Anda di halaman 1dari 4

Menyiapkan putih

Menyiapkan tabung telur, reagen buffer pH 1 tetes putih telur pada


2A, 2B, 2C, 2D 7, biuret, EP, enzim masing-masing tabung
Menyiapkan pipet tetes pankreatin, HCL
12,5%, formalin

4 tetes enzim pepsin


(tabung 2B dan 2C) 3 tetes biuret A dan 1 ml buffer pH 7 pada
dan biuret B pada masing- masing-masing tabung
4 tetes EP (tabung 2D) masing tabung

5 tetes HCL 12,5% 5 tetes formalin pada Pengamatan warna


(tabung 2B) masing-masing tabung setelah penambahan
biuret

Pengamatan warna Pengamatan warna


Inkubasi 10 menit setelah penambahan setelah penambahan
HCL 12,5% penambahan enzim

Pengamatan warna
setelah penambahan
formalin
III. Pencernaan Protein

Pemecahan albumin putih telur segar oleh pepsin (lambung) dan protease pankreatin (EP) pada
suhu ruang

Tabel hasil pengamatan Pemecahan albumin putih telur segar oleh pepsin (lambung) dan
protease pankreatin (EP) pada suhu ruang

Reagen yang dibutuhkan Pengamat Pengam Pengamatan


Pengamat
Enzi an warna atan warna
an warna
m larutan warna larutan
Ta larutan di
(0,2 HC For setelah larutan setelah
bu tabung
Buf Indika mL/ L ma penambah setelah inkubasi 10
ng setelah
PT fer tor 4 12, lin an penamb menit dan
penambah
(tet pH Protei tetes 5 (tet indikator ahan ditambah
an enzim
es) 7 n ) % es) protein HCL formalin
Larutan
berwarna
Larutan Larutan Larutan ungu dan
berwarna berwarna berwarn terdapat
2A 1 1 6 5 ungu ungu a ungu endapan
Larutan
Larutan berwarna
Larutan Larutan berwarn putih pekat
Pep berwarna berwarna a putih dan terdapat
2B 1 1 6 sin 5 5 ungu ungu pekat endapan
Larutan
berwarna
Larutan Larutan Larutan ungu dan
Pep berwarna berwarna berwarn terdapat
2C 1 1 6 sin 5 ungu ungu a ungu endapan
2D 1 1 6 EP 5 Larutan Larutan Larutan Larutan
berwarna berwarna berwarn berwarna
ungu ungu a ungu ungu dan
terdapat
endapan
Sumber : Data Primer Praktikum Biokimia 2016

Berdasarkan hasil praktikum didapatkan hasil bahwa tabung 2A, 2B, 2C dan 2D setelah
ditetesi menggunakan larutan buffer pH 7 tidak mengalami perubahan warna,. Dilakukan
penambahan indikator protein (biuret) 6 tetes, semua larutan pada tabung mengalami perubahan
warna dari putih bening menjadi ungu. Iswari (2006) menyatakan bahwa pada saat larutan yang
mengandung protein ditetesi dengan biuret, larutan akan mengalami perubahan menjadi warna
ungu. Penambahan enzim pepsin sebanyak 4 tetes dan HCL 12,5% sebanyak 5 tetes pada tabung
2B menyebabkan larutan mengalami perubahan warna dari ungu menjadi putih pekat,
disebabkan karena kerja enzim dipengaruhi beberapa faktor yaitu suhu, pH dan substrat, dapat
diketahui dari pH HCL yang bersifat asam, dikarenakan HCL sendiri merupakan asam kuat.
Penambahan HCL pada larutan bertujuan untuk mengaktifkan pepsin menjadi pepsinogen untuk
mencerna protein dari albumin putih telur. Sumardjo (2008) menyatakan bahwa larutan HCL
berperan untuk mengaktifkan pepsin menjadi pepsinogen pada proses pencernaan protein
menjadi protease, pepton, dan polipeptida. Pada tabung 2C yang ditetesi dengan enzim pepsin
tidak mengalami perubahan warna (larutan tetap berwarna ungu). Penambahan EP sebanyak 4
tetes pada tabung 2D tidak menyebabkan larutan mengalami perubahan warna Percobaan
dilanjutkan dengan melakukan inkubasi selama 10 menit pada masing – masing larutan pada
tabung, dan diperoleh hasil bahwa selama inkubasi larutan pada tabung tidak mengalami
perubahan warna. Warna ungu pada tabung 2A, 2C, dan 2D serta warna putih pekat pada tabung
2B. Penambahan formalin sebanyak 5 tetes pada masing –masing larutan dalam tabung
memberikan endapan pada semua larutan namun larutan tidak mengalami perubahan warna.
Warna ungu pada tabung 2A, 2C ,2D dan warna putih pekat pada tabung 2B.
Daftar Pustaka

Iswari, R. S. 2006. Biokimia. Pt. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Sumardjo, D. 2008. Pengantar Kimia. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.