Anda di halaman 1dari 3

Mumps

Definisi
Mumps merupakan suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh paramyxovirus
dengan pedileksi jaringan kelenjar dan saraf.

Etiologi
Penyakit ini disebabkan oleh virus Mumps yaitu virus berjenis ssRNA virus yang
merupakan anggota famii Paramyxoviridae dan genus Paramyxovirus. Virus ini sensitive
terhadap panas dan sinar ultraviolet dan dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan
ludah, bahan muntah, dan urine. Penderita mumps dapat menjadi sumber penularan selama 9
hari sejak keluhan bengkak ditemukan.

Epidemiologi
Mumps endemis di Indonesia. Mumps sering kali menyerang anak usia 5-10 tahun.
Seorang anak akan mendapat kekebalan tubuh terhadap virus paramyxovirus dari ibunya
sampai usia 12-15 bulan saja (itu pun jika ibu pernah mendapat imunisasi sesebelumnya).
Sehingga jarang sekali penyakit ini menyerang anak usia kurang dari 2 tahun.

Patogenesis
Virus mumps ditransmisikan melalui droplet atau kontak langsung. Setelah virus masuk
(misalnya melalui saluran pernapasan), maka virus akan melakukan replikasi pada epitel
saluran pernapasan atas. Setelah itu, virus akan cepat menyebar pada jaringan limfoid lokal dan
terjadilah viremia primer. Setelah itu, virus akan menuju ke organ yang lebih jauh dan spesifik.
Dalam kasus ini, kelenjar parotis adalah tempat utama yang dituju oleh virus. Selain kelenjar
parotis, virus juga bisa menyebar pada sistem saraf puat, testis, epididimis, pankreas, dan
ovarium.

Manifestasi Klinis
Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan,
bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun
demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi
sumber penularan penyakit tersebut.
Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-
18 hari. Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas
dapat digambarkan sebagai berikut :
a. Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam (suhu badan
38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri
rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit
membuka mulut). Kadangkala disertai nyeri telinga yang hebat pada 24 jam pertama..
b. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali
dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami
pembengkakan. Sekitar 70-80% terjadi pembengkakan kelanjar pada dua sisi.
c. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3-5 hari kemudian berangsur mengempis
dan disertai dengan demam yang membaik.
d. Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar air liur di bawah rahang (submandibula),
submaksilaris, kelenjar di bawah lidah (sublingual) dan terjadi edema dan eritematus
pada orificium dari duktus. Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah
zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.

Diagnosis
Diagnosis pada penyakit mumps ditegakkan berdasarkan gejala klinis yaitu pembesaran
dan nyeri pada kelenjar parotis disertai gejala konstitusional. Penyakit mumps tidak
memerlukan pemeriksaan laboratorium, kecuali gejala klinis yang muncul tidak klasik untuk
mumps. Pemeriksaan laboratorium ini dilakukan dengan pemeriksaan serum darah, sekurang-
kurangnya ada 3 uji serum (serologis) untuk membuktikan antibodi mumps spesifik.
Pemeriksaan penunjang yang direkomendasikan oleh CDC untuk menegakkan diagnosa
mumps (gondongen) selain gejala klinis adalah memeriksa titer IgM-anti ND dengan metode
ELISA (Enzym Linked-Immunosorbant Assay).
Diagnosis Banding
1. Supurative parotitis, disebabkan oleh bakteri. Akan ditemukan nanah yang keluar dari
kultur kelenjar dan perubahan kulit di daerah kelenjar akan teraba panas, sedangkan
pada mumps tidak akan teraba panas
2. Recurrent parotitis, pembengkakan parotis yang terjadi berulang kali
3. Limfosarkoma dan tumor-tumor lainnya

Tatalaksana
Pengobatan yang diberikan hanya untuk mengurangi gejala, yaitu paracetamol yang
berfugsi untuk mengurangi nyeri dan demam. Pemberian nutrisi dan cairan yang adekuat
diketahui dapat mempercepat penyembuhan. Pengobatan dengan antivirus sampai saat ini
masih belum terbukti bermanfaat, begitu juga dengan obat imunomodulator.

Perbedaan ruam pada rubella dan campak/morbili

Ruam rubella dan campak sama-sama muncul dari belakang telinga dan wajah kemudian
menyebar ke batang tubuh dan ekstremitas. Akan tetapi ruam pada rubella ini berwarna lebih
gelap, menetap sekitar 3 hari dan kadang terasa gatal. Menghilangnya ruam rubella tidak
membekas seperti ruam pada campak yang membekas. Ruam rubella tidak mengalami
deskuamasi dan tidak menyatu (discrete). Pada manifestasi rubella terdapat enantema
(Forschheimer spots) yaitu bercak merah muda/semu pada palatum molle yang terbentang di
atas fausium.

Sumber:
- Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi VI
- PPDS IKA FK UNUD
- Rampengan, H.T. 2007. Penyakit Infeksi Tropik pada Anak. Jakarta : EGC
- Kuliah dr. Gebyar