Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN


HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP)

disusun untuk memenuhi tugas Program Pendidikan Profesi Ners (PPPN)


 Stase Keperawatan Medikal Bedah di RSD dr. Soebandi ember 

!leh"
Agung Maulana, S.Kep
NIM. 08!""
0 8!"""0"0#0
"0"0#0

PROGRAM PENDIDIKAN PRO$ESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNI%ERSITAS &EM'ER 
0"
LAPORAN PENDAHULUAN
a. Kn*ep
Kn*ep Pen+a
Pen+a--
". Peng
Penge/
e/-
-an
an
Diskus #nter$ertebralis adalah lempengan kartilago %ang membentuk 
sebuah bantalan diantara tubuh $ertebra. Material
Materia l %ang keras dan fibrosa ini
digabungkan dalam satu kapsul. Bantalan seperti bola dibagian tengah diskus
disebut
disebut nukleus
nukleus pulposus.
pulposus. &NP merupak
merupakan
an rupturn%a
rupturn%a nukleus pulposus.
pulposus.
(Brunner ' Suddarth **).
&NP adalah keadaan nukleus
nukleus pulposus
pulposus keluar melalui anulus fibrosus
untuk kemudian menekan ke arah kanalis spinalis melalui anulus fibrosus %ang
sobek. &NP merupakan suatu n%eri %ang disebabkan oleh proses patologis di
kolumna $ertebralis pada diskus inter$etebralis+diskogenik. (Mutta,in **-).
&ernia diskus (akram) inter$ertebralis (&NP) merupakan pen%ebab
utama n%eri pungg
punggung
ung bawah %ang berat
berat kronik dan berulang
berulang (kambuh).
(kambuh).
&erniasi dapat parsial atau komplet dari massa nukleus pada daerah $ertebra
$erte bra
/01/2 /21S3 atau 42145
42145 45146 adalah %ang paling ban%ak
ban%ak ter7adi dan
mungkin sebagai dampak trauma atau perubahan degeneratif %ang berhubungan
dengan proses penuaan. (Doenges dkk ***).
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hernia
nukleus pulposus (&NP) adalah rupturn%a nukleus pulposus %ang disebabkan
oleh trauma atau perubahan degeneratif terkait dengan proses penuaan %ang
mengakibatka
mengakibatkan
n n%eri hebat pada punggung
punggung bawah dan dapat bersifat kronik 
kronik 
ataupun dapat kambuh.

8ambar 3. Bantalan dan ruas tulang belakang.


LAPORAN PENDAHULUAN
a. Kn*ep
Kn*ep Pen+a
Pen+a--
". Peng
Penge/
e/-
-an
an
Diskus #nter$ertebralis adalah lempengan kartilago %ang membentuk 
sebuah bantalan diantara tubuh $ertebra. Material
Materia l %ang keras dan fibrosa ini
digabungkan dalam satu kapsul. Bantalan seperti bola dibagian tengah diskus
disebut
disebut nukleus
nukleus pulposus.
pulposus. &NP merupak
merupakan
an rupturn%a
rupturn%a nukleus pulposus.
pulposus.
(Brunner ' Suddarth **).
&NP adalah keadaan nukleus
nukleus pulposus
pulposus keluar melalui anulus fibrosus
untuk kemudian menekan ke arah kanalis spinalis melalui anulus fibrosus %ang
sobek. &NP merupakan suatu n%eri %ang disebabkan oleh proses patologis di
kolumna $ertebralis pada diskus inter$etebralis+diskogenik. (Mutta,in **-).
&ernia diskus (akram) inter$ertebralis (&NP) merupakan pen%ebab
utama n%eri pungg
punggung
ung bawah %ang berat
berat kronik dan berulang
berulang (kambuh).
(kambuh).
&erniasi dapat parsial atau komplet dari massa nukleus pada daerah $ertebra
$erte bra
/01/2 /21S3 atau 42145
42145 45146 adalah %ang paling ban%ak
ban%ak ter7adi dan
mungkin sebagai dampak trauma atau perubahan degeneratif %ang berhubungan
dengan proses penuaan. (Doenges dkk ***).
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hernia
nukleus pulposus (&NP) adalah rupturn%a nukleus pulposus %ang disebabkan
oleh trauma atau perubahan degeneratif terkait dengan proses penuaan %ang
mengakibatka
mengakibatkan
n n%eri hebat pada punggung
punggung bawah dan dapat bersifat kronik 
kronik 
ataupun dapat kambuh.

8ambar 3. Bantalan dan ruas tulang belakang.


8ambar . Rongga tulang belakang berisi saraf.
9epat di belakang ruas dan bantalan tulang belakang terdapat sebuah rongga
(saluran)
(saluran) %ang meman7ang
meman7ang dari dasar tengkorak
tengkorak ke arah bawah menu7u tulang ekor.
ekor.
Rongga
Rongga ini berisi saraf (sumsum)
(sumsum) tulang belakang
belakang %ang merupakan
merupakan perpan7angan
perpan7angan dari
otak %ang berada di dalam tengkorak (8ambar ).

8ambar :. &NP dapat menekan saraf tulang belakang.


Menurut tempat ter7adin%a &NP dibagi men7adi"
3. &ernia /umbosaralis
Pen%ebab ter7adin%a lumbal menon7ol keluar bisan%a oleh ke7adian luka posisi
fleksi tapi perbandingan %ang sesungguhn%a pada pasien non trauma adalah
ke7adian %ang berulang. Bersin gerakan tiba1tiba biasa dapat men%ebabkan
nuleus pulposus prolaps mendorong u7ungn%a+7umbain%a dan melemahkan
anulus posterior. Pada kasus berat pen%akit sendi nuleus menon7ol keluar 
sampai anulus dan melintang sebagai potongan bebas pada analis $ertebralis.
/ebih sering fragmen dari nuleus pulposus menon7ol sampai pada elah
anulus biasan%a pada satu sisi atau lainn%a (kadang1kadang ditengah) dimana
mereka mengenai menimpa sebuah serabut atau beberapa serabut s%araf.
. &ernia Ser$ikalis
Keluhan utama n%eri radikuler pleksus ser$ikobrakhialis. Penggerakan
kolumma $ertebralis ser$ikal men7adi terbatas sedang kur$atural %ang normal
menghilang. !tot1otot leher spastik kaku kuduk refleks biseps %ang menurun
atau menghilang &ernia ini melibatkan sendi antara tulang belakang dari 42
dan 45 dan diikuti 40 dan 42 atau 45 dan 46. &ernia ini menon7ol keluar 
 posterolateral mengakibatkan tekanan pada pangkal s%araf. &al ini
menghasilkan n%eri radikal %ang mana selalu diawali ge7ala1ge7ala dan
mengau pada kerusakan kulit.
:. &ernia 9horakalis
&ernia ini 7arang ter7adi dan selalu berada digaris tengah hernia. 8e7ala1
ge7alann%a terdiri dari n%eri radikal pada tingkat lesi %ang parastesis. &ernia
dapat men%ebabkan melemahn%a anggota tubuh bagian bawah membuat
ke7ang paraparese kadang1kadang serangann%a mendadak dengan paraparese.
Penon7olan pada sendi inter$ertebral thorakal masih 7arang ter7adi (menurut
lo$e dan shorm *2 ; dari semua operasi menun7ukkan penon7olan sendi).
Pada empat thorakal paling bawah atau tempat %ang paling sering mengalami
trauma 7atuh dengan posisi tumit atau bokong adalah faktor pen%ebab %ang
 paling utama.

Menurut gradasin%a &NP dibagi atas"


a. Protrusi Diskus #nter$ertebralis.
 Nukleus terlihat menon7ol ke satu arah tanpa kerusakan anulus fibrosus.
 b. Prolaps Diskus #nter$ertebralis.
 Nukleus berpindah tetapi masih dalam lingkaran anulus fibrosus.
. <kstrusi Diskus #nter$ertebralis.
 Nukleus keluar dari anulus fibrosus dan berada di bawah ligamentum
longitudinalis posterior.
d. Se,uestrasi Diskus #nter$ertebralis.
 Nukleus telah menembus ligamentum longitudinal posterior.

. Pa1a+ (terlampir )
!. E-lg-
&NP ter7adi karena proses degeneratif diskus inter$etebralis. Beberapa
faktor %ang mempengaruhi ter7adin%a &NP adalah sebagai berikut "
3. Riwa%at trauma
. Riwa%at peker7aan %ang perlu mengangkat beban berat duduk mengemudi
dalam waktu lama.
:. Sering membungkuk.
0. Posisi tubuh saat ber7alan.
2. Proses degeneratif (usia :*12* tahun).
5. Struktur tulang belakang.
6. Kelemahan otot1otot perut tulang belakang.
&NP ter7adi akibat keluarn%a nukleus pulposus dari dalam bantalan
tulang belakang. &NP sering ter7adi pada usia :*12* tahun meskipun 7uga
 ban%ak dialami oleh para orang tua. =da tiga faktor %ang membuat seseorang
dapat mengalami &NP %aitu (3) ga%a hidup seperti merokok 7arang atau tidak 
 pernah berolah raga dan berat badan %ang berlebihan () pertambahan usia
dan (:) memiliki kebiasaan duduk atau berdiri %ang salah %aitu
membungkuk dan tidak tegak.

Ketiga faktor tersebut apabila ditambah dengan ara mengangkat benda


%ang keliru %aitu ara mengangkat benda di mana punggung membungkuk ke
depan meningkatkan resiko seseorang mengalami &NP karena tekanan %ang
diterima oleh bantalan tulang belakang akan meningkat beberapa kali tekanan
normal. 4ara mengangkat %ang benar adalah dengan 7alan menekuk lutut ke
arah depan sementara punggung tetap dipertahankan dalam posisi tegak
tidak membungkuk. Para peker7a kasar atau %ang ban%ak menggunakan otot1
otot punggung untuk beker7a memiliki resiko %ang lebih besar mengalami &NP.

. Tan2a 2an Ge3ala


9anda dan ge7ala &NP %aitu"
3. N%eri punggung %ang men%ebar ke ekstremitas bawah.
. Spasme otot.
:. Peningkatan rasa n%eri bila batuk mengedan bersin membungkuk
mengangkat beban berat berdiri seara tiba1tiba.
0. Kesemutan kekakuan kelemahan pada ekstermitas.
2. Deformitas.
5. Penurunan fungsi sensori motorik.
6. Konstipasi kesulitan saat defekasi dan berkemih.
-. 9idak mampu melakukan aktifitas %ang biasan%a dilakukan.
>. #shialgia %aitu n%eri bersifat ta7am seperti terbakar dan berden%ut sampai ke
 bawah lutut. #shialgia merupakan n%eri %ang terasa sepan7ang per7alanan
ner$us ishiadius sampai ke tungkai.
3*. Dapat timbul ge7ala kesemutan atau rasa baal.
33. Pada kasus berat dapat timbul kelemahan otot dan hilangn%a refleks tendon
 patella (KPR) dan =hilles (=PR).
3. Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat ter7adi gangguan defekasi
miksi dan fungsi seksual. Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis %ang
memerlukan tindakan pembedahan untuk menegah kerusakan fungsi
 permanen.

3:. N%eri bertambah dengan batuk bersin mengangkat benda berat


membungkuk akibat bertambahn%a tekanan intratekal.
30. Kebiasaan penderita perlu diamati bila duduk maka lebih n%aman duduk 
 pada sisi %ang sehat.
8e7ala masing1masing tipe &NP berbeda1beda %aitu"
3. &enia /umbosakralis
8e7ala pertama biasan%a low back pain  %ang mula1mula berlangsung dan
 periodik kemudian men7adi konstan. Rasa n%eri di pro$okasi oleh posisi
 badan tertentu ketegangan hawa dingin dan lembab pinggang terfikasi
sehingga kadang1kadang terdapat skoliosis. 8e7ala patognomonik adalah
n%eri lokal pada tekanan atau ketokan %ang terbatas antara  prosesus
spinosus dan disertai n%eri men7alar ke dalam bokong dan tungkai. ? Low
back pain@ ini disertai rasa n%eri %ang men7alar ke daerah iskhias sebelah
tungkai (n%eri radikuler) dan seara refleks mengambil sikap tertentu untuk 
mengatasi n%eri tersebut sering dalam bentuk skilosis lumbal.
S%ndrom sendi inter$ertebral lumbalis %ang prolaps terdiri "
3. Kekakuan+ketegangan kelainan bentuk tulang belakang.
. N%eri radiasi pada paha betis dan kaki
3. Kombinasi paresthesiasi lemah dan kelemahan refleA

 N%eri radikuler dibuktikan dengan ara sebagai berikut "


3. &iperekstensi pinggang kemudian punggung diputar ke7urusan tungkai
%ang sakit pada tungkai ini timbul n%eri.
. 9ess Naffiger " Penekanan pada $ena 7ugularis bilateral.
:. 9es /asegue
0. 9es Calsa$a
2. 9es Patrik  
5. 9es Kontra Patrik  
8e7ala1ge7ala radikuler lokasisasin%a biasan%a di bagian $entral tungkai
atas dan bawah. Refleks lutut sering rendah kadang1kadang ter7adi paresis
dari muskulus ekstensor kuadriseps dan muskulus ekstensor ibu 7ari.

. &ernia ser$ialis
a. Parasthesi dan rasa sakit ditemukan di daerah eAtremitas (se$ikobrahialis)
 b. =trofi di daerah bieps dan trieps
. Refleks bieps %ang menurun atau menghilang
d. !tot1otot leher spastik dan kaku kuduk.
:. &ernia thorakalis
a. N%eri radikal.
 b. Melemahn%a anggota tubuh bagian bawah dapat men%ebabkan ke7ang
 paraparesis.
. Serangann%a kadang1kadang mendadak dengan paraplegia.
8e7ala klinis &NP berbeda1beda tergantung lokasin%a. &NP di daerah
leher menimbulkan ge7ala berupa n%eri saat leher digerakkan n%eri leher di
dekat telinga atau di sekitar tulang belikat dan n%eri %ang men7alar ke arah
 bahu lengan atas lengan bawah dan 7ari17ari. Selain n%eri 7uga dapat
ditemukan rasa kesemutan dan tebal di daerah %ang kurang lebih sama dengan
rasa n%eri tersebut. Di daerah punggung bawah ge7ala klinis &NP men%erupai
&NP leher. Rasa n%eri terasa di daerah pinggang pantat dan men7alar ke arah
 paha betis dan kaki. Seringkali 7uga terasa sensasi kesemutan dan tebal pada
salah satu atau kedua tungkai bawah.
8e7ala1ge7ala &NP tersebut timbul perlahan1lahan dan semakin terasa
hebat 7ika duduk atau berdiri dalam waktu lama pada waktu malam hari setelah
 ber7alan beberapa saat pada saat batuk atau bersin serta ketika punggung
dibungkukkan ke arah depan. 8e7ala klinis pada setiap pasien berbeda1beda
tergantung pada lokasi dan dera7atn%a. &NP pada punggung bawah di daerah
%ang disebut /31/ dan /1/: men%ebabkan n%eri dan rasa tebal pada sisi
depan1samping luar paha. uga dapat ter7adi kelemahan otot1 otot untuk 
menggerakkan sendi paha ke arah perut. &NP di daerah ini 7arang ter7adi
dibanding daerah punggung bawah %ang lain.

&NP di daerah /:1/0 menimbulkan n%eri di daerah pantat sisi


samping luar paha dan sisi depan betis. Rasa tebal atau kesemutan dapat
dirasakan pada sisi depan betis. &NP Di daerah /01/2 men%ebabkan n%eri di
daerah pantat sisi belakang paha sisi depan1samping luar betis dan punggung
kaki. Rasa kesemuatan terasa di daerah depan1 samping luar betis sampai ke
daerah punggung kaki. Sementara &NP /21S3 mengakibatkan n%eri di daeran
 pantat sisi belakang paha dan betis sampai ke tumit serta telapak kaki. Rasa
tebal dan kesemutan terasa di daerah betis sampai telapak kaki.
&NP di kedua daerah ini (%aitu /01/2 dan /21S3) paling sering ter7adi.
Pada kasus %ang ektrem &NP di daerah punggung bawah dapat
men%ebabkan penekanan sekelompok serabut saraf %ang disebut “kauda
equina” (bahasa latin %ang berarti ?ekor kuda@). &NP ini disebut sebagai
“sindrom kauda equina” dengan ge7ala1ge7ala n%eri kesemuatan rasa tebal
serta kelemahan atau kelumpuhan kedua tungkai. 8e7ala1ge7ala tersebut 7uga
disertai ketidak1mampuan menahan kening (mengompol) dan buang air besar.
Sindrom ini merupakan suatu keadaan %ang serius dan gawat serta
membutuhkan tindakan pembedahan seepatn%a.
Pasien dengan &NP er$ial akan menun7ukkan ge7ala1ge7ala
radiulopath% mielopath% atau bahkan menun7ukkan ge7ala keduan%a. 8e7ala
radiulopath% ter7adi apabila nuleus pulposus keluar dan menekan radiks
medulla spinalis sedangkan ge7ala mielopath% ter7adi bila nuleus pulposus
langsung menekan medulla spinalis. &NP er$ial lebih sering ter7adi pada usia
:*10* tahun dan lebih ban%ak ter7adi pada pria daripada wanita.
3) 4er$ial Radiulopath%
8e7ala %ang ter7adi bila terdapat ruptur disus er$ial %aitu rasa n%eri
%ang men7alar mulai dari leher bahu lalu ke lengan. N%eri dapat terasa ta7am
namun lebih sering dirasakan n%eri tumpul %ang menetap. 8e7ala lain %ang dapat
timbul %aitu parestesia atau rasa seperti kesemutan kaku atau 7uga dapat terasa
gatal pada daerah %ang dipersarafi oleh radiks %ang tertekan. N%eri di sekitar 
tulang belikat 7uga sering dikeluhkan hal ini timbul oleh karena adan%a rasa n%eri
%ang men7alar.
Pasien 7uga dapat menun7ukkan ge7ala berupa sakit kepala kelemahan
ekstremitas atas atau frank atrofi dengan adan%a pengurangan massa otot. N%eri
 biasan%a dipiu oleh gerakan pada leher terutama saat leher ekstensi dan
 pergerakan leher ke sisi %ang sakit disebut dengan tanda Spurling . Rasa n%eri
diperparah dengan adan%a batuk mengedan atau tertawa. Rasa n%eri berkurang
dengan pergerakan leher men7auhi sisi %ang sakit dan dengan mengangkat lengan
di sisi %ang sakit sampai ke atas kepala.
) 4er$ial M%elopath%
Bila nuleus pulposus langsung menekan medulla spinalis ge7ala %ang
timbul berupa n%eri di leher sekitar tulang belikat dan bahu. 9edapat sensasi
n%eri mendadak di kaki saat pergerakan epat dari leher. Rasa kesemutan
men7alar ke atas saat leher di dongakan ke belakang (ekstensi). Pada anggota
 badan atas terdapat rasa kaku pada tangan dan lengan kehilangan ketangkasan
 7uga kelemahan ekstremitas atas %ang men%eluruh. Kelainan pada anggota badan
 bawah berupa ketidakstabilan dalam ber7alan serta adan%a gangguan miksi dan
 buang air besar.
/ateral 4entral
3. Kelemahan motorik  3. &iperrefleks
. Perubahan reflek . Kehilangan ketangkasan
(menurun) :. Ketidakstabilan ber7alan
:. Perubahan rasa sensorik  0. 8angguan B=B dan B=K 

4. Pa5-*-lg-
Pada tahap pertama sobekn%a annulus fibrosus itu bersifat
sirkumferensial. Karena adan%a ga%a traumati %ang berulang sobekan itu
men7adi lebih besar dan timbul sobekan radial. =pabila hal ini telah ter7adi
resiko &NP han%a menunggu waktu dan trauma berikutn%a sa7a. 8a%a
 presipitasi itu dapat diasumsikan seperti ga%a traumati ketika hendak 
menegakan badan waktu terpleset mengangkat benda berat dan
sebagain%a.
&erniasi nuleus puposus dapat menapai ke korpus tulang belakang di
atas atau di bawahn%a. Bisa 7uga menembus langsung ke kanalis $ertebralis.
Men7eboln%a sebagian nuleus pulposus ke dalam korpus $ertebra dapat dilihat
 pada foto rontgen polos dan dikenal sebagai nodus  schmorl. Sobekan sirkum
ferensial dan radial pada annulus fibrosus diskus inter$ertebralis berikut dengan
terbentukn%a nodus shmorl merupakan kelainan %ang mendasari low back pain
subkronis atau kronis %ang kemudian disusul oleh n%eri sepan7ang tungkai
%ang dikenal sebagai iskhialgia atau siatika.

Menembusn%a nuleus pulposus ke kanalis $ertebralis berarti bahwa


nuleus pulposus menekan radiks %ang bersama1sama arteria radipularis %ang
 berada dalam lapisan dura. &al itu ter7adi 7ika pen7ebolan berada di sisi lateral
tidak aka nada radiks %ang terkena 7ika tempat herniasin%a berada di tengah.
Pada tingkat / dan terus ke bawah tidak terdapat medulla spinalis lagi
maka herniasi %ang berada di garis tengah tidak akan menimbulkan kompresi
 pada kolumna anterior. Setelah ter7adi &NP sisa diskus inter$ertebralis
mengalami lisis sehingga dua orpora $ertebra bertumpang tindih tanpa
gan7alan.
Manifestasi klinis utama %ang munul adalah rasa n%eri di
 punggung bawah disertai otot1otot sekitar lesi dan n%eri tekan. &NP terbagi
atas &NP sentral dan &NP lateral. &NP sentral akan menun7ukan paraparesis
flasid parestesia  dan retansi urine. sedangkan &NP lateral bermanifestasi pada
rasa n%eri dan n%eri tekan %ang terletak pada punggung bawah ditengah1tengah
area bokong dan betis  belakang tumit dan telapak kaki. Kekuatan ekstensi
 7ari kelima kaki berkurang dan refleA ahiler negatife. Pada &NP lateral /01/2

rasa n%eri dan n%eri tekan didapatkan di punggung bawah bagian lateral
 pantat tungkai bawah bagian lateral dan di dorsum perdis. Kekuatan ekstensi
ibu 7ari kaki berkurang dan reflek patella negatif. Sensibilitas dermatom %ang
sesuai dengan radiks %ang terkena menurun.
Pada perobaan tes lase,ue atau tes mengangkat tungkai %ang lurus
( straight leg raising )%aitu mengangkat tungkai seara lurus dengan fleksi pada
sendi panggul akan dirasakan n%eri di sepan7ang bagian belakang (tanda lase,ue
 positif).
8e7ala %ang sering munul adalah "
3. N%eri pinggang bawah %ang intermiten (dalam beberapa minggu sampai
 beberapa tahun ) n%eri men7alar sesuai dengan distribusi saraf skiatik.
. Sifat n%eri khasdari posisi terbaring ke dudukn%eri mulai dari pantat dan terus
men7alar ke bagian belakang lutut kemudian ke tungkai bawah.

:. N%eri bertambah hebat karena penetus seperti gerakan1gerakan pinggang saat


 batuk atau menge7an  berdiri atau duduk untuk 7angka waktu %ang lama dan
n%eri berkurang klien beristirahat berbaring.
0. Penderita sering mengeluh kesemutan (parostesia) atau baal bahkan kekuatan
otot menurun sesuai dengan distribusi pers%arafan %ang terlibat.
2. N%eri bertambah bila daerah /21/3 (garis antara dua Krista iliaka) ditekan.

6. K7pl-a*-
Komplikasi &NP %aitu"
3. Kelemahan dan atropi otot.
. 9rauma serabut s%araf dan 7aringan lain.
:. Kehilangan kontrol otot sphinter.
0. Paralis + ketidakmampuan pergerakan.
2. Perdarahan.
5. #nfeksi dan inflamasi pada tingkat pembedahan diskus spinal.

#. Pe7e/-*aan Penun3ang
Selain berdasarkan ge7ala1ge7ala %ang dialami oleh penderita ara
terbaik untuk mengetahui ada tidakn%a &NP adalah dengan melakukan
 pemeriksaan MR# (8ambar 0). Selain itu untuk memastikan bahwa &NP %ang
ditemukan pada MR# memang men7adi pen%ebab keluhan penderita perlu
dilakukan pemeriksaan <M8 (pemeriksaan fungsi hantaran saraf).
Perlu diketahui bahwa &NP tidak terlihat pada foto rontgen biasa. Pada
 pasien &NP foto rontgen dilakukan bukan untuk menentukan ada
tidakn%a &NP tetapi untuk mengesampingkan kelainan1kelainan lain (selain
&NP) %ang dapat mengakibatkan n%eri punggung.
Ga7a/ . &asil MR# pada &NP leher (a) &NP punggung atas (b)
dan &NP punggung bawah ().
a. Darah rutin " Pada pemeriksaan laboratorium rutin penting untuk melihat la7u
endap darah (/<D) kadar &b 7umlah leukosit dengan hitung 7enis dan fungsi
gin7al.
 b. Erine rutin " tidak spesifik 
. /umbal Pungsi (/P)
/P akan normal pada fase permulaan prolaps diskus namun belakangan akan
ter7adi transudasi dari low moleular weight albumin sehingga terlihat albumin
%ang sedikit meninggi sampai dua kali le$el normal. Pada pasien ini tak 
dilakukan tindakan /P karena pemeriksaan ini tidak memberikan gambaran
%ang spesifik terhadap &NP 7uga perann%a telah dapat digantikan oleh adan%a
gambaran radiologis %ang lebih ob7ektif dan tidak in$asif.
d. /i,uor erebrospinalis" biasan%a normal. ika ter7adi blok akan didapatkan
 peningkatan kadar protein ringan dengan adan%a pen%akit diskus. Keil
manfaatn%a untuk diagnosis.
e. M%elogram mungkin disarankan untuk men7elaskan ukuran dan lokasi dari
hernia. Bila operasi dipertimbangkan maka m%elogram dilakukan untuk 
menentukan tingkat protrusi diskus.
f. Mielografi
Mielografi berguna untuk melihat kelainan radiks spinal terutama pada
 pasien %ang sebelumn%a dilakukan operasi $ertebra atau dengan alat fiksasi
metal. 49 mielografi dilakukan dengan suatu at kontras berguna untuk 
melihat dengan lebih 7elas ada atau tidakn%a kompresi ner$us atau araknoiditis
 pada pasien %ang men7alani operasi $ertebra multipel dan bila akan
direnanakan tindakan operasi terhadap stenosis foraminal dan kanal
$ertebralis.
g. MR# tulang belakang bermanfaat untuk diagnosis kompresi medula spinalis
atau kauda ekuina. =lat ini sedikit kurang teliti daripada 49 san dalam hal
menge$aluasi gangguan radiks saraf. =kurasi 6:1-*; dan biasan%a sangat
sensitif pada &NP dan akan menun7ukkan berbagai prolaps. Namun para ahli
 bedah saraf dan ahli bedah ortopedi tetap memerlukan suatu <M8 untuk 
menentukan diskus mana %ang paling terkena.
h. 49 San
Sarana diagnostik %ang efektif bila $ertebra dan le$el neurologis telah
 7elas dan kemungkinan karena kelainan tulang.

i. <lektromiografi (<M8)
Entuk membedakan kompresi radiks dari neuropati perifer. Dalam bidang
neurologi maka pemeriksaan elektrofisiologis+neurofisiologis sangat berguna
 pada diagnosis sindroma radiks. Pemeriksaan <M8 dilakukan untuk "
3. Menentukan le$el dari iritasi atau kompresi radiks.
. Membedakan antara lesi radiks dengan lesi saraf perifer.
:. Membedakan adan%a iritasi atau kompresi radiks.
Pemeriksaan <M8 adalah suatu pemeriksaan %ang non1in$asif  Motor 
Unit Action Potentials (ME=P) pada iritasi radiks terlihat sebagai"
3. Potensial %ang polifasik.
. =mplitudo %ang lebih besar 
:. Durasi potensial %ang lebih pan7ang pada otot1otot dari segmen %ang
terkena.
Pada kompresi radiks selain kelainan1kelainan %ang telah disebut diatas 7uga
ditemukan akti$itas spontan pada pemeriksaan <M8 berupa fibrilasi di otot1
otot segmen terkena atau di otot paraspinal atau interspinal dari
miotoma %ang terkena. Sensifitas pemeriksaan <M8 untuk mendeteksi
 penderita radikulopati lumbal sebesar >06;. <M8 lebih sensitif dilakukan
 pada waktu minimal 3*130 hari setelah onset defisit neurologis dan
dapat menun7ukkan tentang kelainan berupa radikulopati fleksopati
ataupun neuropati.
 7. Foto rontgen tulang belakang.
Foto rontgen biasa (plain photos) sering terlihat normal atau kadang1kadang
di7umpai pen%empitan ruangan inter$ertebral pembentukan osteofit
spondilolistesis perubahan degeneratif dan tumor spinal. Pen%empitan
ruangan inter$ertebral kadang1kadang terlihat bersamaan dengan suatu posisi
%ang tegang dan melurus dan suatu skoliosis akibat spasme otot para$ertebral.

$ Rgen lu7*a9/al

=P
/=9<R=/

M%elo149 untuk melihat lokasi &NP


Faktor risiko %ang tidak dapat dirubah pada &NP %aitu"
a. Emur" makin bertambah umur risiko makin tinggi.
 b. enis kelamin" laki1laki lebih ban%ak dari wanita.
. Riwa%at edera punggung atau &NP sebelumn%a.
Faktor risiko %ang dapat dirubah %aitu"
3. Peker7aan dan akti$itas" duduk %ang terlalu lama mengangkat atau menarik 
 barang1barang berta sering membungkuk atau gerakan memutar pada
 punggung latihan fisik %ang berat paparan pada $ibrasi %ang konstan seperti
supir.
. !lahraga %ang tidak teratur mulai latihan setelah lama tidak berlatih latihan
%ang berat dalam 7angka waktu %ang lama.
:. Merokok. Nikotin dan raun1raun lain dapat mengganggu kemampuan diskus
untuk men%erap nutrien %ang diperlukan dari dalam darah.
0. Berat badan berlebihan terutama beban ekstra di daerah perut dapat
men%ebabkan strain pada punggung bawah.
2. Batuk lama dan berulang

Penatalaksanaan &NP %aitu"


3. Non1farmakologis
Program rehabilitasi %ang meliputi"
a. 9erapi fisik 
Pada ban%ak kelainan diskus ser$ikalis  terdapat beberapa pengetahuan
%ang mendukung pengobatan seara konser$atif. Seperti pendekatan
MKenie dan program penstabilisasian dari tulang belakang
ser$ikothorakal %ang dikombinasikan dengan senam aerobi.
 b. 9irah baring
Penderita harus tetap berbaring di tempat tidur selama beberapa hari
dengan sikap %ang baik adalah sikap dalam posisi setengah duduk 
tungkai dalam sikap refleks pada sendi panggul dan lutut tertentu. 9empat
tidur tidak boleh memekai pegas+per dengan demikian tempat tidur harus
di papan %ang lurus dan ditutup dengan lembar busa tipis. 9irah baring
 bermanfaat untuk n%eri punggung bawah mekanik angkut. /ama tirah
 baring bergantung pada berat ringann%a gannguan %ang dirasakan
 penderita. Pada &NP klien memerlukan tirah baring dalam waktu
%ang lebih lama. Setelah tirah baring klien melakukan latihan atau
dipasang korset untuk menegah ter7adin%a kontraktur dan
mengembalikan lagi funsi1fungsi otot.
 b. 9raksi ser$ikal
Dengan tehnik ini dapat menghilangkan n%eri radiular akibat kompresi
dari s%araf radiks. 9ehnik ini tidak memperbaiki edera dari 7aringan lunak 
%ang mengakibatkan n%eri. Dengan tambahan keadaan seperti panas
 pi7atan dan 7uga stimulasi elektrik harus dilakukan terutama dalam
mengilangkan n%eri dan merelaksasikan otot.
. 4ollar ser$ikal %ang lembut
&an%a direkomendasikan pada edera akut pada 7aringan lunak dari leher 
dan digunakan dalam waktu %ang relati$e singkat. Sebab dapat
men%ebabkan kekuatan dari otot leher melemah bahkan sampai
menghilang.
d. Mobilisasi dan manipulasi dari tulang belakang.
Dapat mengembalikan 7arak rata1rata pergerakan %ang normal dari tulang
ser$ikal dan mengurangi n%eri.
e. Fisioterapi
Biasan%a dalam bentuk diatermi (pemanasan dengan 7angkauan
 permukaan %ang lebih dalam) untuk relaksasi otot dan mengurangi
lordosis.
f. Diatermi+kompres panas+dingin
9u7uann%a adalah mengatasi n%eri dengan mengatasi inflamasi dan spasme
otot. Pada keadaan akut biasan%a dapat digunakan kompres dingin
termasuk bila terdapat edema. Entuk n%eri kronik dapat digunakan
kompres panas maupun dingin.
g. Korset lumbal
Korset lumbal tidak bermanfaat pada NPB akut namun dapat digunakan
untuk menegah timbuln%a eksaserbasi akut atau n%eri pada NPB kronis.
Sebagai pen%angga korset dapat mengurangi beban pada diskus s erta dapat
mengurangi spasme.
. Farmakologis
a. Simptomatik 
1) =nalgesik (salisilat parasetamol).

2) Kortikosteroid (prednison prednisolon).

3) =nti1inflamasi non1steroid (=#NS) seperti piroksikan.

4) =ntidepresan trisiklik (amitriptilin).

5) !bat penenang minor (diaepamklordiasepoksid).

 b. Kausal" kolagenase


:. !perasi
#ndikasi operasi %aitu"
a. &erniasi disus sentral dengan kompresi medula spinalis dan diikuti
dengan m%elopath%.
 b. &erniasi disus posterolateral.
. Radiulopath% %ang gagal dengan terapi konser$atif.
d. Pasien dengan defisit neurologis progresif.
Keluhan utama %ang sering atau alasan klien untuk meminta
 pertolongan kesehatan adalah n%eri pada punggung bawah.
3) P " =dan%a riwa%at trauma ( mengangkat atau mendorong benda berat).
) G" Sifat n%eri seperti ditusuk1tusuk atau seperti di sa%at menden%ut seperti
kena api n%eri tumpul %ang terus1menerus. Ka7i pen%ebaran n%eri. =pakah
 bersifat n%eri radikular atau n%eri auan (refered pain). N%eri bersifat menetap
atau hilang timbulsemakin lama semakin n%eri. N%eri bertambah hebat karena
adan%a faktor penetus seperti gerakan1gerakan pinggang batuk atau
mengedan berdiri atau duduk untuk 7angka waktu %ang lama dan n%eri
 berkurang bila diibuat istirahat berbaring. Sifat n%eri khas posisi berbaring ke
duduk n%eri mulai dari pantat dan terus men7alar ke bagian belakang lutut
kemudian ke tungkai bawah. N%eri bertambah bila ditekan /21S3 (pada garis
antara dua Kristal iliaka).
:) R" letak atau lokasi n%eri minta klien menun7ukkan n%eri dengan setepat1
tepatn%a sehingga letak n%eri dapat diketahui dengan ermat.
0) S" pengaruh posisi tubuh atau anggota tubuh berkaitan dengan akti$itas tubuh
 posisi %ang bagaimana %ang dapat meradakan rasa n%eri dan memperberat
n%eri. =kti$itas %ang menimbulkan rasa n%eri seperti ber7alan menuruni
tangga men%apu dan gerakan %ang mendesak. !bat1obatan %ang sedang
diminum seperti analgesik berapa lama klien menggunakan obat tersebut.
2) 9" sifatn%a akut sub1akut perlahan1lahan atau bertahap bersifat
menetap hilang timbul semakin lama semakin n%eri. N%eri pinggang bawah
intermiten ( dalam beberapa minggu sampai beberapa tahun).
Pe7e/-*aan
". Kea2aan u7u7
=dan%a n%eri di pinggang bagian bawah %ang men7alar ke bawah
(mulai dari bokong paha bagian belakang tungkai bawah bagian atas). &al ini
dikarenakan mengikuti 7alann%a N. #shiadius %ang mempersarafi tungkai
 bagian belakang. Karakteristik n%eri %ang dirasakan %aitu"

3) N%eri mulai dari pantat men7alar kebagian belakang lutut kemudian ke


tungkai bawah (sifat n%eri radikuler).
) N%eri semakin hebat bila penderita menge7an batuk mengangkat barang berat.
:) N%eri bertambah bila ditekan antara daerah disebelah /2 H S3 (garis antara
dua krista iliaka).
0) N%eri Spontan
2) Sifat n%eri adalah khas %aitu dari posisi berbaring ke duduk n%eri
 bertambah hebat sedangkan bila berbaring n%eri berkurang atau hila ng.
. Pe7e/-*aan M/-*
a) 8a%a 7alan %ang khas membungkuk dan miring ke sisi tungkai %ang n%eri
dengan fleksi di sendi panggul dan lutut serta kaki %ang ber7ingkat.
 b) Motilitas tulang belakang lumbal %ang terbatas.
) Kekuatan fleksi dan ekstensi tungkai atas  tungkai bawah kaki ibu 7ari
dan 7ari lainn%a dengan men%uruh klien untuk melakukan gerak fleksi
dan ekstensi dengan menahan gerakan.

!. Pe7e/-*aan Sen*/-*
a) /ipatan bokong sisi %ang sakit lebih rendah dari sisi %ang sehat.
 b) Skoliosis dengan konka$itas ke sisi tungkai %ang n%eri sifat s ementara.
) Pemeriksaan sensasi raba n%eri suhu profunda dan sensasi getar 
($ibrasi) untuk menentukan dermatom %ang terganggu.
d) Palpasi dimulai dari area n%eri %ang ringan ke arah %ang paling terasa n%eri.
e) Palpasi dan perkusi harus diker7akan dengan hati1hati atau ermat
sehingga tidak membingungkan klien.
. Te*:e* Ku*u*
a. 9es /ase,ue (Straight Leg Raising est  I S/R9)

9anda /ase,ue adalah tanda pre1operatif %ang terbaik untuk suatu &NP %ang
terlihat pada >5-; dari 326 pasien %ang seara operatif terbukti menderita
&NP dan pada hernia %ang besar dan lengkap tanda ini malahan positif pada
>5-; pasien. =dan%a tanda /ase,ue lebih menandakan adan%a lesi pada /01
2 atau /21S3 daripada herniasi lain %ang lebih tinggi (/310) dimana tes
ini han%a positif pada 6::; penderita.
4ara %ang dilakukan" 9ungkai penderita diangkat perlahan tanpa fleksi di
lutut sampai sudut >*J.

b. 8angguan sensibilitas pada bagian lateral 7ari ke 2 (S3) atau bagian medial

dari ibu 7ari kaki (/2).


c. 8angguan motoris penderita tidak dapat dorsofleksi terutama ibu 7ari kaki

(/2) atau plantarfleksi (S3).


1. 9es dorsofleksi " penderita 7alan diatas tumit.

2. 9es plantarfleksi " penderita 7alan diatas 7ari kaki.

d. Kadang1kadang terdapat gangguan autonom %aitu retensi urine merupakan


indikasi untuk segera operasi.
e. Kadang1kadang terdapat anestesia di perineum 7uga merupakan indikasi untuk 

operasi.
f. 9es pro$okasi

9es $alsa$a (pasien diminta menge7an+batuk dan dikatakan tes positif bila
timbul n%eri) dan naffiger untuk menaikkan tekanan intratekal.
4. Te* Re5le*
Refleks tendon ahilles menurun atau menghilang 7ika radiks antara /21S3
terkena.

D-agn*a Kepe/a1aan
3. N%eri akut %ang berhubungan dengan agen edera fisik (pen%empitan
saraf pada diskus inter$ertebralis tekanan di daerah distribusi u7ung
saraf).
. Risiko trauma %ang berhubungan dengan hambatan mobilitas fisik
kesulitan atau hambatan dalam melakukan pergerakan punggung
 pel$is dan tungkai.
:. Defisit perawatan diri %ang berhubungan dengan kelemahan
neuromuskular menurunn%a kekuatan dan kesadaran kehilangan kontrol
atau koordinasi otot.
0. Risiko gangguan intergritas kulit %ang berhubungan dengan
imobilitas tidak adekuatn%a sirkulasi perifer tirah baring lama.
2. Ketidakefektifan koping indi$idu berhubungan dengan tingkat pera%a diri
%ang tidak adekuat tingkat persepsi ontrol %ang tidak adekuat
ketidakadekuatan kesempatan untuk bersiap terhadap stressor krisi situasi.
5. 8angguan rasa n%aman berhubungan dengan ge7ala terkait pen%akit (&NP)
6. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang terpa7an sumber 
informasi.
-. =nsietas berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan.
Pe/en9anaan Kepe/a1aan
N D-agn*a Tu3uan 2an K/-e/-a Ine/;en*-
Kepe/a1aan Ha*-l
3. N%eri akut %ang NO< NI<
 berhubungan a.Pain le$el Pa-n Manage7en
dengan agen  b. Pain ontrol a. /akukan pengka7ian n%eri
edera fisik . 4omfort le$el seara komprehensif termasuk 
(pen%empitan lokasi karakteristik durasi
saraf pada K/-e/-a Ha*-l frekuensi kualitas dan faktor 
diskus a. Mampu mengontrol  presipitasi
 b. !bser$asi reaksi non$erbal dari
inter$ertebralis n%eri (tahu pen%ebab
ketidakn%amanan
tekanan di daerah n%eri mampu
. 8unakan teknik komunikasi
distribusi u7ung menggunakan
terapeutik untuk mengetahui
saraf) nonfarmakologi untuk
 pengalaman n%eri pasien
mengurangi n%eri d. Ka7i kultur %ang
menari bantuan) mempengaruhi respon n%eri
 b. Melaporkan bahwa n%eri e. Kontrol lingkungan %ang dapat
 berkurang dengan mempengaruhi n%eri seperti
menggunakan suhu ruangan penaha%aan
mana7emen n%eri dan kebisingan
. Mampu mengenali n%eri f. =7arkan teknik non
(skala intensitas farmakologi dalam mengurangi
frekuensi dan tand n%eri (nafas dalam)
g. Berikan analgetik untuk 
n%eri)
d. Mengatakan rasa mengurangi n%eri
h. 9ingkatkan istirahat
n%aman stelah n%eri
i. Kolaborasi dengan tim medis
 berkurang
 7ika ada keluhan dan tindakan
n%eri tidak berhasil

Analge*-9 A27-n-*/a-n
a. 9entukan lokasi karakteristik
kualitas dan dera7at n%eri
sebelum pemberian obat
 b. 4ek instruksi dokter tentang
 7enis obat dosis dan frekuensi
. 4ek riwa%at alergi
d. Pilih analgesik %ang diperlukan
atau kombinasi dari analgesi
ketika pemberian lebih dari
satu
e. 9entukan pilihan analgesik 
tergantung tipe dan beratn%a
n%eri
f. 9entukan analgesi pilihan
rute pemberian dan dosis
optimal
g. Monitor $ital sign sebelum dan
sesudah pemberian analgesik 
 pertama kali
h. Berikan analgesik tepat waktu
terutama saat n%eri hebat
i. <$aluasi efekti$itas analgesik
tanda dan ge7ala
. Risiko trauma NO< NI<
%ang a.Knowledge personal Mana3e7en *a5e+
 berhubungan safet% a. Ka7i mobilitas %ang ada
dengan  b.Safet% beha$ior" fall obser$asi peningkatkan
hambatan  pre$ention kerusakan. Ka7i seara teratur 
mobilitas fisik . Safet% beha$ior" fall fungsi motorik.
 b. Ebah posisi klien tiap  7am
kesulitan atau ourane
. =7arkan klien untuk 
hambatan dalam d. Safet% beha$ior"
melakukan latihan gerakan
melakukan  ph%sial in7uri
aktif pada ekstrimitas %ang
 pergerakan e. 9issue integrit%" skin
sakit.
 punggung and muous membrane d. /akukan gerakan pasif pada
 pel$is dan K/-e/-a Ha*-l ekstrimitas %ang sakit
e. #nspeksi kulit bagian distal
tungkai. a.Pasien terbebas dari
trauma fisik  setiap hari. Pantau adan%a
 b.Perilaku penegahan iritasi kemerahan atau luka
 7atuh  pada kulit dan membran
. Pengetahuan personal mukosa.
f. Bantu klien melakukan R!M
safet%
 perawatan diri sesuai
toleransi.
g. Kolaborasi dengan tim
kesehatan dan ahli fisioterapi
untuk latihan fisik klien.
:. Defisit NO< NI<
 perawatan diri a. Self are status Sel5 9a/e +g-ene
%ang  b. =ti$it% tolerane a. Ka7i kemampuan dan
 berhubungan . Fatigue le$el  penurunan klien dalam
dengan d. =mbulation melakukan =D/ dalam skala
kelemahan e. Self are defiit h%giene *12.
 b. &indari sikap %ang
neuromuskular K/-e/-a Ha*-l
menghakimi klien dalam hal
menurunn%a a. Klien dapat
%ang dapat dilakukan klien dan
kekuatan dan menun7ukan ga%a hidup
 bantu bila perlu.
kesadaran untuk kebutuhan
. Sadarkan tingkah laku+sugesti
kehilangan merawat diri
tindakan pada perlindungan
kontrol+koordina  b. Klien mampu
kelemahan. Pertahankan
si otot melakukan akti$itas
dukungan pola pikir i7inkan
 perawatan diri sesuai
klien melakukan tugas beri
dengan tingkat
saran %ang positif untuk 
kemampuan
usahan%a.
. mengidentifikasi d. Renaanakan tindakan untuk 
 personal+mas%arakat mengatasi keterbatasan
%ang dapat membantu  perlihatan seperti tempatkan
makanan dan peralatan dalam
suatu tempat dekatkan tempat
tidur ke dinding.
e. 9empatkan barang1barang %ang
diperlukan klien dekat dengan
klien
0. Resiko gangguan NO< NI<
integritas kulit a.9issue #ntegrit%" Skin P/e**u/e Manage7en
%ang and Muuos membran f. =n7urkan pasien untuk  
 berhubungan  b.&emod%alis akses menggunakan pakaian %ang
dengan K/-e/-a Ha*-l longgar 
g. &indari kerutan pada tempat
imobilisasi tidak  a.#ntegritas kulit %ang baik 
tidur 
adekuatn%a  bisa dipertahankan
h.aga kebersihan kulit dan
sirkulasi perifer (sensasi elastisitas
hindari trauma dan panas
tirah baring lama. temperature hidrasi
terhadap kulit
 pigmentasi) i. Mobilisasi pasien tiap  7am
 b.9idak ada luka+lesi sekali
 7. !bser$asi adan%a eritema dan
. Menun7ukkan
kepuatan dan palpasi adan%a
 pemahaman dalam
kehangatan dan pelunakan
 proses perbaikan kulit
 7aringan tiap mengubah posisi.
dan menegah ter7adin%a
k. Monitor akti$itas dan mobilitas
idera berulang
 pasien
d.Mampu melindungi kulit
l. =n7urkan untuk melakukan
dan mempertahankan
latihan R!M dan mobilisasi
kelembapan kulit
 7ika mungkin
m. 8unakan bantal air atau
 penggan7al %ang lunak di
 bawah daerah1daerah %ang
menon7ol.
n. /akukan masase pada daerah
%ang menon7ol %ang baru
mengalami tekanan pada
waktu berubah posisi.
o. Bersihkan dan keringkan kulit.
agalah linen tetap kering.
In*-*-n *-e 9a/e
a. Membersihkan memantau
dan meningkatkan proses
 pen%embuhan pada luka %ang
ditutup dengan 7ahitan.
 b. Monitor proses kesembuhan
area luka operasi
. Monitor tanda dan ge7ala
infeksi
2. Ketidakefektifan NO< NI<
koping indid$idu a.Deision making De9-*-n 7a-ng
 berhubungan  b. Role inhanement a. Berikan informasi kepada
dengan tingkat . Sosial support  pasien tentang alternati$e atau
 pera%a diri %ang K/-e/-a Ha*-l solusi lain dalam penanganan
tidak adekuat a.Mengidentifikasi pola masalah
 b. Fasilitasi pasien dalam
dalam koping%ang efektif 
membuat keputusan
kemampuan  b.Mengungkapkan sera
. Bantu pasien
mengatasi $erbal tentang koping
mengidentifikasi keuntungan
masalah tingkat %ang efektif 
kerugian dari keadaan
 persepsi ontrol . Mengatakan penurunan Rle -nan9e7en
a. Bantu pasien untuk
%ang tidak stress
mengidentifikasi bermaam1
adekuat d.Klien mengatakan telah
maam nilai kehidupan
ketidakadekuatan menerima keadaann%a
 b. Bantu pasien
kesempatan e. Mampu
mengidentifikasi strategi
untuk bersiap mengidentifikasi strategi
 positif untuk mengatur pola
terhadap stressor tentang koping
nilai %ang dimiliki
krisi situasi <p-ng enan9e7en
a. =n7urkan pasien untuk
mengidentifikasi gambaran
 perubahan peran %ang realitas
 b. 8unakan pendekatan %ang
men%enangkan tenang dan
me%akinkan
. &indari pengambilan
keputusan pada saat pasien
 berada dalam stress %ang
 berat
d. Berikan informasi atual %ang
terkait dengan diagnosis
terapi dan prognosis
5 8angguan rasa NO< NI<
n%aman a.=nsiet% An=-e+ Re2u9-n (penu/unan
 berhubungan  b.Fear /ea$el e9e7a*an)
dengan ge7ala . Sleep Depri$ation a. 8unakan pendekatan %ang
terkait pen%akit d. 4omfort Readines for menenangkan
(&NP) <nhaned
 b. N%atakan dengan 7elas
K/-e/-a Ha*-l
harapan terhadap perilaku
a.Mampu mengontrol
 pasien
keemasan . elaskan semua prosedur dan
 b.Status lingkungan apa %ang dirasakan selama
n%aman  prosedur 
d. Dorong pasien untuk  
. Mengontrol n%eri
mengungkapkan perasaan
d.Kualitas tidur dan
ketakutan persepsi
istirahat adekuat
e. #dentifikasi tingkat keemasan
e. Status ken%amanan f. Dampingi pasien untuk  
meningkat memberikan keamanan dan
f. Dapat mengontrol mengurangi rasa takut
g. Dorong keluarga untuk 
ketakutan
menemani pasien dan
g. Support soial
memberikan dukungan moral
6 Defisiensi NO< NI<
 pengetahuan a. Knowledge" disease Tea9-ng> 2-*ea*e P/9e**
 berhubungan  proess a. Berikan penilaian tentang
 b. Knowledge" health
dengan kurang tingkat pengetahuan pasien
 beha$ior 
terpa7an sumber  tentang proses pen%akit %ang
informasi K/-e/-a Ha*-l spesifik
a.Pasien dan keluarga  b. elaskan konsep dari pen%akit
men%atakan pemahaman dan bagaimana hal ini
Batasan
tentang pen%akit kondisi  berhubungan dengan ara %ang
karakteristik"
 prognosis dan program tepat.
3. Peng1
. 8ambarkan tanda dan ge7ala
 pengobatan
ungkapan
 b.Pasien dan keluarga %ang biasa munul pada
masalah
mampu melaksakan  pen%akit %ang dialami oleh
. Ketidak1
 prosedur %ang di7elaskan  pasien
akuratan
d. Berikan informasi tentang
seara benar 
mengikuti
.Pasien dan keluarga kondisi pasien
 perintah e. Diskusikan dengan pasien dan
mampu men7elaskan
:. Perilaku tidak 
keluarga tentang pilihan terapi
kembali apa %ang
tepat (h%steria
atau penanganan
di7elaskan perawat atau
 bermusuhan f. Dukung pasien untuk 
tim kesehatan lainn%a
agitasi apatis) mengungkapkan pendapatn%a
tentang kondisin%a
g. #nstruksikan pasien mengenai
tanda dan ge7ala untuk  
melaporkan pada pemberi
 perawatan kesehatan
-. An*-ea* NO< NI<
e/uungan a.=nAiet% self1ontrol An=-e+ Re2u9-n (penu/unan
2engan  b.=nAiet% le$el e9e7a*an)
pe/uaan . 4oping a.8unakan pendekatan %ang
2ala7 *au* K/-e/-a Ha*-l menenangkan
 b. N%atakan dengan 7elas
e*eaan a.Klien mampu
harapan terhadap perilaku
mengidentifikasi dan
 pasien
Batasan mengungkapkan ge7ala
. elaskan semua prosedur dan
karakteristik" emas
apa %ang dirasakan selama
3. Perilaku  b.Mengidentifikasi
 prosedur 
(penurunan mengungkapkan dan d. Dampingi pasien untuk
 produkti$itas menun7ukkan teknik mengurangi rasa takut dan
gelisah untuk mengontrol emas memberikan keamanan
e. Dorong keluaraga untuk
mengekspresik  . Cital sign dalam batas
menemani pasien
an normal
f. Bantu pasien mengenal situasi
kekhawatiran d.Postur tubuh ekspresi
%ang menimbulkan keemasan
karena wa7ah bahasa tubuh dan g. Dorong pasien untuk
 perubahan tingkat akti$itas mengungkapkan perasaan
dalam menun7ukkan ketakutan dan persepsi
h. #nstruksikan pasien untuk
 peristiwa  berkurangn%a keemasan
menggunakan teknik relaksasi
hidup)
. =fektif
(gelisah
ketakutan
khawatir rasa
n%eri %ang
meningkat1kan
ketidak1
 berda%aan)
:. Fisiologis
(wa7ah tegang
 peningkatan
keringat
 peningkatan
ketegangan
gemetar)
0. Simpatik
(wa7ah merah
 7antung
 berdebar1
debar
 peningkatan
den%ut nadi
 peningkatan
tekanan darah
anoreksia)
2. Parasimpatis
(gangguan
tidur n%eri
 pada
ekstremitas
%ang sakit)
5. Kognitif
(gangguan
 perhatian
 penurunan
kemampuan
memeahkan
masalah)