Anda di halaman 1dari 1

Sekuestrasi Karbon

Ledakan alga di lautan mampu menangkap karbon dari atmosfer dan lautan dan menyimpan karbon
tersebut di dalam rantai makanan ekosistem laut

Sekuestrasi karbon adalah penangkapan dan penyimpanan karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam
jangka waktu lama. Sekuestrasi karbon juga bisa merujuk pada:

• Proses pemindahan karbon dari atmosfer dan mendepositkannya ke reservoir.

• Proses penangkapan dan penyimpanan karbon, di mana karbon dioksida dari gas buang (misal dari
pembangkit listrik) diambil dan disimpan di reservoir

• Siklus biogeokimia alami dari karbon yang terjadi antara atmosfer dan komponen bumi, misal proses
pelapukan kimiawi dari bebatuan.

Sekuestrasi karbon menyimpan karbon dioksida atau bentuk lain dari karbon secara jangka panjang, yang
juga merupakan salah satu cara memitigasi pemanasan global dan perubahan iklim. Sekuestrasi karbon
juga telah diusulkan sebagai cara untuk memperlambah akumulasi gas rumah kaca di atmosfer dan
lautan, yang dilepaskan akibat pembakaran bahan bakar fosil.

Karbon dioksida secara alami ditangkap dari atmosfer melalui proses biologi, kimia, dan fisik. Beberapa
metode penangkapan karbon yang dilakukan manusia mendayagunakan proses alami ini, dan beberapa
menggunakan proses sintetik.

Karbon dioksida dapat ditangkap sebagai produk samping proses terkait pemurnian minyak bumi atau
dari gas buang pembangkit listrik. Penyimpanan karbon yang telah ditangkap dapat dilakukan di bawah
permukaan tanah (misal di ladang minyak yang telah tua karena banyaknya celah antar bebatuan setelah
minyak hampir habis), di laut atau dasar laut (jika penangkapan mendayagunakan alga), dan sebagainya.