Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.F DAN NY.

N
(PASANGAN BARU MENIKAH)

A. Pengkajian Keluarga

I. Data Umum
a. Nama Kepala Keluarga : Firmansyah Putra
b. Usia : 27tahun
c. Alamat dan Telepon : Jl.Demang Lebar Daun lr.Sungai saha / 085658996962
d. Pekerjaan Kepala Keluarga : Karyawan Polsri
e. Pendidikan Kepala Keluarga : Sastra 1 (S1)
f. Komposisi Keluarga :Suami dan Istri

No Nama Jk Hub dg KK Umur Pendidikan Status imunisasi


1. Tn.F L Kepala 25th S1 Lengkap
keluarga

2. Ny.N P istri 21 th D III Lengkap

GENOGRAM
KET :
: Laki-laki.
: Perempuan.
: Laki-laki yang menikah.
: Perempuan yang menikah.

g. Tipe Keluarga
Tipe keluarga dari Tn.F dan Ny.N adalah pasangan baru menikah

h. Suku Bangsa
Ny.N mengatakan bahwa ia berasal dari suku sumatera selatan tepatnya di baturaja
begitu juga dengan Tn.F yang berasal dari suku sumatera tepatnya di banyuasin.

i. Agama
Tn.F dan Ny.N menganut agama islam dan menjalankan ibadah dirumah dan di
masjid.

j. Status social ekonomi keluarga


Tn.F mengatakan pendapatannya Rp.1.500.000/ bulan di dapat dari bekerja sebagai
karyawan bagian administrsi di Polsri. Kebutuhan-kebutuhan mereka terpenuhi.

k. Aktivitas rekreasi keluarga


Kegiatan yang dilakukan keluarga setiap hari adalah mereka menonton tv bersama-
sama terutama pada malam hari. Dan rekreasi di luar rumah adalah Tn.F dan Ny.N
jalan- jalan hampir setiap hari sabtu-minggu saat Tn.F libur bekerja. Menurut Ny.N
dirinya sangat puas.
II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
a) Tahap perkembangan keluarga saat ini.
Keluarga dengan pasangan baru menikah yang saat ini menanti kelahiran anak
pertama yang dalam kandungan berumur 5 bulan 1 minggu.
b) Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tidak ada tahapan perkembangan keluarga yang belum terpenuhi.
c) Riwayat keluarga inti
Ny.N mengatakan keluarga mereka terbentuk dari berpacaran. Tn.F dan Ny.N
mengatakan bahwa mereka tidak memiliki riwayat penyakit keturunan.

d) Riwayat keluarga sebelumnya


Tn.F tidak pernah mengalami sakit yang berat yang memerlukan perawatan di
Rumah Sakit juga tidak ada yang memiliki penyakit kronis maupun penyakit
keturunan, begitu juga denganNy.N.

III. Pengkajian lingkungan


1) Karakteristik rumah
Rumah Tn.F merupakan rumah kontrakan dengan ukuran panjang ±8 m3 dan
lebar 4x4 Meter. Dirumah tersebut terdapat 1 kamar tidur, ruang tamu,ruang makan
bergabung dengan ruang dapur, kamar mandi 1 dan 1 Kamar Mandi. Serta Lantai
rumah terbuat dari keramik, pelapon terbuat dari triplek. Sumber air dari PAM dan
kualitas airnya bersih. Jumlah jendela ada 1 jendela dan selalu dibuka setiap hari.
Peletakan perabotan rumah sangat baik dan secara umum kebersihan rumah terjaga.
2) Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Di wilayah sekitar rumah Tn.A dan Ny.N jarak antara satu rumah dengan rumah
lainnya berdekatan. Pekerjaan masyarakat pada umumnya karyawan biasa. Sarana
jalan didaerah tersebut sudah di aspal, kejahatan di sekitaran rumah Tn.F jarang
terjadi.
3) Mobilitas geografis keluarga
Menurut Ny.N sejak berkeluarga pernah tinggal bersama orang tua dari Tn.F kurang
lebih 2 bulan, kemudian mereka pindah ketempat yang sekarang di tempati. Tn.F
dan Ny.N sudah 3 bulan menempati rumah yang ditempati sekarang.

4) Perkumpulan keluarga dari interaksi dengan masyarakat


Tn.F mengatakan tidak ada perkumpulan khusus di keluarganya. Tetapi karena banyak
rumah saudara-saudaranya dekat rumah jadi hamper setiap sore mereka berkumpul
sambil bercerita. Interaksi keluarga Tn.F dengan masyarakat baik, karena bila ada
tetangga yang punya hajatan jika tidak ada halangan mereka hadir di acara tersebut.

5) Sistem pendukung keluarga


Ny.N mengatakan keluarganya belum memiliki fasilitas untuk menunjang kesehatan,
jika ada anggota keluarga yang sakit menggunakan uang pribadi.

IV. Sturktur keluarga


1. Pola komunikasi keluarga
Menurut Ny.N dalam keluarganya biasa berkomunikasi menggunakan bahasa
Palembang dan proses komunikasi berlangsung 2 arah dan saling memuaskan kedua
belah pihak, dan menurut Ny.N dia berkomunikasi dengan orang tuanya hanya melalui
telepon dikarenakan jarak yang jauh dari rumah orang tua.
2. Struktur kekuatan keluarga
Ny.N mengatakan bahwa sampai saat ini dalam keluarganya suaminya yang berperan
sebagai kepala keluarga dan jika ada masalah suaminya yang membuat keputusan.
3. Struktur peran
Peran Tn.F sebagai suami adalah mencari nafkah juga sebagai pelindung dan pemberi
rasa aman untuk istrinya. Dan Ny.N sebagai istri berperan untuk mengurus rumah
tangga seperti memasak, mencuci baju,mengatur keuangan dll.

4. Nilai atau norma keluarga


Dalam keluarga Tn.F punya kebiasaan bila ada yang terluka kecil diobati
menggunakan kunyit yang di tumbuk halus kemudian di oleskan di tempat luka.

V. Fungsi keluarga
a. Fungsi afektif
Keluarga mengatakan berusaha memelihara hubungan baik antar aggota keluarga,
saling menyayangi dan saling menghormati.
b. Fungsi Sosialisasi
Ny.N berencana jika anaknya sudah lahir nanti akan membesarkan dan
mendidik anaknya bersama suaminya.
c. Fungsi perawatan kesehatan
1. Mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan;
Keluaga Tn.F belum banyak mengetahui tentang penyakit. Seperti saat ini Ny.N
belum banyak mengetahui fakta-fakta seputar kehamilan.
2. Mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
yang tepat:
Masalah kesehatan yang dirasakan oleh keluarga Tn.F saat ini mengenai kekhawatiran
Ny.N tentang janinnya. Sejauh ini keluarga hanya bertanya pada teman atau tetangga
di sekitar rumah.
3. Mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang
sakit, :
Jika ada anggota keluarga yang sakit dibawa ketempat pelayanan kesehatan setempat.
4. Mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah
yang sehat, adalah :
Keluarga Tn.F tinggal dirumah kontrakan dan Ny.N membersihkan
lingkungannya jika sudah kotor dan banyak sampah yang berserakan.
5. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga menggunakan
fasilitas/pelayanan kesehatan di masyarakat, hal yang perlu dikaji adalah :
Keluarga Tn.F berencana jika istrinya nanti melahirkan akan di bawa ke klinik
ibu dan anak. Ny.N lebih memilih untuk melahirkan dengan bidan.

d. Fungsi reproduksi
Tn.F dan Ny.N berencana memiliki 3 orang anak. Satu laki-laki dan dua perempuan.
Ny.N berencana dalam upaya pengendalian jumlah anggota kelurga adalah
menggunakan alat kontrasepsi dengan metode IUD. Pola hubungan seksual aktif dan
sering dilakukan.

e. Fungsi ekonomi
Dengan jumlah pendapatan Rp.1.500.000/ bulan mereka sudah dapat memenuhi
kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

VI. Stres dan koping keluarga


a. Stresor jangka pendek dan panjang
Ny.N mengatakan stres yang dihadapi saat ini kekhawatirannya pada janin yang
sedang di kandungnya sekarang.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor
Keluarga memberikan dorongan dan semangat pada anggota keluarga yang memiliki
masalah. Keluarga juga membantu memecahkan masalah yang ada di keluarga
tersebut dengan bermusyawarah. Setelah itu keluarga berdo’a untuk bisa keluar dari
masalah tersebut.
c. Strategi koping konstruktif yang digunakan
Dalam keluarga Tn.F bila ada sesuatu masalah maka tekhnik pemecahan masalah
yang dilakukan adalah dengan musyawarah
d. Strategi adaptasi disfungsional
Bila salah satu anggota keluarga ada yang salah Tn.F selalu menegurnya.

VII. Pemeriksaan fisik

Aspek Suami Tn.F Istri Ny.N

Tensi(mmHg) 110/70 mmHg 110/80 mmHg

TB dan BB 172cm dan 68kg 158cm dan 52kg

Suhu (0C) 360C 36.70C

Nadi (x/mnt)
Rambut kepala 74x/mnt 78x/mnt

Mata,telinga, Tidak ditemui ganggua Tidak ditemui ganggua


mulut,hidung, pada mata,telinga,mulut pada mata,telinga,mulut
tenggorokkan. dan gigi bersih,hidung dan dan gigi bersih,hidung dan
tenggorokkan normal. tenggorokkan normal.

Leher Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran


kelenjar tiroid. kelenjar tiroid.

Thorax Simetris,bunyi jantung Simetris,bunyi jantung


normal,tidak ada normal,tidak ada
kelainan,suara nafas kelainan,suara nafas
vesicular. vesicular.

Abdomen Tidak ada pembengkakan Tidak ada pembengkakan


pada hepar,ginjal,bising pada hepar,ginjal,bising
usu positif dan tidak ada usus positif dan tidak ada
nyeri tekan. nyeri tekan.

System genitalia Tidak diperiksa Tidak diperiksa


VIII. Harapan keluarga
1.Petugas Kesehatan
Dengan adanya petugas kesehatan yang datang kerumahnya mereka mengharapkan
supaya petugas kesehatan bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat dengan
penyuluhan.
2.Ny.N penyuluhan seperti saat ini diharapkan dapat membantu dirinya
mempersiapkan bagaimana menjadi seorang ibu untuk menanti kelahiran bayi
pertamanya.
3.Puskesmas Bukit
Dan untuk petugas kesehatan yang ada di RS ,klinik, puskesmas dan tempat-tempat
pelayanan kesehatan lainnya agar dapat lebih peduli lagi terhadap pasien yang datang.

DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA

1. Analisa dan Sintesa Data


Data Kemungkinan penyebab Masalah/ diagnosa
Data subjektif : Kemungkinan keluarga tidak Kurang pengetahuan tentang
- Ny. mengenal masalah tugas tugas perkembangan keluarga
Mengatakan belum perkembangan keluarga baru baru menikah berhubungan
tahu tentang apa itu menikah. dengan ketidakmampuan
kesehatan keluarga mengenal masalah tugas
reproduksi perkembangan keluarga baru
Data objektif : menikah.
- Usia Ny.N 21
tahun dan Tn.F 25
tahun
Data subjektif :
- Ny.N mengatakan Kemungkinan keluarga tidak Resiko terjadinya konflik
selalu merasa mengetahui bagaimana membina berhubungan dengan
kesepian karena komunikasi pada keluarga baru ketidaktahuan keluarga mengenal
ditinggal kerja oleh nikah masalah komunikasi pada
suaminya keluarga baru nikah.
Data objektif:
- Ny.N sekarang
belajar menjadi ibu
rumah tangga yang
baik dengan belajar
memasak,
mengurusi
suaminya dan lebih
bersabar menahan
rindu karena
suaminya mencari
nafkah.
Data subjektif : Kerusakan pemeliharaan rumah
- Menurut Ny.N Ketidakmampuan keluarga berhubungan dengan
jendela dirumah melakukan perawatan rumah ketidakmampuan keluarga
jarang dibuka yang sehat melakukan perawaatan rumah
karena takut ada yang sehat.
yang mengintip
karnaa Ny.N
sendirian dirumah.
Data objektif :
- Ruangan dalam
rumah siang hari
nampak gelap dan
mengunakan sinar
lampu
- Rumah memiliki
pekarangan yang
sempit tidak ada
pepohonan karena
diapit oleh beberapa
rumah.

2. Perumusan diagnosa keperawatan keluarga


No. Diagnosa keperawatan
1. Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga baru menikah
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tugas
perkembangan keluarga baru menikah.
2. Resiko terjadinya konflik berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga mengenal
masalah komunikasi pada keluarga baru nikah.
3. Kerusakan pemeliharaan rumah berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
melakukan perawaatan rumah yang sehat.
C. SKORING PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA BARU
MENIKAH

1. Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga baru menikah berhubungan


dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tugas perkembangan keluarga baru
menikah.

Total masalah:

No Criteria SKALA BOBOT Scoring


1. Sifat masalah : 3 1 3/3x1 =
tidak/ kurang sehat 1
Kemungkinan 2 2 2/2x 2=
masalah dapat diubah : 2
mudah
Potensial masalah untuk 2 1 2/3x 1 =
dicegah : cukup 2/3
Menonjolnya masalah : 2 1 2/2x 1=
harus segera ditangani 1
Total 4 2/3

2. Resiko terjadinya konflik berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga mengenal


masalah komunikasi pada keluarga baru nikah.

No Kriteria SKALA BOBOT Scoring


2. a. Sifat masalah : 3 1 3/3x1 = 1
tidak/ kurang sehat
b. Kemungkinan 1 2 1/2x 2= 1
masalah dapat diubah
:sebagian
Potensial masalah untuk 2 1 2/3x 1 = 2/3
dicegah : cukup
Menonjolnya masalah : 2 1 2/2x 1= 1
harus segera ditangani
Total 3 2/3
3. Kerusakan pemeliharaan rumah berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
melakukan perawaatan rumah yang sehat.

No Kriteria SKALA BOBOT Scoring


3. a. Sifat masalah : 3 1 3/3x1 = 1
tidak/ kurang sehat
b. Kemungkinan 2 2 2/2x 2= 2
masalah dapat diubah
: mudah
c. Potensial 3 1 3/3x 1 = 1
masalah untuk dicegah
: tinggi
d. Menonjolnya 2 1 2/2x 1= 1
masalah : harus segera
ditangani
Total 4

D. PENETAPAN PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


Prioritas Diagnosa keperawatan Skore
1. Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga 4 2/3
baru menikah berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah tugas perkembangan keluarga baru
menikah.
2. Kerusakan pemeliharaan rumah berhubungan dengan 4
ketidakmampuan keluarga melakukan perawaatan rumah yang
sehat.
3. Resiko terjadinya konflik berhubungan dengan 3 2/3
ketidaktahuan keluarga mengenal masalah komunikasi pada
keluarga baru nikah.
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BARU NIKAH
1. Diagnosa Keperawatan : Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga baru
menikah berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tugas
perkembangan keluarga baru menikah.
Tujuan Kriteria Standar hasil Intervensi keperawatan
Tupen : Verbal Keluarga dapat menyebutkan 1. Kontrak dengan
Keluarga pengetahuan tugas perkembangan keluarga
memahami keluarga baru menikah • Kaji tingkat pengetahuan
tentang tugas dengan bahasanya sendiri. keluarga tentang tugas
perkembangan Tugas perkembangan perkembangan keluarga
keluarga baru keluarga baru menikah baru menikah
nikah adalah: • Beri reinforcement
Tupen : •Membina hubungan dengan positif atas pengetahuan
Setelah keluarga lain, teman, klien
dilakukan sekelompok sosial •Jelaskan tentang tugas
asuhan beberapa perkembangan keluarga
hari keluarga baru menikah
dapat: •Minta keluarga
1.mengenal mengulang kembali materi
masalah yang telah dijelaskan
perkembangan •Berikan pujian terhadap
keluarga baru kemampuan keluarga
menikah memahami materi yang
2. membuat diberikan
keputusan dalam 2.Diskusikan dengan
perencanaan keluarga perencanaan
dengan keluarga keluarganya.
kapan dan Bantu keluarga
jumlah anak membuat keputusan kapan
yang diinginkan dan berapa jumlah anak
yang diinginkan
Berikan
reinforcement positif jika
keluarga mampu membuat
keputusan yang baik
sesuai dengan sumber
daya yang dimiliki.
2. Diagnosa keperawatan : Kerusakan pemeliharaan rumah berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga melakukan perawaatan rumah yang sehat.
Tujuan Kriteria Standar hasil Intervensi keperawatan

Tupen : Verbal Keluarga dapat Jelaskan tentang


Pemeliharaan pengetahuan menjelaskan rumah sehat rumah sehat
rumah menunjang Menjelaskan efek Jelaskan tentang efek
kesehatan perawatan rumah yang rumah tidak sehat terhadap
keluarga kurang baik terhadap kesehatan keluarga.
Tupen : kesehatan keluarga Jelaskan penyakit-
Setelah dilakukan Menjelaskan penyakit- penyakit akibat lingkungan
asuhan beberapa penyakit yang dapat rumah yang kurang sehat.
hari keluarga muncul akibat lingkungan Motivasi keluarga
dapat: rumah yang tidak untuk membuat keputusan
1.mengenal mendukung kesehatan. perawatan rumah yang
masalah lebih baik
perawatan rumah Identifikasi sumber
yang menunjang daya keluarga untuk
kesehatan meningkatkan perawatan
2. memutuskan rumah.
untuk memelihara
rumah dengan
lebih baik.

3. Diagnosa keperawatan : Resiko terjadinya konflik berhubungan dengan


ketidaktahuan keluarga mengenal masalah komunikasi pada keluarga baru nikah.
Tujuan Kriteria Standar hasil Intervensi keperawatan
Tupen : Verbal Keluarga dapat memahami Jelaskan komunikasi
Keluarga pengetahuan pentingnya berkomunisi yang yang baik antara suami
memahami baik pada pasangan baru kepada istrinya dan
tentang nikah sebaliknya
perlunya •Membina rasa saling percaya Jelaskan pentingnya
komunikasi dan lebih saling menyayangi komunikasi dalam
yang baik pada antar suami dan istri keluarga baru nikah dan
keluarga baru •Menjaga keutuhan rumah kepercayaan
nikah. tangga dengan tidak sehingga tidak terjadi
Tupen : mementingkan keegoisan pertengkaran
Setelah masing-masih. Jelaskan keutuhan
dilakukan keluarga itu penting untuk
asuhan tugas perkembangan
beberapa hari kelurga nantinya.
keluarga dapat:
1.mengenal
masalah
komunikasi
dalam keluarga
2 membuat
keduanya
saling
memahani dan
mengerti serta
lebih bersabar
dengan
keadaan yang
kadang tidak
memihak

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


1.Diagnosa Keperawatan : Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga baru
menikah berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tugas
perkembangan keluarga baru menikah.
Hari/ tanggal Pukul Implementasi Evaluasi
Senin, 26 17.00 Melakukan kontrak S: Ny.N mengatakan mengerti apa
November dengan keluarga yang telah didiskusikan dan akan
Mengkaji tingkat membicarakan dengan suaminya.
pengetahuan keluarga Ny. N mengatakan
tentang tugas pengetahuannya tentang kesehatan
perkembangan keluarga wanita bertambah
baru menikah O: Ny.N aktif dalam diskusi dan
Memberi ada respon terhadap pertanyaan
reinforcement positif atas evaluasi.
pengetahuan klien A: masalah teratasi sebagian
Menjelaskan tentang P: evaluasi pada pertemuan
tugas perkembangan berikutnya.
keluarga baru menikah
Meminta keluarga
mengulang kembali materi
yang telah dijelaskan
Memberikan pujian
terhadap kemampuan
keluarga memahami
materi yang diberikan
Mendiskusikan
dengan keluarga
perencanaan keluarganya.
Membantu keluarga
membuat keputusan kapan
dan berapa jumlah anak
yang diinginkan
Memberikan
reinforcement positif jika
keluarga mampu membuat
keputusan yang baik
sesuai dengan sumber
daya yang dimiliki.

2. Diagnosa keperawatan : Kerusakan pemeliharaan rumah berhubungan dengan


ketidakmampuan keluarga melakukan perawaatan rumah yang sehat.
Hari/ tanggal Pukul Implementasi Evaluasi
Senin, 26 17.00 Menjelaskan S: Ny.N mengatakan
November tentang rumah sehat mengerti dan akan dicoba
Menjelaskan komunikasi dengan suaminya
tentang efek rumah tidak
sehat terhadap kesehatan O: Ny.N menerima konsep
keluarga. dengan baik dan menjawab
Menjelaskan pertayaan
penyakit- penyakit akibat A: masalah teratasi
lingkungan rumah yang P: motivasi keluarga lebih
kurang sehat. intensif
Memotivasi
keluarga untuk membuat
keputusan perawatan
rumah yang lebih baik
Mengidentifikasi
sumber daya keluarga
untuk meningkatkan
perawatan rumah.

3. Diagnosa keperawatan : Resiko terjadinya konflik berhubungan dengan


ketidaktahuan keluarga mengenal masalah komunikasi pada keluarga baru nikah.
Hari/ tanggal Pukul Implementasi Evaluasi
Selasa, 27 17.00 Menjelaskan S: Ny.N mengatakan
November komunikasi yang baik mengerti dan akan dicoba jika
antara suami kepada ada masalah akan dibicarakan
istrinya dan sebaliknya baik-baik.
Menjelaskan O: Ny.N menerima konsep
pentingnya komunikasi dengan baik
dalam keluarga baru A: masalah teratasi
nikah dan kepercayaan P: motivasi keluarga
sehingga tidak terjadi lebih intensif.
pertengkaran
Menjelaskan
keutuhan keluarga itu
penting untuk tugas
perkembangan kelurga
nantinya.