Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM

PEMODELAN SISTEM DINAMIS 3


BAB PENCARIAN AKAR-AKAR FUNGSI

Disusun Oleh :

Nama : Isnaeni Yulianti

NIM : 031600478

Prodi : Elektro Mekanika

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum matlab bab Pencarian Akar-Akar Fungsi adalah
sebagai berikut :
1. Mengetahui dan menggunakan metode Newton-Raphson dalam menyelesaikan
pencarian akar suatu fungsi.
2. Menyelesaikan beberapa sistem persamaan dengan menggunakan metode
Newtonraphson.

B. LATAR BELAKANG

Dalam dunia matematika maupun fisika diperlukan suatu metode dalam


mencari hasil dari suatu persoalaan yang dinyatakan dalam model matematis. Dalan
penyelesaian secara numerik, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan seperti
metode biseksi, regula falsi, iterasi, dan Newton Raphson. Masing-masing metode
tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing namun dapat
memberikan hasil yang sama. Untuk lebih memperjelas perbedaan dari masing-
masing metode yang telah disebutkan, kita aplikasikan untuk mencari akar riil dari
persamaan berikut:

Di dalam mencari akar-akar persamaan kuadarat, secara analitik didapatkan


melalui formula-formula dalam palajaran-pelajaran yang telah diperoleh. akan tetapi
dalam penelitian untuk menghitung akar-akar persamaan sampai pada tingkat pangkat
yang mencapai ratusan bahkan ribuan sangat tidak mungkin akan dapat diselesaikan
dalam waktu singkat. Untuk mengantisipasi hal tersebut dapat digunakan beberapa
program yang terdapat dalam komputer sehingga akar-akar persamaan dapat
diperoleh lebih cepat dibandingkan ketika menggunakan cara analitik secara manual.
adapun program-program yang dipakai untuk mencari akar-akar persamaan kuadrat
beragam, salah satunya MATLAB.). Pada umumnya beberapa orang yang memakai
program matlab biasanya menggunakan koding pada m-file atau langsung
menggunakan command window berdasarkan algoritma yang sesuai dalam mencari
akar-akar persamaan tersebut.

C. DASAR TEORI

Banyak ditemui sebuah fungsi sembarang 𝑓(𝑥) adalah masalah untuk mencari
nilai-nilai 𝑥 sedemikian sehingga 𝑓(𝑥)= 0. Pencarian akar-akar suatu fungsi biasa juga
disebut pencarian titik-titik nol suatu fungsi atau penyelesaian masalah tak linear.
Salah satu metode baku yang sering digunakan adalah metode Newton-Raphson. Jika
suatu fungsi 𝑓(𝑥) diekspansikan dengan deret Taylor pada titik 𝑥0 maka akan
diperoleh deret sebagai berikut
𝑓(𝑥)= 𝑓(𝑥0)+(𝑥 - 𝑥0)𝑓'(𝑥0)+1/2(𝑥 - 𝑥0)2𝑓''(𝑥0+ ⋯
Jika nilai 𝑥 = 𝜀 maka
0 = 𝑓(𝑥0)+(𝜀 - 𝑥0)𝑓'(𝑥0)+1/2(𝜀 - 𝑥0)2𝑓''(𝑥0)+ ⋯
Jika deret tersebut dipotong pada turunan pertama serta mencari solusi nilai 𝜀 maka
akan
diperoleh persamaan Newton-Raphson berikut ini
𝑥𝑖+1= - 𝑥𝑖 𝑓(𝑥𝑖)
𝑓'(𝑥𝑖)
Dengan 𝑓'(𝑥𝑖)=[𝑑𝑓(𝑥)𝑑𝑥]𝑥=𝑥𝑖 dan 𝑖 = 0,1, … , …. Langkah awal yang
dilakukan adalah menentukan nilai awal 𝑥0 yang kemudian dihitung untuk mencari
nilai 𝑥 selanjutnya atau 𝑥1. Nilai 𝑥1akan digunakan kembali untuk memperoleh nilai
𝑥2. Dengan mengulangi langkah tersebut denganmetode iterasi maka diperoleh nilai
𝑥𝑛 sedemikan rupa sehingga nilai 𝑥𝑛 itulah yang paling mendekati dengan nilai akar
yang dicari. Iterasi akan berakhir ketika
𝑥𝑛 ≈ 𝑥𝑛-1 atau 𝑓(𝑥𝑛)= 0
Dalam analisis numerik dapat ditunjukkan bahwa iterasi Newton-raphson akan
mencapai konvergensi yang sangat cepat relative dibandingkan metode lain apabila
nilai coba awal yang diberikan tidak terlalu jauh dari nilai akar yang dicari.
BAB II

A. METODE PENELITIAN
Adapun metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :

 Metode Komputasi
Penyelesaian sistem pada Gambar 3.1 dapat dilakukan dengan membuat
MATLAB script dengan langkah sebagai berikut. Pertama yang dilakukan adalah
membuat fungsi yang akan dicari nilai akarnya serta membuat fungsi turunan
pertamanya. Sebagai contoh adalah sebagai berikut.
function f = fung(x)
f = (3/(x^2))-(5/((5-x)^2));
end
yang disimpan dengan nama file fung.m , selanjutnya membuat fungsi turunan
pertama nya
function df = dfung(x)
df = (-6/(x^3))-(10/((5-x)^3));

end

yang disimpan dengan nama dfung.m . Setelah membuat fungsi dan turunan fungsinya
selanjutnya adalah membut M-file untuk menerapkan metode Newton-Raphson
sebagai berikut
clear all;
clc;

x0 = 0.5;
imaks = 100;
tole = 1e-5;
steps = 0;
while steps <= imaks
x1 = x0 - (fung(x0)/dfung(x0));
perb = (fung(x0)/dfung(x0));
if abs(x1-x0) <= tole
break
end
disp(sprintf('%d iteration, the root is %.3f',steps,x1))
x0 = x1;
steps = steps + 1;
end
disp(sprintf('the root is %.3f',x1))
lalu disimpan dengan nama newton_raphson.m . Hasilnya seperti berikut ini
0 iteration, the root is 0.744
1 iteration, the root is 1.094
2 iteration, the root is 1.553
3 iteration, the root is 1.999
4 iteration, the root is 2.173
5 iteration, the root is 2.182
6 iteration, the root is 2.182
the root is 2.182
Selain dapat membuat program M-file untuk metode Newton-Raphson, MATLAB
juga mempunyai fungsi internal untuk menghitung akar-akar suatu fungsi. Prinsip
serta metode yang digunakan oleh fungsi internal MATLAB adalah menggunakan
metode Newton-Raphson. Sebagai contoh adalah sebagai berikut
fun = @fung;
x0 = 2.0;
root = fzero(fun,x0)
Hasil dari menjalankan M-file script tersebut adalah sebagai berikut
root =
2.1825

B. RUMUS
Adapun penggunaan rumus persamaan yang dikerjakan pada tugas praktikum
matlab adalah sebagai berikut :
1. f(x) = (3/(x2))-(5/((5-x)2))
maka turunannya yaitu : df(x) = (-6/(x3))-(10/((5-x)3))
2. f(x) = sin(𝑥 - 7) = 0
maka turunannya yaitu : df(x) = cos ( x - 7 )
3. Mencari akar – akar fungsi sebagai berikut :
a. f(x) = cos 𝑥 + 7𝑥
maka turunannya yaitu : df(x) = - sin (x) + 7
b. f(x) = sin ( x2- 5 )
maka turunannya yaitu : df(x) = cos ( x2- 5 )2x
3
c. f(x) = √𝑥 2 = 7
maka turunannya yaitu : df(x) = 2/3 x -1/3

4. f(x)=(6 / ( 8 + x )2) -( 4/x2)


maka turunannya yaitu : df(x) = -12/( 8 + x )3 + 8/x3

5. f(x)=(3 / (8-x)2 - 2 / x2
maka turunannya yaitu : df(x) = -6/( 8 - x )3 + 4/x2
BAB III

A. GAMBAR / GRAFIK
Adapun gambar atau grafik dari hasil praktikum atau pengerjaan tugas matlab
bab 3 antara lain sebagai berikut:

Gambar 3.1 Grafik untuk f(x) = sin(𝑥 - 7)


( soal tugas no 2 )

Gambar 3.1 Grafik untuk f(x) = sin(𝑥 - 7)


( soal tugas no 3.a)
Gambar 3.1 Grafik untuk f(x) = sin(𝑥 - 7)

( soal tugas no 3.b )

B. PERHITUNGAN
Adapun perhitungan rumus di matlab yang berupa m.file selama pengerjaan
tugas tentang pencarian akar – akar fungsi adalah sebagai berikut :

1. Mengganti nilai awal x0 dengan beberapa nilai dari rumus Newton-Raphson yang
sudah diketahui sebelumnya nilai x0 tersebut antara lain 5.0, 50.0, 2.5, dan 100.0 .
Adapun hasilnya adalah sebagai berikut :
 m.file

fungsi :
function f = fung(x)
f = (3/(x^2))-(5/((5-x)^2));
end

turunan :
function df = dfung(x)
df = (-6/(x^3))-(10/((5-x)^3));
end

Newton-Raphson untuk x0= 5.0


clear all;
clc;

x0 = 5.0 ;
imaks = 100;
tole = 1e-5;
steps = 0;
while steps <= imaks
x1 = x0 - (fung(x0)/dfung(x0));
perb = (fung(x0)/dfung(x0));
if abs(x1-x0) <= tole
break
end
disp(sprintf('%d iteration, the root is %.3f',steps,x1))
x0 = x1;
steps = steps + 1;
end
disp(sprintf('the root is %.3f',x1))

Hasil / command untuk x0 = 5.0 :

0 iteration, the root is NaN


1 iteration, the root is NaN
2 iteration, the root is NaN
3 iteration, the root is NaN
4 iteration, the root is NaN
5 iteration, the root is NaN
6 iteration, the root is NaN
............................
............................
100 iteration, the root is NaN
the root is NaN

Adapun jika menggunakan rumus internal dari matlab sendiri yaitu


adalah sebagai barikut:
clear all;
clc;

fun = @fung1;
x0 = 5.0;
root = fzero(fun,x0)

Command :
Error using fzero (line 309)
Function value at starting guess must be finite and real.

Error in internal2 (line 6)


root = fzero(fun,x0)
Hasil / command untuk x0 = 50.0 mrnggunakan Newton-Raphson:

0 iteration, the root is 70.556


1 iteration, the root is 101.015
2 iteration, the root is 146.365
3 iteration, the root is 214.106
4 iteration, the root is 315.491
5 iteration, the root is 467.397
................................
................................
100 iteration, the root is24373272573934477000.000
the root is 24373272573934477000.000

Hasil / command untuk x0 = 100.0 menggunakan Newton-Raphson:

0 iteration, the root is 144.851


1 iteration, the root is 211.843
2 iteration, the root is 312.101
3 iteration, the root is 462.316
4 iteration, the root is 687.511
................................
................................
100 iteration, the root is 54228205888634634000.000
the root is 54228205888634634000.000

2. Mengganti fungsi awal tersebut dengan 𝑓(𝑥) = sin(𝑥 - 7)= 0 dengan nilai masukan
awal sebagai berikut :
fungsi :
function f = fungno2(x)
f = sin ( x - 7 );
end

turunan :
function df = dfung2(x)
df = cos ( x - 7 );
end

Newton-Raphson untuk masukan x0= 70.0


clear all;
clc;

x0 = 70.0 ;
imaks = 100;
tole = 1e-5;
steps = 0;
while steps <= imaks
x1 = x0 - (fungno2(x0)/dfung2(x0));
perb = (fungno2(x0)/dfung2(x0));
if abs(x1-x0) <= tole
break
end
disp(sprintf('%d iteration, the root is %.3f',steps,x1))
x0 = x1;
steps = steps + 1;
end
disp(sprintf('the root is %.3f',x1))

Untuk mebuat grafik maka ditambah sebagai berikut dalam editor newton
raphson :
x = [1.0:2.0:12.0:50.0];
fungno2 = [ sin( x - 7 )];
plot(x,fungno2,'-O');
title('grafik');
grid on;
xlabel('x'); ylabel('fx');
axis on;
axis square;

maka akan menghasilkan grafik seperti :

Command :

0 iteration, the root is 69.830

1 iteration, the root is 69.832

the root is 69.832

>>

Adapun jika menggunakan rumus internal dari matlab sendiri yaitu


adalah sebagai barikut:
clear all;
clc;

fun = @fungno2;
x0 = 70.0;
root = fzero(fun,x0)
Command :
>>

root =

69.8319

3. Mencari akar-akar fungsi berikut ini dengan sembarang masukan nilai awal:
a. f(x) = cos 𝑥 + 7𝑥

fungsi :
function f = fungno2(x)
f = cos (x)+ 7 * x ;
end

turunan :

function df = dfung2(x)
df = - sin (x) + 7;
end

Newton-Raphson :

clear all;
clc;

x0 = 15.0;
imaks = 100;
tole = 1e-5;
steps = 0;
while steps <= imaks
x1 = x0 - (fungno2(x0)/dfung2(x0));
perb = (fungno2(x0)/dfung2(x0));
if abs(x1-x0) <= tole
break
end
disp(sprintf('%d iteration, the root is %.3f',steps,x1))
x0 = x1;
steps = steps + 1;
end
disp(sprintf('the root is %.3f',x1))

Command :

0 iteration, the root is -1.417

1 iteration, the root is -0.194

2 iteration, the root is -0.142

3 iteration, the root is -0.141

the root is -0.141


Untuk mebuat grafik maka ditambah sebagai berikut dalam editor newton
raphson :
x = [1.0:2.0:12.0:50.0];
fungno2 = [ cos(x)+7*x ];
plot(x,fungno2,'-O');
title('grafik');
grid on;
xlabel('x'); ylabel('fx');
axis on;
axis square;
maka akan menghasilkan grafik seperti :

b. f(x) = sin ( x2- 5 )


fungsi :
function f = fung1(x)
f = sin(x^2 - 5);
end
turunan :
function df = apafung(x)
df = cos ((x)^2 - 5 ) - 2*x ;
end

Newton-Raphson :

clear all;
clc;

x0 = 20.07 ;
imaks = 100;
tole = 1e-5;
steps = 0;
while steps <= imaks
x1 = x0 - (fung1(x0)/apafung(x0));
perb = (fung1(x0)/apafung(x0));
if abs(x1-x0) <= tole
break
end
disp(sprintf('%d iteration, the root is %.3f',steps,x1))
x0 = x1;
steps = steps + 1;
end
disp(sprintf('the root is %.3f',x1))

Command :
0 iteration, the root is 20.093
1 iteration, the root is 20.099
2 iteration, the root is 20.099
the root is 20.099

Adapun jika menggunakan rumus internal dari matlab sendiri yaitu


adalah sebagai barikut:
clear all;
clc;

fun = @fung1;
x0 = 20.7;
root = fzero(fun,x0)

Command :
root =

20.3324
Untuk mebuat grafik maka ditambah sebagai berikut dalam editor newton
raphson :

x = [1.0:2.0:12.0:50.0];
fungno2 = [sin(x.^2 - 5) ];
plot(x,fungno2,'-O');
title('Grafik');
grid on;
xlabel('x'); ylabel('fx');
axis on;
axis square;

maka akan menghasilkan grafik seperti :


3
c. f(x) = √𝑥 2 = 7
fungsi :
function df = apafung(x)
df = (-12/( 8 + x )^3 )+ (8/x^3);
end

turunan :
function f = fung1(x)
f = ( x ^ 2/3) - 7 ;
end

Newton-Raphson:
clear all;
clc;

x0 = 100.0 ;
imaks = 100;
tole = 1e-5;
steps = 0;
while steps <= imaks
x1 = x0 - (fung1(x0)/apafung(x0));
perb = (fung1(x0)/apafung(x0));
if abs(x1-x0) <= tole
break
end
disp(sprintf('%d iteration, the root is %.3f',steps,x1))
x0 = x1;
steps = steps + 1;
end
disp(sprintf('the root is %.3f',x1))

Command :

0 iteration, the root is 2179791650.140

1 iteration, the root is 4101037037728985200000000....

2 iteration, the root is 9666899681512920700000000000000

3 iteration, the root is -Inf

4 iteration, the root is –Inf

.............................

.............................

100 iteration, the root is -Inf

the root is –Inf


Adapun jika menggunakan rumus internal dari matlab sendiri yaitu adalah
sebagai barikut:

clear all;
clc;

fun = @fung1;
x0 = 100.0;
root = fzero(fun,x0)

Command :

Exiting fzero: aborting search for an interval


containing a sign change
because NaN or Inf function value encountered during
search.
(Function value at -2.68156e+154 is Inf.)
Check function or try again with a different starting
value.

root =

NaN

>>

4. Terdapat dua buah muatan, yaitu 𝑞1= -6𝐶 dan 𝑞2= +4𝐶 terpisah sejauh 8 meter secara
garis lurus. Jika terdapat muatan 𝑞3= +1.5𝐶, menari letak 𝑞3 supaya besar total gaya
Coulumb pada 𝑞3 bernilai nol.
fungsi :
function f = fung1(x)
f = (6 / ( 8 + x )^2) -( 4/x^2 );
end

turunan :
function df = apafung(x)
df = -12/( 8 + x )^3 + 8/x^3;
end

Newton-Raphson:
clear all;
clc;

x0 = 15.0 ;
imaks = 100;
tole = 1e-5;
steps = 0;
while steps <= imaks
x1 = x0 - (fung1(x0)/apafung(x0));
perb = (fung1(x0)/apafung(x0));
if abs(x1-x0) <= tole
break
end
disp(sprintf('%d iteration, the root is %.3f',steps,x1))
x0 = x1;
steps = steps + 1;
end
disp(sprintf('the root is %.3f',x1))

Command :

0 iteration, the root is 19.650

1 iteration, the root is 24.809

2 iteration, the root is 29.833

3 iteration, the root is 33.628

4 iteration, the root is 35.326

5 iteration, the root is 35.590

6 iteration, the root is 35.596

the root is 35.596

Adapun jika menggunakan rumus internal dari matlab sendiri yaitu adalah
sebagai barikut:
clear all;
clc;

fun = @fung1;
x0 = 15.0;
root = fzero(fun,x0)

Command :

root =

-3.5959
5. Mentukan besar percepatan gravitasi yang bernilai nol!
fungsi :
function f = fung1(x)
f = (3 / (8-x)^2 - 2 / x^2 ) ;
end

turunan :

function df = apafung(x)
df = -6/( 8 - x )^3 + 4/x^2;
end

Newton-Raphson:
clear all;
clc;

x0 = 20.07 ;
imaks = 100;
tole = 1e-5;
steps = 0;
while steps <= imaks
x1 = x0 - (fung1(x0)/apafung(x0));
perb = (fung1(x0)/apafung(x0));
if abs(x1-x0) <= tole
break
end
disp(sprintf('%d iteration, the root is %.3f',steps,x1))
x0 = x1;
steps = steps + 1;
end
disp(sprintf('the root is %.3f',x1))

function df = apafung(x)
df = -6/( 8 - x )^3 + 4/x^2;
end

Command :
0 iteration, the root is 18.899

1 iteration, the root is 17.657

2 iteration, the root is 16.336

3 iteration, the root is 14.929

...............................

...............................

24 iteration, the root is 8.000


the root is 8.000

Adapun jika menggunakan rumus internal dari matlab sendiri yaitu adalah
sebagai barikut:
clear all;
clc;

fun = @fung1;
x0 = 20.07;
root = fzero(fun,x0)

Command :
root =

3.5959

>>
BAB IV
PEMBAHASAN

Pada hasil praktikum ini, praktikan akan membahas dasar-dasar cara pencarian
akar – akar fungsi dari persamaan yang diketahui dengan menggunakan matlab pada
umumnya yang terdapat pada soal tugas. Pada praktikum pemograman matlab kali
ini, ,praktikan membuat 5 tugas sebagaimana apa yang ada pada modul. Sebagian
besar tugas antara lain membuat penyelesaian sistem dapat dilakukan dengan
membuat Matlab script dengan langkah- langkah antara lain yaitu pertama yang
dilakukan adalah membuat fungsi yang akan dicari nilai akarnya serta membuat
fungsi turunan pertamanya. Sebagai contoh adalah adalah membuat file fung.m dan
dfung.m dengan contoh seperti no 1 pada bagian perhitungan di atas. Dan sebagian
besar menggunakan metode Newton Raphson.

Metode Newton-Raphson merupakan metode pencarian akar suatu fungsi f(x)


dengan pendekatan satu titik, dimana fungsi f(x) mempunyai turunan. Metode ini
dianggap lebih mudah dari Metode Bagi-Dua(Bisection Method) karena metode ini
menggunakan pendekatan satu titik sebagai titik awal. Semakin dekat titik awal yang
kita pilih dengan akar sebenarnya, maka semakin cepat konvergen ke akarnya. Dalam
membuat rumus persamaan pada matlab dan turunannya yang harus berada pada satu
folder dan nama penulisan pada Newton-Raphson harus sama. Pada metode tersebut
kita dapat mevariasikan besarnya x0 yang kita akan masukkan, seperti apa yang ada
pada perhitungan di atas . Nilai x0 pada iterasi terakhir merupakan akar riil yang
dicari. Berdasarkan hasil-hasil yang ditampilkan di atas semua akar yang didapatkan
bernilai sama. Meskipun didapatkan nilai yang sama, sudah tampak jelas bahwa
terdapat perbedaan jumlah iterasi yang dilakukan untuk mendapatkan akar yang
diinginkan. Semakin sedikit iterasi yang dilakukan maka semakin cepat metode
tersebut dalam mendapatkan hasil. Dalam hal ini metode Newton Raphson unggul
dalam kecepatan untuk menentukan hasil yang diinginkan. Sebagai contoh yaitu pada
tampilan berikut untuk metode newton raphson :
Tampilan di atas merupakan tampilan no 1 dari tugas dengan memisalkan x0 = 10.0,
dan tampilan command langsung beberapa detik muncul setelah dilakukan run pada
fungsi newton raphson tersebut.

Kemudian selain dapat membuat program M-file untuk metode Newton-


Raphson, Matlab juga mempunyai fungsi internal untuk menghitung akar-akar suatu
fungsi. Sebenarnnya hampir sama dengan fungsi eksternal matlab / Newton-Raphson.
Namun ada beberapa sebagian pengerjaan tugas ada perbedaan antara pengerjaan
internal matlab dan eksternal misalkan adalah dari tugas no 1 dengan variasi x0= 5.0
seperti di bawah ini :
clear all;
clc;

fun = @fung1;
x0 = 5.0;
root = fzero(fun,x0)

Command :
Error using fzero (line 309)
Function value at starting guess must be finite and real.

Error in internal2 (line 6)


root = fzero(fun,x0)

Command di atas merupakan pengerjaan internal matlab dimana terjadi errror .


Error yang terjadi dikarenakan matlab tidak bisa mengerjakan suatu fungsi tersebut
sedangkan pada metode Newton Raphson juga tampilan command atau iteration
berupa the root is NaN. NaN ( Not a Number ) merupakan perulangan yang terus
dikerjakan oleh matlab namun matlab tidak bisa mengerjakan fungsi tersebut sehingga
tidak ada angka yang muncul.
Pembahasan selanjutnya yaitu pembuatan grafik dengan metode newton
raphson tersebut , pembuatan grafik tersebut seperti praktikum sebelumnya tentang
pembuatan grafik atau dengan memasukkan pengeplotan dimana plot yang digunakan
yaitu berupa x dan fungsi dari persamaan tersebut sebagai contoh pada nomor 3 a
yaitu sebagai berikut :
x = [1.0:2.0:12.0:50.0];]
fungno2 = [ sin( x - 7 )];
plot(x,fungno2,'-O');
title('grafik');
grid on;
xlabel('x'); ylabel('fx');
axis on;axis square;

dan hasil grafik dapat di lihat pada bab III tentang grafik, dimana gambar grafik
tersebut menyerupai gelombang sinus.
Kemudian pada soal tugas no 4 dan 5 yaitu berupa soal cerita dimana kita
sendiri yang menentukan persamaan awal dan kemudian turunannya. Dan dijadikan
ke dalam fungsi eksternal atau Newton Raphson serta fungsi internal matlab. Adapun
masukkan x0 pada soal tersebut adalah dengan variasi bebas sesuai keinginan
praktikan. Pada pengerjaan tersebut terjadi perbedaan root pada internal dan eksternal
matlab.
BAB V
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari praktikum yang telah dilakukan adalah sebagai
berikut:
1. Mahasiswa mampu mengetahui dan menggunakan metode Newton-Raphson
dalam menyelesaikan pencarian akar suatu fungsi. Newton Raphson ini tidak
terlalu panjang tetapi perlu diingat bahwa metode ini memerlukan fungsi dari
turunan pertama fungsi pertamanya sehingga kita perlu membuat fungsi lagi
khusus untuk digunakan pada metode ini contohnya itu fung.m , dfung.m dan
Newton Raphson.
2. Mahasiswa mampu menyelesaikan beberapa sistem persamaan dengan
menggunakan metode Newton Raphson. Contohnya yaitu dalam membuat rumus
persamaan pada matlab dan turunannya yang harus berada pada satu folder dan
nama penulisan pada Newton-Raphson harus sama. Kemudian menggunakan
variasi x0 sesuai dengan apa yang diinginkan maka akan muncul interation atau
root pada lembar command yang dapat berupa angka dan ada yang berupa NaN
( Not a Number).
DAFTAR PUSTAKA

https://syarifkapita.wordpress.com/2014/05/03/menyelesaikan-akar-real-persamaan-kuadrat-
dengan-menggunakan-program-matlab/ . (online). Diakses tanggal 19 Maret 2018 pukul
19.30 WIB

http://al-asror.blogspot.co.id/2015/09/metode-newton-raphson-dan-penyelesaian.html.
(online). Diakses tanggal 19 Maret 2018 pukul 20.00 WIB

Modul Praktikum Bab III Matlab Pencarian Akar-Akar Fungsi.