Anda di halaman 1dari 4

Pengorganisasian dan Pemberdayaan Masyarakat

ANALISIS JURNAL

OLEH KELOMPOK 8:

Nurmilda Reskiana (K011171020)


Nur Fitrah Amalia (K011171028)
Nurul Nabila Askar (K011171029)
Muh. Agung S (K011171043)
Amalia Musriani (K011171323)
Susi Susanti (K011171513)
Muthmainnah (K011171513)

KELAS C
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2018/2019
JUDUL

“Sedekah Sampah sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Anak Usia
Dini di Kauman Tamanan Banguntapan Bantul”

LATAR BELAKANG PROGRAM

Permasalahan persampahan di Yogyakarta meliputi permasalahan di bagian Hilir, yaitu penimbul


sampah (masyarakat) yang terus meninngkat. Tidak dikelolanya sampah akan muncul TPS
ilegal. Dampak dari TPS ilegal adalah permasalahan estetika seperti bau yang tidak sedap,
pemandangan yang ternganggu dan ketidaknyamanan. Masalah sampah merupakan masalah
utama di masyarakat dan masih banyak warga yang tidak peduli serta belum memanfaatkan
sampah untuk kegiatan ekonomis.

Pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat dijadikan sebagai suatu usaha untu mengatasi
keterbatasan pemerintah dalam mengelola sampah. Pengelolaan lebih efektif ketika dalam
pelaksanaanya melibatkan masyarakat sebagai penghasil sampah. Sistem pengolaan sampah
berbasis masyarakat sebagai salah satu bagian dari managemen penanggulangan sampah
melibatkan masyarakat sebagai ujung tombak pelaksanaan program.

Di Desa Tamanan Kec. Banguntapan, Bantul, terdapat delapan PAUD. Taman Melati merupakan
satu-satunya PAUD yang pembiayaan operasionalnya mengandalkan penuh pada donatur.
Melalui pengabdian masyarakt sedekah sampah di PAUD Taman Melati ini di harapkan bisa
memberikan tambahan pembiayaan operasional sekaligus memberikan pendidikan kesehatan
lingkungan sejak dini kepada siswa dan pendidikan kesehatan lingkungan kepada orangtuanya,
serta warga sekitarnya. Selain itu, juga menambah ekonomi warga secara kolektif. Secara
langsung melalui pengabdian masyarakat di PAUD memperoleh pendanaan operasional melalui
sedekah sampah. Secara tidak langsung masyarakat mampu melakukan pengelolaan sampah. Hal
ini juga memberikan edukasi kepada Anak Usia Dini dalam melaukan perilaku hidup sehat dan
bersih.
TUJUAN PROGRAM

Tujuan dari program ini adalah memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat yang
bertujuan untuk menghasilkan perubahan positif terhadap sampah dan untuk menggali potensi
dan masalah yang ada di PAUD Taman Melati.

PELAKSANAAN PROGRAM

Tim pelaksanaan program ini adalah dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekes Kemenkes
Yogyakarta. Waktu pelaksanaan program ini pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2017.
Program ini adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini dilaksanakan dengan
metode pemberdayaan yang berbentuk sosialisasi, penyuluhan, edukasi, advokasi dan monitoring
evaluaso. Penyuluhan sebagai proses untuk memberikan edukasi dan kesadaran masyarakat.
Koordinasi dan sosialisasi bertujuan untuk menggali potensi dan masalah yang yang ada di
PAUD Taman Melati, untuk dikembangkan sebuah gerakan sedekah sampah. Advokasi dan
monev bertujuan melakukan pendampingan untuk menjaga konsistensi kegiatan.

FAKTOR PENDUKUNG

1. Pengambas mendapatkan respon yang sangat bagus dengan pengelola PAUD dalam
melakukan koordinasi pelaksanaan program sedekah sampah di PAUD tersebut..
2. Program yang dilakukan sangat sesuai dengan sasaran.
3. Program ini tidak hanya terbatas pada anak PAUD, orang tua siswa juga diikutsertakan
dalam penyuluhan dan kegiatan memilah sampah. Jadi, orang tua siswa dapat
mengenalkan dan memberikan pengalaman baru tentang memilah sampah di rumah serta
terciptanya kerja sama yang baik antara ibu dan anak.
4. Karena adanya terbentuk pengurus sedekah sampah PAUD Taman Melati yang Ketua,
sekretaris dan bendaharanya berasal dari peneglola PAUD sendiri.

FAKTOR PENGHAMBAT

Kurangnya kesadaaran dan partisipasi dari warga sekitar untuk membantu program ini karena
yang turut serta dalam program sedekah sampah baru 50%.