Anda di halaman 1dari 5

1. Mengapa pasien merasakan nyeri tenggorokan dan nyeri otot?

2. Mengapa gejala disertai demam?


3. Mengapa pada pemeriksaan x ray didapat infiltrate difus, multifocal dan tersebar?
4. Mengapa didapatkan kesan leukopenia, limfopenia, trombositopenia?

5. Apa hubungan dari lingkungan memelihara unggas dengan diagnosis?


Unggas  lebih sering terkena avian influenza akibat infeksi virus influenza tipe A 
tipe A yang H5N1  kemampuannya dalam mengubah antigen permukaan  secara
cepat ( antigenic shift )  penyusunan kembali gen gen H dan N pada human dan avian
influenza viruses melalui perantara host ketiga ( baik langsung melalui manusia ataupun
melalui perantara babi karena babi bersifat rentan baik terhadap avian maupun human
viruses

 Ada 2 protein dalam virus influenza A yaitu


- Hemaglutinin (H) terdapat 15 macam, H1 – H15
- Neuroaminidase ( N ) terdapat 9 macam , N1-N9

 Virus influenza tipe A disebut juga influenza burung atau avian influenza yang mana
tidak semua subtype virus influenza tipe A bisa menyerang manusia . Virus avian
influenza digolongkan dalam Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI)

 Subtipe yang lazim ditemukan pada manusia antara lain dari kelompok H1, H2, H3,
serta N1 dan N2 dan disebut sebagai human influenza . Setidaknya terdapat 15
subtipe virus influenza yang terdapat pada populasi burung dimana manusia dapat
berfungsi sebagai lahan pencampur

Ilmu Penyakit Dalam Jilid I.2014

6. Apa diagnosis dan diagnosis banding?


7. Bagaimana kriteria diagnosis?
Uji konfirmasi :
 Kultur dan identifikasi virus H5N1
 Uji Real Time Nested PCR (Polymerase Chain Reaction ) untuk H5
 Uji serologi :
o Imunofluoresence (IFA) test
Adanya antigen positif dengan menggunakan antibody monoclonal
influenza A H5N1
o Uji netralisasi
Didapatkan titer peningkatan titer antibody spesifik influenza A/H5N1
sebanyak 4 kali dalam paired serum
o Uji penapisan
 Rapid test untuk mendeteksi influenza A
 HI test dengan darah kuda untuk mendeteksi H5N1
 Enzyme Immunoassay (ELISA) untuk mendeteksi H5N1
Ilmu Penyakit Dalam Jilid I.2014

8. Apa etiologi dari scenario?


 Virus H5N1 yang terdapat pada unggas
 Kelompok yang beresiko tinggi terinfeksi flu burung :
o Pekerja peternakan / pemrosesan unggas ( termasuk dokter hewan )
o Pekerja laborat yang memproses sampel pasien / unggas terjangkit
o Pengunjung peternakan / pemrosesan unggas ( 1 minggu terakhir )
o Pernah kontak dengan unggas yang sakit / mati mendadak yang belum
diketahui penyebabnya atau babi serta produk mentahnya dalam 7 hari
terakhir
o Pernah kontak dengan penderita AI konfirmasi dalam 7 hari terakhir
Ilmu Penyakit Dalam Jilid I.2014

9. Bagaimana patogenesis dari scenario?


Penyebaran AI melalui udara (droplet infection)  virus tertanam dalam membrane
mukosa yang melapisi saluran nafas atau langsung ke alveoli ( tergantung ukuran
droplet )  virus akan terpajan mukoprotein yang mengandung asam sialat yang dapat
mengikat virus  berikatan melalui reseptor spesifik tergantung darimana virus berasal
 mukoprotein yang berikatan dengan virus mencegah virus untuk berikatan langsung
dengan saluran nafas  adanya protein Neuroaminidase pada virus  memecah ikatan
virus dengan mukoprotein  virus dapat berikatan dengan epitel saluran nafas  virus
bereplikasi di dalam sel tersebut ( 4- 6 jam )  virus menyebar ke sel sekitarnya  sel
sel yang terinfeksi membengkak dan intinya mengkerut  sel nya mengalami piknosis
 bersamaan dengan disintegrasi dan hilangnya silia  terbentuk badan inklusi

 Virus avian influenza manusia (Human influenza viruses) dapat berikatan dengan
alpha 2,6 sialiloligosakarida yang berasal dari membrane sel di mana didapatkan
residu asam sialat yang berikatan dengan residu galaktosa melalui 2,6 linkage

 Virus AI dapat berikatan dengan sel mukosa melalui ikatan yang berbeda yaitu ikatan
2,3 linkage yang terdapat pada unggas
 Adanya perbedaan ini menjelaskan mengapa virus AI tidak dapat mengadakan
replikasi secara efisien pada manusia

Ilmu Penyakit Dalam Jilid I.2014

10. Bagaimana pemeriksaan penunjang dari scenario?


 Hematologi
Hemoglobin, leukosit, trombosit, hitung jenis leukosit, total limfosit
Umumnya ditemukan : Leukopeni, lomfositopeni, trombositopeni

 Kimia
Albumin / globulin, SGOT/SGPT , ureum, kreatinin, kreatin kinase, analisa gas
darah
Umumnya : ↓albumin, ↑SGOT/SGPT, ↑ureum, ↑kreatinin, ↑kreatin kinase,
analisa gas darah bisa normal atau abnormal

 Pemeriksaan radiologi
Pemeriksaan foto thorax PA dan lateral ( bila diperlukan )
Ditemukan gambaran : infiltrat paru yang menunjukkan kasus pneumonia

Ilmu Penyakit Dalam Jilid I.2014

11. Bagaimana manifestasi klinis dari scenario?


 Secara umum sama seperti gejala ILI (Influenza Like Illness) yaitu batuk, pilek,
demam
 Demam cukup tinggi yaitu >38 ˚C
 Nyeri tenggorokan dan myalgia, gejala lain berupa malaise dan sefalgia
 Kelainan laborat : leukopenia, limfopenia, trombositopenia
 Kelainan foto thorax : infiltrate difus, multilokal, atau tersebar (patchy) atau
dapat berupa kolaps lobar
Ilmu Penyakit Dalam Jilid I.2014
12. Bagaimana tatalaksana dari scenario?
Prinsip tatalaksana avian influenza antara lain :
- Istirahat
- Peningkatan daya tahan tubuh
- Pengobatan antiviral, antibiotic, dan antiinflamasi
- Perawatan respirasi
- Pemberian imunomodulator
Antiviral sebaiknya diberikan pada awal infeksi yakni 48 jam pertama dengan pemilihan
obat antara lain :
- Penghambat M2 :
o Amantadin (symadine)
o Rimantidine (flu-madine)
Dengan dosis 2x / hari 100 mg atau 5mg/kgBB selama 3-5 hari
- Penghambat Neurominidase (WHO)
o Zanamivir (Relenza)
o Oseltamivir (tami-flu)
Dengan dosis 2x 75 mg selama 1 minggu
Ilmu Penyakit Dalam Jilid I.2014
13. Mengapa pasien diberi oseltamivir, antipiretik, antitusiv dan mukolitik?

14. Bagaimana pencegahan dari scenario?

Strategi penanggulangan Avian Influenza


1. Isolasi lokasi peternakan telur
2. Dekontaminasi kandang / peralatan
3. Vaksinasi hewan sehat
4. Depopulasi unggas / pemusnahan
5. Surveillans dan penelusuran
6. Penanganan ketat lalu lintas unggas hidup
7. Prosedur disposal di bawah pengawasan
8. Meningkatkan kesadaran masyarakat
Ilmu Penyakit Dalam Jilid I.2014

15. Sifat virus influenza


Virus influenza atau disebut juga kelompok Orthomyxovirus yang terdiri atas 3 tipe yaitu
tipe A yang paling banyak dan sering menyebabkan influenza, tipe B yang menunjukan
perubahan antigen yang kadang menyebabkan influenza, dan tipe C yang cenderung
stabil dan jarang menjadi penyebab influenza terutama pada orang yang mengalami
imunokompetent

Genus influenza A mengandung strain manusia dan hewan dari influenza type A,
Influenzavirus B mengandung strain manusia tipe B , dan Influenzavirus C mengandung
influenza type C dari manusia dan babi

Hemagglutinin bertanggung jawab terhadap keberlangsugan evolusi dari virus yang


baru , dinamakan HA karena kemampuannya dalam menggaglutinasi eritosit dalam
kondisi tertentu . HA dibelah menjadi dua yaitu HA1 dan HA2 yang mana diantaranya
dihubungkan oleh jembatan disulfida . Bagian hidorfobik di dekat terminal HA2
mengikat kan HA ke dalam membrane, sedangkan bagian hidrofilik nya memanjang ke
sitoplasma

16. Mikrobiologi virus