Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum. Wr. Wb

Segala puji atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman

maupun islam. Shalawat serta salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, pada

keluarga, sahabat dan pengikut-Nya yang setia sampai akhir zaman. Semoga kita semua

dalam lindungan dan ridho-Nya. Amin.

Alhamdulillah, puji syukur pada Allah yang telah membantu penulis pada kesempatan

ini umtuk menyelesaikan sebuah makalah yang berjudul Komunikasi Dalam Organisasi.

Terimakasih juga penulis ucapkan kepada rekan-rekan yang telah membantu maupun

memberi kritik dan saran. Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Amin.

Pekanbaru, 02 0ctober 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................................

Daftar Isi ..............................................................................................................

BAB I : Pendahuluan ....................................................................................

A. Latar Belakang ............................................................................

B. Rumusan Masalah .......................................................................

BAB II : pembahasan .....................................................................................

A. Pengertian Komunikasi ...............................................................

a. Pengertian Komunikasi Dalam Organisasi ............................

b. Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli ..........................

B. Unsur-Unsur Komunikasi ..........................................................

C. Cara Penyaluran Ide Komunikasi Organisasi ............................

a. Bagaimana Menyalurkan Ide Dalam Komunikasi ................

b. Tahap-Tahap Cara Menyalurkan Ide Melalui Komunikasi ..

c. Jenis- Jenis Komunikasi Dalam Organisasi ..........................

d. Bentuk-Bentuk Komunikasi Dalam Organisasi ...................

D. Hambatan – Hambatan Komunikasi ..........................................

a. Hambatan-Hambatan Komunikasi ........................................

b. Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi ................................

E. Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi ................................


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang

lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini

merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil

integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok

ataupun organisasi, selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah

penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari atasan dan bawahannya.

Di antara kedua belah pihak (atasan dan bawahan) harus ada komunikasi dua arah

atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan

untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai

tujuan suatu organisasi. Kerjasama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi

hubungan sosial maupun kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses

adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang

nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.

Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiranpesan

di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasitertentu. Suatu

organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubunganhierarkis antara yang

satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi organisasi

melibatkan bentuk-bentuk komunikasi antar pribadi dan komunikasi kelompok.

II . Rumusan Masalah

1 . Menjelaskan dan menyebutkan pengertian komunikasi dalam organisasi!


2 . Menyebutkan apa saja unsur – unsur komunikasi!

3 . Bagaimana menyalurkan ide – ide melalaui komunikasi!

4 . Apa saja hambatan-hambatan komunikasi ?

5 . Menjelaskan Klasifikasi komunikasi dalam organisasi!


BAB II

Pembahasan/Isi

A. Pengertian Komunikasi

Pengertian Komunikasi Dalam Organisasi

Komunikasi adalah Suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak

ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama.

Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka

seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa

menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka

untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah

membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.

Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim

berita (sender) maupun si penerima berita(receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak

diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang

akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan,

serta visi, misi suatu organisasi.

B. Pengertian komunikasi menurut para ahli

Dalam suatu organisasi biasanya selalu menekankan bagaimana pentingnya sebuah

komunikasi antar anggota organisasi untuk menekan segala kemungkinan kesalahpahaman

yang bisa saja terjadi.

Berikut ini adalah beberapa definisi serta penjelasan mengenai komunikasi menurut beberapa

ahli:
- HIMSTREET & BATY

Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem

yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyak-sinyal, maupun perilaku atau

tindakan.

- THEODORSON & THEDORSON

Komunikasi adalah penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari seseorang

kepada orang lain terutama melalui simbol-simbol.

- CHARLES H. COOLEY

Komuniksi berarti suatu mekanisme hubungan antar manusia dilakukan dengan mengartikan

simbol secara lisan dan membacanya melalui ruang dan menyimpan dalam waktu.

B. UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI

UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI:

1. Komunikator (communicator), yaitu memberi berita, yang dalam hal ini adalah orang

yang berbicara, pengirim berita atau orang yang memberitakan.

2. Menyampaikan berita, dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatakan, mengirim

atau menyiarkan.

3. Berita-berita yang disampaikan (message), dapat dalam bentuk perintah, laporan, atau

saran.

4. Komunikan (communicate), yaitu orang yang dituju, pihak penjawab atau para

pengunjung. Dengan kata lain orang yang menerima berita.

5. Tanggapan atau reaksi (response), dalam bentuk jawaban atau reaksi.


Kelima unsur komunikasi tersebut (Komuniakator, Menyampaikan berita, Berita-berita yang

disampaikan, Komunikan dan Tanggapan atau reaksi) merupakan kesatuan yang utuh dan

bulat, dalam arti apabila satu unsur tidak ada, maka komunikasi tidak akan terjadi. Dengan

demikian masing-masing unsur saling berhubungan dan ada saling ketergantungan. Jadi

dengan demikian keberhasilan suatu komunikasi ditentukan oleh semua unsur tersebut.

C. CARA PENYALURAN IDE MELALUI KOMUNIKASI ORGANISASI

Bagaimana menyalurkan ide dalam komunikasi

Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti

oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh

keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan gerak gerik badan seperti

tersenyum,menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu.

Dalam menyalurkan ide atau solusi harus ada si pengirim(sender) dan si

penerima (receiver). Ide-ide yang diambil pun tidak sembarangan, tetapi ada penyaringan dan

seleksi untuk diambil ide manakah yang terbaik untuk di ambil dan dilaksanakan untuk oleh

organisasi tersebut agar mencapai tujuan bersama,serta visi dan misi suatu organisasi.

Tahap-Tahap Cara menyalurkan ide melalui komunikasi yaitu :

1. IDE (gagasan) oleh sender.

2. PERUMUSAN yaitu dalam perumusan ini ide sisender disampaikan oleh kata-kata.

3. PENYALURAN (transmitting) yaitu penyaluran ini bisa lisan,tertulis,simbol maupun

isyarat,dll.
4. TINDAKAN yaitu tindakan ini sebagai contoh perintah-perintah dalam

organisasi dilaksanakan.

5. PENGERTIAN yaitu kata-kata si sender dalam perumusan tadi dijadikan ide oleh si

penerima.

6. PENERIMAAN yaitu ide atau informasi ini diterima oleh penangkap berita (receiver).

jenis- jenis komunikasi dalam organisasi

jenis-jenis komunikasi dalam organisasi terdiri dari:

-Komunikasi Internal: Adalah komunikasi yang terjadi dalam organisasi itu sendiri.

Misalnya, Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu

perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal

dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan [operasi dan manajemen].

Dua dimensi komunikasi internal :

-Komunikasi Vertikal

Komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari staf ke pimpinan dengan cara timbal balik [two

way traffic communication].

-Fungsi komunikasi ke bawah digunakan pimpinan untuk:

a. Melaksanakan kebijaksanaan, prosedur kerja, peraturan, instruksi, mengenai pelaksanaan

kerja bawahan.

b. Menyampaikan pengarahan doktrinasi, evaluasi, teguran.


c. Memberikan informasi mengenai tujuan organisasi, kebijaksanaan-kebijaksaan organisasi,

insentif.

Seorang pimpinan harus lebih memperhatikan komunikasi dengan bawahannya, dan

memahami cara-cara mengambil kebijaksanaan, terhadap bawahannya.

Keberhasilan organisasi dilandasi oleh perencanaan yang tepat, dan seorang pimpinan

organisasi yang memiliki jiwa kepemimpinan. Kedua hal terseut merupakan modal utama

untuk kemajuan organisasi yang dipimpinnya. Contoh : pimpinan memberikan instruksi,

petunjuk, informasi, penjelasan, perintah, pengumuman, rapat, majalah intern.

-Fungsi komunikasi ke atas digunakan untuk:

a. Memberikan pengertian mengenai laporan prestasi kerja, saran, usulan, opini, permohonan

bantuan, dan keluhan.

b. Memperoleh informasi dari bawahan mengenai kegiatan dan pelaksanaan pekerjaan

bawahan dari tingkat yang lebih rendah.

Bawahan tentulah berharap agar ide, saran, pendapat, tanggapan maupun kritikannya dapat

diterima dengan lapang dada, dan hati terbuka oleh pimpinan. Contoh : staf memberikan

laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada pimpinan.

-Komunikasi Horizontal

Bentuk komunikasi secara mendatar, diantara sesama karyawan dsbnya. Komunikasi

horizontal sering kali berlangsung tidak formal.

Fungsi komunikasi horizontal/ke samping digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level

yang sama. Komunikasi ini berlangsung dengan cara tatap muka, melalui media elektronik

seperti telepon, atau melalui pesan tertulis.


-Komunikasi Diagonal (Cross Communication)

Komunikasi antara pimpinan seksi/bagian dengan pegawai seksi/bagian lain.

-Komunikasi Eksternal

Komunikasi antara pimpinan organisasi [perusahaan] dengan khalayak umum di luar

organisasi.

BENTUK KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Komunikasi sebagai proses memiliki bentuk :

1. Bentuk Komunikasi berdasarkan:

a. Komunikasi langsung

Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.

Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan

isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.

b. Komunikasi tidak langsung

Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima

penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya

menggunakan radio, buku, dll.

2. Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :

a. Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam

jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.

Komunikasi masa yang baik harus :

-Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele

-Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami


-Bentuk gambar yang baik

-Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio).

b. Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang

umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal

balik.misalnya Perawat dengan pengunjung puskesmas

c. Komunikasi perorangan adalah komunikasi dengan tatap muka atau bisa dapat juga

melalui telepon.contoh perawat dengan pasien

3. Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :

a.Komunikasi satu arah

Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak

mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.

b. Komunikasi timbal balik.

Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya

komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik.

D. hambatan – hambatan dalam komunikasi organisasi

HAMBATAN KOMUNIKASI

1. Hambatan dari Proses Komunikasi

-Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas

bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.

-Hambatan dalam penyandian/simbol

Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti

lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau

bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.


-Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media

komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat

mendengarkan pesan.

-Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si

penerima

-Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima

/mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi

lebih lanjut.

-Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan

apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan

sebagainya.

2. Hambatan Fisik

Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat

komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan (cacat tubuh misalnya orang yang

tuna wicara), gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3. Hambatan Semantik.

Faktor pemahaman bahasa dan penggunaan istilah tertentu. Kata-kata yang

dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak

jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima pesan. Misalnya : adanya

perbedaan bahasa ( bahasa daerah, nasional, maupun internasional), adanya istilah – istilah

yang hanya berlaku pada bidang-bidang tertentu saja, misalnya bidang bisnis, industri,

kedokteran, dll.

4. Hambatan Psikologis

Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya;

perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan,
sehingga menimbulkan emosi diatas pemikiran-pemikiran dari sipengirim maupun si

penerima pesan yang hendak disampaikan.

5. Hambatan Manusiawi

Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi,

kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat

pancaindera seseorang, dll.

CARA MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI

1. Gunakan umpan-balik

Beri kesempatan pada orang orang lain untuk menyampaikan ide atau gagasannya, sehingga

tercipta dua iklim komunikasi dua arah.

2. Kenali si penerima berita

- bagaimana latar belakang pendidikannya,

- bagaimana pengetahuan tentang subyek pembicaraan,

- sejauh mana minat dan perasaanya

3. Rencanakan secara teliti, pertimbangkan baik-baik : apa, mengapa, siapa, bagaimana,

kapan

E. KLASIFIKASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Di bawah ini ada beberapa klasifikasi komunikasi dalam organisasi yang di tinjau dari

beberapa segi :

1. Dari segi sifatnya :

a. Komunikasi Lisan, komunikasi yang berlangsung lisan / berbicara.Contoh: presentasi

b. Komunukasi Tertulis, komunikasi melalui tulisan.Contoh: email


c. Komunikasi Verbal, komunikasi yang dibicarakan/diungkapkan.Contoh: curhat

d. Komunikasi Non Verbal, komunikasi yang tidak dibicarakan(tersirat).Contoh:

seseorang yang nerves (gemetar)

2. Dari segi arahnya :

a. Komunikasi Ke atas, komunikasi dari bawahan ke atasan

b. Komunikasi Ke bawah, komunikasi dari atasan ke bawahan

c. Komunikasi Horizontal, komunikasi ke sesama manusia / setingkat

d. Komunikasi Satu Arah, pemberitahuan gempa melalui BMKG(tanpa ada timbal balik)

e. Komunikasi Dua Arah, berbicara dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi

3. Menurut Lawannya :

a. Komunikasi Satu Lawan Satu, berbicara dengan lawan bicara yang sama

banyaknya.Contoh: berbicara melalui telepon

b. Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok), berbicara antara satu orang dengan suatu

kelompok.Contoh: kelompok satpam menginterogasi maling

c. Kelompok Lawan Kelompok , berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok

lain.contoh: debat partai politik

4. Menurut Keresmiannya :

a. Komunikasi Formal, komunikasi yang berlangsung resmi.Contoh: rapat pemegang

saham

b. Komunikasi Informal, komunikasi yang tidak resmi.contoh: berbicara dengan teman


BAB III

PENUTUP

I. KESIMPULAN

Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan atau berita ke beberapa

orang. Dikarenakan komunikasi melibatkan seorang pengirim dan menerima pesan yang

mungkin juga memberikan umpan balikuntuk menyatakan bahwa pesan telah diterima.

Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial

yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki

dasar yang akan menjadi patokan seseorang tersebut dalam berkomunikasi. Dalam proses

komunikasi kita juga harus ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam

berkomunikasi.

Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa

yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam

bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan non verbal,

komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi non verbal atau bahasa(gerak)

tubuh.Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan umpan

balik. Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbal balik antara pemberi

informasi serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yg mutualisme

antara keduanya
II. SARAN

Komunikasi merupakan alat terpenting dalam berorganisasi, Karena tanpa adanya

komunikasi, organisasi tidak akan berjalan dengan maksimal. Jadi disarankan dalam sebuah

organisasi harus dibarengi dengan komunikasi yang baik agar tercapai sebuah organisasi

yang baik

BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

http://beruangkaki5.blogspot.com/2012/06/komunikasi-dalam-organisasi.html

http://muhammadhidayatturahman-ahmad.blogspot.com/2012/06/bab-11-komunikasi-dalam-

organisasi.html

http://adiprakosa.blogspot.com/2008/09/pengertian-komunikasi.html

http://manajemenkomunikasi.blogspot.com/2010/07/definisi-komunikasi-dan-tingkatan.html

http://manajemenkomunikasi.blogspot.com/2010/07/komunikasi-dalam-organisasi.html
TUGAS KOMUNIKASI DAN NEGOISASI BISNIS

MAKALAH

KOMUNIKASI DAN ORGANISASI

DOSEN PENGAJAR : PRAMA WIDAYAT,SE,MM.AAAIK

DISUSUN :

REYNALDI DWI SEPTIANDI

1761201142

UNIVERSITAS LANCANG KUNING

TAHUN AJARAN 2018/2019