Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia sebagai negara tropis merupakan tempat subur berkembang biaknya
nyamuk. Nyamuk termasuk kelas Insekta, ordo Diptera dan mempunyai banyak
famili. Nyamuk berperan sebagai vektor penyakit untuk manusia. Aedes adalah salah
satu genus nyamuk yang sering menimbulkan masalah kesehatan. Genus Aedes
merupakan vektor biologis dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Fillariasis
(Brugia malayi dan Wucheria bancrofti), Yellow fever, Eastern Equine
Enchepalomyelitis, California Enchephalomyelitis dan Venezuelan Equine
Encephalomyelitis . Bila ditinjau lebih jauh, penggunaan insektisida rumah tangga
anti nyamuk sebagian besar menggunakan obat nyamuk bakar dan digunakan setiap
hari 54%. Selain obat nyamuk bakar sebanyak 19% responden menggunakan dalam
bentuk semprot, 17% dalam bentuk oles, 15% dalam bentuk mat elektrik, serta 10%
menggunakan dalam bentuk cair dengan listrik Yayasan Lembaga Konsumen
Indonesia.
Penyulingan minyak serai menggunakan sistem penyulingan uap dan
air. Pemilihan sistem penyulingan ini karena bahan yang digunakan berupa daun dan
batang sehingga minyak yang dihasilkan lebih banyak, penyulingan lebih
singkat dan bahan yang disuling tidak menjadi gosong. Bahan yang akan
disuling sebaiknya dipotong-potong terlebih dahulu. Hal ini bertujuan
untuk mempermudah pelepasan minyak serai setelah bahan tersebut ditembus oleh
uap. Bahan yang dipotong harus segera disuling karena bila tidak segera diproses
maka minyak serai yang mempunyai sifat mudah menguap, sebagian akan
teruapkan sehingga hasil total minyak serai yang diperoleh akan berkurang dan
komposisi minyak serai akan berubah sehingga akan mempengaruhi
hasilnya. Bahan tanaman yang akan diproses secara penyulingan uap dan
air ditempatkan dalam suatu tempat yang bagian bawah dan tengah berlubang-
lubang yang ditopang di atas dasar alat penyulingan. Bagian bawah alat
penyulingan diisi air sedikit di bawah dimana bahan ditempatkan. Air
dipanaskan tetapi bahan tanaman tidak terkena air yang mendidih .

Dengan melihat kondisi tersebut, penulis dalam Program Kreativitas


Mahasiswa Bidang Gagasan Tertulis ini memilih judul “Pemanfaatan Minyak Serai
Wangi Sebagai Minyak Pengusir Nyamuk”.

B. Tujuan dan Manfaat


1
Tujuan
a. Dapat mengetahui kandungan kimia yang terdapat pada tanaman serai
wangi.
b. Dapat mengambil minyak pengusir nyamuk dari tanaman serai wangi.
c. Dapat memanfaatkan minyak pengusir nyamuk dari daun serai wangi.
d. Mudah untuk mendapatkan bahan baku pembuatan minyak serai.
e. Produksi minyak pengusir nyamuk dari daun serai wangi mudah dan
biaya lebih murah.
f. Minim dari segi efek samping dengan menggunakan minyak serai
wangi .
Manfaat
Gagasan tertulis ini diharapkan dapat memberikan alternatif insektisida berbahan
dasar alami bagi dunia ilmu pengetahuan, industri, dan masyarakat. Selain itu,
gagasan tertulis bermanfaat untuk menciptakan produk obat nyamuk tradisional yang
aman bagi kesehatan masyarakat. Obat nyamuk dari daun serai juga tidak
mengandung racun seperti lotion lain jadi tidak berbahaya bagi kulit manusia . uji
coba yang di lakukan berbentuk gagasan tertulis ini agar masyarakat tidak tergantung
pada obat-obat yang mahal dan berbahaya efek sampingnya .

2
BAB II
GAGASAN
A. Kondisi Saat Ini
Indonesia adalah salah satu negara tropis yang paling besar didunia. Negara
tropis menyebabkan adanya berbagai penyakit tropis yang diakibatkan oleh nyamuk,
seperti malaria, demam berdarah, filaria, kaki gajah, cikungunya yang sering beredar
dimasyarakat. Penyebab utama munculnya berbagai penyakit tropis tersebut adalah
perkembang biakan dan penyebaran nyamuk sebagai vektor nyamuk yang tak dapat
dikendalikan.
Sebagai salah satu pemutus mata rantai penyebaran nyamuk adalah dengan
pengendalian vektor dengan menggunakan insektisida. Saat ini banyak insektisida
yang digunakan oleh masyarakat, sayangnya insektisida tersebut mempunyai dampak
negatif terhadap lingkungan karena mengandung senyawa – senyawa kimia yang
berbahaya, baik terhadap manusia maupun lingkungan.
Oleh karena itu perlu pengembangan insektisida baru yang tidak menimbulkan
bahaya dan lebih ramah lingkungan, hal ini diharapkan dapat diperoleh dengan
pemanfaatan bioinsektisida. Bioinsektisida atau insektisida hayati adalah insektisida
yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan yang mengandung bahan kimia (bahan
aktif ) yang mengancam populasi serangga namun mudah diurai oleh lingkungan
dan relatif aman oleh manusia.

Salah satu sumber daya unggulan indonesia adalah minyak serai wangi.
Tumbuhan serai wangi telah terbukti merupakan tanaman yang resisten terhadap
berbagai macam serangga yang menunjukkan kemampuanya sebagai bioinsektisida
yang kuat.

B. Solusi Yang Pernah Diterapkan Sebelumnya


Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya, menunjukkan bahwa ekstrak air
kulit durian efektif sebagai obat nyamuk elektrik. Hal ini disebabkan karena kulit
durian mengandung minyak atsiri, flavonoid, saponin, unsur selulosa, lignin serta
kandungan pati. Kulit durian mempunyai bau yang sangat menyengat dan tidak
disukai oleh nyamuk. Oleh karena itu, efek kandungan tersebut bisa mempengaruhi
syaraf pada nyamuk dan akibat yang ditimbulkannya adalah nyamuk mengalami
kelabilan dan akhirnya mati .
Namun, dengan berbahan dasar kulit durian dirasa kurang efektif, karena
harga untuk buahnya saja lebih mahal dari pada daun serai. Baunya pun kadang
terlalu menyengat, sebagian manusia tidak terlalu menyukai bau tersebut.
Selain penelitian yang disebutkan diatas terdapat pula penelitian lain dalam
mengatasi gangguan nyamuk yaitu dengan pemanfaatan tanaman adas .Tanaman adas
adalah sejenis tanaman herba tahunan yang dapat tumbuh di dataran tinggi dengan
tingkat adaptasi yang tinggi sehingga dapat mudah tumbuh tanpa memerlukan
pemeliharaan khusus . Di dalam adas terdapat minyak atsir sekitar 6% diamana
memiliki kandungan utama anethol , safrol.
Kandungan anethol pada tanaman ades bersifat anti serangga khususnya pada
nyamuk sehingga ades juga dapat dijadiakn lotion anti nyamuk . Dengan sifat
3
tanaman adas yang hanya dapat tumbuh di daerah dataran tinggi inilah yang
menyebabkan kekurangan tanaman ades pada segi bahan baku.
Gagasan yang Diajukan Untuk mengurangi efek samping dari bahan kimia
tersebut, maka perlu dikembangkan obat-obat pengusir atau pembunuh nyamuk dari
bahan yang terdapat di alam yang lebih aman untuk manusia serta sumbernya
tersedia dalam jumlah yang besar. Pemanfaatan insektisida alami dalam
pemberantasan vektor diharapkan mampu menurunkan kasus Demam Berdarah .

C. Gagasan Yang Di Ajukan


Ada beberapa pertimbangan kami dalam memilih daun serai adalah faktor
serangan hama yang tidak di inginkan oleh masyarakat . karena adanya hama dapat
menghancurkan tanaman serai. hama ini sering meresahkan para pengusaha serai .
Sebab hama ini menyerang tanpa mengenal musim .
Dan beda sama lotion lain yang tidak mengenal hama apapun. Produk lotion lain
tidak akan mengalami kegagalan produk. Karena lotion itu di buat dan di produksi
menggunakan teknologi yang canggih dengan menyertakan campuran bahan kimia
yang berbahaya dengan ada efek samping. Di kususkan untuk pengguna yang
mempunyai kulit sensitif karena mudah terkena efek samping dari lotion lain . maka
dari itu sangat lah bermanfaat dengan adanya “Pemanfaatan Minyak Serai Wangi
Sebagai Minyak Pengusir Nyamuk“

Proses pembuatan minyak serai dengan cara penyulingan


Untuk bisa memperoleh manfaat minyak serei, cara paling mudah tentu saja
membelinya. Jika sudah mahir bahkan bisa dijadikan sebagai lahan bisnis. Hanya
saja dalam proses pembuatan minyak serai dengan proses penyulingan tentu saja
membutuhkan mesin atau alat untuk menyulingnya.

Cara membuat minyak sereh ketika menggunakan proses penyulingan


setidaknya ada beberapa proses penyulingan yang bisa dilakukan, antara lain :
4
1. Penyulingan dengan Air.

Proses penyulingan ini disebut juga dengan penyulingan langsung karena


bahan bakunya langsung berhubungan dengan air. Dimana pada saat penyulingan,
bahan yang disuling yaitu serai direbus dengan air dalam sebuah tangki,
kemudian minyak serai akan ikut menguap dengan uap air. Karena adanya air
pendingan atau kondensor yang dialirkan melalui pipa akhirnya membuat uap
tersebut berubah kembali menjadi air. Air tersebut kemudian masuk dalam tangki
pemisah dimana di tempat tersebut terjadi proses pemisahan minyak dan air.

2.

Penyulingan Menggunakan Air dan Uap. Penyulingan jenis ini mungkin


mirip seperti dikukus. Dimana serai tidak berhubungan langsung dengan air
karena dimasukkan dalam ketel yang berisi air sekitar seperempat bagian ketel.
Tentu saja serai tidak terendam air karena diletakkan dalam semacam piringan
yang berlubang. Ketika air mendidih kemudian uapnya melewati lubang piringan
akan membanwa uap minyak serai yang dialirkan melalui pipa yang berhubungan
dengan air pendingin sehingga bisa diperoleh cairan minyak serai melalui alat
pemisah.
3. Penyulingan Menggunakan Uap Langsung. Proses ini menggunakan uap yang
dialirkan melalui pipa menuju tangki bahan baku yaitu tempat dimana serai
5
tersebut direbus. Nantinya minyak serai akan ikut terbawa dengan uap lalu
mengalir menuju alat pendingin dan berakhir di alat pemisah untuk memperoleh
minyak serai.

D. Langkah yang Dicapai


Dalam mewujudkan karya tulis ini ada beberapa langkah yang dapat dicapai
diantaranya sebagai berikut :

1. Sosialisasi awal perihal progam guna memberi wawasan kepada


masyarakat tentang manfaat minyak daun serai wangi sebagai minyak
pengusir nyamuk.
2. Pelatihan secara teknik tentang metode pengolahan minyak serai
melalui proses penyulingan.
3. Pemantauan dan evaluasi.
4. Pengembangan guna memaksimalkan manfaat minyak daun serai
wangi

6
BAB III

A. KESIMPULAN
Bahan sangatlah aman, dimana dari bahan dasarnya itu sendiri memiliki
kandungan sitronela, minyak atsiri, dan limonen yang berfungsi sebagai anti serangga
yang berbau wangi sehingga aman dan nyaman jika digunakan. Dari segi ekonomi,
Dari segi lingkungan, memanfaatkannya agar tidak minim pemanfaatnya selain di
gunakan sebagai sayuran yang biasanya di gunakan oleh ibu rumah tangga dan
meningkatkan nilai ekonominya.
Minyak serai ini juga dapat bertahan cukup lama karena, unsur kimia dari
minyak tersebut sangatlah sedikit. Bisa saja non campuran yang biasanya di gunakan
di lotion lain. Minyak serai ini juga tidak kalah bau nya dengan yang lain. Akan tetapi
ada juga orang yang tidak suka dengan bau minyak serai ini sendiri .
Dari segi efek samping sangat jauh di banding dengan lotion lain. Pemanfaatan
minyak daun serai wangi sebagai minyak pengusir nyamuk ini dengan cara tradisional
dan tanpa campuran apapun , minyak terbut hanya bercampuran dengan air yang
berguna untuk membantu proses penguapan dari daun serai tersebut pada saat proses
pembuatannya .

7
DAFTAR PUSTAKA

Dwi Setyaningsih. ”Aplikasi Minyak Sereh Wangi (Citronella Oil) dan Geraniol Dalam
Pembuatan Skin Lotion Penolak Nyamuk. ” Jurnal IPB, Fakultas Teknologi
Pertanian, Institute Pertanian Bogor (IPB), 2015.

Welmince Bota. ”Potensi Senyawa Minyak Serai Wangi (Citronella Oil) Dari Tumbuhan
Cymboppogon Wenterianus L. Sebagai Agen Anti Bakteri. ”Thesis Pascasargana
Magister Biologi, Universitas Kristen Wacana Salatiga, 2015

Yuni Eko Feriyanto.”Pengambilan Minyak Atsiri Dari Daun Dan Batang Serai Wangi
(Cymboppogon Wenterianus) Mengunakan Metode Destilasi Uap dan Air Dengan
Microwave.” Jurnal Teknik, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi
Sepuluh November (ITS) Surabaya, 2013.

8
9