organel-organel didalam sel , seperti sentrosom, lisosom dan sentriol flagella( namun ada pada
beberapa jenis sperma tumbuhan) adalah organel yang dimiliki sel hewan namun tidak ada
dalam sel tumbuhan. Selain itu, ada beberapa organel lainya yang dimiliki oleh sel tumbuhan
namun tidak dimiliki oleh sel hewan yakni kloroplas, dinding sel dan vakuola.

Ciri-ciri sel eukariotik

a. Mempunyai suatu sistem struktur internal yang dikelilingi membran, yang disebut organela

b. Nukleus dikelilingi selubung nuclear (eukariotik berarti nukleus yang sebenarnya)

c. Mempunyai sitosol di mana terdapat organela yang khusus.

d. Mempunyai efisiensi yang lebih besar untuk aktivitas sel

e. Organel secara fisika memisahkan jenis-jenis yang berbeda dari aktivitas sel pada

ruangan sitoplasma.

Gambar 1 : Carta Perbedaan antara Sel Prokariotik dan Eukariotik


Pernafasan
Sistem Pernafasan atau respirasi adalah sistem pada manusia yang berfungsi untuk
mengambil oksigen dari udara luar dan mengeluarkan karbondioksida melalui paru-paru.
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur
sekalipun karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonomi. Selain itu, proses
pernafasan juga boleh dibahagikan kepada dua jenis iaitu pernafasan luar dan pernafasan
dalam.

Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus
dengan darah dalam kapilari, sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi
antara darah dalam kapilari dengan sel-sel tubuh.(lihat gambar 2)

Proses masuk atau keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan
tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar badan. Jika tekanan di luar
rongga dada lebih besar, maka udara akan masuk. Sebaliknya, sekiranya tekanan udara di
dalam rongga badan lebih besar berbanding di luar badan, udara akan keluar.

Gambar 2: Struktur dan Susunan Sistem Pernafasan Manusia

Perkembangan Model Membran Sel

Membran sel adalah lapisan terluar dari sel hidup. Membran sel berfungsi sebagai
meregulasi keluar masuk zat ke dalam dan keluar sel. Sebuah pandangan yang lama mengenai
membran sel, yaitu hipotesis membran unit, mendeskripsikan membran sebagai dua lapisan
protein yang rapat (lapisan luar dan lapisan dalam) yang mengelilingi lapisan fosfolipid yang
lebih tebal namun tidak sebegitu rapat.

Teori tentang membran plasma telah banyak dikemukakan oleh para pakar, dan teori
yang masih berlaku hingga saat ini adalah teori membran plasma yang diajukan oleh Singer
dan Nocolson 1972 dengan nama teori Fluid Mozaic Model3. Menurut teori ini membran
plasma terdiri dari lapisan lemak bimolekuler,yang terputus oleh adanya molekul protein.
Beberapa molekul protein berada dipermukaan membran, terikat pada permukaan lemak yang
berkutub, diberi nama protein perifer atau protein ektrinsik. Sebagian lagi dari molekul protein
itu menyusup ke bagian dalam membran plasma diantara lapisan lemak yang bimolekuler
tersebut, dengan salah satu permukaannya atau kedua permukaannya muncul dipermukaan
membran.(lihat gambar 3)

Molekul Penyusun Membran Sel


Lipid
Lipid adalah suatu substan yang cenderung tidak larut di dalam air. Di membrane sel,
terdapat 3 jenis lipid4 yaitu:
a. Fosfolipid
Fosfolipid adalah jenis lipid yang paling berlimpah di membran sel. Banyak
jenis protein yang terjebak di dalam lapisan bilayer atau berikatan dengan salah satu
permukaan untuk menjalankan fungsi protein. Fosfolipid memiliki kepala sebagai
ujung polar dan ekornya adalah ujung yang bersifat nonpolar.
b. Kolestrol
Kolesterol adalah bentuk steroid yang paling umum, kolesterol ini disusun
menjadi banyak molekul seperti garam empedu (yang membantu untuk mencerna
lemak) dan vitamin D (dibutuhkan untuk menjaga gigi dan tulang tetap kuat).
c. Glikolipid dan glikoprotein
Glikolipid dan adalah molekul karbohidrat yang menempel pada lemak,
sedangkan glikoprotein adalah molekul karbohidrat yang menempel pada molekul
protein. Glikolipid dan glikoprotein berfungsi sebagai tanda pengenal bagi sel. Antara
orang yang satu dengan orang yang lain memiliki jenis glikolipid dan glikoprotein yang
berbeda.
Gambar 3 : Komponen Struktural Membran Plasma
Fungsi Membran dalam Transportasi Sel

Membran sel berfungsi sebagai suatu agen transportasi molekul dan ion masuk dan
keluar dari sel. Membran semipermeabel yang memungkinkan molekul tertentu untuk bebas
bergerak di atasnya. Sebagian besar hidrofobik kecil (tidak ada afinitas untuk air) molekul
melewati membran ini secara bebas. Beberapa molekul bersifat hidrofilik kecil juga dapat
berhasil. Tetapi yang lain harus dilakukan melintasi membrane dan melalui protein khas.

Transportasi sel merupakan salah satu fungsi penting membran plasma. Selain
memberikan dukungan kepada sitoskeleton dan mengangkut molekul dan ion, membran sel
memiliki berbagai fungsi lain juga. Antaranya adalah interaksi dengan sel lain agar sel dapat
mengelompokkan bersama-sama untuk membina jarinagan. Selain itu, molekul-molekul
protein dalam membran sel menerima sinyal dari sel lain atau lingkungan luar dan mengubah
sinyal ke pesan, yang diteruskan ke organel dalam sel. Lantas mewujudkan komunikasi dengan
sel lain. Membran sel juga beperan sebagai medium melakukan aktivitas metabolik. molekul
protein tertentu kelompok bersama untuk membentuk enzim, yang melakukan reaksi
metabolisme dekat permukaan dalam dari membran sel.

Transport aktif

Pada transport aktif, protein transport menggunakan energi untuk memompa zat terlarut
melawan gradien konsentrasi menembus membran sel6. Energi, sering dalam bentuk gugus
fosfat yang di transfer ATP, mengubah bentuk transportert. Perubahan ini menyebabkan
transporter melepaskan zat terlarut ke sisi lain membran. Transprt aktif mempunyai dua macam
jenis iaitu eksositosis dan endositsosis.

Eksositosis

Pada eksositosis, air dan zat terlarut kecil memasuki dan meninggalkan sel dengan
melintasi bilayer lipid membran plasma, atau dengan dipompakan atau diangkut melintasi
membran oleh protein transpor. Molekul besar, seperti protein dan polisakarida, umumnya
melintasi membran dengan mekanisme yang berbeda yang melibatkan vesikula. Sel
mensekresikan makromolekul dengan cara menggabungkan vesikula dengan membran plasma.

Banyak sel sekretoris menggunakan eksositosis untuk mengirimkan keluar produk-


produknya mereka. Misalnya sel tertentu dalam pankreas menghasilkan hormon insulin dan
mensekresikannya ke dalam darah melalui eksositosisi. Contoh laian ialah neuron, atau sel
saraf, yang menggunakan eksositosis unruk melepaskan sinyal kimiawi yang merangsang
neuron lainnya atau sel otot. Ketika sel tumbuhan sedang membuat dinding eksositosis
mengeluarkan karbohidrat dari vesiklula golgi ke bagian luar selnya

Endositosis

Pada endositosis, sel memasukkan makromolekul dan materi yang sangat kecil dengan
cara membentuk vesikula baru dari membran plasma. Langkah-langkahnya pada dasarnya
merupakan bertentangan dari eksositosis. Sebagian kecil luas membran plasma terbenam ke
dalam membentuk kantong. Begitu kantong ini semakain dalam, kantong ini terjepit,
membentuk vesikula yang berisi materi yang telah terdapat di luar selnya.

Terdapat tiga jenis endositosis : Fagositosis (cellular eating), pinositosis (cellular


drinking), dan endositosis yang diperantarai reseptor. Pada fagositosis, sel menelan suatu
partikel dengan pseudopod yang membalut di sekeliling partikel tersebut dan
menghubungkannya didalam kantong berlapis membran yang cukup besar untuk bisa
digolongkan sebagai vakuola. Partikel itu dicerna setelah vakuola bergabung dengan lisosom
yang mengandung enzim hidrolitik.

Pada pinositosis, sel “meneguk” tetesan fluida ekstraseluler dalam vesikula kecil.
Karena salah satu atau seluruh zat terlarut yang larut dalam tetesan tersebut dimasukkan ke
dalam sel, pinositosis tidak bersifat spesifik dalam substansi yang di transpornya. Sebaliknya,
endositosis yang diperantarai reseptor sangat spesifik, yang tertanam dalam membran adalah
proteinn dengan tempat reseptor spesifik yang dipaparkan ke fluida ekstraselulaer.
Ekstraselular yang terikat pada reseptor disebut ligan, yang merujuk kepada istilah
umum untuk setiap molekul yang terikat khususnya pada tempat reseptor molekul lain. Kata
ini berasal dari kata latin ligare yang berarti terikat .Protein reseptor biasanya banyak dalam
daerah membran yang disebut lubang terlapisi, yang sisi sitoplasmiknya dilapisi oleh lapisan
protein samar. Protein pelapis ini mengkin membantu mendalamkan lubang dan membentuk
vesikula.

Transpor aktif primer dan sekunder

Transpor aktif primer membutuhkan energi dalam bentuk ATP, sedangkan transpor
aktif sekunder memerlukan transpor yang tergantung pada potensial membran. Kedua jenis
transpor tersebut saling berhubungan erat karena transpor aktif primer akan menciptakan
potensial membran dan ini memungkinkan terjadinya transpor aktif sekunder.Transpor aktif
primer dicontohkan pada keberadaan ion K+ dan Na+ dalam membran. Kebanyakan sel
memelihara konsentrasi K+ lebih tinggi di dalam sel daripada di luar sel. Sementara konsentrasi
Na+ di dalam sel lebih kecil daripada di luar sel.Transpor aktif sekunder dicontohkan pada
asam amino dan glukosa dengan molekul pengangkutannya berupa protein transpor khusus.
Pengangkutan tersebut bersama dengan pengangkutan Na+ untuk berdifusi ke dalam sel.
Pengangkutan Na+ adalah transpor aktif primer yang memungkinkan terjadinya pontensial
membran, sehingga asam amino dan glukosa dapat masuk ke dalam sel.

Transport Pasif

Pada transport pasif5, gradien konsentrasi mendorong terjadinya difusi zat terlarut
menembusi membran sel dengan bantuan protein transport. Protein ini tidak memerlukan
tenaga dalam membantu pergerakan zat terlarut. Jadi, transport pasif juga disebut difusi
terfasilitasi.

Beberapa transporter pasif dapat dilihat berupa jembatan terbuka, sedangkan ada juga
yang berupa pintu. Pintu transporter berubah bentuk ketika molekul mengikat dengannya atau
sebagai respon perubahan muatan listrik. Molekul glukosa berdifusi tanpa bantuan menembus
lipid bilayer tetapi transporter berupaya untuk meningkatkan kecepatan difusi molekul.

Pergerakan zat terlarut tertentu dengan transpor pasif cenderung menuju sisi membran
yang memiliki kandungan zat yang lebih rendah. Hal ini disebabkan karena molekul atau ion
bertumbukan dengan transporter lebih sering disisis membran yang memiliki kandungan zat
terlarut yang lebih tinggi.Transport pasif terus terjadi hingga kandungan zat terlarut di kedua
sisi membran mencapai keseimbangan. Namun, dalam kehidupan sebenar, kandungan zat
terlarut susah untuk benar-benar mencapai keseimbangan karena sel sendiri sentiasa
menggunakan zat itu sehinggakan gradien konsentrasi sentiasa mengalami perbedaan. Lantas
hal ini terus mendorong pengambilan zat yang terlarut baharu.

Terdapat dua jenis transport pasif iaitu osmosis dan difusi. Osmosis adalah perpindahan
molekul air melalui selaput semipermeable dari bahagian yang lebih terkonsentrasi kearah
bahagian yang kurang konsentrasi. Kadar osmosis ini tergantung pada potensial air dan juga
potensial kimia. Air pada jumlah yang besar akan memiliki kelebihan untuk melakukan difusi
berbanding dengan air yan lebih rendah jumlahnya.Jadi, disimpulkan bahawa air bergerak dari
hipotonik kepada hipertonik Potensial kimia pula adalah sifat zat terlarut untuk cenderung
bergerak dari kawasan yang bergradien konsentrasi yang tinggi kepada kawasan bergradien
knsentrasi yang lebih rendah.

Difusi

Difusi adalah pergerakan molekul atau ion yang melalui membran mengikut gradien
konsentrasi. Gradien konsentrasi adalah perbedaan jumlah molekul atau ion zat per unit volume
cecair antara dua kawasan. Difusi juga merupakan suatu cara dimana zat bergerak masuk,
melalui, dan keluar sel. Dalam spesies multiselular, difusi juga memindahkan zat antar sel pada
kawasan yang berbeda dalam tubuhnya atau antar sel dan lingkungan eksternal sel. Contohnya,
sel fotosintesis dalam daun menghasilkan oksigen. Oksigen berdifusi keluar sel dan masuk ke
ruang udara dalam daun yang memiliki konsentrasi lebih rendah. Kemudian, oksigen berdifusi
ke udara di luar daun yang memiliki konsentrasi oksigen lebih rendah.Tiap-tiap zat cenderung
untuk berdifusi mengikut konsentrasi gradien zat terlarut dalam tempat yang sama.

Faktor mempengaruhi kadar difusi adalah ukuran molekul. Sekiranya molekul itu lebih
besar, maka secara otomatis, maka lebih banyak tenaga yang diperlukan Suhu juga
mempengaruhi kadar difusi melalui peningkatan tenaga dalam molekul menyebabkan mereka
bisa bergerak dengan lebih cepat sehingga dapat meliaht kadar pieirnya.. Seterusnya adalah
muatan. Setiap ion yang larut dalam cairan memberi kesan listrik secara keseluruhan.
Perbedaan muatan antara dua kawasan mempengaruhi kecepatan dan arah difusi tersebut.
Perbedaan gradien konsentrasi juga memberikan kesan secara langsung. Setiap molekul yang
berada dalam kawasan yang berkonsentrasi yang tinggi akan bergerak ke arah kawasan yang
lebih rendah gradien konsentrasinya. Terakhir adalah difusi. Difusi mungkin dipengaruhi oleh
perbedaan tekanan antara dua daerah. Tekanan mendekatkan molekul, sehingga molekul-
molekul yang makin padat menjadi bertumbukan dan lebih sering berikatan.

Difusi terfasilitasi

Difusi terfasilitasi melibatkan difusi dari molekul polar dan ion melewati membran
dengan bantuan protein transpor. Protein transpor merupakan protein khusus yang
menyediakan suatu ikatan bagi molekul yang sedang bergerak. Protein transpor juga
merentangkan membran sel sehingga menyediakan suatu mekanisme untuk pergerakan
molekul. Difusi terfasilitasi juga merupakan transpor pasif karena hanya mempercepat proses
difusi dan tidak merubah arah gradien konsentrasi.

Kesimpulan

Pertukaran zat makromolekul dan air dalam sistem tubuh berlaku melalui membrane
sel.Lapisan membrane sel terdiri daripada lapisan lipid berganda. Transport pada lapisan ini
terbahagi dua iaitu transport aktif dan pasif.Secara umumnya, transport aktif membutuhkan
tenaga dan transport pasif pula tidak membutuhkan tenaga.Di dalam transport ini, dibahagi
pula kepada beberapa bagian yang lebih kecil seperti yang dibahaskan. Mekanisme transportasi
ini sangat penting untuk memastikan keadaan yang normal dalam tubuh manusia, karena jika
mekanisme ini gagal berfungsi, maka tubuh manusia akan mengalami kekurangan nutrisi.

Daftar Pustaka

1. Campbell, NA, dkk. Biologi Jilid 2 Edisi Kedelapan. 2012, Jakarta: Erlangga
2. Albert B, Johnson A , Lewis J, Raff M, Roberts K , Walter P. 2002. Molecular Biology
of the Cell. 4 th ed. Garland Science. New York
3. Fried H, George JH.Biologi Edisi Kedua., 2005,Jakarta : Erlangga
4. Rastogi SC. Cell biology. 3rd ed. New Delhi: New Age International; 2007
5. Passive Processes of Membrane Transport. Diunduh dari http://bcs.whfreeman.com, 20
Desember 2012
6. Karp, Gerald. 2009. Cell and Molecular Biology : Concepts and Experiments. New
York: John Wiley & Son