Anda di halaman 1dari 10

UJIAN TEKE HOME DASAR K3 MAHASISWA KHUSUS

SEMESTER I

NAMA :RAHMADHANIA

NIM : 1613201138

1. Buat media promosi kesehatan ditempat kerja saudara mengenai penerapan


kesehatan kerja (boleh berupa poster/leaflet) di prin warna.
Jawab : terlampi

2. Buat tanda-tanda atau penanggulangan bahaya di tempat kerja ?


Jawab:

Simbol - Simbol Tanda Bahaya Pada Tempat Kerja/Laboraturium ,beberapa simbol tanda
bahaya yang sering ditempel di laboratorium,ruang incinerator dan gudang Obat

1. Bio Hazard

Simbol - Simbol Tanda Bahaya Pada Tempat Kerja/Laboraturium

Bio Hazard adalah Zat Biologis yang menimbulkan ancaman bagi kesehatan makhluk hidup,
terutama manusia. Biasanya dipasang di Lab Kimia
2. Korosif

Korosif adalah zat yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memperoleh dampak
negatif. Biasanya dipasang di Lab Kimia
3. Tegangan Sangat Tinggi

Tegangan Sangat Tinggi adalah suatu tempat atau benda yang memiliki tegangan yang sangat
tinggi. Biasanya di pasang di Lab Komputer, ruang genchet dan meteran Listrik dan gardu
listrik

4. Environmental

Environmental adalah zat yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup. Biasanya dipasang
di Lab Kimia

5. Explosive

Explosive adalah zat yang mudah meledak. Biasanya dipasang di Lab Kimia

6. Flammable

Flammable adalah zat yang sangat mudah terbakar. Biasanya dipasang di Lab Kimia, gudang
obat.
7. Radioaktif

Radioaktif adalah bahan yang dapat memancarkan sinar berbahaya yang dapat merusak
jaringan tubuh. Biasanya dipasang di Ruang Rontgen,Pabrik Nuklir

8. Harmfull Imitant

Harmfull Imitant adalah zat mempunyai sifat peka terhadap tubuh manusia. Jika masuk
kedalam tubuh dapat membakar kulit, selaput lendir atau mengganggu pernapasan. Biasanya
dipasang di Lab Kimia

9. Toxic/Beracun

Toxic adalah bahan yang berbahaya dan dapat menyebabkan sakit keras bahkan bisa
menimbulkan kematian jika sebagian masuk ke dalam tubuh. Biasanya dipasang di Pabrik
Cat, Lab Kimia

10. Radiasi Sinar Laser

Radiasi Sinar Laser akan sangat berbahaya apabila mengenai mata kita. Biasanya dipasang di
Rumah Sakit Dalam, Klinik Kecantikan
3. Identifikasi bahaya di tempat kerja saudara masing-masing dan uraikan apa
bentuk antipasti yang bias dilakukan agar tidak terjadi accident terhadap
karyawan dan lingkungan sekitar?
Jawab :
Identifikasi Faktor Bahaya di Puskesmas Padang Kandis
Puskesmas dalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan

kesehatan serta dapat berfungsi sebagai tempat pendidikan tenaga kesehatan dan

penelitian. Puskesmas merupakan salah satu tempat bagi masyarakat untuk

mendapatkan pengobatan dan pemeliharaan kesehatan dengan berbagai fasilitas dan

peralatan kesehatannya. Semakin bagus mutu pelayanan kesehatan dan fungsi suatu

puskesmas maka semakin kompleks peralatan dan fasilitasnya.

Potensi bahaya di sarana pelayanan kesehatan, selain penyakit-penyakit infeksi juga

ada potensi bahaya-bahaya lain yang mempengaruhi situasi dan kondisi di tempat

pelayanan tersebut, yaitu kecelakaan (peledakan, kebakaran, kecelakaan yang

berhubungan dengan instalasi listrik, dan sumber-sumber cedera lainnya), radiasi,

bahan-bahan kimia yang berbahaya, gas-gas anestesi, gangguan psikososial, dan

ergonomi. Semua potensi-potensi bahaya tersebut jelas mengancam jiwa bagi

kehidupan bagi para karyawan di Puskesmas, para pasien maupun para pengunjung

yang ada di lingkungan puskesmas.

Sarana pelayanan kesehatan ini mempunyai karakteristik khusus yang dapat

meningkatkan peluang kecelakaan. Misalnya, petugas acapkali menggunakan dan

menyerahkan instrumen benda-benda tajam tanpa melihat atau membiarkan orang lain

tahu apa yang sedang mereka lakukan. Ruang kerja yang terbatas dan kemampuan

melihat apa yang sedang terjadi di area operasi bagi sejumlah anggota tim (perawat

instrumen atau asisten) dapat menjadi buruk. Hal ini dapat mempercepat dan

menambah stres kecemasan, kelelahan, frustasi dan kadang-kadang bahkan

kemarahan. Pada akhirnya, paparan atas darah acapkali terjadi tanpa sepengetahuan
orang tersebut, biasanya tidak diketahui hingga sarung tangan dilepaskan pada akhir

prosedur yang memperpanjang durasi paparan. Pada kenyataannya, jari jemari acap

kali menjadi tempat goresan kecil dan luka, meningkatkan risiko infeksi terhadap

patogen yang ditularkan lewat darah. Kondisi gawat darurat dapat terjadi setiap waktu

dan mengganggu kegiatan rutin. Dari berbagai potensi bahaya tersebut, maka perlu

upaya untuk mengendalikan, meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya, oleh

karena itu manajemen resiko di temapt pelayanan kesehatan perlu dikelola dengan

baik. Agar penyelenggaraan K3 rumah sakit lebih efektif, efesien dan terpadu

diperlukan sebuah manajemen resiko di rumah sakit baik bagi puskesmas maupun

karyawan puskesmas.

Faktor Resiko/Potensi Bahaya

Tipe obat Faktor Resiko Umum Rencana Proaktif


Insulin  Tidak ada system cek dosis  Menetapkan sistem
 botol-botol insulin dan heparin pengecekan yang mana satu
dicampur dan dijaga dalam perawat membuat preparat
kedekatan tertutup satu sama dosis dan perawat lainnya
lainnya pada unit keperawatan. melakukan review terhadapnya.
 untuk unit-unit dalam Menyimpan insulin dan
order.(dapat dibingungkan heparin tidak berdekatan.
dengan O, mudah overdosis 10x Melakukan ejaan untuk setiap
lipat). unit lebih baik daripada
 Angka kesalahan terjadi ke menyingkatnya
dalam cairan infus  Menetapkan sebuah sistem
pengecekan yang independen
untuk angka pompa infuse dan
pengaturan konsentrasi.
Opiates dan Faktor resiko umum  Membatasi ketersediaan opium
narkotik  Narkotik parenteral disimpan dan narkotik dalam stok dasar.
sebagai stok dasar di area Mengajarkan para staff tentang
keperawatan. kemungkinan pencampuran
 Hydromorphine dibingungkan hydromorphone dan morphine.
dengan morphine  Menyediakan Protocol
 Patient-controled analgesia peralatan PCA untuk dua kali
(PCA) mengacaukan cek obat, pengaturan pompa,
konsentrasi. dan dosis.
Penyuntikan  Menyimpan concentrated Memindahakan potassium
potassium potassium chloride/phosphate di chloride/phosphate dari stok
chloride/phosphate luar farmasi. dasar.
concentrate  Mencampur tanpa persiapan Memindahakan preparasi obat
dari potassium dan gunakan pra campuran
chloride/phosphate komersial dari IV.
 Reguests for unusual Menetapkan standard an batasi
concentrations konsentrasi obat.

Sodium chlorine menyimpan sodium chloride Membatasi jalan masuk


solutions di atas solution di atas 0.9 % di atas sodium chloride solutions di
0.9% nursing unit. atas 0.9%: pindahkan solutions
 Tersedianya banyak ini dari nursing unit.
konsentrasi/formula  Membuat satandar dan batasan
 Tidak ada sistem pengecekan obat dan konsentrasi.
dua kali.  Menyediakan protokol
peralatan untuk double-check
angka pompa obat, konsentrasi,
dan garis tambahan.

Potensi bahaya biologis yang mungkin timbul:

1. Virus

Dilingkungan puskesmas mungkin akan banyak sekali ditemukan virus. Seperti virus

Hepatitis yang merupakan bahaya potensial bagi petugas kesehatan dan mereka yang

bekerja di lingkungan rumah sakit. Virus Hepatitis B merupakan salah satu faktor

resiko gangguan kesehatan yang ditularkan dengan kontak melalui cairan tubuh.

Sedangkan untuk virus Hepatitis C merupakan jenis pathogen yang tinggi resiko

penularannya pada kelompok pekerja rumah sakit. Risiko penularan Hepatitis C

ini tergantung pada frekuensi terkena darah dan produk darah dan termasuk dengan

cara tertusuk jarum suntik.

2. Bioaerosol

Salah satu faktor biologis yang mengganggu kesehatan dapat masuk kedalam tubuh

melalui inhalasi bioaerosol. Bioaerosol adalah disperse jasad renik atau bahan lain

dari bagian jasad renik di udara. Sumber bioaerosol adalah kapang, jamur, protozoa

dan virus. Sumber-sumber tersebut menimbulkan bahan-bahan alergen, pathogen dan

toksin dilingkungan.

3. Bakteri dan Patogen lainnya


Petugas kesehatan dan pekerja lain di puskesmas mempunyai resiko terinfeksi

beberapa jenis bakteri dan pathogen lainnya. Salah satunya adalah Mycobacterium

tuberculosis. Beberapa patogen penyebab infeksi saluran nafas yang banyak

terdapat di puskesmas dan laboratorium dapat dilihat dari tabel berikut.

Patogen penyebab infeksi saluran nafas pada pekerja di puskesmas

Nama umum Organisme penyebab


Q fever Coxiella burnetti
Psittacosis Chlamidya psittacia
Histoplasmosis Histoplasma capsulatum
Blastomycosis Blastomyces dermatitidis
Coccidioidomycosis Coccidioides immitis
Anthrax Bacillus anthracis
Demam hemoragic dengan Fransicella tularensis
sindrom
Renal
Selain virus, jamur, bakteri dan parasit faktor biologis penyebab penyakit akibat kerja

yang lain berasal dari binatang pengganggu seperti serangga, tikus, dan binatang

pengganggu lainnya. Untuk binatang pengganggu jenis serangga memang

memerlukan pengawasan lebih dari binatang yang lain karena sifat-sifatnya lebih

banyak mendatangkan penyakit. Diantara jenis serangga yang bisa

menyebabkan infeksi bila menggigit manusia karena bibit penyakit yang dibawa

serangga masuk ke tubuh manusia, contohnya adalah nyamuk aedes aegypti

pembawa virus DHF. Jenis serangga lain yang hidup ditempat-tempat kotor seperti

kecoa, sangat berbahaya bila merayap dialat-alat dapur seperti piring, cangkir dan

lain-lain karena alat dapur tersebut bisa terkontaminasi oleh bibit penyakit.

Kemudian serangga yang suka hinggap pada kotoran yang mengandung bibit

penyakit, lalu terbang dan hinggap pada makanan yang menyebabkan makanan

tersebut terkontaminasi bibit penyakit. Contohnya lalat. Untuk itu pengendalian

terhadap serangga, tikus dan binatang pengganggu lainnya perlu dilakukan


untuk mengurangi populasinya sehingga keberadaannya tidak menjadi vektor

penularan penyakit.

Bahaya potensial berdasarkan lokasi dan pekerjaan di RS meliputi:

No Bahaya Lokasi Pekerjaan yang paling


Potensial beresiko
1 Fisik: gedung genset Karyawan yang bekerja
Bising dilokasi tersebut

Getaran Ruang mesin-mesin dan Perawat, cleaning service


peralatan yang dll.
menghasilkan getaran
(ruang gigi dll)
Debu Genset, bengkel kerja, Petugas sanitasi, teknisi gigi,
laboratorium gigi, gudang petugas IPS dan rekam
rekam medis, incenerator. medis.
2 Kimia: Semua area Petugas kebersihan, perawat
disinfektan

Cytotoxics Farmasi, tempat Pekerja farmasi, perawat,


pembuangan limbah, petugas pengumpul sampah.
bangsal
Formaldehyde Laboratorium, gudang farmasi. Petugas laboratorium dan
farmasi.

Methyl: Ruang pemeriksaan gigi. Petugas/dokter gigi, dokter


Methacrylate, Hg bedah, perawat..
(amalgam)
Solvents Laboratorium, bengkel Teknisi, petugas
kerja, semua area laboratorium, petugas pembersih.

Cytomegalovirus Ruang kebidana , ruang Perawat, dokter yang bekerja


anak. dibagian ibu dan anak.

Rubella Ruang ibu dan anak Dokter dan perawat.

Tuberculosis Bangsal, laboratorium, Perawat, petugas


ruang isolasi. laboratorium, fisioterapis.
4 Ergonomik: Area pasien dan tempat Petugas yang menangani
Pekerjaan yang penyimpanan barang pasien dan barang.
dilakukan secara (gudang).
manual
Postur yang Semua area Semua Karyawan
salah dalam
melakukan pekerjaan
Pekerjaan yang Semua area Dokter gigi, petugas
berulang pembersih, fisioterapis, sopir,
operator computer, yang
berhubungan dengan pekerjaan
juru tulis.
5 Psikososial: Semua area Semua karyawan
Sering kontak
dengan pasien, kerja
bergilir, kerja
berlebih, ancaman
Antipasi yang bias dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan kerja
secara fisik
Upaya pengendalian untuk virus, bakteri, jamur dan parasit dapat dilakukan melalui

beberapa tahap, yaitu:

1. Upaya pengendalian dengan Eliminasi

Eliminasi merupakan pengendalian resiko faktor bahaya yang harus

diterapkan pertama kali. Eliminasi dilakukan dengan cara meniadakan atau

menghilangkan objek yang menyebabkan kecelakaan atau penyakit akibat

kerja. Tetapi kita tahu bahwa objek utama yang menyebabkan penyakit akibat

kerja adalah pasien itu sendiri, jadi sangat tidak mungkin kalau kita

menghilangkan pasien sebagai penyebab utama. Jadi dalam hal ini eliminasi

tidak dapat dilaksanakan.

2. Upaya pengendalian dengan Subtitusi

Jika eliminasi tidak berhasil untuk mengendalikan faktor resiko maka subtitusi

merupakan langkah yang harus diambil selanjutnya. Subtitusi dilakukan

dengan cara mengganti bahan-bahan dan peralatan yang berbahaya dengan

bahan-bahan dan peralatan yang kurang berbahaya.

3. Upaya pengendalian dengan Rekayasa Teknik

Rekayasa Teknik untuk pengendalian faktor bahaya biologis dapat

dilakukan dengan cara memisahkan alat-alat bekas perawatan pasien,

seperti jarum suntik, perban kedalam wadah tersendiri. Hal ini dimaksudkan
untuk memudahkan dalam proses pembuangan dan pengolahannya, selain itu

juga untuk menghindarkan menyebarnya virus dari pasien.

4. Upaya Pengendalian Administratif

Pengendalian administrasi dilakukan dengan menyediakan suatu sistem

kerja yang dapat mengurangi kemungkinan seseorang terpapar potensi

bahaya.

5. Upaya pengendalian dengan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD)

Alat Pelindung Diri merupakan pilihan terakhir dari suatu sistem pengendalian

resiko. Untuk pengendalian faktor bahaya biologis dapat menggunakan Alat

Pelindung Diri berupa masker, sarung tangan, penutup kepala, yang sesuai

dengan jenis pekerjaannya. Pemakaian APD tersebut dapat mengurangi

resiko paparan penularan penyakit kepada petugas kesehatan.