Anda di halaman 1dari 3

Modal Saham

Berdasarkan akta risalah RUPS No. 7 tanggal 4 Agustus 2000 dari Lien Tanudirdja.
S.H.. Notaris di Bandung qq. Akta Pernyataan Keputusan RUPS No. 31 tanggal 30 Agustus
2000 dari Notaris yang sama. Perseroan meningkatkan modal dasar dan melakukan pemecahan
nilai saham. Modal dasar sebesar Rp 425.000 ditingkatkan menjadi Rp 1.500.000. sedangkan
nilai nominal per saham diubah dari Rp 1.000 (jumlah penuh) menjadi Rp 200 (jumlah penuh).

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPSLB No. 3 tanggal 22 Juni 2017 dari Ari
Hambawan. S.H.M.Kn. Notaris di Bandung. Perseroan melakukan pemecahan nilai saham
dengan rasio 1:4. Modal dasar sebesar Rp 7.500 menjadi Rp 30.000 sedangkan nilai nominal
per saham dari Rp 200 (jumlah penuh) menjadi Rp 50 (jumlah penuh).

Komposisi pemilikan saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2017 dan 2016
berdasarkan catatan yang dibuat oleh Biro Administrasi Efek PT Sirca Datapro Perdana adalah
sebagai berikut:
Saldo Laba

Perusahaan Persoeroan Terbatas wajib menyisihkan jumlah tertentu dari laba bersih
perusahaan pada setiap tahun buku. Penyisihan laba bersih itu bertujuan sebagai dana
cadangan. Laba bersih merupakan keuntungan tahun berjalan perusahaan setelah dikurangi
pajak. Kewajiban menyisihkan cadangan itu berlaku apabila perusahaan mempunyai saldo laba
positif. Penyisihan laba bersih dilakukan sampai cadangan mencapai minimal 20% dari jumlah
modal ditempatkan dan disetor. Apabila cadangan belum mencapai jumlah tersebut, maka
hanya boleh digunakan untuk menutup kerugian yang tidak dapat dipenuhi oleh cadangan lain.

Diketahui bahwa modal saham yang disetor dan ditempatkan pada tahun 2016 dan 2017
adalah sebesar 577.676. Perusahaan wajib menyisihkan cadangan sebesar 20% dari 577.676
yaitu 115.535. Sedangkan cadangan pada 2015 adalah 135.100 sehingga pada tahun 2016 dan
2017 perusahaan tidak perlu melakukan penyisihan cadangan umum.

Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 299 tanggal
23 Juni 2015 dari Rima Komariah.S.H.. Notaris di Bandung ditetapkan dan disetujui sebesar
Rp 28.300 dari laba bersih tahun buku 2014 diperlakukan sebagai cadangan umum sehingga
cadangan umum seluruhnya menjadi Rp 135.100 sedangkan sisanya diperlakukan sebagai
saldo laba yang ditahan.

Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 371 tanggal
30 Juni 2016 dari Rima Komariah.S.H.. Notaris di Bandung ditetapkan dan disetujui untuk
menanamkan kembali seluruh laba bersih tahun buku 2015 yaitu sebesar Rp 524.200 sebagai
saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 2 tanggal 22
Juni 2017 dari Ari Hambawan.S.H.. M.Kn.. Notaris di Bandung ditetapkan dan disetujui untuk
menanamkan kembali 89,43% laba bersih tahun buku 2016 yaitu sebesar Rp 634.797 sebagai
saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Pembagian Deviden

Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 2 tanggal 22
Juni 2017 dari Ari Hambawan. S.H. M.Kn.. Notaris di Bandung telah disetujui pembagian
dividen atas laba bersih tahun buku 2016 sebesar Rp 75.029 atau Rp 26 (jumlah penuh) per
Saham.