Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat

rahmat-Nya kami telah diberikan kesehatan dan kesempatan sehingga penulis

dapat menyelesaikan tugas Ceramah ini.

Dalam penulisan Tugas Ceramah ini penulis bermaksud membahas

mengenai ”Gizi Dan Higiene Pada Ibu Hamil” di RS. Dr. Pirngadi Medan, yang

merupakan salah satu persyaratan kelulusan dalam kepaniteraan klinik Senior

dibagian Ilmu Obstetri Dan Ginekologi.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami tujukan kepada

Supervisor kami dr. Christoffel Tobing, Sp.OG dan pembimbing kami dr.

Simon P. Saing, dr. Dessy S. Hasibuan dan dr. Benny J. Marpaung yang telah

membimbing kami dalam menyelesaikan Tugas Ceramah ini dan juga kepada

dokter-dokter lainnya yang telah banyak memberikan bimbingan selama

kepaniteraan klinik di bagian Ilmu Obstetri Dan Ginekologi.

Akhir kata penulis berharap agar kiranya paper Tugas Ceramah ini

bermanfaat bagi para pembaca. Kami juga mengharapkan adanya masukan berupa

kritik maupun saran yang bersifat membangun agar pada penulisan yang akan

datang dapat lebih baik lagi.

Medan, Oktober 2005

Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar ........................................................................................... i

Daftar Isi .................................................................................................... ii

I. Pendahuluan ....................................................................................... 1

II. Kebutuhan gizi pada ibu hamil ........................................................... 2

III. Gizi kurang pada ibu hamil ................................................................ 3

IV. Higiene pada ibu hamil ....................................................................... 5

V. Parameter kesehatan reproduksi wanita ............................................. 6

VI. Keuntungan higiene pada ibu hamil ................................................... 7

VII. Anemia pada ibu hamil ....................................................................... 7

VIII. Resiko BBLR pada ibu hamil ............................................................. 8

IX. Kesimpulan ......................................................................................... 9

Daftar Pustaka ............................................................................................ 10

ii
I. PENDAHULUAN
Status gizi dan higiene ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi
pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bila status gizi ibu normal dan
higiene ibu baik pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan
melahirkan bayi yang sehat dan cukup bulan dengan berat badan normal akan
semakin besar. Dengan kata lain kwalitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung
pada keadaan gizi dan higiene ibu sebelum dan selama hamil.
Salah satu cara untuk menilai kwalitas bayi adalah dengan mengukur berat
bayi pada saat lahir. Seorang ibu hamil akan melahirkan bayi yang sehat bila
tingkat kesehatan dan gizinya berada pada kondisi yang baik. Namun sampai saat
ini masih banyak ibu hamil yang mengalami masalah gizi khususnya gizi kurang
seperti Kurang Energi Khronis (KEK) dan Anemia Gizi. Hasil SKRT 1995
menunjukkan bahwa 41% ibu hamil menderita KEK dan 51% yang menderita
anemia mempunyai kecendrungan melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir
Rendah (BBLR).
Ibu hamil yang menderita KEK dan Anemia mempunyai resiko kesakitan
yang lebih besar terutama pada trimester III kehamilan dibandingkan dengan ibu
hamil normal. Akibatnya mereka mempunyai resiko yang lebih besar untuk
melahirkan bayi dengan BBLR, kematian saat persalinan, perdarahan pasca
persalinan yang sulit karena lemah dan mudah mengalami gangguan kesehatan.
Bayi yang dilahirkan dengan BBLR umumnya kurang mampu meredam tekanan
lingkungan yang baru, sehingga dapat berakibat pada terhambatnya pertumbuhan
dan perkembangan, bahkan dapat mengganggu kelangsungan hidupnya.
Selain itu juga akan meningkatkan resiko kesakitan dan kematian bayi
karena rentan terhadap infeksi saluran pernafasan bagian bawah, gangguan
belajar, masalah prilaku dan sebagainya.

iii
II. KEBUTUHAN GIZI PADA IBU HAMIL
Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu
kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan
energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
janin, pertambahan besar dari organ kandungan, pertumbuhan komposisi dan
metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan
saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. Pada ibu hamil,
dasarnya semua zat gizi memerlukan tambahan, namun yang seringkali menjadi
kekurangan adalah energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan
kalsium.
Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira
80.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Hal ini berarti perlu tambahan
ekstra sebanyak kurang lebih 2300 kalori, protein 65 gr, kalsium 1 gr, zat besi (fe)
17 gr, vitamin A 6000 IU, vitamin D 600 IU, tiamin 1 mg, riboplavin 1,3 mg,
niasin 15 mg, vitamin C 90 mg, setiap hari selama hamil.
Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Kemudian
sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir
kehamilan. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran
jaringan ibu seperti penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, dan payudara
serta penumpukan lemak. Selama trimester III energi tambahan digunakan untuk
pertumbuhan janin dan plasenta.
Karena banyaknya perbedaan kebutuhan energi selama hamil, maka WHO
menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 Kkal sehari pada trimester I,
350Kkal sehari pada trimester II dan III. Angka ini tentunya tidak termasuk
penambahan akibat perubahan temperatur ruangan, aktifitas fisik, dan
pertumbuhan. Patokan ini berlaku bagi mereka yang tidak merubah kegiatan fisik
selama hamil. Sama halnya dengan energi, kebutuhan wanita hamil akan protein
juga meningkat, bahkan mencapai 68% dari sebelum hamil. Jumlah protein yang
harus tersedia sampai akhir kehamilan diperkirakan sebanyak 925 gr yang
tertimbun dalam jaringan ibu, plasenta serta janin. Di Indonesia melalui Widya
Karya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998 menganjurkan penambahan
protein 12 gr/hari selama kehamilan.

iv
Bahan pangan yang di jadikan sumber protein sebanyak (2/3 bagian) pangan
yang bernilai biologi tinggi, seperti daging tak berlemak, ikan, telur, susu dan
hasil olahannya. Protein yang berasal dari tumbuhan (nilai biologinya rendah)
hanya 1/3 bagian.
Kenaikan volume darah selama kehamilan akan meningkatkan kebutuhan Fe
atau zat besi. Jumlah Fe pada bayi baru lahir kira-kira 300 mg dan jumlah yang
diperlukan ibu untuk mencegah anemia akibat meningkatnya volume darah adalah
500 mg. Selama kehamilan seorang ibu hamil menyimpan zat besi kurang lebih
1.000 mg termasuk untuk kebutuhan janin, plasenta dan hemoglobin ibu sendiri.
Berdasarkan Widya Karya Pangan dan Gizi tahun 1998, seorang ibu perlu
tambahan zat gizi kira-kira 20 mg /hari. Sedangkan kebutuhan sebelum hamil atau
pada kondisi normal rata-rata 26 mg/hari (umur 20-45 tahun)
Menu disusun menurut petunjuk baku “4 sehat 5 sempurna“ dan dapat di
ketahui makanan yang mahal harganya belum tentu tinggi nilai gizinya:
sebaliknya banyak bahan makanan yang murah harganya ,namun mempunyai nilai
gizi yang tinggi. Hendaknya makan sayur-sayuran dan buah-buahan yang
berwarna karena nilai gizinya tinggi untuk kesehatan. Dan makanan tersebut di
perlukan antara lain untuk : pertumbuhan janin, plasenta, uterus, buah dada, dan
kenaikan metabolisme. Untuk mencapai anak lahir aterm memerlukan 400 gr
protein, 220 gr lemak, 80 gr karbonhidrat, dan 40 gr mineral. Uterus dan plasenta
membutuhkan masing-masing 500 gr dan 55 gr protein. Kebutuhan total protein
950 gr, kalsium 30 gr, Fe 0,8 gr dan asam folik 300 gr per hari.

III. GIZI KURANG PADA IBU HAMIL


Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan
masalah, baik pada ibu maupun janin, seperti di uraikan berikut:
1. Terhadap Ibu
Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi
pada ibu antara lain; anemia, perdarahan, berat badan ibu tidak
bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi.
2. Terhadap persalinan.

v
Pengaruh gizi kurang terhadap persalinan dapat mengakibatkan
persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature),
perdarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi cendrung
meningkat.
3. Terhadap janin.
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses
pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi
lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia
intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan lahir
rendah (BBLR).
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu
antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil, mengukur Lingkar
Lengan Atas (LLA) dan mengukur Hb. Pertambahan berat badan selama hamil
sekitar 10-12 Kg, dimana pada trimester I, pertambahan kurang dari 1 Kg,
trimester II sekitar 3 Kg, dan trimester III sekitar 6 Kg. Pertambahan berat badan
ini juga sekaligus bertujuan untuk memantau pertumbuhan janin. Pengukuran
LLA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita Kurang Energi
Kronis (KEK), sedangkan pengukuran kadar Hb untuk mengertahui kondisi ibu
apakah menderita anemia gizi.
Gizi yang baik diperlukan seorang ibu hamil agar pertumbuhan janin tidak
mengalami hambatan, dan selanjutnya akan melahirkan bayi dengan berat normal.
Dengan kondisi kesehatan yang baik, sistim reproduksi normal tidak menderita
sakit, dan tidak ada gangguan gizi pada masa prahamil maupun pada saat hamil,
ibu akan melahirkan bayi lebih besar dan lebih sehat dari pada ibu dengan kondisi
kehamilan yang sebaliknya. Ibu dengan kondisi kurang gizi kronis pada masa
hamil sering melahirkan bayi BBLR. Vitalitas yang rendah dan kematian yang
tinggi, terlerbih lagi bila ibu menderita anemia.

vi
IV. HIGIENE PADA IBU HAMIL
Kebersihan pada ibu hamil sangatlah penting, sebab bila ibu hamil kurang
bersih selama hamil akan menimbulkan masalah baik pada ibu maupun janin.
Kebersihan yang perlu di jaga di antaranya :
1. Buah dada :
Buah dada merupakan sumber air susu ibu yang akan menjadi makanan
utama bagi bayi, kerena itu jauh sebelumnya harus di rawat. Kutang
yang dipakai harus sesuai dengan pembesaran buah dada, sifatnya adalah
menyokong buah dada dari bawah, bukan menekan dari depan. Dua
bulan terakhir kolostrum dikeluarkan untuk mencegah penyumbatan dan
juga puting susu mudah pecah, maka puting susu dan areola dirawat
sebaik-baiknya dengan mengunakan air, sabun, dan biocream atau
alkohol. Bila puting susu masuk ke dalam diperbaiki dengan cara
menarik-narik keluar
2. Gigi geligi
Pada triwulan pertama wanita hamil mengalami enek dan muntah
(morning sickness). Pada saat keadan ini perawatan gigi tidak di
perhatikan dengan baik, sehingga timbul karies, gingivitis dan
sebagainya. Hal ini dapat mengakibatkan komplikasi, seperti: nefritis,
septikemia, sepsis puerperalis, dan infeksi di rongga mulut yang bisa
menyebar kemana-mana. Maka dari itu bila keadaan mengizinkan, tiap
wanita hamil harus memeriksakan giginya secara teratur sewaktu hamil,
dan disamping itu dianjurkan pada ibu hamil mengosok gigi minimal 2
kali sehari harus tetap dilakukan seperti yang biasanya.
3. Kebersihan pakaian
Kebersihan pakaian harus selalu dijaga pada masa hamil. Baju
hendaknya yang longgar, bersih, dan tidak ada ikatan yang ketat pada
daerah perut. Pakai kutang yang menyokong payudara, memakai sepatu
dengan tumit yang tidak terlalu tinggi, pakaian dalam yang selalu bersih

vii
4. Mandi
Mandi di perlukan untuk kebersihan/ higiene terutama perawatan kulit.
Karena fungsi ekskresi dan keringat bertambah. Dianjurkan
menggunakan sabun yang lembut.
5. Kebersihan lingkungan
Saat sekarang, bahaya polusi udara, air, dan makanan terhadap ibu yang
sedang hamil sudah mulai diselidiki seperti halnya merokok, jelas
bahwa bayi dari ibu-ibu merokok mempunyai berat badan lebih kecil,
atau mudah mengalami abortus dan partus prematurus. Oleh karena itu
wanita hamil dilarang merokok

V. PARAMETER KESEHATAN REPRODUKSI WANITA


Diantaranya mencakup :
 Angka kematian maternal
 Anemia
 Cakupan pelayanan ibu hamil
 Gizi kurang
 Pertolongan oleh tenaga terlatih
 Kehamilan usia muda
 Cakupan imunisasi tetanus toksoid
 Penyakit menular akibat hubungan seksual
 Tingkat pendidikan dan pengatahuan yang masih rendah
Hal-hal yang dapat di anjurkan pada ibu hamil diantaranya :
Tiap hari harus minum susu 2-3 gelas
Tiap hari harus makan telur
Perbanyak makan sea food, daging dan sayur hijau
Bekerja disesuaikan dengan kekuatan jangan dipaksakan
Memeriksakan kehamilan dilakukan secara teratur
Kurangi makanan fast food dan makanan yang diawetkan
Hindari durian, karena bisa merangsang kontraksi
Hindari segala macam-macam obat-obatan
Minum obat seharusnya atas persetujuan dokter

viii
VI. KEUNTUNGAN HIGIENE PADA IBU HAMIL
1. Menurunkan resiko melahirkan bayi yang mati pada ibu-ibu yang hamil
2. Menurunkan resiko melahirkan bayi dengan BBLR
3. Meningkatkan daya tahan tubuh janin untuk menghadapi rangsangan
baru dari lingkungan yang akan di tempuhnya
4. Mempertinggi kualitas dan kwantitas kesehatan baik pada ibu hamil
maupun pada janin
5. Mengurangi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terhadap dampak
komplikasi dari persalinan baik terhadap ibu maupun janin

VII. ANEMIA PADA IBU HAMIL


Anemia dapat didefinisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada
dibawah normal. Di Indonesia umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi,
sehingga lebih dikenal dengan istilah anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi
besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi selama kehamilan.
Ibu hamil umumnya mengalami defisiensi besi sehingga hanya memberi sedikit
besi kepada janin yang dibutuhkan untuk metabolisme besi yang normal.
Selanjutnya mereka akan menjadi anemia pada saat kadar hemoglobin ibu turun
sampai dibawah 11 gr/dl selama trimester III.
Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada
pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak. Anemia gizi dapat
mengakibatkan kematian janin di dalam kandungan, abortus, cacat bawaan,
BBLR, anemia pada bayi yang dilahirkan, hal ini menyebabkan morbilitas dan
mortalitas ibu dan kematian perinatal secara bermakna lebih tinggi. Pada ibu
hamil yang menderita anemia berat dapat meningkatkan resiko morbilitas maupun
mortalitas ibu dan bayi, kemungkinan melahirkan bayi BBLR dan prematur juga
lebih besar.

ix
VIII. RESIKO BBLR PADA IBU HAMIL
Di Indonesia batas ambang LLA dengan resiko KEK adalah 23,5 cm, hal ini
berarti ibu hamil dengan resiko KEK diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR.
Bila bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) akan mempunyai
resiko kematian, gizi kurang, gangguan pertumbuhan, dan gangguan
perkembangan anak. Untuk mencegah resiko KEK pada ibu hamil sebelum
kehamilan wanita usia subur sudah harus mempunyai gizi yang baik. Misalnya
dengan LLA tidak kurang dari 23,5 cm. Apabila LLA ibu sebelum hamil kurang
dari angka tersebut, sebaiknya kehamilan ditunda sehingga tidak beresiko
melahirkan BBLR.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa KEK, pada batas LLA 23,5 cm belum
merupakan resiko untuk melahirkan BBLR walaupun resiko relatifnya cukup
tinggi. Sedangkan ibu hamil dengan KEK pada batas 23,5 cm mempunyai resiko
2,0087 kali untuk melahirkan BBLR dibandingkan dengan ibu yang mempunyai
LLA lebih dari 23,5 cm. Sebagaimana disebutkan diatas, berat bayi yang
dilahirkan dapat dipengaruhi oleh status gizi ibu baik sebelum hamil maupun saat
hamil. Status gizi ibu sebelum hamil juga cukup berperan dalam gizi ibu saat
hamil. Penelitian menunjukkan bahwa status gizi ibu sebelum hamil mempunyai
pengaruh yang bermakna terhadap kejadian BBLR. Ibu dengan status gizi kurang
(kurus) sebelum hamil mempunyai resiko 4,27 kali untuk melahirkan bayi BBLR
dibandingkan dengan ibu yang mempunyai status gizi baik (normal).
Hasil penelitian bahwa ada hubungan kadar Hb ibu hamil dengan berat bayi
lahir, dimana semakin tinggi kadar Hb ibu semakin tinggi berat badan bayi yang
dilahirkan.
Selanjutnya pada analisa bivarian anemia batas 9 Gr/dl atau anemia berat
ditemukan secara statistik tidak nyata melahirkan BBLR namun untuk melahirkan
bayi mati mempunyai resiko 3,081 kali. Dari hasil analisa multivarian dengan
memperhatikan masalah riwayat kehamilan sebelumnya menunjukkan bahwa ibu
hamil menderita anemia berat mempunyai resiko melahirkan BBLR 4,2 kali lebih
tinggi dibandingkan dengan ibu yang tidak menderita anemia berat.

x
IX. KESIMPULAN
Ibu hamil merupakan kelompok yang cukup rawan gizi. Kekurangan gizi
pada ibu hamil mempunyai dampak yang cukup besar terhadap proses
pertumbuhan janin dan bayi yang akan dilahirkan. Bila ibu hamil mengalami
kurang gizi maka akibat yang akan ditimbulkan antara lain: keguguran, bayi lahir
mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, dan bayi lahir dengan
BBLR.
Adapun tujuan akhir dari gizi yang baik pada ibu hamil adalah: untuk
mengoptimalkan dan memperkuat daya tahan tubuh, baik untuk janin maupun ibu
pada pasca persalinan. Dan juga selanjutnya untuk mengoptimalkan pertumbuhan
dari janin dan organ-organ penyokong kehamilan pada ibu agar didapatkan
nantinya pertumbuhan janin yang sehat dan cerdas.
Higiene yang baik itu tujuannya: adalah untuk menjaga si ibu dan janin
memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit baik sebelum persalinan maupun
sesudah persalinan yang mana biasanya kejadian setelah persalinan tersebut bisa
berupa infeksi maupun komplikasi pada pasca persalinan.

xi
DAFTAR PUSTAKA

1. Wiknjosastro H. Ilmu Kebidanan, Edisi III, Cetakan V, Jakarta; Yayasan Bina

Pustaka Sarwono Prawiroharjo, 1999, hal: 160-162.

2. Mochtar R. Sinopsis Obstetri, Edisi II, Cetakan I, Jakarta: EGC, 1998, Hal:

59-62.

3. Status Gizi Ibu Hamil serta Pengaruhnya Terhadap Bayi yang Dilahirkan

Available At: http://www.rudyct.topcities.com/pp572/julhaida -lubis/

4. Gizi pada hamil sehat, Available At:

http://www.kesehatan.com/news/0408/82140/html

5. Makanan Ibu Hamil, Available At: http://www.Balita.com/sehat-6.html/

6. Introduksi Kesehatan Reproduksi Wanita, Available At:

http://www.geocities.com/Yosemite/Rapids/1744/cklob1.html

7. Do & Don’t do selama kehamilan, Available At:

http://www.artikel.webgaul.com/kesehatan/kehamilan.htm

8. Wanita sehat, keluarga bahagia, Available At:

http://www.Geocities.com/wanitasehat/citrra.html

xii