Anda di halaman 1dari 35

MAKALAH 4017B SINCRONUS COUNTER

MATA KULIAH : SYSTEM REKAYASA

DOSEN

: HERWAN TONI SPd. M Eng

MAKALAH 4017B SINCRONUS COUNTER MATA KULIAH : SYSTEM REKAYASA DOSEN : HERWAN TONI SPd. M Eng

DISUSUN OLEH:

NAMA

: ALIF ARIYADI

NIM

: 166712151007

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

2017

LEMBAR PENGESAHAN 4017B SINCRONUS COUNTER

Telah Disetujui Oleh:

Herwan Tony S.Pd., M.Eng.

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang melimpahkan rahmat, hidayah serta petunjukn-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan judul “4017B SINCRONUS COUNTER ”.

Dalam penyusunannya, saya memperoleh banyak bantuan sertamasukan dari berbagai pihak, karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada:

Saya menyadari makalah ini sangat jauh dari kata sempurna baik dari segi penulisan maupun pembahasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan agar makalah ini dapat lebih baik lagi

Akhir kata saya berharap makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Jakarta, 26 April 2017 Penyusun

ALIF ARIYADI

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

…………………………………………….

i

KATA PENGANTAR

…………………………………………….

ii

DAFTAR ISI

…………………………………………….

iii

BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1 LATAR BELAKANG……………………………………………

1

  • 1.2 RUMUSAN MASALAH

  • 1.3 TUJUAN MASALAH

…………………………………………… 1 ……………………………………………

1

BAB II ISI

  • A. ......................................................

3

  • B. ................................4

  • C. .............................................................8

BAB III PENUTUP

  • A. KESIMPULAN 14 ......................................................................

  • B. SARAN 14 ...................................................................................

  • C. DAFTAR PUSTAKA 14 .............................................................

iii

  • 1.1 Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Integrated Circuit atau disingkat dengan IC adalah komponen elektronika aktif yang terdiri dari gabungan ratusan, ribuan bahkan jutaan transistor, dioda, resistor dan kapasitor yang diintegrasikan menjadi suatu rangkaian elektronika berbentuk sebuah chip kecil. IC yang paling banyak digunakan secara luas saat ini adalah IC digital yang dipergunakan untuk peralatan komputer, kalkulator dan sistem kontrol elektronik. IC CMOS (IC Complementary Metal Oxide Semiconductor) adalah salah satu jenis IC digital. Dari sekian banyaknya seri IC CMOS itu juga say akan membahas salah satu IC yang sring dipakai dikehidupan sehari hari yaiti IC CMOS seri 4017B Mengenai IC CMOS 4017b yang sangat bermanfaat dan penting bagi kehidupan manusia, maka saya mencoba menyajikan makalah dengan judul “4017B SINCRONUS COUNTER”.

  • 1.2 Rumusan Masalah

    • 1. Apa pengertian SINCRONUS COUNTER?

    • 2. Mengetahui fungsi IC 4017B?

    • 3. Bagaimana aplikasi ic 4017B?

    • 4. Bagaimana cara kerja rangkaian IC 4017B ?

  • 1.3 Tujuan Masalah

    • 1. Menjelaskan pengertian SINCRONUS COUNTER.

    • 2. Menjelaskan fungsi IC 4017B.

    • 3. Mengaplikasikan IC dalam gambar rangkaian, gambar layout dan gambar PCB .

    • 4. Menjelaskan cara kerja aplikasi yang dibuat.

  • BAB II

    ISI

    1

    2.1 Pengertian SINCRONUS COUNTER

    Sebuah desimal kode biner (BCD) adalah penghitung digital serial yang menghitung sepuluh digit. Dan ini me-reset untuk setiap masukan clock baru. Karena bisa melalui 10 kombinasi output yang unik, ia juga disebut sebagai "Decade counter". Sebuah counter BCD dapat menghitung 0000, 0001, 0010, 1000, 1001, 1010, 1011, 1110, 1111, 0000, dan 0001 dan seterusnya.

    Counter juga disebut pencacah atau penghitung yaitu rangkaian logika sekuensial yang digunakan untuk menghitung jumlah pulsa yang diberikan pada bagian masukan. Counter digunakan untuk berbagai operasi aritmatika, pembagi frekuensi, penghitung jarak (odometer), penghitung kecepatan (spedometer), yang pengembangannya digunakan luas dalam aplikasi perhitungan pada instrumen ilmiah, kontrol industri, komputer, perlengkapan komunikasi, dan sebagainya.

    Counter tersusun atas sederetan flip-flop yang dimanipulasi sedemikian rupa dengan menggunakan peta Karnough sehingga pulsa yang masuk dapat dihitung sesuai rancangan. Dalam perancangannya counter dapat tersusun atas semua jenis flip-flop, tergantung karakteristik masing-masing flip-flop tersebut.

    Dilihat dari arah cacahan, rangkaian pencacah dibedakan atas pencacah naik (Up Counter) dan pencacah turun (Down Counter). Pencacah naik melakukan cacahan dari kecil ke arah besar, kemudian kembali ke cacahan awal secara otomatis. Pada pencacah menurun, pencacahan dari besar ke arah kecil hingga cacahan terakhir kemudian kembali ke cacahan awal.

    2

    Tiga faktor yang harus diperhatikan untuk membangun pencacah naik atau turun yaitu (1) pada transisi mana Flip-flop tersebut aktif. Transisi pulsa dari positif

    ke negatif atau sebaliknya, (2) output Flip-flop yang diumpankan ke Flip-flop berikutnya diambilkan dari mana. Dari output Q atau Q, (3) indikator hasil cacahan

    dinyatakan sebagai output yang mana. Output Q atau Q. ketiga faktor tersebut di atas dapat dinyatakan dalam persamaan EX-OR.

    Secara global counter terbagi atas 2 jenis, yaitu: Syncronus Counter dan Asyncronous counter. Perbedaan kedua jenis counter ini adalah pada pemicuannya. Pada Syncronous counter pemicuan flip-flop dilakukan serentak (dipicu oleh satu sumber clock) susunan flip-flopnya paralel. Sedangkan pada Asyncronous counter, minimal ada salah satu flip-flop yang clock-nya dipicu oleh keluaran flip-flop lain atau dari sumber clock lain, dan susunan flip-flopnya seri. Dengan memanipulasi koneksi flip-flop berdasarkan peta karnough atau timing diagram dapat dihasilkan counter acak, shift counter (counter sebagai fungsi register) atau juga up- down counter.

    1. Synchronous Counter

    Syncronous counter memiliki pemicuan dari sumber clock yang sama dan susunan flip-flopnya adalah paralel. Dalam Syncronous counter ini sendiri terdapat perbedaan penempatan atau manipulasi gerbang dasarnya yang menyebabkan perbadaan waktu tunda yang di sebut carry propagation delay.

    Penerapan counter dalam aplikasinya adalah berupa chip IC baik IC TTL, maupun CMOS, antara lain adalah: (TTL) 7490, 7493, 74190, 74191, 74192, 74193, (CMOS) 4017,4029,4042,dan lain-lain.

    3

    Pada Counter Sinkron, sumber clock diberikan pada masing-masing input Clock dari Flip-flop penyusunnya, sehingga apabila ada perubahan pulsa dari sumber, maka perubahan tersebut akan men-trigger seluruh Flip-flop secara bersama-sama.

    Tabel Kebenaran untuk Up Counter dan Down Counter Sinkron 3 bit :

    Tabel Kebenaran untuk Up Counter dan Down Counter Sinkron 3 bit : Gambar rangkaian Up Counter

    Gambar rangkaian Up Counter Sinkron 3 bit

    Tabel Kebenaran untuk Up Counter dan Down Counter Sinkron 3 bit : Gambar rangkaian Up Counter

    Gambar rangkaian Down Counter Sinkron 3 bit

    Tabel Kebenaran untuk Up Counter dan Down Counter Sinkron 3 bit : Gambar rangkaian Up Counter

    Rangkaian Up/Down Counter Sinkron

    4

    Rangkaian Up/Down Counter merupakan gabungan dari Up Counter dan Down Counter. Rangkaian ini dapat menghitung bergantian antara Up dan Down karena adanya input eksternal sebagai control yang menentukan saat menghitung

    Up atau Down. Pada gambar 4.4 ditunjukkan rangkaian Up/Down Counter Sinkron 3 bit. Jika input CNTRL bernilai ‘1’ maka Counter akan menghitung naik (UP), sedangkan jika input CNTRL bernilai ‘0’, Counter akan menghitung turun (DOWN).

    Gambar rangkaian Up/Down Counter Sinkron 3 bit :

    Up atau Down. Pada gambar 4.4 ditunjukkan rangkaian Up/Down Counter Sinkron 3 bit. Jika input CNTRL

    2.2 IC CMOS 4017B

    Seri CMOS 4000 adalah keluarga sirkuit terpadu standar yang melaksanakan berbagai fungsi logika menggunakan teknologi Complementary Metal-Oxide- Semiconductor, dan masih digunakan sampai sekarang. Mereka diperkenalkan oleh RCA sebagai CD4000 COS / MOS pada tahun 1968, sebagai komponen dengan penggunaan daya yang rendah dan merupakan alternatif yang lebih fleksibel untuk seri chip 7400 dengan logika TTL. Sedangkan IC 4017 adalah IC 16-pin CMOS dekade counter dari seri IC CMOS 4000. Dibutuhkan input pulsa clock di pin clock input dan akan membuat salah satu dari sepuluh pin output menjadi “menyala /aktif” secara berurutan disetiap perubahan pulsa clock.

    5

    IC 4017 adalah jenis IC dari keluarga IC CMOS (Complentary Metal Oxide Semiconductor). Karena termasuk R1 8 4762R2C11 53 Output555C2Th Tl Pin3. Alat penerangan otomatis dan sistem keamanan menggunakan IC 555 Small Project I 29 dalam keluarga CMOS, IC ini dapat bekerja pada tegangan DC 3Volt sampai

    dengan 15 Volt, dengan kebutuhan arus sampai beberapa μA , catu daya untuk CMOS memerlukan pengaturan sangat sedikit. Dibawah tegangan 3 Volt , CMOS tetap bekerja tetapi kecepatan pensklarnya berkurang. IC ini adalah jenis IC Pencacah Decade (Decade Counter) dengan 10 output. IC ini menghasilkan 10 Output yaitu dari Q0 – Q9, memiliki Clock. Clock Enable, Reset dan Carry Out masing– masing terdapat dalam satu pin. Pada setiap pencacahan hanya satu keluaran yang berlogika 1, ke sembilan keluaran lainnya berlogika 0, jadi setiap saat hanya ada satu keluaran yang dapat berlogika 1.

    Deskripsi Pin CD4017

    dengan 15 Volt, dengan kebutuhan arus sampai beberapa μA , catu daya untuk CMOS memerlukan pengaturan

    Pin keluaran CD4017 (Pin 1 sampai 7 & 9 sampai 11)

    6

    Pin 1 sampai 7 dan 9 sampai 11 adalah pin output.

    Pin ini berubah ke tingkat 'tinggi' satu per satu (satu demi satu) secara berurutan. Untuk setiap sinyal clock masing-masing pin menjadi tinggi secara berurutan.

    Aktifkan pin / Clock Menghambat (Pin 13) Memungkinkan pin mengaktifkan CD4017 IC.IC diaktifkan saat pin aktif rendah.Untuk menonaktifkan atau mematikan IC, pin ini harus dihubungkan ke input tinggi yang aktif. Bila pin ini aktif tinggi, lampu tersebut akan mengabaikan sinyal clock.

    Pin jam (pin 14)

    Sinyal clock yang diberikan sampai 14 bertanggung jawab atas keluaran berurutan.Saat pulsa clock pertama terdeteksi pin 3 pergi, untuk pulsa clock 2 berikutnya naik tinggi, seperti urutan ini terbentuk.Yang penting untuk diingat adalah, jika kita tidak menghubungkan sinyal clock ke pin input ini, maka harus terhubung ke suplai tegangan positif atau negatif.Hal ini tidak dibiarkan tidak terhubung sesuai aturan standar input CMOS.Pin input jam (pin nomor 14) hanya merespons sinyal voltase positif atau jam positif Setel ulang pin (Pin 15)

    Reset pin me-reset output dari sequence.That adalah keadaan saat ini dari urutan output diatur ke keadaan awal.Pin reset harus dihubungkan ke ground untuk me-reset sirkuit. Pin pin & pin ground (Pin 8 & Pin 16)

    Pin nomor 8 bertindak sebagai ground dan harus dihubungkan dengan tegangan suplai negatif & nomor pin 16 adalah pin suplai untuk CD4017 dan dihubungkan ke suplai tegangan positif. Melaksanakan pin (pin12) Pin 12 dilengkapi dengan sinyal CARRY OUT. Ini melengkapi satu siklus penuh untuk setiap 10 siklus clock. Ini digunakan untuk 'riak' IC, yang berarti menunda dalam menghitung operasi.

    7

    Standar suplai untuk IC 4017 adalah sesuai standar catu untuk IC logika CMOS : +3 - +15 VDC. Keluaran berlogika tinggi sesuai urutan (output 0 - output 9). Pergeseran logika tinggi pada output berdasarkan masukan clock pada pin 14. Semakin tinggi frekuensi clock, semakin cepat pergeseran logika pada pin - pin output. Clock diaktifkan dengan memberikan logika rendah pada pin

    ENABLE (pin 13). Jika pin ENABLE mendapat logika tinggi, pergeseran logika

    pada output akan berhenti (pause). Pin RESET berfungsi membuat pergeseran logika pada output dimulai lagi dari output 0. Jika pin RESET diberi logika tinggi, logika tinggi akan muncul pada output 0, sedangkan output lain berlogika

    rendah.

    Pin RESET akan nonaktif jika diberi logika rendah. Terakhir, ada pin

    CARRY OUT yang berfungsi melimpahkan carry jika pergeseran logika pada output sudah satu putaran. Jadi jika Anda ingin menambahkan IC yang lebih banyak, CARRY OUT dapat dipakai sebagai CLOCK IN bagi IC 4017 berikutnya.

    Menghitung operasi CD4017 menggunakan bentuk gelombang

    ENABLE (pin 13). Jika pin ENABLE mendapat logika tinggi, pergeseran logika pada output akan berhenti (pause).timer , jam digital, running LED, miniatur lampu lalu-lintas, dadu elektronik , seven segment decoder, dsb. Anda dapat memakai berbagai macam varian IC 4017 : CD4017, HEF4017, 74HC4017, dll. Semuanya mempunyai fungsi yang sama. Untuk sebagai contoh " id="pdf-obj-11-14" src="pdf-obj-11-14.jpg">

    Ini adalah diagram timing dari CD4017 dengan, menunjukkan perbandingannya dan juga menjelaskan urutan penghitungan output, bergeser dari satu pin ke pin berikutnya.Jika kita amati bahwa, sebelum menerapkan sinyal clock, RESET diset ke High, jadi pin reset memasukkan semua output ke keadaan semula. Kemudian output dari pin output pertama 3 akan tinggi. Selanjutnya output ini digeser ke pin output berikutnya dan rangkaian ini berlanjut sampai siklus clock berikutnya.

    8

    • 2.3 Aplikai IC 4017B

    Aplikasi IC 4017 sangat melimpah

    :

    timer, jam digital, running LED,

    miniatur lampu lalu-lintas,

    dadu elektronik, seven segment decoder, dsb. Anda

    dapat memakai berbagai macam varian IC 4017 : CD4017, HEF4017,

    ENABLE (pin 13). Jika pin ENABLE mendapat logika tinggi, pergeseran logika pada output akan berhenti (pause).timer , jam digital, running LED, miniatur lampu lalu-lintas, dadu elektronik , seven segment decoder, dsb. Anda dapat memakai berbagai macam varian IC 4017 : CD4017, HEF4017, 74HC4017, dll. Semuanya mempunyai fungsi yang sama. Untuk sebagai contoh " id="pdf-obj-11-37" src="pdf-obj-11-37.jpg">

    74HC4017, dll. Semuanya mempunyai fungsi yang sama.

    Untuk sebagai contoh

    ini saya akan membuat rangkaian sinkronus counter dengan 3 IC 4017B atau sering disebut running LED. Untuk membuat rangkaian ini ada satu tambahan IC yaitu IC NE 555 IC 555 pada rangkaian ini digunakan untuk pengatur clock pada IC counter.Untuk lebih jelanya ap itu IC 555 maka akan saya bahas sedikit tetang IC ini

    • 2.4 IC 555

    NE555 yang mempunyai 8 pin (kaki) ini merupakan salah satu komponen elektronika yang cukup terkenal, sederhana, dan serba guna dengan ukurannya yang kurang dari 1/2 cm3 dan harganya di pasaran. Pada dasarnya aplikasi utama IC NE 555 ini digunakan sebagai Timer (Pewaktu) dengan operasi rangkaian monostable dan Pulse Generator (Pembangkit Pulsa) dengan operasi rangkaian astable. Selain itu, dapat juga digunakan sebagai Time Delay Generator dan Sequential Timing.

    ini saya akan membuat rangkaian sinkronus counter dengan 3 IC 4017B atau sering disebut running LED.

    9

    PIN

    KEGUNAAN

    • 1 Ground (0V), adalah pin input dari sumber tegangan DC paling negative

    Trigger, input negative dari lower komparator (komparator B) yang menjaga
    2

     

    osilasi tegangan terendah kapasitor pada 1/3 Vcc dan mengatur RS flip-flop

    • 3 Output, pin keluaran dari IC 555.

    • 4 Reset, adalah pin yang berfungsi untuk me reset latch didalam IC yang akan berpengaruh untuk me-reset kerja IC. Pin ini tersambung ke suatu gate (gerbang)

     

    transistor bertipe PNP, jadi transistor akan aktif jika diberi logika low. Biasanya

       

    pin ini langsung dihubungkan ke Vcc agar tidak terjadi reset

    5

    Control voltage, pin ini berfungsi untuk mengatur kestabilan tegangan referensi input negative (komparator A). pin ini bisa dibiarkan tergantung (diabaikan), tetapi untuk menjamin kestabilan referensi komparator A, biasanya dihubungkan

    dengan kapasitor berorde sekitar 10 nF ke pin ground

    Threshold, pin ini terhubung ke input positif (komparator A) yang akan me-reset

    6

    RS flip-flop ketika tegangan pada pin ini mulai melebihi 2/3 Vcc

    Discharge, pin ini terhubung ke open collector transistor internal (Tr) yang

    7

    emitternya terhubung ke ground. Switching transistor ini berfungsi untuk meng-

    clamp node yang sesuai ke ground pada timing tertentu

    Vcc, pin ini untuk menerima supply DC voltage. Biasanya akan bekerja optimal

    8

    jika diberi 5V s/d 15V. Supply arusnya dapat dilihat di datasheet, yaitu sekitar

    10mA s/d 15mA.

       

    10

    Gb. 2: Skema Internal IC NE555
    Gb. 2: Skema Internal IC NE555

    Skema Internal

    Pada diagram blok disamping, internal IC NE555 yang kecil ini terdiri dari: 2 buah komparator (Pembanding tegangan), 3 buah Resistor sebagai pembagi tengangan, 2 buah Transistor (dalam praktek dan analisis kerjanya, transistor yang terhubung pada pin 4 biasanya langsung dihubungkan ke Vcc), 1 buah Flip-flop S-R yang akan mengatur output pada keadaan logika tertentu, dan 1 buah inverter.

    Skema Internal Pada diagram blok disamping, internal IC NE555 yang kecil ini terdiri dari: 2 buah

    Dengan melihat Gambar dan Tabel diatas, secara umum cara kerja internal IC ini dapat dijelaskan bahwa, ketika pin 4 sebagai reset diberi tegangan 0V atau logika low (0), maka ouput pada pin 3 pasti akan berlogika low juga. Hanya ketika pin 4 (reset) yang diberi sinyal atau logika high (1), maka output NE555 ini akan berubah sesuai dengan tegangan threshold (pin 6) dan tegangan trigger (pin 2) yang diberikan.

    11

    Ketika tegangan threshold pada pin 6 melebihi 2/3 dari supply voltage (Vcc) dan logika output pada pin 3 berlogika high (1), maka transistor internal (Tr) akan turn-on sehingga akan menurunkan tegangan threshold menjadi kurang dari 1/3 dari supply voltage. Selama interval waktu ini, output pada pin 3 akan berlogika low (0). Setelah itu, ketika sinyal input atau trigger pada pin 2 yang berlogika low (0) mulai berubah dan mencapai 1/3 dari Vcc, maka transistor internal (Tr) akan turn-off. Switching transistor yang turn-off ini akan menaikkan tegangan

    threshod sehingga output IC NE555 ini yang semula berlogika low (0) akan kembali berlogika high (1). Sebetulnya cara kerja dasar IC NE555 merupakan full kombinasi dan tidak terlepas dari semua komponen internalnya yang terdiri dari 3 buah resistor, 2 buah komparator, 2 buah transistor, 1 buah flip-flop dan 1 buah inverter, yang kesemuanya itu akan di bahas pada kesempatan lain. Sekaligus dengan rangkaian/komponen external yang mendukungnya.

    • 2.5 Mode Operasi yang Berbeda Umumnya, pewaktu 555 dapat dioperasikan dalam tiga mode: Astable, Monostable (atau satu-shot) dan Bistable. Sebelum kita membuat rangkaiannya kita juga harus mengerti apa itu astable dan monostable.

    1. Astable Astable multivibrator yang dibangun menggunakan IC pembangkit gelombang 555 cukup sederhana, karena hanya menambahkan fungsi rangkaian tangki selain IC 555 itu sendiri. IC pembangkit gelombang 555 merupkan chip yang didesain khusus untuk keperluan pembangkit pulsa pada multivibrator dan timer. Tank circuit yang digunakan untuk membuat multivibrator astabil dengan IC 555 cukup menggunakan reistor (R) dan kapasitor (C). Rangkaian dasar multivibrator astabil yang dibangun menggunakan IC 555 dapat dilihat pada gambar rangkaian berikut.

    12

    Rangkaian Astable Multivibrator IC 555

    Pada rangkaian tank cirucit multivibrator astabil dengan IC 555 diperlukan dua resistor, sebuah kapasitor. Kemudian untuk

    Pada rangkaian tank cirucit multivibrator astabil dengan IC 555 diperlukan dua resistor, sebuah kapasitor. Kemudian untuk merangkai tank circuit tersebut resistor RA dihubungkan antara +VCC dan terminal discharger (pin 7). Resistor RB dihubungkan antara pin 7 dengan terminal treshod (pin 6). Kapasitor dihubungkan antara pin treshold dan ground. Triger (pin 2) dan input treshold (pin 6) dihubungkan menjadi satu.

    Pada saat sumber tegangan pertama kali diberikan, kapasitor akan terisi melalui RA dan RB . Ketika tegangan pada pin 6 ada naik di atas dua pertigaVCC, maka terjadi perubahan kondisi pada komparator 1. Ini akan me-reset flip-flop dan outputnya akan berubah ke positif. Keluaran (pin 3) berubah low dan basis Q1 mendapat bias maju. Q1 mengosongkan muatan C lewat RB ke ground.

    Pada rangkaian tank cirucit multivibrator astabil dengan IC 555 diperlukan dua resistor, sebuah kapasitor. Kemudian untuk

    13

    Ketika tegangan pada kapasitor C turun sampai di bawah sepertigaVCC, ini akan memberikan energi ke komparator 2. Antara triger (pin 2) dan pin 6 masih terhubung bersama. Komparator 2 menyebabkan tegangan positif pada input set dari flip-flop dan memberikan output negatif. Output (pin 3) akan berubah ke harga +VCC dan terjadi proses pengosongan melalui (pin7). Kemudian C mulai terisi lagi ke harga VCC melalui RA dan RB. Kapasitor C akan terisi dengan harga berkisar antara sepertiga dan dua pertiga VCC.

    Frekuensi output astable multivibrator dinyatakan sebagai f = 1/T . Ini menunjukkan sebagai total waktu yang diperlukan untuk pengisian dan pengosongan kapasitor C. Waktu pengisian ditunjukkan oleh jarak t1 dan t3. Waktu pengosongan diberikan oleh t2 dan t4. Frekuensi kerja astabil multivibrator dengan IC 555 diatas dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut :

    Ketika tegangan pada kapasitor C turun sampai di bawah sepertigaVCC, ini akan memberikan energi ke komparator

    Nilai resistansi RA dan RB sangat penting untuk pengoperasian astable multivibrator. Jika RB lebih dari setengah harga RA, rangkaian tidak akan berosilasi. Harga ini menghalangi sinyal triger turun dari harga dua pertiga VCC ke sepertigaVCC Konstanta waktu pengisian dan pemakaian bergantung pada nilai resistor R1 dan R2. Umumnya, konstanta waktu pengisian lebih banyak daripada waktu pemakaian yang konstan. Oleh karena itu output TINGGI tetap lebih lama dari pada output RENDAH dan oleh karena itu bentuk gelombang keluaran tidak simetris. Siklus tugas adalah parameter matematis yang membentuk hubungan antara output tinggi dan output rendah. Duty Cycle didefinisikan sebagai rasio waktu output HIGH yaitu waktu ON terhadap total waktu suatu siklus. Jika TON adalah waktu untuk output tinggi dan T adalah periode waktu satu siklus, maka duty cycle D diberikan oleh D = TON / T

    Oleh karena itu, persentase Duty Cycle diberikan oleh

    % D = (TON / T) * 100

    T adalah jumlah TON (waktu charge) dan TOFF (debit time).

    Nilai TON atau waktu pengisian (untuk output tinggi) TC diberikan oleh

    TC = 0,693 * (R1 + R2) C

    Nilai TOFF atau waktu pembuangan (untuk output rendah) TD diberikan oleh

    TD = 0,693 * R2C

    Oleh karena itu, jangka waktu untuk satu siklus T diberikan oleh

    T = TON + TOFF = TC + TD

    T = 0,693 * (R1 + R2) C + 0,693 * R2C

    T = 0,693 * (R1 + 2R2) C

    Oleh karena itu,% D = (TON / T) * 100

    % D = (0,693 * (R1 + R2) C) / (0,693 * (R1 + 2R2) C) * 100

    % D = ((R1 + 2R2)) / ((R1 + 2R2)) * 100

    Jika T = 0,693 * (R1 + R2) C, maka frekuensi f diberikan oleh

    F = 1 / T = 1 / 0.693 * (R1 + 2R2) C

    F = 1.44 / ((R1 + 2R2) C) Hz

    Seleksi R1, R2 dan C1 untuk rentang ferquency yang berbeda adalah sebagai berikut:

    R1 dan R2 harus berada pada kisaran 1k sampai 1M. Yang terbaik adalah memilih C1 terlebih dahulu (karena kapasitor hanya tersedia dalam beberapa nilai) sesuai rentang frekuensi dari tabel berikut.

    Pilih R2 untuk memberi frekuensi (f) yang Anda butuhkan.

    R2 = 0,7 / (f × C1)

    Pilih R1 menjadi sekitar sepersepuluh dari R2 (1k min.)

    R1 dan R2 harus berada pada kisaran 1k sampai 1M. Yang terbaik adalah memilih C1 terlebih

    Square Wave Generation

    Siklus tugas multivibrator astabil selalu lebih besar dari 50%. Gelombang persegi diperoleh sebagai keluaran multivibrator astabil saat siklus tugas 50% tepat. Siklus tugas 50% atau kurang dari itu tidak mungkin dengan IC 555 sebagai multivibrator astabil yang disebutkan di atas. Beberapa modifikasi harus dilakukan pada sirkuit.Modifikasinya adalah menambahkan dua dioda. Satu dioda secara paralel dengan resistor R2 dengan katoda yang menghadap kapasitor dan dioda lainnya secara seri dengan resistor R2 dengan anoda menghadap kapasitor.

    Dengan menyesuaikan nilai resistor R1 dan R2, siklus tugas dalam kisaran 5% sampai 95% dapat diperoleh termasuk output gelombang persegi. Sirkuit untuk pembangkit gelombang persegi ditunjukkan di bawah ini.

    Dengan menyesuaikan nilai resistor R1 dan R2, siklus tugas dalam kisaran 5% sampai 95% dapat diperoleh

    sirkuit ini, saat pengisian, muatan kapasitor melalui R1 dan D1 dengan melewatkan R2. Saat pemakaian, pemakaiannya melalui D2 dan R2.

    Oleh karena itu, konstanta waktu pengisian adalah TON = TC dan diberikan oleh

    TON = 0,693 * R1C dan

    Waktu pengosongan konstan TOFF = TD diberikan oleh

    TOFF = 0,693 * R2C.

    Oleh karena itu, duty cycle D diberikan oleh

    D = R1 / (R1 + R2)

    Untuk mendapatkan gelombang persegi, siklus tugas dapat dibuat 50% dengan membuat nilai R1 dan R2 sama. Bentuk gelombang generator gelombang persegi ditunjukkan di bawah ini.

    Untuk mendapatkan gelombang persegi, siklus tugas dapat dibuat 50% dengan membuat nilai R1 dan R2 sama.

    Siklus tugas kurang dari 50% tercapai bila resistansi R1 kurang dari R2. Umumnya, hal ini dapat dicapai dengan menggunakan potensiometer di tempat R1 dan R2. Rangkaian generator gelombang persegi lainnya dapat dibangun dari multivibrator astabil tanpa menggunakan dioda apapun. Dengan menempatkan resistor R2 antara pin 3 dan 2 i.e. terminal output dan trigger terminal. Sirkuit ditunjukkan di bawah ini

    Untuk mendapatkan gelombang persegi, siklus tugas dapat dibuat 50% dengan membuat nilai R1 dan R2 sama.

    18

    Di sirkuit ini, baik operasi pengisian dan pengosongan terjadi hanya melalui resistor R2. Resistor R1 harus cukup tinggi untuk tidak mengganggu kapasitor saat pengisian daya. Hal ini juga digunakan untuk memastikan bahwa muatan kapasitor ke batas maksimum (VCC).

    Kita tahu bahwa multivibrator astabil akan menghasilkan arus pulsa yang terus-menerus. Dengan menggunakan potensiometer di tempat R1, sebuah kereta pulsa dapat dihasilkan lebar yang berbeda. Rangkaian generator pulsa kereta api yang menggunakan mode operasi teruji dari IC 555 ditunjukkan di bawah ini.

    18 Di sirkuit ini, baik operasi pengisian dan pengosongan terjadi hanya melalui resistor R2. Resistor R1

    2. Monostable

    Monostable

    berasal dari kata mono yang berarti satu dan stable

    yang berarti stabil / ajeg. mengapa dinamakan demikian karena sifat dari

    rangkaian ini IC 555 berfungsi menghasilkan satu keadaan mantap (one-

    shot) pada outputnya (standby kondisi low dan high selama selang waktu tertentu setelah dipicu). sifat ini dapat dimanfaatkan sebagai pewaktu tunda, pendeteksi pulsa yang hilang, saklar tanpa riak sinyal (bouncefree switch), saklar sentuh, pembagi frekuensi, pulse wide moulation (PWM), dan kapasitansi meter.

    Rangkaian dasar monostable

    shot) pada outputnya (standby kondisi low dan high selama selang waktu tertentu setelah dipicu). sifat ini

    gambar rangkaian dasar monostable konsep utama rangkaian ini adalah memanfaatkan pengisian dan pengosongan kapasitor sebagai waktu tundanya. untuk lamanya penundaan dapat dihitung dengan rumus berikut :

    keterangan :

    Td = 1,1 RC

    Td : time delay / waktu tunda (sekon) R : resistor rangkaian (Ohm) C : kapasitor rangkaian (Farad)

    Seperti yang sudah kita ketahui sifat dari resistor adalah penghambat arus maka

    untuk nilai tunda akan sebanding dengan nilai resistor

    begitupun untuk kapasitornya.

    Pada rangkaian monostable ini IC 555 memerlukan trigger/picu pada kaki no. 2 yaitu

    kaki TRIG, untuk memberi picu ada beberapa cara akan tetapi yang paling mudah adalah menggunakan tombol. berikut contoh rangkaian pemicunya :

    kaki TRIG, untuk memberi picu ada beberapa cara akan tetapi yang paling mudah adalah menggunakan tombol.

    gambar rangkaian pemicu menggunakan tombol

    rangkaian dibuat sedemikian rupa karena marupakan sifat dasar IC 555 sebagai berikut :

    Reset

    Threshold

    Trigger

    Output

    < 1V

    -

    -

    0

    -

    > 2/3 Vcc

    -

    0

    > 1V

    < 2/3 Vcc

    < 1/3 Vcc

    1

    > 1V

    < 2/3 Vcc

    > 1/3 Vcc

    Memori

    Control Voltage terhadap Common /GND terpasang Capasitor 0,001 mF

    berikut ini kita akan membuat monostable dengan waktu tunda Td : 1 sekon/detik.

    dengan kapasitor kita tetapkan sebesar 10uF.

    Td = 1,1 RC

    1 = 1,1 R . 10.10 -6

    1 = 11

    . 10 -6 R

    R = 1 / 11 . 10 -6

    R = 90909,09 Ohm = 91 KOhm

    Nilai tersebut kita bulatkan untuk memudahkan kita mendapatkan komponen. untuk yang paling baik kita dapat menggunakan variabel resistor untuk mendapatkan nilai terdekat dan untuk mengantisipasi nilai resistor yang tidak dijual di pasaran.Proses selanjutnya adalah membuat rangkaian dengan komponen yang sudah kita hitung sebelumnya,

    komponen rangkaian :

    1. Rangkaian trigger

    Resistor 10 KOhm (1), Kapasitor non polar 100nF (1), Tombol/push ON switch (1), Power supply 9V

    2. Rangkaian IC 555

    Resistor 91 KOhm (1), Resistor 470 Ohm (1) sebagai pembagi tegangan beban LED karena sumber 9V, Vmax LED 3V, Elco/Kapasitor Polar 10 uF (1), kapasitor non polar 1 nF (1), dan LED (1).

    gambar rangkaian satelah kedua rangkaian digambung untuk mengetahui apakah benar waktu tunda 1 detik kita dapat

    gambar rangkaian satelah kedua rangkaian digambung

    untuk mengetahui apakah benar waktu tunda 1 detik kita dapat menganalisa gelombang outputnya dengan osiloscope yang kita rangkai sedemikian rupa

    gambar rangkaian satelah kedua rangkaian digambung untuk mengetahui apakah benar waktu tunda 1 detik kita dapat

    gambar rangkaian dengan pengukuran CRO

    CRO 1 mengukur output dan input kaki 6, 7 IC 555 (pengisian kapasitor)

    CRO 2 mengukur input trigger dan input kaki 6, 7 IC 555 (pengisian kapasitor)

    gambar grafik hasil pengukuran CRO analisa grafik 1 dan 2 ; tampilan grafik dapat dilihat bahwa

    gambar grafik hasil pengukuran CRO

    analisa grafik 1 dan 2 ;

    tampilan grafik dapat dilihat bahwa nilai dari output adalah + 1 detik

    gambar analisa gelombang Dari hasil pengamatan menunjukkan sifat karakteristik dari monostable yaitu satu keadaan mantap yaitu

    gambar analisa gelombang

    Dari hasil pengamatan menunjukkan sifat karakteristik dari monostable yaitu satu keadaan mantap yaitu low (0V) dan akan aktif high selama beberapa waktu sesuai perhitungan yang kita inginkan berdasrkan nilai R dan C-nya.

    Dari dua sifat pengoperasian dari IC 555 ini maka saya mebuat rangkain dengan prinsip astable karena akan menghasilkan keluaran yg berulang ulang atau terus menerus.

    1.1. Gambar rangkaian

    1.2. Gambar layout 1.3. Gambar PCB
    • 1.2. Gambar layout

    1.2. Gambar layout 1.3. Gambar PCB
    • 1.3. Gambar PCB

    2. Cara kerja IC 4017B Cara Kerja Rangkaian LED Berjalan Model Knight Car/Knight Rider Knight Car
    • 2. Cara kerja IC 4017B Cara Kerja Rangkaian LED Berjalan Model Knight Car/Knight Rider

    Knight Car ataupun Knight Rider sama saja. Itu hanya sebuah lampu LED berjalan yang di susun seperti lampu mobil polisi yang biasa di sebut knight rider. Untuk mengetahui cara kerja dari Knight Car ataupun Knight Rider, kamu harus tahu dasar dari rangkaian LED berjalan. Dengan mengetahui dasar dan cara kerjanya, maka kamu akan dengan mudah membuat rangkaian seperti ini. Ada dua rangkaian dasar yang harus kamu pelajari dan pahami:

    1. Rangkaian IC NE555 2. Rangkaian IC CD4017

    2.1. IC NE555

    Apa itu IC NE555?

    IC (Integrated Circuit) ini biasa disebut IC pewaktu. Karena fungsinya memang digunakan untuk sebuah rangkaian pewaktu dan multivibrator. Dengan IC 555 ini ada dua jenis rangkaian yang di hasilkan, Rangkaian Monostable dan Astable. Dan yang akan di pakai untuk membuat knight rider adalah yang Astable.

    Kenapa menggunakan Rangkaian Astable?

    Karena pada rangkaian Astable, IC 555 berfungsi sebagai penghasil sinyal kotak (pulsa) dengan frekuensi tertentu secara terus menerus.

    Rangkaian Astable dengan IC 555 2.2. IC CD4017 IC 4017 ini adalah IC counter decoder jenis

    Rangkaian Astable dengan IC 555

    2.2. IC CD4017

    IC 4017 ini adalah IC counter decoder jenis CMOS yang biasa di pakai untuk membuat running LED (LED berjalan). IC ini akan menghasilkan output dengan tegangan bernilai HIGH secara bergantian. Dan cepat lambatnya output yang bergantian dari satu pin ke pin yang lain tergantung dari input pulsa yang diberikan. Jika frekuensinya tinggi maka outputnya juga akan bergantian dengan cepat, begitupun sebaliknya.

    Dari mana input pulsanya?

    Inputnya dari hasil IC 555 yang dirangkai Astable sehingga bisa menghasilkan sinyal kotak dengan frekuensi tertentu secara terus menerus. Dibawah ini rangkaian IC555 yang sudah digabung dengan rangkaian IC4017, tapi ini bukan Knight Rider/Knight Car, ini hanya dasar rangkaian LED berjalan. Namun, kamu bisa membuatnya menjadi knight Rider atau yang lainnya.

    Rangkaian Astable dengan IC 555 2.2. IC CD4017 IC 4017 ini adalah IC counter decoder jenis

    Rangkaian IC555 yang sudah digabung dengan rangkaian IC4017

    Penjelasan Cara Kerja Rangkaian Knight Rider/Knight Car

    Penjelasan Cara Kerja Rangkaian Knight Rider/Knight Car Rangkaian LED Knight Rider Coba perhatikan rangkaian diatas, semua

    Rangkaian LED Knight Rider

    Coba perhatikan rangkaian diatas, semua output dari IC4017 ada 10. Jika di perhatikan dengan teliti rangkaian LEDnya dihubungkan secara Seri. Perhatikan LED D2 dan LED D10, kaki positif dari LED D2 dan D10 dihubungkan lalu diseri dengan D12. Begitupun dengan D3 dan D9 diseri dengan D13. D4 dan D8 diseri dengan D14. D5 dan D7 diseri dengan D15. D1 diseri dengan D11. D6 diseri dengan D16.

    A.Kesimpulan

    BAB III

    PENUTUP

    IC TTL (Integrated Circuit Transistor Transistor Logic) adalah salah satu jenis IC digital. Gerbang logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 (dua) kode simbol yakni 0 (nol) dan 1 (satu) dengan menggunakan teori Aljabar Boolean. Terdapat 7(tujuh) jenis gerbang logika dasar yang membentuk sebuah sistem elektronika digital, yaitu :Gerbang AND,OR,NOT,NAND,NOR,X-OR (Exclusive OR),X-NOR (Exlusive NOR).

    B.Saran

    Untuk lebih memahami prinsip serta cara kerja IC TTL disarankan untuk mempraktekkan pada sebuah project board dan melakukan berbagai macam simulasi. IC

    TTL menggunakan perhitungan logika dengan bilangan biner. Mempelajari dan menguasai perhitungan bilangan biner sangat diperlukan, untuk dapat menguasai logika IC TTL

    DAFTAR PUSTAKA

    Sumber http://www.bagusprehan.com/2014/10/cara-kerja-rangkaian-led-berjalan- model-knight-rider.html

    14