Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL PENELITIAN

TINJAUAN PENGARUH KENAIKAN PPH 22 (IMPOR) ATAS BISNIS


ONLINE JASA TITIP BARANG

Oleh:

Debbie Christine (Ketua)


Syfa Fijriestari Suryono (Anggota)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
12 JUNI 2017

LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul Penelitian : PENGARUH PROFITABILITAS DAN LAVERAGE
TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN
(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014 )

2. Ketua Peneliti :
a. Nama Lengkap : Debbie Christine, S.E., M.Si., Ak., CA.
b. Jenis Kelamin : Perempuan
c. NIP : 111.0310.195/0403127501
d. Jabatan Fungsional : Lektor
e. Jabatan Struktural :-
f. Bidang Keahlian : MSDM
g. Fakultas/Jurusan : AKUNTANSI
h. Perguruan Tinggi : Universitas Widyatama
i. Tim Peneliti :

No. Nama Bidang Fakultas/ Ket.


Keahlian Prodi
1 Syfa Fijriestari Suryono

Bandung,28 September 2015


Mengetahui, Ketua Peneliti
Dekan Fakultas Bisnis dan Manajemen

Nugroho Juli Setiadi, SE.,MM.,Ph.D DR.H.Deden Sutisna MN, SE.,M.Si.


Menyetujui
Koord. Pusat Studi

Yudha Prambudia,M.Sc.,Ph.D

Kata Pengantar
Puji dan syukur hanyalah milik Alloh SWT, untuk itu sudah sepatutnya pada kesempatan
ini peneliti curah limpahkan kepada-Nya. Karena berkat limpahan rahmat dan kasih sayang-
Nya proposal penelitian ini dapat disusun. Proposal ini disampaikan untuk mengikuti Skema
Penelitian Internal UTama yang juga mudah-mudahan proposal ini menjadi salah satu upaya
dalam pengembangan ilmu dan menghasilkan kontribusi yang optimal dalam mencari solusi
atas dugaan masalah yang dihadapi oleh pemerintah Kota Bandung dan pelaku usaha industri
kreatif di Kota Bandung.
Pada kesempatan ini disampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-
tingginya kepada :
1. Bapak Rektor, Bapak dan Ibu Wakil Rektor Universitas Widyatama yang dengan
segenap kebijakan, fasilitas dan dukungan sehingga terbukanya peluang untuk
mengikuti hibah ini.
2. Bapak Dekan FE, Ibu Ketua Sekolah Pascasarjana, dan Ketua Prodi Program Magister
Akuntansi yang telah mefasilitasi dan memberikan kesempatan untuk penyusunan
proposal dilingkungan UTama.
3. Bapak/Ibu segenap Tim Reviewer proposal penelitian, yang telah memberikan
masukan untuk kesempurnaan proposal ini.
4. Bapak/Ibu Tim Penyelenggara seminar internal yang telah memberikan kesempatan
kepada peneliti untuk menyampaikan Proposal Penelitian dilingkungan UTama.

Semoga segala amal baik Bapak/Ibu di jadikan amalan ilmiah dan dihisab sebagai kebaikan
yang berpahala disisi-Nya. Aamin YRA...

Bandung, 12 Juni 2017


Tim Peneliti,

DAFTAR ISI
Halaman Judul..................................................................................................... i
Halaman Pengesahan........................................................................................... ii
Kata Pengantar ................................................................................................... iii
Daftar Isi............................................................................................................... iv

BAB 1 PENDAHULUAN.................................................................................. 1
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................... 2
BAB 3 METODE PENELITIAN........................................................................ 6
BAB 4 PEMBAHASAN DAN PENELITIAN………………........................... 7
BAB 5 KESIMPULAN.………………………………………………………... 8

Daftat Pustaka...................................................................................................... 10

BAB I
PENDAHULUAN

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Beberapa teori mengatakan bahwa dalam kebijakan dividen apabila laba yang diperoleh
mengalami kenaikan maka dividen yang di bayarkan juga mengalami kenaikan. Kemampuan
perusahaan dalam memperoleh laba merupakan indicator utama dari kemampuan perusahaan
untuk membayar dividen. Bedasarkan fenomena yang terjadi, banyak perusahaan di Indonesia
yang mengalami peningkatan laba bersih namun dividen kas tidak berikan dan sebaliknya.
Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah
perusahaan memenuhi seluruh kewajiban tepatnya yaitu beban buga dan pajak. Semakin besar
keuntungan yang di peroleh, maka akan semakin besar pula kemampuan perusahaan dalam
membayar dividen (Brigham dan Houston, 2011:265).

1.2 Identifikasi Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka yang
menjadi rumusan pada penulian ini adalah :
1. Apakah profitabilitas dan Laverage berpengaruh signifikan secara parsial terhadap
kebijakan dividen.
2. Apakah profitabilitas dan Laverage berpengaruh signifikan secara simultan terhadap
kebjikan dividen.
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk menilai dan menganalisis pengaruh profitabilitas
dan laverage terhadap Kebijakan Deviden pada Perusahan Manufaktur yang terdaftar di BEI
selama tahun 2010-2014.
1. Untuk menguji pengaruh profitabilitas dan laverage terhadap kebijakan deviden
simultan .
2. Untuk menguji pengaruh profitabilitas dan laverage terhadap kebijajakan dividen
parsial.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penilitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terkait, yaitu :
1. Bagi penulis
Penilitian diharapkan dapat memberikan wawasan dalam pengetahuan khususnya
mengenai pengaruh profitabilitas dan laverage terhadap kebijakan dividen.
2. Bagi perusahaan
Hasil penilitian ini di harapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil
keputusan terhadap pembayaran dividen agar dapat memaksimalkan nilai perushaan.
3. Bagi investor
Hasil penelitian ini diharapkan bias menjadi masukan dalam mempertimbakan
pembuatan keputusan investasi terkait dengan tingkat pengembalian berupa dividen kas
di suatu perusahaan khususnya dimasa depan.
4. Bagi Keilmuan
Bagi ilmu pengetahuan sebagai sumber acuan dalam menentukan Dividen Payout Ratio
dengan menjebatani antara kepentingan investor dan kepentingan perusahaan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2. TUJUAN MASALAH
2.1 Anaisis Ratio Keuangan
Analisis rasio keuangan merupakan suatu teknik analisis dalam bidang manajemen
keuangan yang di manfaatkan sebagai alat ukur kondisi- kondisikeuangan suatu perusahaan
dalam peridoe tertentu ataupun hasil hasil usaha dari suatu perusahaan pada satu periode
tertentu dengan membandingkan dua buah variable yang di ambil dari laporan keuangan
perusahaan ( Irawati, 2006)

2.1.1 Profitabilitas
Menurut Ross, Westerfield dan Jordan (2009:89) profitabilitas yaitu :
“ This ratio is to mean how efficiently a firm uses their assets to manage its oprations “

Kutipan di atas dapat diartikan bahwa rasio profitabilitas yaitu rasio untuk mengukur seberapa
efisien suatu perushaan menggunakan asset mereka untuk mengelola oprasinya.
1. Profit Margin

Penjualan HPP
Gross Profit Margin =
Penjualan

2. Return On Assets (ROA)


Menurut Lestari dan Sugiharto (2007:196) angka ROA dikatakan baik apabila lebih
dari 2%.

EBIT
Return On Assets =
Total Assets

3. Return On Equity

Laba bersih setelah pajak


Return On Equity =
Ekuitas

Menurut Brigham (2004) para pemegang saham melakukan investasi untuk


mendaptkan pembalian atas uang mereka dan rasio ini menunjukan seberapa baik
mereka telah melakukan hal tersebut dari kacamata akuntansi. Besar minimum ROE
pada rasio indrustri yang baik adalah 25,70%

4. Return On Investment

Laba bersih setelah pajak


Return On Equity =
Ekuitas

Menurut Keown (2008:109) besar minimum ROI pada rasio indrustri yang baik adalah
11,4%.

5. Earning per Share

Laba bersih setelah pajak


Earning per Share =
jumlah Lembar Saham

Rasio margin laba (profit margin) menurut Harahap (2007:304) merupakan bagian
dari rasio profitabiitas dan menunjukan berapa besar persentasi pendapatan bersih yang
di peroleh dari setiap penjualan. Margin laba dapat ditulis dalam bentuk rumus sebagi
berikut :

Net Operating Aftar Tax


Net Profit Margin=
Sales

2.1.2 Laverage
Rasio laverage adalah rasio yang menukur seberapa besar penggunaan pendanaan
melalu hutang atau persentase asset perusahaan dibiayai leh utang Fahmi (2012) adalah sebagi
berikut :
“ It’s a crucial Factor, wich influence the may be motivated to establish a good reputation
dividen behavior of the firm, if the level of leverage is with stock holders through higher
dividend high mean the firm is more risky in cash flow “

1. Total Debt to Total Assets Ratio


Untuk mengukur besarnya Debt ratio bisa di hitung dengan rumus sebagai berikut :

Total Hutang
Debt Ratio =
Total Aktiva
2. Debt to Equity Ratio

Total Hutang
Debt to Equity Ratio =
Modal Sendiri

3. Time Interest Earned Ratio


Rumus yang di gunakan adalah :

Laba sebelum bunga & pajak


Time Interest earned ratio =
Beban Bunga

4. Fixed Charge Covarge Ratio


EBIT+Bunga+Angsuran Lease
Fixed Charge Coverage Ratio =
Bunga+Angsuran Lease

5. Debt Service Ratio

Laba sebelum bunga & pajak


Fixed Charge Coverage Ratio =
Bunga+Sewa+Angsuran pokok Pinjaman 1−Tarif Pajak

2.2 Dividen
2.2.1 Pengertian Dividen
Pengertian dividen yang dikemukakan oleh Smart, Megginsondan Gitman (2004:474)
dapat di rumuskan sebagai berikut :
“Dividends are payments form corporation income or profits distributed to shareholders
in cash or stock. Afirm’s dividend policy refres to its choice of whether to pay shareholders a
cash dividend, how large the cash dividend should be, and how frequently it should be
distributed”

2.2.2 Kebijakan Deviden


Ataupun perhitungan diviend payout ratio (DPR) menurut Sudana (2011:24) dapat di
rumuskan sebagai berikut :

Dividend
Dividend Payout Ratio =
Earning After Tax
BAB 3
METODE PENELITIAN

3. METODE PENELITIAN
3.1 Populasi dan Sempel Penelitian
3.1.1 Populasi Penelitian
Menurut Darmadi (2013:48) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh
peneliti guna dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya untuk dijadikan sebagai sumber data
dalam suatu penelitian.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktu yang terdaftar di bursa Efek
Indonesia periode 2010-2014 yang berjumlah 132 perusahaan.

3.2 Uji Analisi Regresi Linier Berganda


Persamaan regresi linier berganda pada penelitian ini dapat sebagai berikut :
Y= a + b1 x X1 + b2 X2
Diminta :
Y : Kebijakan Deviden (dividen payout ratio)
a : Konstanta, atau besarnya sama dengan nilai Y pada saat variable independen sama
dengan 0
b1 : koefisien regresi berganda atau variable bebas X1 terhadap variable Y, bila di anggap
konstan
X1 : Profitabilitas ( Net Profit Margin )
X2 : Laverage ( Debt To Equity Ratio )
BAB 4
PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


4.1 Pengaruh Profitabilitas (NPM) terhadap Kebijakan Dividen

Berdasarkan hasil uji (parsial) pada model regresi, diperoleh nilai signifikasi variable
profitabilitas yang diukur dengan net profit margin (NPM) sebesar 0,2240 > 0,05 (taraf nyata
signifikansi penelitian). Selain itu, dapat dilihat juga dari hasil perbandingan antara thiting 1,976.
Dari hasil tersebut terlihat bahwa thitung sebesar ( 1,222 < 1,976 ), maka dapat disimpulkan
nbahwa Ho diterima dan Ha ditolak, ini menujukan bahwa secara parsial profitabilitas tidak
berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen.
Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, artinya bahwa
besar kecilnya dividen yang dibagikan kepada pemegan saham, tidak berkaitan dengan tinggi
rendahnya profitabilitas. Hal ini disebabkan karena peningkatan penjualan yang tidak selalu
disertai dengan besarnya pencapaian laba. Masih terdapat unsur-unsur biaya dalam penjualan
yang dapat mengurangi besarnya pencapaian laba, baya – biaya tersebut misalnya harga pokok
pernjualan, biaya usaha, biaya pajak, dan biaya bagi hasil. Besarnya biaya biaya tersebut
merupakan salah satu penyebab laba tidak stabil yang dapat mempengaruhi perusahaan dalam
membiayai pembayaran dividen kepada para pemegang saham.

4.2 Pengaruh Laverage (DER) terhadap kebijakan Dividen

Berdasarkan hasil uji t (parsial) pada model regresi, diperoleh nilai signifikasi variable
laverage yang diukur dengan debt to equity ratio (DER) sebesar 0,0225 < 0,05 ( taraf nyata
signifikasi penelitian). Selain itu, dapat dilihat juga dari hasil perbandingan antara –thitung dan
–ttable yang menunjukan nilai –thitung sebesar -2,311 sedangkan –ttable yaitu -1,976. Dari hasil
tersebut terlihat bahwa –thitung < –ttable (-2,311 < -1,976), maka dapat disimpulkan bahwa Ho
ditolak dan Ha diterima, ini menunjukan bahwa secara parsial laverage berpangaruh signifikan
terhadap kebijakan deviden.
Hubungan antara laverage dan kebijakan dividen ika dilihat dari koefisien regresinya
menunujukan hubungan yang negative artinya, ketika perusahaan memiliki tingkat DER yang
tinggi, maka dividem payout ratio yang akan di bayarkan kepada pemegang saham, sehingga
akan semakin rendah kemampuan perusahaan bersih bagi pemegang saham, sehingga akan
semakin rendah kemampuan perushaan dalam membayar dividen dikarenakan laba yang
didapatkan perusahaan akan digunakan untuk membayar kewajiban – kewajibannya. Hal ini
sesuai teori yang dikemukakan oleh Brigdam dan Houstin (2010:107) yang menyatakan
semakin besar laverage perusahaan maka cenderung untuk membayar dividennya lebi rendah
semakin tujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pendanaan secaa eksternal.
Jika dikaji menurut teori sinyal (signaling theory) penurunan dividen yang dibawah
penurunan normal diyakini oleh investor sebagai suatu sinyal bahwa perushaan akan
mengalami masa sulit dimasa mendatang. Maka dari itu investor yang tidak suka untuk
mengambil resiko, akan menghindari untuk menanamkan modalnya perusahaan yang memiliki
DER yang tinggi.

4.3 Pengaruh Profitabilitas dan Laverage terhadap Kebijakan Dividen


Berdasarkan hasil pengujian hipotesisis (uji F) diperoleh signifikan model regresi
secara simultan sebesar 0,000, nilai ini lebih kecil taraf nyata signifikansi 0,05 (5%) yaitu
0,000<0,05. Selain itu dapat dilihat juga dari hasil perbandingan antara Ftabel dan Fhitung yang
menunjukan nilai Fhitung sebesar 15,869 sedangkan Ftabel sebesar 3,058. Dari hasil tersebut
terlihat Ftabel > Fhitung yaitu 15,869 > 3,058, maka dapat disimpulkan bahwa atau secara Ho
ditolak dan Ha diterima, ini menunujukan bahwa secara bersama sama atau secara simultan
profitabilitas dan laverage berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Hal ini
mengidentifikasi bahwa kebijakan dividen. Kemampuan variable independen menjelaskan
kebijakan dividen dengan menggunakan R square adalah sebesar 80,6% sedangkan sisanya
19,4% merupakan kontribusi pengaruh variable lain yang tidak diteliti.
Hasil penelitian ini didukung oleh parera (2016) yang menyatakan bahwa secara
simultan variable profitabilitas dan laverage berpengaruh signifikan terhadap kebijakan
dividen. Artinya profitabilitas dan laverage berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen,
artinya profitabilitas dan laverage secaa bersama dapat mempengaruhi kebijakan dividen.
BAB 5
KESIMPULAN

5. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan telah disajikan pada bab sebelumnya, peneliti
mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Secara simultan profitabilitas dan laverage berpengaruh signifikan terhadap kebijakan
dividen pada perushaan manufaktu yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia peridoe
2010-2014.
2. Jika dilihat secara parsial
a. Profitabilitas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan dividen
pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
b. Laverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan dividen pada
perushaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indnonesia.
DAFTAR PUSTAKA

[1]. Afrian Tika 2014, Pengaruh Current Ratio, DER, dan ROA terhadap DPR perushaan
Rokok di BEI. Jurnal Ilmu & Riset Manajemen Vol.3 No.9 2014.
[2]. Ahmad, Sandy, 2013. Pengaruh Profitabilitas dan Likuiditas terhadap kebijakan
Dividen Kas. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi Vol.1 No.1 Januari 2013.
[3]. Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston. 2011. Dasar-dasar Manajemen Keuangan,
Edisi 11, Penerjemah Ali Akbar Yulianto, Salemba Empat, Jakata.
[4]. Candra, Lalu 2011. The influence of Laverage and Liquidity on Dividend Policy (
Emperical Study on Listed Companies in Indonesia Stock Exchange of LQ45 in 2008-
2010).
[5]. Ghozali, Imam. 2013. Analisis Multivariat dan ekonometrika : Teori, Konsep dan
Aplikasi dengan EVIEWS 8 . Semarang : Universitas Diponegoro.
[6]. Gill, et. Al., 201. Analysis of Frim Size, Sales Growth, and Total Assets Turn Over To
Return On Equity, Saur, Munchen.
[7]. Siswanto, Elly. 2007. “Keputusan Investasi Dividend an Pendanaan Ekstrnal :
Sinergisitas dalam Meningkatkan Nilai Perushaan”, Jurnal Ekonomi Modernisasi
Volume 3, No.1.