Anda di halaman 1dari 12

TUGAS KEPANITERAAN

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

BALOK SKDN
PUSKESMAS KELURAHAN PEJATEN TIMUR

Disusun Oleh:
Karina Pathya 030.13.106
Izzati Saidah 030.13.234
Fiareza Dilaga 030.12.108

KEPANITERAAN KLINIK
ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS/KESEHATAN MASYARAKAT
PERIODE 27 AGUSTUS 2018 – 03 NOVEMBER 2018
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
Data Penimbangan

DATA POSYANDU KETERANGAN


S Jumlah seluruh balita di wilayah Jumlah seluruh balita di Posyandu
kerja Posyandu Kelurahan Pejaten Timur
K Jumlah balita yang memiliki KMS Jumlah balita yang memiliki KMS
di wilayah kerja Posyandu pada bulan ini di Kelurahan Pejaten
Timur
D Jumlah balita yang ditimbang di Rekapitulasi jumlah balita yang
wilayah kerja Posyandu ditimbang bulan ini dari seluruh
posyandu di Kelurahan Pejaten Timur
N Balita yang ditimbang 2 bulan Rekapitulasi jumlah balita yang N dari
berturut-turut dan garis pertumbuhan seluruh posyandu di Kelurahan Pejaten
pada KMS naik Timur
BGM Jumlah balita yang berada dibawah Rekapitulasi jumlah anak BGM dari
garis merah bulan ini pada KMS seluruh posyandu di Kelurahan Pejaten
Timur
O Jumah balita yang ditimbang bulan Rekapitulasi jumlah balita tidak
ini tapi bulan lalu tidak ditimbang ditimbang bulan sebelumnya dari
seluruh posyandu di Kelurahan Pejaten
Timur
B Jumlah balita yang baru ditimbang Rekapitulasi jumlah balita yang baru
bulan ini dari posyandu yang pertama kali ditimbang bulan ini dari
melapor seluruh posyandu di Kelurahan Pejaten
Timur

A. Jenis Data
1. Jumlah keseluruhan balita usia 0-59 bulan yang ada (S) di wilayah Puskesmas
Kelurahan Pejaten Timur.
2. Jumlah balita usia 0-59 bulan yang memiliki Kartu Menuju Sehat (K) di wilayah
Kelurahan Pejaten Timur.

2
3. Jumlah balita yang datang ditimbang (D) pada bulan penimbangan di wilayah
Puskesmas Kelurahan Pejaten Timur.
4. Jumlah balita yang naik berat badannya (N) pada bulan penimbangan di wilayah
Puskesmas Kelurahan Pejaten Timur.
5. Jumlah anak balita Bawah Garis Merah (BGM) di wilayah Puskesmas Kelurahan
Pejaten Timur.

B. Sumber Data
Data diperoleh dari hasil pemantauan pertumbuhan balita setiap bulan di posyandu yang
ada di wilayah Puskesmas Kelurahan Pejaten Timur.

C. Periode Waktu
Setiap bulan dikumpulkan melalui Posyandu di wilayah Puskesmas Kelurahan Pejaten
Timur.
D. Pengolahan
Dalam Pengolahan penghitungan N dan D harus benar. Misalnya seorang anak
setelah ditimbang mengalami kenaikan berat badan 0,1 kg, ketika data berat badan
tersebut dipindahkan ke KMS ternyata tidak naik mengikuti pita warna, pada contoh ini
anak tidak dikelompokkan sebagai balita yang mengalami kenaikan berat badan.
Data SKDN dihitung dalam bentuk jumlah misalnya S,K,D,N atau dalam bentuk
proporsi misalnya N/D, D/S, K/S dan BGM/D untuk masing – masing Posyandu.
Setelah melakukan kegiatan di Posyandu atau di pos penimbangan petugas
kesehatan dan kader Posyandu (petugas sukarela) melakukan analisis SKDN. Analisisnya
terdiri dari:
1. Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Penimbangan Balita
Yaitu jumlah balita yang ditimbang dibagi dengan jumlah balita yang ada di wilayah
kerja Posyandu atau dengan menggunakan rumus (D/S x 100%), hasilnya minimal
harus mencapai 77%, berdasarkan target yang dimiliki Puskesmas Kelurahan Pejaten
Timur. Apabila dibawah 77% maka dikatakan partisipasi masyarakat untuk kegiatan
pemantauan pertumbuhan dan perkembangan berat badan sangatlah rendah. Hal ini
akan berakibat pada balita tidak akan terpantau oleh petugas kesehatan ataupun kader

3
Posyandu dan memungkinkan balita ini tidak diketahui pertumbuhan berat badannya
atau pola pertumbuhan berat badannya.
2. Tingkat Liputan Program
Yaitu jumlah balita yang mempunyai KMS dibagi dengan jumlah seluruh balita yang
ada di wilayah Posyandu atau dengan menggunakan rumus (K/S x 100%). Hasil yang
didapat harus 100%. Alasannya balita – balita yang telah mempunyai KMS telah
mempunyai alat instrumen untuk memantau berat badannya dan data pelayanan
kesehatan lainnya. Apabila tidak digunakan atau tidak mendapat KMS maka pada
dasarnya program posyandu tersebut mempunyai cangkupan yang sangat rendah atau
biasa juga dikatakan balita yang seharusnya mempunyai KMS karena memang
mereka (Balita) masih dalam fase pertumbuhan ini telah kehilangan kesempatan
untuk mendapat pelayanan sebagaimana yang terdapat dalam KMS tersebut. Khusus
untuk Tingkat Kehilangan Kesempatan ini menggunakan rumus ((S-K)/S x 100%),
yaitu jumlah balita yang ada di wilayah Posyandu dikurangi Jumlah balita yang
mempunyai KMS, hasilnya dibagi dengan jumlah balita di wilayah posyandu
tersebut, semakin tinggi Presentasi Kehilangan Kesempatan, maka semakin rendah
kemauan orang tua balita untuk dapat memanfaatkan KMS. Padahal KMS sangat baik
untuk memantau pertumbuhan berat badan balita atau juga pola pertumbuhan berat
badan balita.
3. Kecenderungan Status Gizi
Indikator lainnya adalah (N/D x 100%) yaitu jumlah balita yang naik berat badannya
dibandingkan dengan jumlah seluruh balita yang ditimbang. Sebaiknya semua balita
yang ditimbang harus mengalami peningkatan berat badannya.
4. Kesinambungan Program
Yaitu jumlah balita yang ditimbang dibagi dengan jumlah balita yang memiliki KMS
di wilayah posyandu atau dengan menggunakan rumus (D/K x 100%).
5. Indikator lainnya dalam SKDN adalah indikator Drop-Out, yaitu balita yang
sudah mempunyai KMS dan pernah datang menimbang berat badannya tetapi
kemudian tidak pernah datang lagi di Posyandu untuk selalu mendapatkan pelayanan
kesehatan. Rumusnya yaitu jumlah balita yang telah mendapatkan KMS dikurangi

4
dengan jumlah balita yang ditimbang, dan hasilnya dibagi dengan balita yang
mempunyai KMS ((K-D)/K x 100%).
6. Indikator lainnya dalam SKDN adalah indikator perbandingan anatara jumlah balita
yang status gizinya berada di Bawah Garis Merah (BGM) dibagi dengan banyaknya
jumlah balita yang ditimbang pada bulan penimbangan (D). rumusnya adalah
(BGM/D x 100%).

E. Penyajian

1. Penyajian dalam bentuk tabular dan grafik/balok.


2. Di tingkat Posyandu pada grafik/balok SKDN.

5
SKDN Wilayah Cakupan Puskesmas Kelurahan Pejaten Timur
Periode Juli-September 2018

Juli 2018 Agustus 2018 September 2018


S K D N
BGM S K BGMD S N BGM K D N
3229 3229 1642 813 8 3229 3229 2331 1211 10 3229 3229 1958 1118 6

Keterangan Juli 2018 Agustus September


2018 2018
Jumlah balita yang ada (S) di wilayah 3229 3229 3229
Puskesmas Lenteng Agung 2.
Jumlah balita yang memiliki Kartu Menuju
Sehat (K) di wilayah Puskesmas Lenteng 3229 3229 3229
Agung 2.
Jumlah balita yang datang ditimbang pada
bulan penimbangan (D) di wilayah Puskesmas 1642 2331 1958
Lenteng Agung 2.
Jumlah balita yang naik berat badannya pada
bulan penimbangan (N) di wilayah Puskesmas 813 1211 1118
Lenteng Agung 2.
Jumlah Balita di Bawah Garis Merah (BGM) 8 10 6

6
BALOK SKDN
PUSKESMAS KELURAHAN PEJATEN TIMUR
JULI – SEPTEMBER 2018

3500

3000

2500
S
2000 K
D
1500
N

1000 BMG

500

0
Juli Agustus September

Tabel Pencapaian Program SKDN


RUMUS BULAN
Juli 2018 Agustus 2018 September 2018
D/S (%) 50,8 % 72,2 % 60,6 %
N/D (%) 49,5 % 51,9 % 57,1 %
K/S (%) 100 % 100 % 100%
D/K (%) 50,8 % 72,2 % 60,6 %
(K-D)/K (%) 49,1 % 27,8 % 39,3 %
BGM/D 0,5 % 0,4 % 0,3 %

7
120.00%

100.00%

80.00% D/S
N/D

60.00% K/S
D/K

40.00% (K-D)/K
BGM/D
20.00%

0.00%
JULI AGUSTUS SEPTEMBER

8
ANALISA SKDN
KELURAHAN PEJATEN TIMUR
PERIODE JULI - SEPTEMBER 2018

Penjelasan Pencapaian Program SKDN


Penilaian data SKDN dihitung dalam bentuk jumlah misalnya S,K,D,N atau dalam
bentuk proporsi misalnya N/D, D/S, K/S, D/K, BGM/D dan (K-D)/K (%) untuk masing – masing
Posyandu di Kelurahan Pejaten Timur.
Dari data-data yang telah didapatkan untuk setiap indikator kemudian dilakukan analisis
SKDN yang terdiri dari :
1. Tingkat partisipasi masyarakat dalam penimbangan balita.
Yaitu jumlah balita yang ditimbang dibagi dengan jumlah balita yang ada di
wilayah kerja Posyandu atau dengan menggunakan rumus (D/S x 100%) hasilnya
minimal harus mencapai 77% apabila dibawah 77% maka dikatakan partisipasi
masyarakat untuk kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan berat badan
sangat rendah. Berdasarkan tabel diatas didapatkan presentasi tingkat partisipasi bulan
Juli sebesar 50,8 %, Agustus sebesar 72,2 % dan September 60,6 %. Kesimpulan dari
data diatas adalah tingkat partisipasi masyarakat di wilayah Kelurahan Pejaten Timur
untuk ke posyandu dibawah nilai minimal pada bulan Juli, Agustus dan September.
2. Kecenderungan status gizi
Kecenderungan status gizi dinilai dengan (N/D x 100%) yaitu jumlah balita yang
naik berat badannya dibandingkan dengan jumlah seluruh balita yang ditimbang. Target
kecenderungan status gizi di wilayah Puskesmas Kelurahan Pejaten Timur adalah 73 %.
Berdasarkan tabel di atas, didapatkan bahwa tingkat kecenderungan status gizi belum
mencukupi target yakni didapati pada bulan Juli hingga september 2018 yaitu sebesar
49,5 %, 51,9 %, dan 57,1 %. Hal ini berarti kecenderungan status gizi di wilayah kerja
Posyandu K elurahan Pejaten Timur masih rendah sehingga perlu dilakukan pemantauan
dan tindak lanjut untuk meningkatkan status gizi balita di bulan-bulan berikutnya.
3. Tingkat liputan program
Yaitu jumlah balita yang mempunyai KMS dibagi dengan jumlah seluruh balita
yang ada di wilayah Posyandu atau dengan menggunakan rumus (K/S x 100%). Target

9
tingkat liputan program di wilayah Puskesmas Kelurahan Pejaten Timur adalah 65 %.
Pada hasil perhitungan yang didapatkan di Posyandu Kelurahan Pejaten Timur pada
bulan Juli sebesar 100 %, Agustus 100 %, dan September 100 %. Hal ini menandakan
hasil yang sangat baik dan menunjukkan semua balita di wilayah kerja Posyandu
Kelurahan Pejaten Timur memiliki KMS.
4. Kesinambungan program
Yaitu jumlah balita yang ditimbang dibagi dengan jumlah balita yang memiliki
KMS di wilayah posyandu atau dengan menggunakan rumus (D/K x 100%). Target
kesinambungan program di wilayah Puskesmas Kelurahan Pejaten Timur adalah 70%.
Berdasarkan data tabel di atas, didapatkan bahwa tingkat kesinambungan program pada
bulan Juli 50,8 %, Agustus 72,2%, dan September 60,6 %. Hal ini menandakan bahwa
tingkat kesinambungan program di wilayah kerja Posyandu Kelurahan Pejaten Timur
sudah cukup baik pada bulan Agustus, namun pada bulan Juli dan September didapatkan
tingkat kesinambungan program yang berada dibawah target, diharapkan dapat lebih
ditingkatkan dan tidak mengalami penurunan di bulan-bulan berikutnya.
5. Indikator lainnya dalam SKDN adalah indikator perbandingan antara jumlah balita yang
status gizinya berada di Bawah Garis Merah (BGM) dibagi dengan banyaknya jumlah
balita yang ditimbang pada bulan penimbangan (D). Rumusnya adalah (BGM/D x
100%). Berdasarkan tabel di atas, didapatkan bahwa jumlah BGM pada bulan Juli 0,5 %,
Agustus 0,4 % dan September 2018 yaitu sebesar 0,3%. Hal ini menunjukkan bahwa
ditemukan balita yang berada di Bawah Garis Merah (BGM) di Kelurahan Pejaten
Timur. Kondisi ini menandakan bahwa tingkat indikator jumlah balita yang status gizinya
berada di bawah garis merah di Kelurahan Pejaten Timur masih perlu ditingkatkan
walaupun angkanya <1%.
6. Indikator lainnya dalam SKDN adalah indikator Drop-Out, yaitu jumlah balita yang
sudah mempunyai KMS dan pernah datang menimbang berat badannya tetapi kemudian
tidak pernah datang lagi di Posyandu. Rumusnya yaitu jumlah balita yang telah
mendapatkan KMS dikurangi dengan jumlah balita yang ditimbang, dan hasilnya dibagi
dengan balita yang mempunyai KMS ((K-D)/K x 100%). Berdasarkan tabel di atas,
didapatkan bahwa jumlah Drop-Out pada bulan Juli hingga September 2018 yaitu sebesar
49,1 %, 27,8 %, dan 39,3%. Hal ini menandakan jumlah Drop-Out mengalami

10
penurunan. Namun banyak faktor yang dapat memungkinkan penurunan angka Drop-Out
tersebut.

11
KESIMPULAN

Dari hasil penilaian data SKDN di wilayah Puskesmas Kelurahan Pejaten Timur
didapatkan bahwa Jumlah balita yang ada (S), Jumlah balita yang memiliki Kartu Menuju Sehat
(K), Jumlah balita yang datang ditimbang (D) pada bulan penimbangan, dan jumlah balita yang
naik berat badannya (N) pada bulan penimbangan serta Penilaian perhitungan data SKDN atau
dalam bentuk proporsi misalnya N/D, D/S, K/S, D/K, BGM/D dan (K-D)/K (%) untuk masing –
masing Posyandu di Kelurahan Pejaten Timur sebagian masih belum mencapai target. Hal ini
dapat dikarenakan masih rendahnya status gizi dan peran dari ibu untuk memenuhinya. Target
selama bulan Juli hingga September 2018 hampir seluruhnya belum tercapai. Hal ini
memerlukan peran masyarakat, terutama di wilayah puskesmas Kelurahan Pejaten Timur dalam
berperan aktif dalam kegiatan Posyandu yang ada, serta peran kader masyarakat yang sudah
sangat aktif untuk mengajak dan mengingatkan masyarakat terutama yang berwilayah di sekitar
Posyandu Kelurahan Pejaten Timur sehingga keikutsertaan balita meningkat, dan dari data
SKDN yang ada, hasilnya dapat sesuai dengan program kerja yang di tetapkan oleh puskesmas
Kelurahan Pejaten Timur.

12