Anda di halaman 1dari 28

MASERASI

Ayu Ina Solichah, S.Farm


MASERASI
MASERASI

Cara penyarian sederhana


yang dilakukan dengan cara
merendam serbuk simplisia
“MACERARE” dengan cairan penyari
selama beberapa hari pada
temperatur kamar dan
terlindung dari cahaya
PRINSIP
Maserasi merupakan proses pengekstrakan simplisia
dengan prinsip utama dari proses maserasi ini adalah
“Perendaman”.

TEORINYA : “adanya proses Difusi”

Larutan yang konsentrasinya tinggi akan terdesak keluar


dan diganti oleh cairan dengan konsentrasi rendah

Keseimbangan konsentrasi
Proses Difusi
Dalam teorinya :
Ketika simplisia yg akan dimaserasi direndam dlm
pelarut yg dipilih, cairan penyari akan menembus
dinding sel dan masuk ke dlm sel yg penuh dgn zat aktif.
Pada saat itu krn ada pertemuan antara zat aktif dan
penyari itu tjd proses pelarutan (zat aktifnya larut
dalam penyari) shg penyari masuk ke dlm sel tsb
akhirnya mengandung zat aktif.
peristiwa tersebut berulang hingga terjadi
keseimbangan antara konsentrasi didalam dan
diluar sel (steady state extraction)
MASERASI
Tujuan :
Digunakan untuk menyari simplisia
1. Yang mengandung zat aktif yang mudah
larut dalam cairan penyari.
2. Yang tidak mengandung zat aktif yang
mudah mengembang dalam cairan
penyari.
3. Yang tidak mengandung benzoin, stiraks,
dan lilin
Pelarut

“Pelarut non air atau pelarut non polar”


Proses

Extraction Concentration
• Derajat
Halus • 3-5 hari • Metode
• Vol solvent
1:75/100
Size reduction Filtration Drying
Waktu

• Waktu maserasi pada umumnya 5 hari,


• Waktu tersebut keseimbangan antara bahan
yang diekstraksi pada bagian dalam sel dengan
luar sel telah tercapai.
End point of maceration

• Maserasi dihentikan saat terjadi titik


keseimbangan konsentrasi atau
JENUH
Bejana Maserasi

Penggunaan bejana untuk maserasi,


sebaiknya dihindari dari bejana yg
mengandung Al, Fe  KENAPA???

Gugus Orto hidroksi


(Flavonoid)
Flavonoid structure
Bejana Maserasi
Keuntungan dan Kerugian

KEUNTUNGAN KERUGIAN

Proses penyarian tidak


Alat sederhana
sempurna
Membutuhkan waktu yang
Biaya relatif murah
lama
Membutuhkan pelarut
Tanpa pemanasan
yang banyak
Kerugian
• Proses penyarian tidak sempurna
Misalnya 100%, sementara penyari yang berada
di luar sel belum terisi zat aktif (nol%) akibat
adanya perbedaan konsentrasi zat aktif di dalam
dan di luar sel ini akan muncul gaya difusi,
larutan yang terpekat akan didesak menuju
keluar berusaha mencapai keseimbangan
konsentrasi antara zat aktif di dalam dan di luar
sel.
Aplikasi
Modifikasi Maserasi

Maserasi
Maserasi
Digesti dengan mesin
melingkar
pengaduk

Maserasi
melingkar Remaserasi
bertingkat
1. Digesti
 Cara maserasi dgn menggunakan pemanasan lemah
(suhu 40o–50o C)

 Hanya dilakukan untuk simplisia yg zat aktifnya tahan


terhadap pemanasan

 Jika cairan penyari mudah menguap pd suhu yg


digunakan, maka perlu dilengkapi dgn pendingin balik
shg cairan akan menguap kembali ke dalam bejana.
1. Digesti
Keuntungan dengan adanya pemanasan :
 Kekentalan pelarut berkurang, yg dpt mengakibatkan
berkurangnya lapisan-lapisan batas.
 Daya melarutkan cairan penyari meningkat, shg
pemanasan tsb mempunyai pengaruh yang sama
dengan pengadukan.
 Kelarutan zat aktif meningkat karena koefisien difusi
berbanding lurus dgn suhu absolut & berbanding terbalik
dgn kekentalan, hingga kenaikan suhu akan
berpengaruh pd kecepatan difusi.
2. Maserasi dengan mesin pengaduk
• Dilengkapi dengan
mesin pengaduk
yang berputar
terus-menerus.
• Waktu proses
maserasi dapat
persingkat menjadi
6-24 jam.
3. Maserasi melingkar
• Maserasi dapat diperbaiki dgn
mengusahakan agar cairan penyari
selalu bergerak dan menyebar.
• Dengan cara ini penyari selalu
mengalir kembali secara
berkesinambungan melalui serbuk
simplisia dan melarutkan zat aktifnya.
3. Maserasi melingkar
• Bejana penyari (A)
• Pipa penghubung
(B)
• Pompa(C)
• Alat penyembur (D)
• Saringan (E)
• Serbuk simplisia
dan cairan penyari
(F)
3. Maserasi melingkar
4. Maserasi melingkar bertingkat
Pada maserasi melingkar, penyarian tdk
dpt dilaksanakan secara sempurna,
karena pemindahan massa akan
berhenti bila keseimbangan telah tjd,
masalah ini dpt diatasi dgn maserasi
melingkar bertingkat
4. Maserasi melingkar bertingkat
• Bejana penyari (A)
• Pipa penghubung
(B)
• Pompa (C)
• Alat penyembur (D)
• Bejana penampung
(E)
5. Remaserasi
• Proses maserasi dilakukan kembali
terhadap ampas hasil maserasi
tahap pertama
• Alasan dilakukan ??
Memaksimalkan proses ekstraksi
5. Remaserasi
Aplikasi ??