Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

Analisa Sistem Informasi Radiologi Pada Rumah Sakit Paru Dr.Ario Wirawan
Salatiga

Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Akademik

Kelompok 3 :
1. Ade Ariani Fauzi
(1611311018)
2. Anna Zhifa A Boestari (1611311017)
3. Febriyatul Husna (1611311001)
4. Irnawati (1611312019)
5. Vira Shintya Shafma (1611312017)

Dosen Pembimbing :

Vindy Adiguna S.Kom

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS ANDALAS

2017

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada a sehingga penulis berhasil menyelesaikan modul
singkat ini yang penulis beri judul “Analisa Sistem Informasi Instalasi Radiologi”.
Modul singkat ini berisi tentang penjelasan singkat tentang sistem informasi yang
diterapkan di Rumah Sakit Paru Dr. Wirawan Salatiga. Penulis menyadari bahwa
modul singkat ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua
pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan modul
singkat ini.

Harapan penulis semoga modul ini dapat membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun
isi modul ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Akhir kata, penulis sampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah sangat membantu penulis dalam
menyelesaikan Modul Analisa Sistem Informasi Sistem Radiologi ini.

Padang, 23 November 2017

Tim Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………...………………...….….………………….….………i

DAFTAR ISI ………………...……..……………..…..…….....................................ii

BAB I PENDAHULUAN …..……….…………………….………….………..…….1

1.1 Latar Belakang Masalah...............................................................................1

1.2 Identifikasi Masalah ….…………….………..………................................2

1.3 Batasan Masalah..……………………………..…………………….……....2

1.4 Perumusan Masalah ……………………………………………..……….…2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Analisis Sistem Yang Berjalan…………………..…………....….…………3

BAB III HASIL …………………………………………………………….……….13

BAB IV Kesimpulan dan Saran…………………..............………………..….......16

4.1 Kesimpulan ………………........................……………………..…........16

4.2 Saran …………………………………………………………….............16

DAFTAR PUSTAKA …………........………………………………….…….........17

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan Teknologi Informasi (TI) dalam mendukung dunia usaha
mengalami perubahan yang semakin pesat. Hal itu juga berlaku pada dunia usaha
layanan kesehatan rumah sakit di tanah air. Mengadopsi berbagai kebutuhan rumah
sakit dengan jumlah pasien dan pegawai yang relatif sangat banyak, kini sudah
saatnya dibutuhkan sebuah inovasi teknologi tersendiri. Begitu banyak pasien,
dokter, pegawai, atau calon pasien, tentu akan sangat merepotkan, jika semua
transaksi di dalamnya masih dilakukan secara manual atau menggunakan kertas.
Kini mulai dikembangkan sistem-sistem modern dalam lingkup usaha
kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas. Dibangun sistem di tiap-tiap unit instalasi
dan salah satu di antaranya adalah unit instalasi radiologi.
Abstraksi Unit Radiologi merupakan unit penunjang medis yang mempunyai
peranan penting dalam pelayanan pasien baik sebagai pendiagnosa suatu penyakit
maupun sebagai acuan pemberian arah pengobatan bagi para klinisi dalam sebuah
rumah sakit. Sebagai unit penunjang maka radiologi dituntut untuk selalu siap dalam
pemberian informasi yang dibutuhkan oleh unit-unit terkait, informasi yang diberikan
haruslah lengkap, akurat dan cepat. Dengan peningkatan jumlah penyakit dan pasien
yang semakin bertambah maka untuk sekarang ini mustahil suatu sistem radiologi
masih menggunakan sistem konvensional (manual). Bersyukurlah dewasa ini telah
dikembangkan suatu sistem yang dikhususkan untuk bidang radiologi yaitu Radiologi
Information system (RIS). Salah satu unsur Radiologi Information System adalah
PACS (Picture Archiving Commucation System).
Meskipun sistem informasi radiologi bukanlah suatu hal yang baru namun
masih ada pihak yang kebingungan mengenai sistem tersebut. Oleh karena itu dalam
makalah ini akan dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Sistem Informasi
Radiologi / Radiologi Information system (RIS) mulai dari pengertian RIS,
bagaimana senarnya sistem itu bekerja sampai mengenai unsur-unsur yang ada di

4
dalamya. Diharapkan bisa menambah pengetahuan pembaca mengenai Sistem
Informasi Radiologi.

1.2 Identifikasi Masalah


Berdasarkan permasalahan latar belakang masalah diatas, maka dapat
diidentifikasi beberapa masalah yang ada antara lain:
1. Pengolahan data yang digunakan masih manual
2. Kurang efesien penyimpanan data sehingga mudah sekali kehilangan data
3. Belum memiliki sistem keamanan yang baik sehingga data yang disimpan
mudah sekali hilang atau dicuri
4. Kurang fleksibel pembuatan lapaoran sehingga membutuhkan waktu yang
cukup lama untuk membuat laporan
1.3 Batasan Masalah
Mengingat kemungkinan meluasnya masalah maka penulis membatasi masalah
ini hanya pada :
1. Informasi yang dikumpulkan terbatas hanya pada pasien dan instalasi
radiologi
2. Hanya memproses rekapitulasi laporan
3. Aplikasi yang digunakan adalah database
1.4 Perumusan Masalah
Nantinya aplikasi yang yang kami buat ini bisa menjadi alternatif untuk
pengolahan data pasien radiologi di rumah sakit swasta maupun negri

5
BAB II

PEMBAHASAN

1.1 Pengertian Instalasi Radiologi

Instalasi radiologi : adalah tempat penyelenggaraan pelayanan radiologi dan atau

radioterapi kepada pasien yang membutuhkan dengan menegakkan diagnosis

yang cepat dan tepat dan atau pemberian radioterapi yang akurat.

1.2 Pengenalan RS Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga Rumah Sakit Paru Dr. Ario

Wirawan (RSPAW)

Salatiga merupakan rumah sakit khusus tipe B Non Pendidikan. Berdasarkan

Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI tanggal 26 Juni 2007, Nomor

756/Menkes/SK/VI/2007 tentang penetapan Rumah Sakit Paru sebagai salah satu

rumah sakit unit pelaksana teknis (UPT) Depkes yang menerapkan pengelolaan

keuangan badan layanan umum (BLU) serta SK Menteri Kesehatan RI Nomor

249/Menkes/Per/III/2008 tentang organisasi dan tata kerja RSPAW Salatiga,

pelayanan yang tersedia di RSPAW Salatiga meliputi pelayanan gawat darurat,

pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap, pelayanan radiologi, pelayanan

laboratorium, pelayanan rehabilitasi medik, pelayanan farmasi/apotek dan

pelayanan gizi dengan karyawan terdiri dari tenaga fungsional, struktural, non

fungsional, non struktural, tenaga administrasi serta tenaga non PNS. Jenis

pelayanan radiologi di RSPAW Salatiga meliputi Foto Rontgen dan Ultra

Sonografi dengan peralatan pendukung pelayanan seperti CT-Scan, USG, X-Ray

Viewer, Apron, Film Processeing Tank, Xray Mobile Unit, X-Ray Unit, Mobile

6
Lab. Source Sampling System dan lain-lain. Pelayanan radiologi di RSPAW

Salatiga terbagi di tiga tempat, yaitu IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang

memberikan pelayanan 24 jam (termasuk pasien rawat inap dan rujukan),

poliklinik terpadu dan poliklinik eksekutif memberikan pelayanan rutin rumah

sakit (khusus pasien rawat jalan). Data pasien dan data tentang kegiatan

pelayanan di ketiga tempat pelayanan radiologi tersebut setiap bulannya direkap

dan dilaporkan ke pihak manajemen yang akan digunakan sebagai acuan untuk

menghasilkan informasi (laporan) guna membantu pengambilan keputusan

manajerial.

Berikut Struktur RSPAW Salatiga : Sistem Informasi yang ada di Rumah Sakit

Paru dr. Adi Ariawan (RSPAW) Salatiga :

7
1.3 Sistem Informasi Umum Rumah Sakit di RSPAW

Salatiga Sistem informasi rumah sakit berbasis komputer on-line yang sudah

terhubung dengan Local Area Network (LAN) dan sudah berjalan di RSPAW

Salatiga saat ini adalah di unit rekam medik (filling & pendaftaran yang meliputi ;

IGD, rawat jalan & rawat inap), instalasi farmasi (apotek), unit pembayaran

(kasir) rawat jalan serta informasi pasien rawat inap. Berjalannya sistem

informasi yang ada tentu tidak lepas dari peran sumber daya manusianya dalam

hal ini penyedia jasa pelayanan di RSPAW Salatiga untuk memberikan pelayanan

yang memuaskan bagi pasien dan keluarga pasien (pasien tidak perlu pindah-

pindah ruangan, keluarga pasien mudah dalam membayar, pencatatan identitas

pasien cukup sekali dan menghindari kesalahan dalam pemeriksaan, pencatatan

dan pembayaran).

8
Berikut ini adalah gambaran umum Sistem Informasi Umum Rumah Sakit di RSPAW

Salatiga :

9
1.4 Gambaran Kegiatan Pelayanan di Instalasi Radiologi di RSPAW Salatiga

Kegiatan pelayanan radiologi di RSPAW Salatiga dilaksakanan di tiga tempat

terpisah, yaitu IGD, Poliklinik terpadu dan Poliklinik Eksekutif. IGD menangani

pelayanan pasien gawat darurat, pasien rujukan dan rawat inap sedangkan Poliklinik

terpadu dan Poliklinik Eksekutif menangani pasien rawat jalan. Berdasarkan prosedur

pelayanan pasien di RSPAW Salatiga, maka kunjungan pasien dibedakan menjadi

dua, yaitu :

a. Dalam jam kerja

1. Pasien menuju loket pendaftaran di Poliklinik terpadu atau di Poliklinik

eksekutif kemudian pasien diarahkan / pasien sudah memilih pada poliklinik

yang dituju.

2. Pada pasien dilakukan anamnese dan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan

penunjang (foto rontgen / radiologi) yang diperlukan untuk penegakkan

diagnosa.

3. Pasien kembali ke poliklinik setelah selesai melakukan pemeriksaan

penunjang (foto rontgen / radiologi) untuk mendapatkan hasil diagnosa.

4. Pasien selesai diperiksa dan mendapatkan hasil diagnosa kemudian diarahkan

ke instalasi farmasi untuk mendapatkan obat atau ke rehabilitasi medik bila

diperlukan bagi rawat jalan, sedangkan bagi rawat inap pasien langsung

dibawa ke bangsal rawat inap sesuai pilihan yang dikehendaki pasien.

b. Diluar jam kerja atau pasien dalam kegawatan

1. Pasien langsung diarahkan ke IGD

10
2. Pada pasien dilakukan anamnese dan diberikan penanganan pertama bila

keadaan pasien memungkinkan dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan

penunjang (foto rontgen / radiologi).

3. Bagi pasien yang rawat jalan ditegakkan hasil diagnosanya dan diarahkan ke

instalasi farmasi untuk pengambilan obat, sedang bagi rawat inap pasien

langsung dibawa ke bangsal rawat inap sesuai pilihan yang dikehendaki

pasien.

4. One Day Care (Perawatan Sehari Semalam) adalah pelayanan kegawat

daruratan dengan maksud untuk melaksanakan monitoring terhadap pasien

dengan kegawatan yang dilakukan 1 (satu) hari 1 (satu) malam pada instalasi

gawat darurat, untuk kemudian dilaksanakan rujukan rawat jalan atau rawat

inap sesuai hasil observasi.

5. Perawatan observasi adalah pelaksanaan monitoring pada pasien dengan

kegawatan selama 6 (enam) jam pada instalasi gawat darurat untuk kemudian

dilaksanakan rujukan rawat inap atau pasien dapat pulang jika kondisi

memungkinkan.

11
Berikut Gambaran Pelayanan di Instalasi Radiologi RS Paru Dr. Ario Wirawan

Salatiga:

12
1.5 Sistem Informasi yang ada di RS Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga

 Input

Pengertian Input / Masukan : sekumpulan data mentah dalam organisasi

atau luar organisasi untuk diproses dalam suatu sistem informasi.

Input data yang dilakukan Instalasi Radiologi di RS Paru Dr. Ario

Wirawan Salatiga :

1. Data dari loket pendaftaran pasien rawat jalan

2. Data dari bagian pelayanan instalasi radiologi

 Proses

Pengertian Proses : Sebuah konversi atau pemindahan, manipulasi dan

analisa input mentah menjadi bentuk yang lebih berarti.

Proses data yang dilakukan Instalasi Radiologi RS Paru Dr. Ario Wirawan

Salatiga :

1. Pencatatan data

2. Pengolahan data

3. Rekapitulasi Laporan

 Output

Pengertian Output / Keluaran : Distribusi informasi yang sudah diproses

ke anggota organisasi dimana output tersebut akan digunakan.

Output data yang dilakukann Instalasi Radiologi di RS Paru Dr. Ario

Wirawan Salatiga :

13
1) Laporan pendapatan pasien (berdasarkan tempat pendaftaran, jenis

tindakan & cara pembayaran pasien)

2) Laporan statistik pasien (berdasarkan cara kunjungan, cara

pembayaran, jenis tindakan, cara berobat dan asal kab/kota pasien)

3) Laporan kinerja pelayanan, meliputi :

a. Rata-rata kunjungan per hari

b. Rata-rata kunjungan baru per hari

c. Rasio kunjungan baru dengan total kunjungan

d. Persentase pelayanan spesialistik

e. Rasio kunjungan dengan radiografer

 Database

Pengertian Database : Database adalah susunan record data operasional

lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan

disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu

sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan

olehpara pengguna.

Database data yang dilakuakan Instalasi Radiologi di RS Paru Dr. Ario

Wirawan Salatiga meliputi :

1. Pasien 6. Transaksi Pendaftaran

2. Radiografer 7. Transaksi Pemeriksaan

3. JenisTindakan 8. Dokter

4. Ukuran Film 9. Kab / Kota

5. Cara Bayar 10. Cara Berobat

14
1.6 Tenaga Pelaksana Sistem Informasi Pada Instalasi Radiologi RSPAW Salatiga.

Tenaga pelaksana sistem informasi pada instalasi radiologi di RSPAW Salatiga

meliputi petugas loket instalasi radiologi (petugas administrasi), petugas bagian

pelayanan instalasi radiologi (radiografer) dan pihak manajerial rumah sakit

(Kepala Instalasi Radiologi, Kepala Bidang Medik dan Direktur Utama). Berikut

gambaran tenaga yang terkait dengan pelaksanaan sistem informasi pada instalasi

radiologi RSPAW Salatiga:

Dari gambaran tersebut, petugas bagian loket instalasi radiologi yang mempunyai

tugas rangkap, yaitu merekap register pendaftaran pasien, menuliskan diagnosa dari

dokter spesialis dan membuat laporan semua kegiatan yang ada di instalasi radiologi.

15
BAB III

HASIL

A. Proses Sistem Informasi Radiologi


Diperuntukkan bagi pasien yang membutuhkan fasilitas radiologi seperti
rontgen,usg,CT Scan,dll.
B. Cara Kerja Program
Kegiatan pelayanan radiologi di RSPAW Salatiga dilaksanakan di tiga tempat
terpisah,yaitu IGD, Poliklinik terpadu dan Poliklinik ekslusif. IGD menangani pasien
gawat darurat,pasien rujukan dan rawat inap sedangkan Poliklinik terpadu dan
Poliklinik eksekutif menangani pasien rawat jalan. Berdasarkan prosedur pelayanan
pasien di RSPAW Salatiga,maka kunjungan pasien dibedakan menjadi dua,yaitu :
A. Dalam Jam Kerja

1. Pasien menuju loket pendaftaran di poliklinik terpadu atau poliklinik ekslusif


kemudian diarahkan / pasien sudah memilih pada poliklinik yang dituju.

2. Pada pasien dilakukan anamnesa dan dirujuk untuk melakukaan pemeriksaan


penunjang (foto rontgen / radiologi) yang diperlukan untuk penegakkan
diagnosa.

3. Pasien kembali ke poliklinik setelah selesai melakukan pemeriksaan penunjang


(fot rontgen / radiologi) untuk mendapatkan hasil diagnosa.

4. Pasien selesai diperiksa dan mendapatkan hasil diagnosa kemudian diarahkan ke


instalasi farmasi untuk mendapatkan obat atau ke rehabilitasi medik bila
diperlukan bagi rawat jalan,sedangkan bagi rawat inap pasien langsung dibawa
ke bangsal rawat inap sesuai pilihan yang dikehendaki pasien.

16
B. Diluar jam kerja atau pasien dalam kegawatan

1. Pasien langsung diarahkan ke UGD

2. Pada pasien dilakukan anamnesa dan diberikan penanganan pertama bila keadaan
pasien memungkinkan dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan penunjang (foto
rontgen / radiologi).

3. Bagi pasien yang rawat jalan ditegaskan hasil diagnosanya dan diarahkan ke
instalasi farmasi untuk pengambilan obat,sedangkan bagi rawat inap pasien
langsung dibawa ke bangsal rawat inap sesuai yang dikehandaki pasien.

4. One Day Care (perawatan sehari semalam) adalah pelayanan kegawatdaruratan


dengan maksud untuk melaksanakan monitoring terhadap pasien dengan
kegawatan yang dilakukan 1 (satu) hari 1 (satu) malam pada instalasi gawat
darurat,untuk kemudian dilaksanakan rujukan rawat jalan atau rawat inap sesuai
hasil observasi.

5. Perawatan observasi adalah pelaksanaan monitoring pada pasien dengan


kegawatan selama 6 (enam) jam pada instalasi gawat darurat untuk kemudian
dilaksanakan rujukan rawat inap atau pasien dapat pulang jika kondisi
memungkinkan.

17
Berikut Gambaran Pelayanan di Instalasi Radiologi RS Paru Dr. Ario Wirawan

Salatiga:

18
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil observasi yang penulis buat dapat disimpulkan manfaat sebagai

berikut :

1. Dengan menggunakan sistem database ini pengguna dapat mengemat waktu


dalam penginputan ,pengeditan dan pencarian data secara cepat.

2. Dengan menggunakan sistem database data-data yang dibuat dapat disimpan


dengan aman.

3. Dapat memudahkan dalam pendaftaran dan pembayaran pasien yang


membutuhkan fasilitas radiologi untuk membuat laporan yang akurat.

B. Saran

1. Dalam database yang digunakan sebaiknya ada format pengisian yang jelas
sehingga memudahkan dalam pengolahan data.

2. Database yang digunakan bisa diperbarui lagi.

19
Daftar Pustaka

http://eprints.undip.ac.id/18318/1/Sri_Rahayu.pdf diakses Selasa, 9 Oktober 2012

18:27 http://id.wikipedia.org/wiki/Radiologi diakses Rabu, 10 Oktober 2012 19:39

http://kamuskesehatan.com/arti/radiologi/ diakses Rabu, 10 Oktober 2012 19:45

http://thekicker96.wordpress.com/pengertian-database/ diakses Kamis, 11 Oktober

2012 04:32 http://www.rspaw.or.id/ diakses Sabtu, 13 Oktober 2012 09:37

20