Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat

rahmat-Nya kami telah diberikan kesehatan dan kesempatan sehingga penulis

dapat menyelesaikan tugas Ceramah ini.

Dalam penulisan Tugas Ceramah ini penulis bermaksud membahas

mengenai ”Gizi Ibu Hamil” di RS. Dr. Pirngadi Medan, yang merupakan salah

satu persyaratan kelulusan dalam kepaniteraan klinik Senior dibagian Ilmu

Obstetri Dan Ginekologi.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami tujukan kepada

pembimbing kami dr. Mulda F. Situmorang dan dr. Rony P. Bangun yang telah

membimbing kami dalam menyelesaikan Tugas Ceramah ini dan juga kepada

dokter-dokter lainnya yang telah banyak memberikan bimbingan selama

kepaniteraan klinik di bagian Ilmu Obstetri Dan Ginekologi.

Akhir kata penulis berharap agar kiranya paper Tugas Ceramah ini

bermanfaat bagi para pembaca. Kami juga mengharapkan adanya masukan berupa

kritik maupun saran yang bersifat membangun agar pada penulisan yang akan

datang dapat lebih baik lagi.

Medan, Januari 2006

Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar ........................................................................................... i

Daftar Isi .................................................................................................... ii

Pendahuluan ............................................................................................... 1

Pertambahan Berat Badan dan Perkembangan Janin ................................. 2

Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Selama Kehamilan .................................. 2

Gizi Kurang Pada Ibu Hamil ...................................................................... 7

Parameter Kesehatan Reproduksi Wanita .................................................. 8

Anemia Pada Ibu Hamil ............................................................................. 9

Resiko BBLR Pada Ibu Hamil ................................................................... 9

Kesimpulan ................................................................................................ 10

Daftar Pustaka ............................................................................................ 11

ii
PENDAHULUAN
Proses kehamilan, melahirkan bayi dan menyusui merupakan kondisi
alamiah secara kodrati dialami oleh kaum wanita. Kaum wanita memegang
peranan penting untuk membentuk insan yang sehat (fisik dan mental) cerdas dan
kuat.
Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan
janin yang sedang dikandung. Bila status gizi ibu normal baik pada masa sebelum
dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat dan cukup
bulan dengan berat badan normal akan semakin besar. Dengan kata lain kwalitas
bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama
hamil.
Selama proses kehamilan akan terjadi aliran nutrisi dari tubuh ibu ke dalam
tubuh janin melalui plasenta. Dengan demikian, pertumbuhan janin sangat
tergantung pada makanan yang di konsumsi ibunya. Apabila makanan yang di
konsumsi ibu kurang mencukupi kebutuhan si bayi maka secara lansung
kebutuhan makanan bayi akan di ambil dari jaringan tubuh ibu.
Salah satu cara untuk menilai kwalitas bayi adalah dengan mengukur berat
bayi pada saat lahir. Seorang ibu hamil akan melahirkan bayi yang sehat bila
tingkat kesehatan dan gizinya berada pada kondisi yang baik. Namun sampai saat
ini masih banyak ibu hamil yang mengalami masalah gizi khususnya gizi kurang
seperti Kurang Energi Khronis (KEK) dan Anemia Gizi. Hasil SKRT 1995
menunjukkan bahwa 41% ibu hamil menderita KEK dan 51% yang menderita
anemia mempunyai kecendrungan melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir
Rendah (BBLR).
Ibu hamil yang menderita KEK dan Anemia mempunyai resiko kesakitan
yang lebih besar terutama pada trimester III kehamilan dibandingkan dengan ibu
hamil normal. Akibatnya mereka mempunyai resiko yang lebih besar untuk
melahirkan bayi dengan BBLR, kematian saat persalinan, perdarahan paska
persalinan yang sulit karena lemah dan mudah mengalami gangguan kesehatan.

iii
Bayi yang dilahirkan dengan BBLR umumnya kurang mampu meredam tekanan
lingkungan yang baru, sehingga dapat berakibat pada terhambatnya pertumbuhan
dan perkembangan, bahkan dapat mengganggu kelangsungan hidupnya.
Selain itu juga akan meningkatkan resiko kesakitan dan kematian bayi
karena rentan terhadap infeksi saluran pernafasan bagian bawah, gangguan
belajar, masalah prilaku dan sebagainya.

PERTAMBAHAN BERAT BADAN DAN PERKEMBANGAN JANIN


Seiring dengan bertambahnya periode kehamilan, secara menyeluruh berat
badan wanita hamil akan bertambah sekitar 6,5 – 16 Kg. Jika saat tidak hamil,
berat badan seseorang wanita tergolong normal, maka kenaikan berat badan
selama hamil di sebabkan oleh bertambahnya berat janin, ari-ari, cairan ketuban
(amniotik) dan lemak. Cadang makanan, pembesaran rahim dan jaringan payudara
serta bertambah banyaknya volume darah.

KEBUTUHAN ENERGI DAN ZAT GIZI SELAMA KEHAMILAN


Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu
kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan
energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
janin, pertambahan besar dari organ kandungan, pertumbuhan komposisi dan
metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan
saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. Pada ibu hamil,
dasarnya semua zat gizi memerlukan tambahan, namun yang seringkali menjadi
kekurangan adalah energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan
kalsium.
Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira
80.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Hal ini berarti perlu tambahan
ekstra sebanyak kurang lebih 2300 kalori, protein 65 gr, kalsium 1 gr, zat besi (fe)
17 gr, vitamin A 6000 IU, vitamin D 600 IU, tiamin 1 mg, riboplavin 1,3 mg,
niasin 15 mg, vitamin C 90 mg, setiap hari selama hamil.
Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Kemudian
sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir

iv
kehamilan. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran
jaringan ibu seperti penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, dan payudara
serta penumpukan lemak. Selama trimester III energi tambahan digunakan untuk
pertumbuhan janin dan plasenta.
Karena banyaknya perbedaan pendapat mengenai kebutuhan energi ibu
selama hamil, maka WHO menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 Kkal
sehari pada trimester I, 350Kkal sehari pada trimester II dan III. Angka ini
tentunya tidak termasuk penambahan akibat perubahan temperatur ruangan,
aktifitas fisik, dan pertumbuhan. Patokan ini berlaku bagi mereka yang tidak
merubah kegiatan fisik selama hamil. Sama halnya dengan energi, kebutuhan
wanita hamil akan protein juga meningkat, bahkan mencapai 68% dari sebelum
hamil. Jumlah protein yang harus tersedia sampai akhir kehamilan diperkirakan
sebanyak 925 gr yang tertimbun dalam jaringan ibu, plasenta serta janin. Di
Indonesia melalui Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998
menganjurkan penambahan protein 12 gr/hari selama kehamilan.
Bahan pangan yang di jadikan sumber protein sebanyak (2/3 bagian) pangan
yang bernilai biologi tinggi, seperti daging tak berlemak, ikan, telur, susu dan
hasil olahannya. Protein yang berasal dari tumbuhan (nilai biologinya rendah)
hanya 1/3 bagian.
Kenaikan volume darah selama kehamilan akan meningkatkan kebutuhan Fe
atau zat besi. Jumlah Fe pada bayi baru lahir kira-kira 300 mg dan jumlah yang
diperlukan ibu untuk mencegah anemia akibat meningkatnya volume darah adalah
500 mg. Selama kehamilan seorang ibu hamil menyimpan zat besi kurang lebih
1.000 mg termasuk untuk kebutuhan janin, plasenta dan hemoglobin ibu sendiri.
Berdasarkan Widya Karya Pangan dan Gizi tahun 1998, seorang ibu perlu
tambahan zat gizi kira-kira 20 mg /hari. Sedangkan kebutuhan sebelum hamil atau
pada kondisi normal rata-rata 26 mg/hari (umur 20-45 tahun)
Menu disusun menurut petunjuk baku “4 sehat 5 sempurna“ dan dapat di
ketahui makanan yang mahal harganya belum tentu tinggi nilai gizinya:
sebaliknya banyak bahan makanan yang murah harganya, namun mempunyai nilai
gizi yang tinggi. Hendaknya makan sayur-sayuran dan buah-buahan yang
berwarna karena nilai gizinya tinggi untuk kesehatan. Dan makanan tersebut di

v
perlukan antara lain untuk: pertumbuhan janin, plasenta, uterus, buah dada, dan
kenaikan metabolisme. Untuk mencapai anak lahir aterm memerlukan 400 gr
protein, 220 gr lemak, 80 gr karbohidrat, dan 40 gr mineral. Uterus dan plasenta
membutuhkan masing-masing 500 gr dan 55 gr protein. Kebutuhan total protein
950 gr, kalsium 30 gr, Fe 0,8 gr dan asam folik 300 gr per hari.
Tambahan energi bagi ibu hamil di peroleh dari karbohidrat. Karbohidrat di
bagi dua yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat
sederhana (monosakarida) adalah jenis karbohidrat yang terdiri dari satu
molekul, seperti glukosa, fruktosa (gula buah-buahan) dan galaktosa (tidak
terdapat bebas di alam) Contohnya makanan: madu, aneka macam gula (kecuali
gula buatan). Karbohidrat kompleks (polisakarida) adalah ikatan dari beberapa
karbohidrat sederhana, seperti pati (biji-bijian), glikogen (pati hewan) dan
selulosa (serat makanan). Contoh makanannya: nasi, kentang, jagung, gandum
dan sagu. Selain karbohidrat, tambahan energi dapat juga di peroleh dari
perombakan timbunan lemak, baik lemak hewani maupun nabati, seperti minyak
santan dan margarin.
Wanita hamil di anjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung
protein. Jumlah protein yang di butuhkan oleh wanita hamil, sebaiknya berasal
dari hewan dan dua pertiganya berasal dari tumbuhan karena protein hewani
mutunya lebih tinggi di bandingkan protein nabati lebih mudah di serap oleh sel-
sel tubuh. Selama proses kehamilan, protein berperan dalam pembentukan bahan-
bahan pengatur hormon tubuh (ibu maupun janin). Selain itu protein pun
dibutuhkan untuk membangun sel-sel baru pada janin termasuk sel darah, kulit,
rambut, kuku dan jaringan otot. Selain janin, plasenta juga memerlukan protein
untuk membantu mengangkut makan ke tubuh janin. Tambahan protein yang di
butuhkan pada trimester pertama kehamilan sebesar 0,6 gr/ hari dan akan
meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

vi
Vitamin merupakan zat penting yang harus di konsumsi ibu hamil. Peran
vitamin dalam tubuh ibu hamil sebagai berikut:
Mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin
Menunjang proses metabolisme tubuh
Mengatur penggunaan protein dan lemak.
Meningkatkan penyerapan zat besi dan kalsium.
Mengatur proses pembentukan tulang dan gigi
Mengatur pembentukan sel-sel darah.
Mencegah timbulnya kelainan sel-sel saraf.
Contoh makan yang mengandung vitamin adalah aneka buah-buahan. Saat
ini, vitamin dapat di peroleh dalam bentuk tablet. Di berbagai tempat seperti
apotik, toko obat, aneka bentuk tablet vitamin sudah di jual secara bebas.
Wanita hamil juga membutuhkan beberapa jenis mineral. Peran mineral bagi
ibu hamil sama seperti vitamin. Beberapa jenis mineral yang berperan penting
bagi ibu hamil antara lain: kalsium, besi, fosfor. Dalam satu hari, wanita normal
(tidak hamil) di anjurkan untuk mengkonsumsi kalsium sekitar 500-600 mg/hari.
Pada wanita hamil, jumlah kalsium yang dibutuhkan terus bertambah untuk
menunjang pertumbuhan tulang dan gigi janin. Memasuki trimester kedua dan
ketiga tambahan kalsium yang di anjurkan sebanyak 400 mg/hari. Kalsium
berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin. Jika saat hamil ibu kurang
mengkonsumsi bahan makan yang mengandung kalsium maka janin akan
mengambil persediaan kalsium dari tulang ibu. Kondisi ini akan menyebabkan
persediaan kalsium pada tulang ibu akan menurun. Akhirnya, ibu akan menderita
kerapuhan tulang (osteoporosis). Kebutuhan zat kalsium dapat di penuhi dari
makanan, seperti keju, susu dan ikan laut. Selain makanan, ibu hamil dapat
mengkonsumsi tablet kalk untuk menyempurnakan kebutuhan kalsium.
Selain kalsium, wanita hamil juga membutuhkan fosfor. Pada wanita normal
kebutuhan fosfor yang di anjurkan sekitar 450 mg/hari. Pada wanita hamil, jumlah
tersebut harus ditambah 200 mg/hari.
Zat lain yang di butuhkan wanita hamil adalah zat besi. Selain dari sumber
makanan, seperti kacang-kacangan dan sayuran, zat besi dapat dikonsumsi dalam
bentuk pil. Peran zat besi pada masa kehamilan adalah untuk menunjang

vii
persediaan darah karena kebutuhan volume darah wanita meningkat sebanyak
30%. Zat besi juga berperan untuk mendukung fungsi plasenta karena didalam
plasenta terdapat pembuluh-pembuluh darah yang berperan sebagai saluran untuk
menyalurkan zat-zat gizi dan oksigen ke dalam tubuh janin. Kebutuhan zat besi
pada wanita hamil normal sekitar 20 mg/hari. Apabila kandungan zat besi dalam
darah wanita hamil menurun maka wanita yang bersangkutan akan menderita
anemia. Perlu diketahui, selama proses persalinan seorang wanita akan kehilangan
darah sekitar 300 ml. Jika kondisi ini terus berlanjut, resiko darah yang hilang
dalam tubuh ibu semakin besar.
Hal lain yang harus di perhatikan wanita hamil adalah kecukupan untuk
mengkonsumsi makanan yang mengandung serat. Sayuran dan buah-buahan
merupakan sumber serat yang bermutu tinggi. Apabila wanita hamil kurang
mengkonsumsi makanan yang mengandung serat maka akan terjadi gangguan
proses buang air besar, serat makanan juga akan meningkatkan zat-zat yang tidak
dibutuhkan tubuh untuk dikeluarkan bersama-sama dengan kotoran (feses)
sehingga proses pencernaan akan berjalan lancar.
Wanita hamil di anjurkan untuk mengurangi makanan yang mengandung
gas, misalnya umbi-umbian (singkong, ubi jalar) dan sayuran dari keluarga kubis-
kubisan (kol, sawi, dan caisim). Makanan yang mengandung gas akan
mengakibatkan perut menjadi kembung sehingga nafsu makan pun menurun.
Perubahan hormonal selama kehamilan dapat mengakibatkan mekanisme kerja
otot perut dan usus menjadi lambat. Keadaan ini akan bertambah parah jika ibu
hamil mengkonsumsi makanan berserat rendah dan bergas.
Wanita hamil juga membutuhkan air. Dalam keadaan normal, seorang
wanita hamil harus menkonsumsi air sebanyak 10 gelas/ hari. Apabila kandungan
cairan dalam tubuh kurang maka akan menyebabkan dehidrasi. Selain air minum,
kebutuhan cairan dapat di peroleh dengan cara mengkonsumsi minuman jus buah
dan yoghurt.

viii
GIZI KURANG PADA IBU HAMIL
Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan
masalah, baik pada ibu maupun janin, seperti di uraikan berikut:
1. Terhadap Ibu
Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi
pada ibu antara lain; anemia, perdarahan, berat badan ibu tidak
bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi.
2. Terhadap persalinan.
Pengaruh gizi kurang terhadap persalinan dapat mengakibatkan
persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature),
perdarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi
cenderung meningkat.
3. Terhadap janin.
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses
pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi
lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia
intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan lahir
rendah (BBLR).
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu
antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil, mengukur Lingkar
Lengan Atas (LLA) dan mengukur Hb. Pertambahan berat badan selama hamil
sekitar 10-12 Kg, dimana pada trimester I, pertambahan kurang dari 1 Kg,
trimester II sekitar 3 Kg, dan trimester III sekitar 6 Kg. Pertambahan berat badan
ini juga sekaligus bertujuan untuk memantau pertumbuhan janin. Pengukuran
LLA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita Kurang Energi
Kronis (KEK), sedangkan pengukuran kadar Hb untuk mengertahui kondisi ibu
apakah menderita anemia gizi.
Gizi yang baik diperlukan seorang ibu hamil agar pertumbuhan janin tidak
mengalami hambatan, dan selanjutnya akan melahirkan bayi dengan berat normal.
Dengan kondisi kesehatan yang baik, sistem reproduksi normal tidak menderita
sakit, dan tidak ada gangguan gizi pada masa prahamil maupun pada saat hamil,
ibu akan melahirkan bayi lebih besar dan lebih sehat dari pada ibu dengan kondisi

ix
kehamilan yang sebaliknya. Ibu dengan kondisi kurang gizi kronis pada masa
hamil sering melahirkan bayi BBLR. Vitalitas yang rendah dan kematian yang
tinggi, terlebih lagi bila ibu menderita anemia.

PARAMETER KESEHATAN REPRODUKSI WANITA


Diantaranya mencakup :
 Angka kematian maternal
 Anemia
 Cakupan pelayanan ibu hamil
 Gizi kurang
 Pertolongan oleh tenaga terlatih
 Kehamilan usia muda
 Cakupan imunisasi tetanus toksoid
 Penyakit menular akibat hubungan seksual
 Tingkat pendidikan dan pengatahuan yang masih rendah
Hal-hal yang dapat di anjurkan pada ibu hamil diantaranya :
Tiap hari harus minum susu 2-3 gelas
Tiap hari harus makan telur
Perbanyak makan sea food, daging dan sayur hijau
Bekerja disesuaikan dengan kekuatan jangan dipaksakan
Memeriksakan kehamilan dilakukan secara teratur
Kurangi makanan fast food dan makanan yang diawetkan
Hindari durian, karena bisa merangsang kontraksi
Hindari segala macam-macam obat-obatan
Minum obat seharusnya atas persetujuan dokter

x
ANEMIA PADA IBU HAMIL
Anemia dapat didefinisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada
dibawah normal. Di Indonesia umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi,
sehingga lebih dikenal dengan istilah anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi
besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi selama kehamilan.
Ibu hamil umumnya mengalami defisiensi besi sehingga hanya memberi sedikit
besi kepada janin yang dibutuhkan untuk metabolisme besi yang normal.
Selanjutnya mereka akan menjadi anemia pada saat kadar hemoglobin ibu turun
sampai dibawah 11 gr/dl selama trimester III.
Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada
pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak. Anemia gizi dapat
mengakibatkan kematian janin di dalam kandungan, abortus, cacat bawaan,
BBLR, anemia pada bayi yang dilahirkan, hal ini menyebabkan morbiditas dan
mortalitas ibu dan kematian perinatal secara bermakna lebih tinggi. Pada ibu
hamil yang menderita anemia berat dapat meningkatkan resiko morbiditas
maupun mortalitas ibu dan bayi, kemungkinan melahirkan bayi BBLR dan
prematur juga lebih besar.

RESIKO BBLR PADA IBU HAMIL


Di Indonesia batas ambang LLA dengan resiko KEK adalah 23,5 cm, hal ini
berarti ibu hamil dengan resiko KEK diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR.
Bila bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) akan mempunyai
resiko kematian, gizi kurang, gangguan pertumbuhan, dan gangguan
perkembangan anak. Untuk mencegah resiko KEK pada ibu hamil sebelum
kehamilan wanita usia subur sudah harus mempunyai gizi yang baik. Misalnya
dengan LLA tidak kurang dari 23,5 cm. Apabila LLA ibu sebelum hamil kurang
dari angka tersebut, sebaiknya kehamilan ditunda sehingga tidak beresiko
melahirkan BBLR.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa KEK, pada batas LLA 23,5 cm belum
merupakan resiko untuk melahirkan BBLR walaupun resiko relatifnya cukup
tinggi. Sedangkan ibu hamil dengan KEK pada batas 23,5 cm mempunyai resiko
2,0087 kali untuk melahirkan BBLR dibandingkan dengan ibu yang mempunyai

xi
LLA lebih dari 23,5 cm. Sebagaimana disebutkan diatas, berat bayi yang
dilahirkan dapat dipengaruhi oleh status gizi ibu baik sebelum hamil maupun saat
hamil. Status gizi ibu sebelum hamil juga cukup berperan dalam gizi ibu saat
hamil. Penelitian menunjukkan bahwa status gizi ibu sebelum hamil mempunyai
pengaruh yang bermakna terhadap kejadian BBLR. Ibu dengan status gizi kurang
(kurus) sebelum hamil mempunyai resiko 4,27 kali untuk melahirkan bayi BBLR
dibandingkan dengan ibu yang mempunyai status gizi baik (normal).
Hasil penelitian bahwa ada hubungan kadar Hb ibu hamil dengan berat bayi
lahir, dimana semakin tinggi kadar Hb ibu semakin tinggi berat badan bayi yang
dilahirkan.
Selanjutnya pada analisa bivarian anemia batas 9 gr/dl atau anemia berat
ditemukan secara statistik tidak nyata melahirkan BBLR namun untuk melahirkan
bayi mati mempunyai resiko 3,081 kali. Dari hasil analisa multivarian dengan
memperhatikan masalah riwayat kehamilan sebelumnya menunjukkan bahwa ibu
hamil menderita anemia berat mempunyai resiko melahirkan BBLR 4,2 kali lebih
tinggi dibandingkan dengan ibu yang tidak menderita anemia berat.

KESIMPULAN
Ibu hamil merupakan kelompok yang cukup rawan gizi. Kekurangan gizi
pada ibu hamil mempunyai dampak yang cukup besar terhadap proses
pertumbuhan janin dan bayi yang akan dilahirkan. Bila ibu hamil mengalami
kurang gizi maka akibat yang akan ditimbulkan antara lain: keguguran, bayi lahir
mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, dan bayi lahir dengan
BBLR.
Adapun tujuan akhir dari gizi yang baik pada ibu hamil adalah: untuk
mengoptimalkan dan memperkuat daya tahan tubuh, baik untuk janin maupun ibu
pada pasca persalinan. Dan juga selanjutnya untuk mengoptimalkan pertumbuhan
dari janin dan organ-organ penyokong kehamilan pada ibu agar didapatkan
nantinya pertumbuhan janin yang sehat dan cerdas.

xii
DAFTAR PUSTAKA

1. Wiknjosastro H. Ilmu Kebidanan, Edisi III, Cetakan V, Jakarta; Yayasan Bina

Pustaka Sarwono Prawiroharjo, 1999, hal: 160-162.

2. Mochtar R. Sinopsis Obstetri, Edisi II, Cetakan I, Jakarta: EGC, 1998, Hal:

59-62.

3. Status Gizi Ibu Hamil serta Pengaruhnya Terhadap Bayi yang Dilahirkan

Available At: http://www.rudyct.topcities.com/pp572/julhaida -lubis/

4. Gizi pada hamil sehat, Available At:

http://www.kesehatan.com/news/0408/82140/html

5. Makanan Ibu Hamil, Available At: http://www.Balita.com/sehat-6.html/

6. Introduksi Kesehatan Reproduksi Wanita, Available At:

http://www.geocities.com/Yosemite/Rapids/1744/cklob1.html

7. Do & Don’t do selama kehamilan, Available At:

http://www.artikel.webgaul.com/kesehatan/kehamilan.htm

8. Wanita sehat, keluarga bahagia, Available At:

http://www.Geocities.com/wanitasehat/citra.html

xiii