Anda di halaman 1dari 1

Sifat-sifat Pengendalian Sosial

Sifat-sifat pengendalian sosial dapat dibedakan menjadi tiga sebagai berikut:

1) Preventif (mencegah). Usaha pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran.
Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya pelanggaran. Contoh : pemberian nasihat orang tua
terhadap anak-anaknya.

2) Represif (memperbaiki). Represif diadakan apabila telah terjadi pelanggaran dengan diupayakan
supaya keadaan pulih kembali seperti sediakala. Contoh : seseorang yang ingkar janji untuk membayar
utang diadukan ke pengadilan.

3) Kuratif, adalah pengendalian sosial yang dilakukan pada saat terjadi penyimpangan sosial. Contoh,
seorang guru menegur dan menasihati siswanya karena ketahuan menyontek pada saat ulangan