Anda di halaman 1dari 25

Rabu 12 Apr 2017, 19:03 WIB

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di


Kampar Riau
Chaidir Anwar Tanjung – detikNew

Pekanbaru - Warga Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau,
geger atas penemuan mayat pria tanpa identitas. Pihak kepolisian masih mengusut penyebab
tewasnya pria tanpa identitas tersebut.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi menjelaskan mayat pria tersebut awalnya ditemukan
warga desa setempat tadi pagi. Mayat itu ditemukan di semak-semak lapangan bola Desa
Kubang Jaya.

Edy menjelaskan korban pertama kali ditemukan seorang warga bernama Ris Candra. Saat
itu saksi tengah melewati lapangan bola yang telah ditumbuhi semak itu menggunakan becak
motor.

"Saat di lapangan itu, saksi sempat turun dari becaknya karena mengejar burung puyuh dan
sandalnya tersangkut di semak-semak. Ketika mengambil sandalnya yang tersangkut, dia
melihat ada mayat tergeletak," kata Edy.

Melihat hal itu, kata Edy, saksi sempat terkejut. Saksi pun melaporkan kepada warga sekitar
dan memberitahukan ke Polsek Siak Hulu. Tidak lama, pihak kepolisian tiba di lokasi.

"Tim langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan kepada sejumlah warga," kata
Edy.

Kapolsek Siak Hulu Kompol Vera Taurensa menambahkan, jasad korban saat ini sudah
dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru untuk dilakukan visum. Vera
menjelaskan ciri-ciri jasad korban, usia dua puluhan tahun. Mengenakan celana warna hitam
dengan kaus lengan panjang warna abu-abu. Korban juga mengenakan sepatu warna hitam.

"Jika ada warga yang merasa kehilangan keluarganya, bisa segera menghubungi kami," tutup
Vera saat dikonfirmasi terpisah.
(cha/rvk)
Kamis 30 Mar 2017, 09:28 WIB

Ngaku Polisi, Pria di Sulsel Sekap dan Cabuli


ABG 14 Tahun
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews

Makassar - Sungguh bejat perbuatan Robby (28). Ia tega menyekap dan mencabuli
korbannya, sebut saja Mawar, bocah perempuan yang masih berusia 14 tahun, di sebuah
penginapan di jalan poros Barombong-Panciro, Kabupaten Takalar.

Aksi biadab Robby ini terungkap saat anggota Polres Takalar dan Polsek Galesong Utara
menangkapnya pada Rabu malam tadi (29/3/2017), setelah pihak Polsek Galesong Utara
menerima laporan kehilangan dari orang tua korban, sehari sebelumnya, Selasa (28/3)
malam.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes (Pol) Dicky Sondani


kepada detikcom menyebutkan tersangka awalnya melihat korban sedang mengisap lem
bersama dua kawannya di sebuah minimarket di Desa Bontokadopepe, Galesong Utara.
Tersangka, yang mengaku sebagai anggota kepolisian, lalu menarik korban dan
membawanya ke sebuah penginapan.

"Tersangka memaksa korban untuk melakukan hubungan seksual dengan ancaman akan
ditahan di sel seperti dua temannya jika menolak permintaan tersangka," ujar Dicky.

Dicky menyebutkan, setelah menerima laporan orang tua korban, anggota Polsek Galesong
Utara langsung memeriksa kamera CCTV di minimarket dan sekitar lokasi tempat korban
terakhir terlihat oleh saksi-saksi. Tidak lama kemudian, akhirnya tersangka yang dikenal
bekerja sebagai penjaga kapal penangkap ikan tersebut dicokok di wisma tempat
penyekapan.

Selain mengamankan tersangka, anggota Polres Takalar menyita sebuah borgol dan
beberapa kartu identitas dan kartu SIM dari tasnya. Tersangka dijerat Pasal 76 D dan Pasal
76 E UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara
paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.
(mna/fjp)
Minggu 16 Apr 2017, 14:43 WIB

Bocah 8 Tahun di Rohul Riau Dicabuli


Tetangganya di Kebun Sawit
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Rokan Hulu - Bocah usia 8 tahun di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, menjadi korban
pencabulan Paiman (40), tetangganya sendiri. Bocah itu diambil dari kamar di rumahnya untuk
kemudian dicabuli di kebun sawit.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tejo mengungkapkan, korban sebelum
dicabuli sempat disekap. Pelaku kini sudah diamankan pihak jajaran Polres Rohul.

"Jajaran Polres Rohul sudah melakukan olah TKP serta akan melakukan visum terhadap
korban," kata Guntur, kepada detikcom, Minggu (16/4/2017).

Kasus dugaan pencabulan ini, kata Guntur, dilaporkan pertama kali oleh ibu korban. Kejadian
berawal saat Sabtu (15/4) malam sekitar pukul 21.00 WIB, ibu korban pulang menonton TV
dari rumah tetangganya.

Sesampai di rumah, sang ibu tidak melihat putrinya ada di dalam kamar. Menyadari hal
tersebut, sang ibu melapor ke tetangganya. Malam itu juga warga sekitar membantu mencari
korban.

"Sudah dicari tidak ketemu. Setengah jam kemudian, korban muncul dari kebun sawit di
depan rumahnya sambil menangis (lalu) memeluk ibunya," tutur Kombes Guntur.

Paiman (40) (Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)

Setelah ditanya, lanjut Guntur, bocah itu menjelaskan saat tidur dalam kamar datang seorang
pria. Pria yang belakangan diketahui Paiman itu langsung membopong korban keluar dari
rumahnya.

Agar korban tidak berteriak, pelaku membekap mulut korban. Bocah malang itu pun dibawa ke
kebun sawit. Di tengah perkebunan sawit itu terjadi tindak pidana pencabulan anak di bawah
umur.

"Tak terima anaknya menjadi korban pencabulan, orang tua korban melaporkan ke Polsek,"
urai Guntur.
Barang bukti yang diamankan yakni pakaian dalam korban yang robek. "Pelaku saat ini sudah
diamankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tutup Guntur.
(cha/rna)
Kamis 13 Apr 2017, 15:47 WIB

Diduga Stres Usai Cerai, Jono Tewas Gantung


Diri
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Pekanbaru - Jono (52) warga Desa Talang Mulya, Indragiri Hulu (Inhu), Riau, ditemukan
tewas gantung diri. Diduga korban mengakhiri hidupnya karena baru bercerai dengan istrinya.

"Dari keterangan pihak keluarga, baru lima hari lalu korban bercerai dengan istrinya. Sejak
bercerai, korban suka termenung sendirian," kata perwira urusan Humas Polresta Inhu, Iptu
Yarmen Djambak kepada detikcom, Kamis (13/4/2017).

Menurut Yarmen, dari keterangan pihak keluarga korban, sejak perceraian korban memang
selalu termenung. Korban juga suka menyendiri dan sedikit makannya.

"Pihak keluarga menduga korban kemungkinan stres sejak bercerai," kata Yarmen.

Kasus bunuh diri ini, kata Yarmen, pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, Poniah.
Pada Rabu (12/4) sekitar pukul 18.30 WIB, saksi mendatangi rumah korban. Ketika itu korban
tidak terlihat dalam rumah yang pintunya dalam keadaan terbuka.

"Selanjutnya Poniah mencari korban ke rumah lama yang letaknya di sebelah. Di sana
menemukan abangnya sudah tergantung di ruangan dapur," kata Yarmen.

Melihat kejadian itu, kata Yarmen, saksi memberitahukan ke warga lainnya. Polisi langsung
mendatangi lokasi setelah mendapatkan informasi.

"Saat korban dilepaskan dari tali, kondisinya sudah meninggal dunia," kata Yarmen.

Dari pemeriksaan tim medis, kata Yarmen, terdapat sperma di alat vital korban. Ada juga air
liur dari mulut korban.

"Dari pemeriksaan dokter, bahwa di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Korban gantung diri dengan benang nilon putih dan dua jeriken untuk pijakan," kata Yarmen.

Pihak keluarga juga tidak bersedia dilakukan autopsi. "Pihak keluarga sudah mengikhlaskan
atas kejadian tersebut, sehingga tidak memerlukan autopsi," ujar Yarmen. (cha/fdn)
Rabu 22 Mar 2017, 12:29 WIB

Polisi Tangkap Pemerkosa Ibu Rumah Tangga di


Bengkalis
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

Jakarta - Polres Bengkalis di Riau menangkap Agustinus alias Ahok alias Beruk (32).
Residivis ini ditangkap dalam kasus perkosaan terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT).

"Pelaku kita tangkap tanpa melakukan perlawanan. Pelaku ini seorang residivis yang
sebelumnya juga terlibat kasus cabul dan pencurian," kata Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi
Wicaksono kepada detikcom, Rabu (22/3/2017).

Wicak menjelaskan, kasus perkosaan ini terjadi pada Selasa (21/3) sekitar pukul 09.00 WIB di
salah satu kecamatan yang ada di Bengkalis. Saat itu korban yang berusia (23) tengah berada
di rumah sendirian setelah suaminya pergi kerja dan anaknya pergi sekolah.

Melihat kondisi rumah sepi, kata Wicak, pelaku mendatangi rumah tetangganya yang sama-
sama merupakan suku Akid.

"Saat itu korban keluar rumah untuk menjemput anaknya ke sekolah. Namun tiba-tiba pelaku
datang sambil membawa pisau dan golok," kata Wicak.

Pelaku masuk rumah korban langsung mengancam akan membunuh bila korban tidak
melayani nafsunya.
"Jangan bilang siapa-siapa, atau saya bunuh," ujar Wicak menirukan ancaman pelaku ke
korban.

Dengan ancaman tersebut, lanjut Wicak, korban pun ketakutan. Pelaku langsung membuka
paksa pakaian korban. Korbanpun diperkosa di dalam rumahnya.

"Usai memperkosa, pelaku kembali mengancam akan membunuh bila kasus tersebut
diceritakan kepada orang lain," kata Wicak.

Setelah suaminya pulang kerja, kata Wicak, korban menceritakan apa yang sudah dialaminya.
Dari sana, mereka melapor ke pihak polsek setempat.

"Pelaku kita tangkap tadi malam, Saat itu suasana di desa sudah memanas untuk menghakimi
tersangka," kata Wicak.

Selasa malam sekitar 23.00 WIB, pelaku berhasil ditangkap polisi. Saat digelandang dari
rumahnya ke mobil tahanan, pelaku nyaris dihakimi massa. Wicak menambahkan, korban
saat ini belum bisa dimintai keterangan karena masih trauma.
"Namun korban belum bisa kita mintai keterangan lebih lanjut, karena masih trauma," tutup
Wicak.
(cha/rvk)
Jumat 08 Mar 2013, 12:30 WIB

Mayat Terbakar di Kembangan, Polisi Periksa 15


Saksi
- detikNews

Jakarta - Kepolisian Kembangan telah memeriksa 15 saksi untuk diminta keterangan dalam
kasus mayat yang ditemukan terbakar di lahan kosong warga di Kampung Pasar Minggu,
Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Saksi-saksi yang dipanggil ialah warga sekitar dan
penemu mayat pertama kali.

"15 orang saksi dari warga sekitar. Nanti juga mau ada olah TKP,\\\" ujar Kapolsek
Kembangan, Kompol Herru Agus kepada wartawan di Polsek Kembangan, Jumat (8\/3\/2013).

Herru mengatakan, saat ini pihaknya akan mengundang pihak Labfor Mabes untuk membantu
penyelidikan. \\\"Untuk tahu penyebab kematian apa. Soalnya ditubuhnya tidak ada tanda
penganiaan. Luka bakar dari kepala sampai ke bawah,\\\" ujar Herru.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat gosong ditemukan di semak-semak pinggiran


jalan tol Jakarta-Merak pada Kamis (7\/3) sekitar pukul 18.00 WIB, tepatnya di kawasan RT
07\/01, Kembangan Selatan. (spt/mok)
Jumat 14 Apr 2017, 00:24 WIB

Seorang Anak Penderita Autisme Tenggelam di


KBT Cakung
Nugroho Tri Laksono - detikNews

Jakarta - Seorang anak laki-laki berkebutuhan khusus (autisme) dilaporkan tenggelam di Kanal Banjir
Timur (KBT), Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Korban yang bernama Rafli
kurnia Darmawan (16) tersebut masih dicari.

"Informasi dari seorang warga, ada seorang anak yang mengalami gangguan mental tenggelam di KBT
Cakung. Korban bermain bersama empat orang temannya sampai saat ini belum ditemukan," ujar
Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Gatot Sulaiman
kepada detikcom, Kamis (13/4/2017).

Gatot mengatakan korban merupakan warga Jalan Rawa Bebek RT 02/01 Pulogebang, Cakung, Jakarta
Timur. Korban dikabarkan hilang sejak pukul 17.30 WIB.

Seorang anak tenggelam di KBT Cakung. (Foto: dok. Istimewa)

Informasi yang diperoleh dari saksi mata di lokasi kejadian, kata Gatot, korban tenggelam saat bermain
dengan keempat temannya. Saat itu korban terpeleset ke aliran kanal dan tenggelam.

Keempat temannya tak berani menolong dan sempat berupaya meminta pertolongan kepada warga.
Namun korban tak bisa diselamatkan hingga akhirnya tenggelam.

"Warga baru melapor kepada kami sekitar pukul 22.20 WIB. Ada lima petugas damkar yang diterjunkan
ke lokasi malam ini untuk melakukan pencarian dengan membawa peralatan lengkap," kata Gatot.
(idh/idh)
Tamara Bleszynki Polisikan WS dengan
Tuduhan Penganiayaan
Jumat, 15 Apr 2016 17:16 WIB · Desi Puspasari – detikHOT

Jakarta - Sempat lama menepi, Tamara Bleszynski justru membawa kabar tak enak. Mantan
istri Mike Lewis itu melaporkan pria berinisial WS karena tindakan penganiayaan.

Dalam laman Instagram pribadinya, Tamara juga sudah memuat foto yang menjelaskan
proses hukum yang ia tempuh. Kejadian itu terjadi di Bali.

"Melaporkan penganiaan yg dilakukan oleh seseorang berinisial WS. Org tersebut, terus2
menerus mengancam sy dan anak saya di Echo beach,Canggu. Teman2 hati2 bila ke Canggu
Echo Beach, karena org tersebut sering terlihat di Echo beach, Canggu. Mudah2an Bali bisa
aman kembali dan hukum bisa ditegakkan," tulis Tamar dikutip detikHOT, Jumat (15/4).

Kapolsek Kuta Utara, Kompol Wayan Artha Ariawan turut menjelaskan laporan yang dibuat
artis dengan dua anak tersebut.

"Jadi siang ini sedang berlangsung pemeriksaan terhadap saksi-saksi di Polsek Kuta Utara,
jadi saat ini sedang berlangsung saksi ketiga. Untuk pemeriksaan hasil visum (Tamara)
karena ada indikasi kekerasan dan ancaman, masih kita koordinasi dengan rumah sakit,"
terang Wayan Artha.

"Sudah diketahui indentitasnya. Inisialnya WS," tambah Wayan.

Belum terang-benderang mengenai bagaimana tindakan kekerasan yang dituduhkan itu


terjadi. Sampai saat ini pihak berwajib masih menyelidiki laporan Tamara.

"Itu yang sampai saat masih didalami, karena sampai saat ini kami masih menantikan
kehadiran dari telapor," demikian Wayan.
(kmb/kmb)
Kamis 16 Mar 2017, 13:05 WIB

Pemuda di Kendari Ditangkap karena Diduga


Perkosa Nenek 75 Tahun
Siti Harlina - detikNews

Kendari - Malang nasib seorang nenek berusia 75 tahun di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Dia jadi sasaran kekerasan seksual seorang pemuda berinisial FA alias Podo (22).

Dugaan pemerkosaan tersebut terjadi di rumah korban, Senin (13/3/2017) malam.

Kapolsek Abeli Kota Kendari AKP Heni Yohanita menjelaskan saat itu pelaku berkunjung ke
rumah kakaknya yang bertetangga dengan korban. Dia diminta korban membantu menutup
kios. Nah, setelah kegiatan itu, aksi kriminal terjadi.

"Pelaku memeluk korban dan melancarkan aksinya," jelas Heni, Kamis (16/3).

Pelaku yang berdomisili di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, ini ditangkap tak
lama setelah kejadian atas laporan anak korban. Saat ini, dia ditahan di Mapolsek Abeli.

Kepada polisi, pelaku mengaku dalam pengaruh minuman keras. "Korban menyampaikan
kepada anaknya bahwa pelaku telah membuka pakaiannya," ungkap Heni.

Untuk mengusut kasus ini lebih lanjut, polisi masih memeriksa saksi-saksi tambahan. Pelaku
dijerat Pasal 285 KUHP tentang tindak pidana pemerkosaan, dengan ancaman hukuman 12
tahun penjara.
(try/try)
Kamis 13 Apr 2017, 11:11 WIB

Siswi Bunuh Diri Terkait Ujian, Kemendikbud


Kirim Tim Investigasi
Elza Astari Retaduari - detikNews

Jakarta - Seorang siswi di Padang Sidempuan, Sumatera Utara, meninggal dunia


karena bunuh diri diduga dipicu intimidasi terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah melakukan investigasi.

"Sudah kita terjunkan tim ke sana. Pak menteri langsung menugaskan pak Irjen untuk
investigasi khusus, tim sudah ke sana," ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Layanan
Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (13/4/2017).

Siswi SMKN 3 Padang Sidempuan yang meninggal adalah Amelia Nasution yang bunuh
diri dengan cara meminum racun. Dia diduga diintimidasi oknum guru setelah mengungkap
adanya kecurangan USBN (sebelumnya ditulis UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer)
di sekolahnya dengan memosting di media sosial.

Amel dan dua temannya berkomentar soal dugaan kebocoran kunci jawaban USBN yang
dilakukan oleh oknum guru. Kemudian mereka dipanggil oleh pihak sekolah dan ada dugaan
oknum guru melakukan intimidasi. Hingga akhirnya Amel mencoba bunuh diri dengan cara
minum racun.

Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, Amel meninggal dunia pada Senin (10/4) lalu.
Orangtua Amel lalu melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian.

"Sejak waktu kejadian langsung kita tugaskan sampai kemarin meninggal sudah kita turunkan
juga. Masih proses investigasi. Kita belum berani menyampaikan," kata Ari.

Mendikbud Muhadjir Effendy yang memerintahkan langsung pihak Kemendikbud pusat


langsung menginvestigasi masalah ini. Muhadjir menurut Ari bahkan menugaskan langsung
Irjen Kemendikbud, Daryanto.

"Pak menteri sudah menyampaikan kalau ada faktor kesengajaan dari guru atau pihak yang
terlibat, sanksi sangat keras," jelasnya.

Dalam investigasi yang dilakukan Kemendikbud, semua pihak yang terlibat diperiksa.
Termasuk guru-guru di SMKN 3 Padang Sidempuan.

"Iya semuanya. Sampai saat ini siapa yang diperiksa memang lagi proses maka kami tidak
berani menyampaikannya. Hampir selesai atau nggaknya saya belum tahu, tapi yang jelas
masih proses," tutur Ari.
(elz/try)
Senin 10 Apr 2017, 14:35 WIB

Cekcok dengan Suami, Wanita Hamil 4 Bulan


Gantung Diri di Bali
Prins David Saut - detikNews

Denpasar - Ni Nengah Suwitri (23) menuliskan pesan singkat akan pergi jauh kepada
suaminya. Perempuan yang hamil 4 bulan ini nekat gantung diri diduga karena masalah
ekonomi.

"Diduga karena sering cekcok dengan suaminya dan tuntutan ekonomi," kata Kapolres Bangli
AKBP Danang Beni saat dikonfirmasi detikcom, Senin (10/4/2017).

Peristiwa ini diketahui pada Sabtu 8 April 2017 malam di Desa Katung, Kintamani, Bangli, Bali.
Suwitri nekat gantung diri di pohon boni tegalan walau mengandung janin berusia 4 bulan.

"Kami sudah berupaya bersama instansi terkait untuk meminimalisir aksi bunuh diri di wilayah
Bangli. Namun agak sulit karena rata-rata beban ekonomi masyarakat cenderung tinggi dan
aspek sosial," ujar Danang.

Suwitri ditemukan warga sudah dalam kondisi tak bernyawa menggantung dengan tali plastik
warna biru di lehernya. Jasadnya langsung dievakuasi oleh warga dan dilaporkan ke Polsek
Kintamani.

"sebelum kejadian, korban sempat memberi tahu suaminya melalui SMS yang mengatakan
akan pergi jauh. Surat wasiat ditemukan di kamar korban sebagai petunjuk murni bunuh diri,"
ucap Danang.

Informasi juga menyebutkan bayi yang berada di kandungannya dikeluarkan oleh pihak RSUP
Sanglah atas permintaan keluarga. Hal ini karena aturan adat di desa tempat Suwitri akan
disemayamkan dan diupacarakan.
(aan/rvk)
Rabu 22 Apr 2015, 20:47 WIB

Baru Sebulan Bekerja, TKI Asal Lombok Timur


Dianiaya di Malaysia
- detikNews
Jakarta - Baru sebulan bekerja, TKI asal Lombok Timur, Norfia Linda (23) dianiaya
majikannya di Kuala Lumpur, Malaysia. Nofia dipukuli hingga wajahnya lebam, kepalanya
mengalami benjolan dan jari manis kirinya patah.

Dalam keterangan Wakil Dubes RI untuk Malaysia, Hermono, Norfia masuk secara non
prosedural ke Malaysia melalui Medan, Sumatera Utara pada 3 Maret 2015 memakai visa
turis. Sejak bekerja, selama kurang lebih satu bulan, Norfia mengalami penyiksaan oleh
majikannya, sepasang suami istri yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia.

Lantas, Norfia dibuang ke hutan di kawasan Hulu Selangor. Norfia ditemukan di hutan oleh
suku asli di hutan Hulu Selangor pada 19 April 2015 lalu dan langsung dibawa ke RS
Selayang.

"Tadi saya sudah menengok ke rumah sakit dan melihat kondisinya. Seluruh mukanya lebam,
biru, bengkak, di kepala pun ada benjolan, bagian punggung ada lebam bekas pukulan, satu
jari manis kiri patah," jelas Wakil Dubes RI untuk Malaysia, Hermono saat
dihubungi detikcom, Rabu (22/4/2015).

Selain dianiaya, Norfia juga belum digaji karena masih satu bulan bekerja. Norfia dijanjikan
gaji 800 Ringgit per bulan (sekitar Rp 2,8 juta). Namun, gaji 3 bulan pertama Norfia adalah
untuk membayar biaya calo pengiriman TKI.

"Harus bayar biaya pengiriman dulu selama 3 bulan gaji. Modusnya memang demikian, calo di
Malaysia beli dari calo Indonesia, ini modus trafficking konvensional," imbuhnya.

KBRI Kuala Lumpur, imbuhnya, sudah menghubungi aparat kepolisian. Hermono


menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan informasi bahwa pelaku penganiaan sudah
ditangkap.

"Identitas pelaku tak diumumkan dulu karena masih dalam penyelidikan," jelas dia.

KBRI Kuala Lumpur juga melaporkan calo pengirim TKI yang mengirimkan Norfia secara ilegal
ke Mabes Polri. Calo pengirim TKI itu masih merupakan tetangga desa Norfia di Desa
Kampung Mandar, Lombok Timur.

KBRI Kuala Lumpur juga sudah menelisik keluarga Norfia di Lombok Timur. Ternyata, Norfia
diketahui sudah yatim piatu.

"Dia sudah tak punya orang tua. Informasinya dia memiliki kakak yang bekerja di Malaysia,
kita masih mencari kontak kakaknya. Dia sendiri tak tahu keberadaan persis kakaknya, tak
punya nomor teleponnya," imbuhnya.
KBRI Kuala Lumpur saat ini fokus untuk pemulihan kondisi Norfia. Setelah sembuh, Norfia
juga harus menunggu proses hukum majikannya untuk menjadi saksi korban.

"Setelah itu, KBRI memulangkan yang bersangkutan kepada keluarganya di Lombok Timur.
Berapa lama (proses hukumnya) tidak bisa dipastikan. Kita minta pengacara kita
mempercepat proses hukum supaya tak terlalu lama," imbuh dia.
Hermono berharap pencegahan pengiriman TKI ilegal bisa diperketat sejak perekrutan.
Karena, imbuhnya, ada indikasi TKI ilegal meningkat signifikan, terutama dari NTB dan NTT.

"TKI ilegal itu betul-betul tidak terlindungi. TKI dikirim namun tak dipersiapkan, tak dilatih,
sehingga tak tahu apa yang dikerjakan. Ini bisa menjadi pemicu majikan melakukan ini
(penganiayaan)," jelas dia.
Jumat 14 Apr 2017, 10:10 WIB

Polisi Panggil Teman dan Guru Siswi yang


Bunuh Diri Terkait Ujian
Jakarta - Polisi masih menyelidiki kasus bunuh diri siswi SMKN 3 Padangsidimpuan,
Sumatera Utara, Amelia Nasution (19), yang diduga karena diintimidasi oknum guru setelah
mengungkap adanya kecurangan saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Polisi akan
memanggil 3 teman Amelia dan seorang guru untuk dimintai keterangan.

"Hari ini sudah kita buat panggilannya, Senin atau Selasa (pekan depan)," kata Zul saat
dihubungi detikcom, Kamis (13/4/2017).

Zul mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan sebelum ada laporan dari orang tua
Amelia. Tiga teman Amelia dan seorang guru itu telah ditanyai polisi.

"Kita panggil ulang lagi, secara resmilah. Kalau kemarin kan undangan wawancara saja,"
ujarnya.

Laporan kepada polisi disampaikan orang tua Amelia pada Rabu (12/4). Amelia meninggal
dunia pada Senin (10/4) setelah dirawat selama beberapa hari di RSUD setempat.

"Ayah korban melapor ke Polres setelah anaknya meninggal setelah dirawat beberapa hari.
Jenis racun yang diminum adalah racun untuk rumput," kata Kapolres Padangsidimpuan
AKBP Andy Nurwandy.

Percobaan bunuh diri Amel diduga dilakukan karena ada intimidasi dari oknum guru di
sekolahnya. Amel disebut mem-posting bocoran kunci jawaban UNBK di SMKN 3
Padangsidimpuan. Dia dan dua temannya berkomentar soal dugaan kebocoran kunci jawaban
UNBK yang dilakukan oknum guru di sekolahnya.

Amel dan dua temannya itu lalu dipanggil oleh pihak sekolah dan diduga ada oknum guru
yang melakukan intimidasi. Akibatnya, Amel lalu menenggak racun karena tak kuat menerima
intimidasi tersebut.

"Terkait intimidasi, akan kami kembangkan. Soal dikaitkan UNBK, masih kami harus dalami.
Hal tersebut sesuai laporan ayah korban bahwa yang bersangkutan almarhum akibat
intimidasi guru," Wandy menjelaskan.
(idh/rjo)
Kamis 13 Apr 2017, 09:12 WIB

Perahu Tambang di Gresik Terbalik, 12


Penumpang Tenggelam
Imam Wahyudiyanta - detikNews

Gresik - Perahu tambang yang biasa menyeberangkan penumpang di Sungai Wringinanom, Gresik,
terbalik. Saat terbalik, perahu mengangkut sekitar 11-12 penumpang dan tujuh motor.

"Kejadiannya pukul 06.30 WIB," ujar Kapolsek Wringinanom AKP Rudi Hartono saat dihubungi
detikcom, Kamis (13/4/2017).

Rudi mengatakan, perahu tersebut menghubungkan antara Desa Serbo Balongbendo-Sumberame


Wringinanom. Rudi belum tahu detil kronologi peristiwa tersebut. Tetapi dia menduga bahwa perahu
tambang itu terbalik karena kelebihan muatan.

"Semua penumpang tenggelam. Ini lagi proses pencarian," tandas Rudi.


(iwd/bdh)

Selasa 11 Apr 2017, 22:30 WIB

Bocah Lelaki di Banjaran Bandung Tewas


Terperosok ke Sumur
Wisma Putra - detikNews

Kabupaten Bandung -
Jasad seorang anak, Firman (5), mengambang di sumur sedalam tiga meter. Bocah lelaki tersebut diduga terperosok
masuk sumur milik tetangganya saat bermain.

Peristiwa nahas ini terjadi di Kampung Leuwi Gadung, DesaCiapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jabar,
Selasa (11/4/2017). Semula Firman sempat dikabarkan hilang pada pukul 12.00 WIB.

Keluarga sibuk mencari hingga diumumkan oleh pengurus masjid melalui pengeras suara. Pada pukul 15.35 WIB,
kabar pilu mengejutkan keluarga saat warga menemukan Firman tak bernyawa di dalam sumur.

Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik membenarkan kejadian bocah diduga jatuh ke sumur. "Benar ada
kejadian tersebut. Pihak keluarga menganggapnya sebagai musibah, jadi tidak ada tindak lanjut dari kepolisian,"
katanya via telepon.

Lokasi sumur tidak jauh dari rumah bocah Firman atau berjarak sekitar 300 meter. Firman anak semata wayang dari
pasangan suami istri, Kendar (alm) dan Ade Hayati.

Iqbal Sungkawa (20), warga setempat, mengatakan para tetangga melihat anak tersebut tengah asyik bermain bersama
teman sebaya di sekitaran sumur yang posisinya rata dengan tanah. Lubang sumur ditutupi papan dan spanduk bekas.

"Kondisi papan sudah rapuh, sepertinya korban tidak sengaja menginjak papan tersebut sehingga jatuh ke dalam
sumur," ucap Iqbal via pesan singkat.

Namun tidak ada warga melihat langsung Firman terperosok masuk sumur. Beberapa jam kemudian, keluarga panik
bercampur bingung lantaran keberadaan Firman tak diketahui. Keluarga dan sejumlah warga mencarinya.
Cucun (38), saudara korban, kaget bukan kepalang sewaktu mendengar kabar tubuh Firman mengambang di
sumur. "Kami kira Firman diculik. Kan beberapa hari ini marak tuh soal kabar penculikan. Tapi malah ditemukan di
sumur," ucapnya.

"Kalau melihat lokasi kejadian sih mungkin Firman terperosok ke dalam sumur karena hanya ditutupi dengan kayu,"
ujar Cucun menambahkan.

Asep (45), warga setempat, ikut mencari Firman. Lalu ia curiga karena melihat kondisi sumur terbuka. Asep langsung
mengecek.

"Ternyata ada jenazah Firman. Kami langsung memberitahu kepada keluarga bila putranya telah meninggal dunia,"
kata Asep.

Ia tak mengira bocah mungil ini kehilangan nyawa. "Sumur lokasi penemuan korban biasa digunakan untuk kebutuhan
warga sekitar. Memang sumur sumur di sini tidak terlalu dalam dan berada di depan pekarangan," ujar Asep.

Kamis 16 Mar 2017, 16:14 WIB

Ditemukan Gantung Diri, Bocah India Telah


Diperkosa dan Dipukuli
Rita Uli Hutapea - detikNews

New Delhi - Seorang bocah perempuan yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di
India, ternyata telah diperkosa dan dipukuli. Ini terungkap setelah para dokter melakukan
autopsi atas jasad anak berumur 10 tahun itu.

Para dokter yang melakukan autopsi menemukan lebih dari 20 tanda luka-luka di tubuh
korban. Sebagian tanda luka tersebut ditemukan di bagian intim korban. Hasil autopsi tersebut
mengejutkan banyak pihak, termasuk kepolisian.

Awalnya, kepolisian India berkeyakinan bahwa kasus kematian bocah di Kollam, Kerala
tersebut merupakan kasus bunuh diri. Namun dengan hasil autopsi tersebut, kini kepolisian
mulai melakukan penyelidikan kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap korban.
Ayah korban mengatakan kepada media NDTV, selama ini dirinya yakin putrinya tidak bunuh
diri saat ditemukan gantung diri pada Januari lalu.

"Saya terus mengatakan pada polisi bahwa putri saya tidak akan melakukan bunuh diri,"
ujarnya seperti dilansir NDTV, Kamis (16/2/2017). Diimbuhkannya, dia menduga seorang
kerabat keluarga terlibat dalam pemerkosaan dan pembunuhan putrinya.

Insiden ini terjadi hanya beberapa pekan setelah seorang bocah perempuan berumur 9 tahun
ditemukan gantung diri di rumahnya di Palakkad, sekitar 275 kilometer dari Kollam. Kurang
dari dua bulan sebelumnya, kakak perempuannya yang berumur 14 tahun juga ditemukan
gantung diri di rumah tersebut.

Hasil autopsi atas kedua korban menunjukkan bahwa mereka berdua telah berulang kali
diperkosa. Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
(ita/ita)
Kamis 13 Apr 2017, 17:10 WIB

Kapolres Madiun: Enam Jenazah Siswa MTs


Hanyut Sudah Dievakuasi
In'am Tohari - detikNews

Madiun - Setelah empat hari dilakukan pencarian, akhirnya korban hanyut MTs Bani Ali
Mursyid Magetan, berhasil ditemukan. Korban terakhir yang ditemukan hanyut di Sungai
Grape Madiun saat outbond bernama Gandy Eka Priambodo (13) kelas VII.

Jenazah korban ditemukan di sungai Desa Krangkeng Kecamatan Wungu Madiun. Di sekujur
tubuh korban penuh luka lecet dan memar. Selanjutnya mayat dibawa ke kamar mayat RSUP
dr Sudono Madiun untuk divisum.

"Hari ini pencarian telah berhasil menemukan korban ke enam yang bernama Gandy Eka
Priambodo. Dan sekarang jasadnya dibawa ke kamar mayat," kata Kapolres Madiun I Made
Agus Prasatya kepada wartawan, Kamis (13/4/2017).

Foto: Inam Tohari

Sehari sebelumnya, petugas gabungan menemukan jasad Ramadhani (14) kelas VIII di
sungai Desa Prambon Kecamatan Dagangan. Namun penemuan jasad ini sempat terjadi
perdebatan kecil oleh kedua pihak keluarga korban, yakni keluarga Ramadhani dan Gandy.

Purwanto, orang tua Ramadhani mengklaim jasad tersebut anaknya. Sementara pihak paman
Gandy Eka juga mengklaim bahwa jasad tersebut keponakannya.

Namun setelah dilakukan test sidik jadi pada korban dengan ijazah SD, akhirnya diketahui
korban bernama Ramadhani, warga Panekan Magetan. Jasad Ramadhani akhirnya
diserahkan ke pihak keluarga dan dimakamkan Rabu (12/4) malam.
Foto: Inam Tohari

"Dengan ditemukan jasad ke enam ini, berarti seluruh jenazah siswa yang hanyut saat mandi
di Sungai Grape telah kita evakuasi. Semua korban siswa MTs Bani Ali Mursyad Dusun
Banaran Desa Kerik Kecamatan Takeran Magetan," tegas Kapolres.

Sementara itu ini daftar nama-nama 6 korban yang berhasil ditemukan:


1. Ahsan Nur Fuad (14) kelas VIII
2. Hasmi (14) kelas VIII
3. M. Adliyan (13) kelas VII
4. Ma'arif Shahaf (13) kelas VII
5. Ramadhani (14) kelas VIII
6. Gandy Eka Priambodo (13) kelas VII
(fat/fat)
Jumat 07 Apr 2017, 20:09 WIB

Cinta Tak Direstui, Pria di Bekasi Gantung Diri


Nugroho Tri Laksono - detikNews

Bekasi - Yohanes Prangga (25) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Kampung
Pedurenan RT 01 RW 07 Jati Luhur, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi. Masalah asmara
diduga menjadi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.

"Dia bunuh diri karena ada masalah asmara dengan pacarnya. Dugaan sementara jika
hubungan asmara tidak disetujui oleh orang tua pihak perempuan," ujar Kapolres Metro
Bekasi Kota Kombes Hero Henrianto Bachtiar saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat
(7/4/2017).

Peristiwa itu pertama kali diketahui ayah korban, Theo Ngadio. Theo saat itu hendak
membangunkan Yohanes di kamarnya pada Jumat (7/4) sekitar pukul 06.00 WIB. Namun,
saat dibangunkan, pintu kamar korban dalam keadaan terkunci dan korban tak juga menjawab
saat dipanggil.

Kakak korban, Yosep Singgih Guritno, yang mengetahui hal itu, juga langsung berupaya
memaksa masuk ke kamar korban. Keduanya mendapati korban sudah dalam keadaan
tergantung di dalam kamar.

"Korban sudah meninggal dunia dalam keadaan tergantung menggunakan tali tambang
dadung yang dikaitkan ke plafon yang terbuat dari baja ringan," jelas Hero.

Dia menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan Identifikasi Unit Polrestro Bekasi Kota, tidak
ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Jasad korban langsung disemayamkan di
rumah duka karena pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa tali dan telepon genggam milik korban untuk
dilakukan pemeriksaan.

"Murni gantung diri, tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban, pihak keluarga
tidak nuntut secara hukum," kata Hero.
(fdn/fdn)
Jumat 14 Apr 2017, 13:55 WIB

Anak yang Tenggelam di BKT Cakung


Ditemukan Tewas
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

Jakarta - Anak laki-laki yang dilaporkan tenggelam di Kanal Banjir Timur (KBT), Kelurahan
Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, akhirnya ditemukan petugas penyelamat.
Korban ditemukan tewas dan tersangkut di sebuah pintu air.

"Tadi pukul 11.55 WIB, jenazah ditemukan di pintu air BKT Metland Cakung Timur," ujar
petugas Damkar Jakarta Timur, Rahmat Alwi, saat dihubungi detikcom, Jumat (14/4/2017).

Alwi mengatakan jenazah anak yang diduga berkebutuhan khusus (autisme) itu mengambang
di pinggiran tembok BKT.

"Saat evakuasi dilakukan, arus air cukup deras," kata Alwi.

Korban saat ini telah dibawa ke rumah duka, yang beralamat di Jalan Rawa Bebek RT 1 RW 2
Pulogebang, Cakung. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban saat itu tengah
berenang bersama kawan-kawannya di BKT.

"Lalu korban terseret arus dan menghilang," ucapnya.

Korban diketahui bernama Rafli Kurnia Darmawan (16). Korban dikabarkan hilang sejak pukul
17.30 WIB, Kamis (13/4) malam.

Saat korban terbawa arus, keempat temannya tak berani menolong dan sempat berupaya
meminta pertolongan kepada warga. Namun korban tak bisa diselamatkan hingga akhirnya
tenggelam.
(tfq/rjo)
Rabu 12 Apr 2017, 16:23 WIB

Perempuan AS Dituduh Rampok dan Perkosa


Sopir Taksi
BBC Magazine - detikNews

Ohio -Seorang perempuan dari Negara Bagian Ohio, Amerika Serikat, dituduh menodong,
merampok, dan memerkosa seorang sopir taksi.
Menurut kepolisian Kota Findlay, Ohio, perempuan bernama Brittany Carter diduga melakoni
aksi seksual terhadap seorang sopir berusia 29 tahun. Hal itu dia lakoni setelah memesan
taksi Trinity Express pada 28 Januari dini hari.

Selagi aksi berlangsung, rekan Carter yang bernama Corey Jackson dituduh menodongkan
pisau ke tenggorokan sang sopir.

Kepolisian menyebut pasangan itu mengambil US$32 (sekitar Rp 424.000) dari sopir dan
kabur.

"Kami tidak tahu mengapa perempuan itu melakukannya. Mungkin itu untuk mengalihkan
perhatian karena mereka mengambil uang dari sopir," kata Letnan Robert Ring dari Kepolisian
Kota Findlay.

Insiden itu terungkap setelah sopir taksi melapor ke polisi. Carter pun ditangkap tidak lama
sesudahnya.

Kini Carter menghadapi dakwaan pemerkosaan dan perampokan.

Sebelum kasus ini Carter dua kali didakwa atas tuduhan terkait penyimpanan heroin.

Adapun Corey Jackson masih menjadi buronan polisi. Dia dituduh melakukan perampokan
dan bersekongkol dalam aksi pemerkosaan.

(ita/ita)
Kamis 06 Apr 2017, 16:37 WIB

Seorang Ayah di Tangerang Tega Perkosa Anak


Kandungnya
Ahmad Bil Wahid - detikNews

Tangerang - Sungguh bejat kelakukan RS (57). Pria ini tega merenggut kegadisan putri
kandungnya yang berusia 16 tahun itu.

"Korban disetubuhi dan apabila tidak mau menuruti keinginan pelaku, korban diancam akan
dipukul," kata Kapolres Balaraja, Kompol Wiwin Setiawan, Kamis (6/4/2017).

RS diketahui sudah berulang kali melakukan aksi bejatnya itu. Ulah pelaku dilaporkan setelah
korban merasa sudah tak tahan lagi dengan perbuatan ayahnya.

"Perlakuan itu sudah dilakukan pelaku sejak korban duduk di kelas 6 SD. Sebelum melakukan
perbuatannya, pelaku mempertontonkan video porno yang ada di tabletnya terlebih dahulu,"
lanjut Wiwin.

Akibat perbuatannya, RS kini dijerat pasal 81 UU RI nomor 31 tahun 2014 dengan ancaman
hukuman 15 tahun penjara. Polisi juga menyita barang bukti berupa sebuah tablet dan
pakaian milik pelaku. "Pada 28 Maret korban mengadu kepada ibu kandungnya. Pada saat itu
juga dilakukan penangkapan terhadap pelaku," pungkasnya.

RS diketahui sudah 9 tahun bercerai dengan istrinya.

"Pelaku sudah bercerai dengan istrinya sekitar 9 tahun yang lalu. Dikaruniai 3 orang anak,"
kata Wiwin.

Ketiga anak pelaku yakni 2 laki-laki dan 1 perempuan. Seorang anak mereka tinggal bersama
ibu kandungnya.

"2 orang anaknya tinggal bersama pelaku, termasuk korban," lanjut Wiwin
Kamis 13 Apr 2017, 15:15 WIB

Dicekoki Miras, Gadis 15 Tahun di Bogor


Diperkosa 7 Pria
Farhan - detikNews

Bogor - Gadis remaja berusia 15 tahun diperkosa secara bergilir oleh tujuh remaja di Bogor.
Setelah diperkosa, korban yang sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri itu ditinggalkan para
pelaku di pinggir Sungai Pakancilan, Kota Bogor.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

"Korban ditemukan warga di pinggir sungai dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kemudian, oleh
anggota dan warga dibawa ke RS Bhayangkara. Setelah kita periksa, ternyata korban dalam
pengaruh minuman keras," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna saat
diwawancara, Kamis (13/4/2017).

Dari hasil pengembangan, terungkap gadis 15 tahun tersebut diduga menjadi korban
pencabulan dan pemerkosaan oleh sekelompok remaja. Wanita itu dicekoki miras hingga
mabuk dan diperkosa oleh 7 pelaku.

"Dari pemeriksaan, terungkap kalau korban diduga menjadi korban pencabulan dan
perkosaan. Sebelum dicabuli dan diperkosa, korban juga dicekoki minuman keras jenis ciu
dan obat penenang," kata Kombes Ulung.

Para pelaku saat ini sudah ditangkap dan masih dalam pemeriksaan oleh unit Perlindungan
Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bogor Kota. Pelaku yang ditangkap adalah AM, HA, SY,
AP, FH, FS, dan RN. Status 7 pelaku itu diketahui sebagai siswa SMA dan SMK.

"Keterangan sementara, pelaku ada yang mengaku hanya melakukan pencabulan, sementara
beberapa lainnya menyetubuhi korban," ucapnya.
(rvk/vid)
Rabu 29 Mar 2017, 13:47 WIB

Napi Lapas Sikka Tewas Gantung Diri Pakai


Sarung di Pohon
Amar Ola Keda - detikNews

Sikka - Nikolaus Ware, narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sikka, Nusa


Tenggara Timur (NTT), tewas gantung diri. Nikolaus gantung diri di atas pohon mangga
menggunakan sarung.

"Dia ditemukan oleh petugas kami yang piket. Saat membangunkan seluruh napi, petugas
melihat ada kotoran manusia di bawah pohon. Saat dilihat ke atas, ternyata korban sudah
tergantung," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Maumere, Hudi Ismono kepada detikcom, Rabu,
(29/3/2017).

Hudi mengatakan, Nikolaus sudah menjalani hukuman penjara 2 tahun dari vonis 5 tahun
dalam kasus pencabulan. Selama menjalani hukuman, Nikolaus dikenal sebagai napi yang
pendiam.

"Beberapa hari ini dia mengeluh sakit kepala sehingga saat ini dia dalam perawatan dokter
klinik. Hari Senin kemarin istrinya datang menjenguknya," kata Hudi.

Istri Nikolaus, Yuvensia Lanu (57) mengaku tak menyangka jika kunjungannya pada Senin
(27/3) merupakan hari terakhir dirinya bertemu dengan sang suami.

Saat itu, Nikolaus menurut Yuvensia mengeluh sakit kepala karena mengingat nasib ketiga
anaknya yang masih sekolah.

"Dia mengaku pikiran dengan nasib anaknya. Dua anak kami sedang kuliah dan satunya
masih SMS," ujarnya.

Dari pantauan detikcom, jenazah korban yang diturunkan oleh anggota Polres Sikka,langsung
dibawah ke RSUD dr. T.C. Hillers Maumere untuk dioutopsi.
(fdn/fdn)
Kamis 06 Apr 2017, 18:13 WIB

Tak Ada Luka di Tubuh Fabianus, Mahasiswa


yang Kesurupan hingga Tewas
Amar Ola Keda - detikNews

Kupang - Fabianus Hale Bere (22), mahasiswa semester VI Universitas Kristen Artha
Wacana Kupang Jurusan FKIP Bahasa Inggris, tewas di kamar kos setelah kesurupan. Polisi
menyebutkan tak ada luka di tubuh korban.

"Dari pengamatan, tidak ada tanda kekerasan," kata Kasat Reskrim Polres Kupang Kota AKP
Lalu Musti Ali kepada detikcom, Kamis (6/4/2017).

Lalu menjelaskan kepolisian tak melakukan visum karena keluarga korban tak mengizinkan
autopsi ataupun visum.

"Keluarga menolak (autopsi dan visum)," ujar Lalu.

Fabianus tewas di kamar kosnya sekitar pukul 11.00 Wita. Sebelumnya, berdasarkan
keterangan teman-temannya, dia kesurupan dengan meneriakkan kalimat tak jelas sejak
Rabu (5/4) malam. Dia sempat menyebut akan mati pada pukul 03.00 atau 06.00 Wita.

Selama kesurupan, korban dijaga teman-temannya. Korban diketahui mengembuskan napas


terakhir setelah teman-temannya bangun tidur hari ini.
(try/try)
Rabu 05 Apr 2017, 13:54 WIB

Suami Isteri Sekap dan Perkosa Penderita


Gangguan Mental Selama 8 Tahun
BBC Magazine - detikNews
London -
Sepasang suami istri yang menjadikan seorang perempuan difabel sebagai sasaran serangan
seksual mengerikan dalam penyekapan selama delapan tahun, dijatuhi hukuman penjara.

Keith dan Caroline Baker menyekap korban mereka di sebuah ruangan kumuh tanpa karpet,
bola lampu, seprai atau tirai, selama delapan tahun.

Polisi menyelamatkan perempuan itu dari sebuah rumah di Craigavon, County Armagh,
Inggris pada tahun 2012.Perempuan yang menderita kesulitan berpikir itu ditemukan dalam
keadaan sangat kurus dan tinggal hanya satu gigi yang tersisa di mulutnya.

Saat ditemukan, berat badannya hanya 38kg.Saat menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara
kepada Keith Baker, Hakim Patrick Lynch menggambarkan lelaki 61 tahun itu sebagai sejenis
monster seksual yang menyalahgunakan istrinya sebagai 'pion yang mematuhi perintahnya.'

Pasangan ini di persidangan bulan lalu mengaku bersalah atas berbagai dakwaan, termasuk
pemaksaan seksual terhadap seorang perempuan yang menderita gangguan mental.

Keith Baker juga didakwa melakukan perkosaan dan serangan tidak senonoh.

Istrinya yang berumur 54 tahun, dijatuhi hukuman tiga tahun.

"Tidak mudah untuk memahami bagaimana orang-orang ini telah kehilangan kompas moral
begitu rupa, sehingga bisa menjadikan seorang individu, yang jelas menderita gangguan
mental yang serius, sebagai sasaran penganiayaan seksual dan merampas martabatnya,"
kata hakim.

Tempat penyekapan digambarkan sebagai 'rumah horor,' dan sang korban disekap dalam
sebuah ruangan yang pintunya sudah dicopot gagangnya.

Satu-satunya toilet baginya dipenuhi dengan kotoran manusia.

Pasangan ini menculik perempuan ini dari rumahnya di Inggris pada tahun 2004, dan ia
dilaporkan hilang oleh suaminya.

Dia ditemukan oleh polisi di Irlandia Utara delapan tahun kemudian setelah mendapat laporan
dari seorang perempuan bernama Mandy Highfield.

Mandy Highfield juga hidup dengan Keith Baker dan merupakan ibu dari empat anak Baker.

Ketika polisi menggeledah rumah itu, ditemukan berbagai video yang menunjukkan
bagaimana suami isteri Baker menganiaya korban mereka secara seksual.Polisi menyebut,
penganiayaan terhadap perempuan itu 'difilmkan untuk tujuan kepuasan seksual para pelaku.'

(ita/ita)