Anda di halaman 1dari 4

8.

7 Beban Penyakit

AIDS, malaria, dan parasit adalah tiga masalah utama yang akan kita
bahas selanjutnya. Semua jenis penyakit tersebut dan berbagai tantangan
kesehatan dihadapi oleh negara-negara berkembang. Ini berarti bahwa
proporsi kematian di bawah usia 5 tahun mencapai lebih dari 14% dari semua
kematian di dunia. Karena penyebab hampir semua kematian anak-anak ini
dapat dicegah hanya dengan beberapa sen dolar saja per anak, maka sangat
tepat jika dinyatakan bahwa penyakit yang sesungguhnya adalah kemiskinan.

Sekurangnya di selusin negara Afrika sub-sahara, seorang anak lebih


mungkin meniggal sebelum mencapai usia 5 tahun dibandingkan dengan
kemungkinannya mengikuti sekolah menengah. Harapan hidup pada saat
lahir di wilayah ini hanya 50 tahun, sebagian besar karena dampak epidemi
AIDS. Beberapa jenis penyakit akan sangat mematikan jika berkombinasi
dengan penyakit lainnya. Malnutrisi adalah sebuah bentuk penyakit, dan hal
ini merupakan faktor utama yang menyebabkan anak-anak mudah terkena
penyakit dan kemudian meniggall. Meskipun dalam surat keterangan
kematian dicantumkan penyebabnya adalah dehidrasi karena dieare atau
penyakit infeksi tertentu, dalam banyak kasus kematian itu sebenarnya dapat
dicegah jika si anak tidak mengalami malnutrisi. Interaksi penting yang
mematikan adalah antara AIDS dan tuberkulosis.

Tidak terkendalimya salah satu penyakit ini dapat berakibat fatal.


Selain itu, penyebaran HIV tampaknya makin dipercepat oleh keberadaan
penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, yang mempermudah
terjadinya sebuah virus.
HIV/AIDS

Epidemi AIDS mengancam untuk menghentikan atau bahkan


membalikkan pencapain kemajuan pembangunan ekonomi dan manusia
telah diupayakan sedemikian lama di banyak negara. Data menunjukkan
bahwa jumlah penularan baru telah menurun dengan mantab dalam abad
baru. Ini merupakan pencapaian kesehatan global yang mengagumkan,
tetapi masih ada tantangan yang sangat besar. AIDS juga merupakan isu
pembangunan ekonomi. Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS)
adalh tahap akhir dan fatal dari penularan human immunodeficiency
(HIV).

Di negara-negara yang berpendapatan rendah, rata-rata


kemungkinan bertahan hidup setelah munculnya gejala AIDS adalah
dibawah satu tahun. Semula AIDS dipandang sebagai penyakit di negara-
negara maju, terutama menjangkiti laki-laki yang berhubungan seksual
dengan sesama laki-laki. Akan tetapi, fakta menunjukkan bahwa lebih dari
95% kasus HIV dan kematian karena AIDS terjadi di negara-negara
berkembang. Pada tahun 2009, sekitar 33 juta orang mengidap HIV di
seluruh dunia dan kurang lebih 22 juta dari jumlah itu terdapat di Afrika
sub-Sahara.

Malaria

Malaria secara langsung telah mneyebabkan kematian lebih dari


1juta orang setiap tahun, yang sebagian besar di antaranya adalah anak-
anak dari keluarga miskin afrika. Meskipun ada kontroversial, ada bukti
bahwa malaria telah menimbulkan biaya cukup besar. Malaria
memperendah produktivitas, seperti halnya malnutrisi, parasit, dan
masalah kesehatan lainnya. Malaria bahkan memperendah tingkat
pertumbuhan. Dengan adanya dana yang memadai, para pakar percaya
bahwa dalam tempo yang tidak terlalu lama akan ditemukan vaksin malaria
yang efektif. Akan tetapi, karena korban malaria cenderung berasal dari
negara-negara berpendapatan rendah dan tidak mampu membeli obat-
obatan yang mahal, tidak banyak insentif yang tersedia bagi perusahaan-
perusahaan farmasi untuk menekankan penelitian bidang ini.

Vaksin untuk penyakit lainnya telah menyelamatkan nyawa banyak


anak di negara berkembang. Ada sejumlah penyakit lainnya yang dapat
dikendalikan oleh vaksin dan melibatkan masalah-masalah teknis yang
tidak lebih sulit dibandingkan vaksin bagi penyakit lain yang sebelumnya
telah dikembangkan. Apabila masalah-masalah seperti itu dapat diatasi,
mungkin akan diperoleh vaksin sebagai solusi terbaik untuk mengobati
penyakit malaria dan banyak penyakit tropis lainnya.

Cacing Parasit dan “ Penyakit Tropis Terabaikan” Lainnya

Banyak tantangan kesehatan di negara-negara berkembang yang


telah mendapatkan perhatian besar belakangan ini, yang ditandai dengan
peran sentral dari Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis, dan Malaria
yang didanai dengan cukup baik. Insiden penyakit yang disebabkan oleh
cacing parasit yang melemahkan tubuh ini sangat banyak, menjangkiti
sekitar 2 miliar orang, 300 juta diantaranya menderita parah. Di antara
banyak penyakit parasit yang menyerang orang-orang di negara
berkembang, schistosomiasis adalah yang terburuk dalam kaitannya
dengan dampaknya terhadap manusia pembangunan.

WHO malaporkan bahwa akibat schistosmiasis terhadap


pertumbuhan anak sebenarnya dapat dibalikkan 90% dengan perawatan
yang efektif, tetapi terlalu sering diabaikan. Penyakit lain yang lama
menghantui adalah trypanosomiasis Afrika, atau penyakit tidur, yang
masih menjangkiti beberapa ratusan ribu orang di Afrika sub Sahara. Fakta
paling tragis adalah karena penyakit ini bersifat endemis di kawasan yang
minim fasilitas kesehatannya, sehingga kebanyakan orang yang yang
terjangkit penyakit tidur ini telah meniggal bahkan sebelum didiagnosis.
Penyakit ini sekarang sedang di tanggulangi dengan obat-obatan yang
disumbangkan sebuah perusahaan farmasi kepada sejumlah organisasi
internasional.

8.8 Kesehatan, Produktivitas, dan Kebijakan

Dampak Merusak dari kesehatan yang buruk terhadap kematian


anak-anak sudah cukup jelas. Akan tetapi, apakah kondisi kesehatan yang
buruk di Negara Negara berkembang juga merugikan produktivitas orang
orang dewasa? Jawabannya tampaknya iya. Beberapa studi menunjukkan
bahwa orang orang yang lebih sehat akan memperoleh upah lebih tinggi.
Sebagai contoh tingkat upah harian di pantai gading telah
diperkirakanrendah diklangan laki laki karena kondisi kesehatannya,
mereka kehilangan satu hari kerja setiap bulan karena sakit dibandingkan
tingkat upah harian di kalangan laki laki yang lebih sehat. Penerapan
statistic yang lebih seksama telah menunjukkan bahwa sebagian besar
pengaruh kesehatan terhadap peningkatan penghasilan adalah karena
adanya perbedaan produktivitas.