Anda di halaman 1dari 5

References

Academia Edu, (2015). Sistem Reproduksi. http://www.academia.edu/486 3104/SISTEM_REPRODUK SI


(sitasi 17 Februari 2015).

Alimul, H., A.Aziz., (2010). Metode Penelitian Paradigma Kuantitatif. Jakarta : Salemba Medika, hlm 5-
58.

Amelia, C. R., (2014). Pendidikan Sebaya Meningkatkan Pengetahuan Sindrom Pramenstruasi pada
Remaja,

Jurnal Kedokteran Brawijaya. Vol. 28, No. 2 Agustus 2014: 152-154.

Arma AJ., (2007) Pengaruh Perubahan Sosial terhadap Perilaku Seks Remaja dan Pengetahuan Kespro
sebagai Altenatif Penangkalnya,Tinjauan Pustaka,Departemen Kependudukan dan Biostatistika Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara .http://repository.usu.ac

.id/bitstream/123456789/193 20/1/ikm-des2007- 11%20%281%29.pdf (sitasi 17 Februari 2015).

Azwar S., (2011). Sikap Manusia

Teori dan Pengukurannya

Edisi ke-2. Yogyakarta :

Pustaka Pelajar.

Bayisenge, J., (2010). Early marriage as a Barrier to Girl’s

Education: A Developmental Challenge in Africa, In C. Ikekeonwu, ed. 2010, Girl-Child Education in


Africa, Nigeria: Catholic Institute for Development, Justice and Peace (CIDJAP) Press.
http://www.ifuw.org/fuwa/do

cs/Early-marriage.pdf (sitasi 1 Oktober 2013).

BKKBN, (2013). GenRe : Generasi Berencana. Surabaya : Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, hlm 2-20.

BKKBN, (2009). Buku Penyuluhan Bina Keluarga Remaja (BKR), Pegangan Kader tentang Pembinaan
Anak Remaja. Jakarta : Direktorat Pengembangan Ketahanan Keluarga Badan Koordinasi Keluarga
Berencana Nasional, hlm 1-16.

BKKBN, (2011). Kajian Profil Penduduk Remaja (10-24 Tahun).Pusat Penelitian dan Pengembangan
Kependudukan. www.bkkbn.g o.id/litbang/pusdu/hasil%20p enelitian/karakteristik%20de
mografis/2011/kajian%20prof il%20penduduk%20remaja% 20%2810%20- %2024%20tahun%29.pdf
(sitasi 3 April 2015).

BKKBN, (2009). Panduan Pengelolaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja). Jakarta :
Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi, hlm 19-71.

BKKBN, (2010). Pendewasaan Usia Perkawinan, Hak-Hak Reproduksi bagi Remaja Indonesia. Jakarta :
Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi, hlm 19-26.

BKKBN, (2012). Pedoman Pengelolaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja dan Mahasiswa (PIK R/M).

Jakarta : Direktorat Bina Ketahanan Remaja, hlm 1-50.

BKKBN, (2013). Kurikulum Diklat Teknis Pengelolaan PIK Remaja/Mahasiswa Bagi Pengelola, Pendidik
Sebaya, dan Konselor Sebaya PIK Remaja/Mahasiswa. Jakarta : BKKBN, hlm 227-236.
Damayanti I., (2012). Gambaran Pengetahuan Remaja Putri tentang Dampak Pernikahan Dini pada
Kesehatan Reproduksi Siswa Kelas XI di SMK Batik 2 Surakarta. KTI. Program Studi Diploma III
Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada Surakarta. http://digilib.stikeskusumahus
ada.ac.id/files/disk1/1/01-gdl- iradamayan-33-1-iradama- i.pdf (sitasi 17 Februari 2015).

Glanz K., Barbara K., Rimer K.,

Viswanath, (2008). Health

Behavior and Health

Education : Theory,

Research, and Practice.4th

Edition. United States of

America, p 410-416.

Handayani, (2014). Faktor-Faktor

yang Berhubungan dengan

Pernikahan Usia Dini pada

Remaja Putri di Kecamatan

Tambusai Utara Kabupaten

Rokan Hulu. Artikel.

https://www.academia.edu/81 06950/Artikel_Eka_Yuli_Ha ndayani (sitasi 29 September 2014).

Haris S.A., (2011). Hubungan Antara Keharmonisan Keluarga dan Konformitas Teman Sebaya dengan
Kenakalan Remaja. E-Jurnal. Vol 2 ISSN : 2337-3253 hal 7. http://ntb.bkkbn.go.id/rubrik/ 691/ (sitasi
19 Agustus 2015).

Hartini R., (2014). Perilaku Anak dalam Pola Asuh Kakek/Nenek (Studi Kasus di Kampung Kota Rawang
Nagari Lakitan Timur Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan).

Jurnal Pendidikan. http://localhust.uc fly.com:8010/reform...google

.co.id (Sitasi 19 Agustus 2015)

Heriana C., Heri Hermansyah, Solihati, (2009). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kehamilan
Pranikah di Kalangan Pelajar di Desa Setianagara Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Tahun 2008.
STIKES Kuningan, hal 1-8. www.stikku.ac.id/PKM-Al- 10-STIKKU-Indrayani- Faktor-faktor-yang-
Berhubungan-Kehamilan- Pranikah.pdf (sitasi 1 Oktober 2014).

IDAI,(2002).TumbuhKembangAna

kdanRemaja.Jakarta : Sagung Seto, p 35-55.

Jannah F., (2012). Pernikahan Dini dan Implikasinya terhadap Kehidupan Keluarga pada Masyarakat
Madura (Perspektif Hukum dan Gender). Egalita. Ejournal UIN Malang. Vol.7, No.1. http://ejournal.uin-
malang.ac.id/index.php/egalit a/article/view/2113/pdf (sitasi 1 Oktober 2013).

Kamal M., (2012). Decline in Child Marriage and Changes in Its Effect on Reproductive Outcomes in
Bangladesh. J Health Popul Nutr. Sep 2012; 30(3): 317– 330. http://www.ncbi.nlm.nih.
gov/pmc/articles/PMC348994 8/ (sitasi 29 September 2014).

Kumalasari I., dan Iwan A., (2013).


Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika, hlm 1-
50.

Kusumawati, N. S., (2013). Rumah

Remaja Sebagai Model

Pemberdayaan Kesehatan

Reproduksi Remaja. Jurnal

Promkes,Vol. 1, No. 2

Desember 2013: 153–163

Landung J., Thaha R., Abdullah A.,

(2009). Studi Kasus

Kebiasaan pernikahan usia

dini pada masyarakat

kecamatan Sanggalangi

Kabupaten Tana Toraja.

Jurnal MKMI. Vol 5, No 4,

hal 89-

http://repository.unhas.ac.i d/bitstream/handle/12345678 9/2971/MKMI%20vol%205


%20pernikahan%20usia%20d ini.pdf?sequence=2(sitasi 30 September 2013).

Laporan Kabupaten/ Kota, (2013).

Laporan Usia Kawin

Pertama Penduduk Wanita

Seluruh Jawa Timur.

Surabaya : BKKBN.

Laporan Bagian Kesiswaan, (2014).

Buku Laporan siswa SMAN 1

Arjasa. Sumenep.

Lucin Y., (2013). Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Tentang Seks Pranikah terhadap Pemanfaatan Pusat
Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) pada Remaja di Kota Palangka Raya.
Jurnal Forum Kesehatan,Volume III, Nomor 6, Agustus 2013, ISSN 2087-9105, hlm 59-64.

Maryati I., Asrori, Donatianus, (2011). Pola Asuh Orang Tua terhadap Perilaku Sosial Anak Remaja di
Desa Arang Limbung kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.

Jurnal. http://jurnal.untan.ac.id/.../pdf (Sitasi 19 Agustus 2015).

Maolinda N., Aat S., Ida M., (2012). Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Siswa terhadap Pendidikan
Kesehatan reproduksi Remaja di SMAN 1 Margahayu. Fakultas Ilmu

Keperawatan Universitas
Padjadjaran.

Muflih, (2014). Pengetahuan Kesehatan Reproduksi berhubungan dengan

Kepercayaan Diri Remaja untuk Menghindari Seks Bebas.Jurnal Keperawatan,

Volume 5, Nomor 1, Januari 2014, hal 23– 30. http://ejournal.umm.ac.id/i


ndex.php/keperawatan/article /viewFile/1857/1961_umm_s cientific_journal.pdf (sitasi 17 Februari
2015).

Notoatmodjo S., (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta, hlm 22-33.

Nunung dan Firman, (2013). Hubungan Persepsi dengan Peranan Siswa dalam Pelaksanaan Program
Kegiatan Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja di SMPN 2 Pariaman.Jurnal Ilmiah
Konseling, Volume 2, Nomor 1, Januari 2013, hlm 213-219. http://ejournal.unp.ac.id/index

.php/konselor (sitasi 30 September 2014).

PIK-R Kompas, (2013). Pernikahan Dini dan Peran Penting PIK Remaja dalam Menanggulanginya.
http://pikr kompas.blogspot.com/2013/0 9/pernikahan-dini-dan-peran- pik-r-dalam.html (sitasi 17
Februari 2015).

PIK-R fress sido luhur, (2013).

Sistem Reproduksi

Wanita. https://fresssidoluhur. wordpress.com/2013/02/10/si stem-reproduksi-wanita/ (sitasi 17


Februari 2015).

Pinem S., (2009). Kesehatan

Reproduksi dan Kontrasepsi.

Jakarta : Trans Info Media.

Rafidah, Ova Emilia, Budi Wahyuni, (2009). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pernikahan Usia
Dini di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.Berita Kedokteran Masyarakat, Vol 25, No 2, Juni 2009, hlm
51-58. http://download.portalgaruda. org/article.php?article=14686 6&val=5017&title=Faktor
Faktor%20yang%20Berhubu ngan%20dengan%20Pernikah an%20Usia%20Dini%20di%
20Kabupaten%20Purworejo %20Jawa%20Tengah (sitasi 22 Desember 2014).

Rahmadani Nita., (2014). Alat Reproduksi Wanita. http://nita- rahmadani.blogspot.com/201


4/01/anatomi-dan-fisiologi- sistem-reproduksi.html (sitasi 17 Februari 2015).

Rohan H., dan Sandu S., (2013).

Buku Ajar Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta : Nuha Medika, hlm 17-122.

Salisa, A., (2010). Perilaku Seks Pranikah di Kalangan Remaja. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

http://core.ac.uk/download/pd f/16508756.pdf (sitasi 20 April 2015).

Sari, A.W, (2007). Peran Peer Educatordalam Pencegahan HIV dan AIDS

di SMA. Sripsi.Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. http://epsfferints.u


nika.ac.id/1528/1/03.40.0225 _Woro_Apriliana_Sari.pdf (sitasi 3 April 2015).

SDKI, 2013. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta :
BPS

Wulandari, 2014. Pengaruh Terpaan Iklan BKKBN Terhadap Persepsi Mahasiswa Tentang Menikah Muda.
EJournal llmu Komunikasi, 2014, 2 (3), ISSN 0000-0000, hlm 53-67. http://ejournal.ilkom.fisip-
unmul.ac.id/site/wp- content/uploads/2014/09/01_f ormat_artikel_ejournal_mulai
_hlm_ganjil%20debby%20% 2809-01-14-02-22- 52%29.pdf (sitasi 22 Desember 2014