Anda di halaman 1dari 10

Laporan Kasus

SEORANG PASIEN DENGAN MORBUS HANSEN

Oleh:

Wagiu Mutiara Betani 17014101241

Reggie Christian Gautama 17014101092

Pety Tunjung Sari 17014101268

Ade Marianatha Br Sitepu 17014101266

Masa KKM : 26 Maret 2018 – 22 April 2018

Supervisor Pembimbing

dr. Shienty Gaspersz, Sp.KK

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SAM RATULANGI

MANADO

2018
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan kasus dengan judul “Seorang Pasien Dengan Morbus Hansen” telah
dikoreksi, dibacakan dan disetujui pada April 2018

Mengetahui

Supervisor Pembimbing

dr. Shienty Gaspersz, Sp.KK


LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PASIEN

Nama : TM

Umur : 21 Tahun

TTL : Manado, 13/09/1997

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Winangun

Pekerjaan : IRT

Suku : Minahasa

Agama : Islam

Pasien datang ke Poli : 02 April 2018

No HP : 082365457***

B. ANAMNESIS

Keluhan Utama:

Bercak putih mati rasa di wajah, lengan, paha dan kaki.

Riwayat Penyakit Sekarang:

Pasien datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. R.

D. Kandou Manado dengan keluhan bercak putih mati rasa di bagian

wajah, lengan kanan, paha dan kaki sejak ± 6 tahun yang lalu. Pasien

mengatakan awalnya bercak putih muncul hanya kecil pada bagian lengan

kanan, kemudian disusul secara perlahan-lahan pada wajah, paha, dan


kaki. Terkadang bercak juga disertai dengan gatal, dan bila terkena

matahari bercak akan menjadi merah.

Riwayat Pengobatan :

Pasien sudah pernah berobat ke RS Pancaran kasih, dan dianjurkan

pemeriksaan BTA di Dinas Kesehatan, dan didapatkan hasil negative,

kemudian pasien di anjurkan untuk datang berobat ke RSUP Prof. R.D.

Kandou.

Riwayat Penyakit Dahulu :

Pasien tidak pernah mengalami keluhan ini sebelumnya. Penyakit jantung,

ginjal, hipertensi, DM, paru disangkal pasien.

Riwayat Peyakit Keluarga :

Keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan yang sama dengan

pasien. Riwayat asma, alergi makanan, obat-obatan, dan debu disangkal.

Riwayat Alergi:

Makanan : disangkal pasien

Obat : disangkal pasien

Riwayat Atopi:

Asma : disangkal pasien

Bersin pagi hari : disangkal pasien

Debu : disangkal pasien


Riwayat Sosial Ekonomi:

Pasien adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama suami,

anak, ayah dan ibu pasien. Pasien merupakan perokok aktif dan satu hari

4-6 batang. Pasien juga mengkonsumsi alcohol. Pekerjaan suami pasien

yaitu swasta dan supir sehari-hari. Rumah pasien beratap seng, berdinding

beton, berlantai tehel dan memiliki ventilasi yang baik.

C. PEMERIKSAAN FISIK

1. Status Generalis

Keadaan Umum : Tampak Sakit ringan

Kesadaran : Compos Mentis

Tanda Vital : TD : 110/80mmHg Suhu : 36,4oC

Nadi : 78 x/mnt Respirasi : 18 x/mnt

TB : 157 cm BB : 50 kg

IMT : 20,28 kg/m2

Status Gizi : Normal

Kepala : normocephali, rambut agak pirang (diwarnai).

Mata : Konjungtiva Anemis (-), sklera ikterik (-)

Hidung : Sekret (-),

Mulut : Karies gigi (-)

Leher

Trakea : Letak Tengah

Thoraks : Simetris, retraksi (-)

Cor : SI-II regular, bising (-), murmur (-)


Pulmo : Sp. Vesikuler, Rh -/-, Wh -/-

Abdomen : Datar, lemas, BU (+) normal, nyeri tekan (-),

Hepar / Lien tidak teraba

Inguinalis : Pembesaran KGB (-)

Ekstremitas : Akral hangat, edema (-), CRT < 2 detik

2. Status Dermatologi

Regio fasialis sinistra: makula eritematosa et hipopigmentasi,

soliter, difus, ukuran plakat; regio brachii et antebrachii dextra: makula

hipopigmentasi, soliter, difus, ukuran plakat; regio kruris et femoris:

makula hipopigmentasi, multipel, difus, ukuran lentikular.

A. Pemeriksaan rasa raba pada lesi : panas dingin (+)

B. Pemeriksaan saraf tepi :

a) N. Facialis : lagoftalmus (-), ekspresi wajah normal


b) N. Trigeminus : anesthesia kulit wajah (+), kornea (-),
konjungtiva (-)
c) N. Radialis : anesthesia dorsum manus dan ujung proksimal jari
telunjuk (+)
d) N. Ulnaris : anesthesia pada ujung jari anterior kelingking dan
jari manis (-)
e) N. Medianus : anesteshia pada ujung jari bagian anterior ibu
jari, telunjuk, dan jari tengah.
f) N. poplitea lateralis : anesthesia tungkai bawah, bagian lateral
dan dorsum pedis (-)
g) N. Tibialis posterior : anastesia telapak kaki (-)
D. PEMERIKSAAN PENUNJANG

a. Pemeriksaan BTA : negative (-)

b. Pemeriksaan Histopatologik

c. Pemeriksaan serologic : Uji MLPA (mycobacterium leprae particle

agglutination), Uji ELISA, ML dipstick, ML Flow test.

E. DIAGNOSIS

Morbus Hansen multi basiler

F. DIAGNOSIS BANDING

Lesi macular : vitiligo, ptiriasis alba, pitiriasis versikolor

Lesi meninggi : granuloma annulare, tinea circinata, prosiasis

Lesi noduler : penyakit Von Recklinghausen

G. PENATALAKSANAAN

MDT MH multibasiler WHO selama 12-18 bulan yang terdiri dari:

 Rifampisin 600 mg 1x1 / bulan (diawasi oleh petugas kesehatan)

 DDS 100 mg 1x1 / hari

 Lampren (Klofazimin) 300 mg 1x1 / bulan kemudian dilanjutkan

dengan 50 mg 1x1 / hari

H. EDUKASI

a. Pasien di edukasi tentang pentingnya kepatuhan minum obat jangka

panjang sampai pengobatan dengan antibiotic selesai. Rekomendasi


dari WHO yaitu pemberian obat Rifampisin harus diobservasi secara

langsung oleh petugas kesehatan.

b. Pasien diedukasi tentang efek samping obat dan reaksi ENL (eritema

nodosum leprosum) : gangguan kulit (munculnya nodul merah, pana,

nyeri), gangguan saraf tepi, keadaan umum apakah ada demam atau

tidak, dan gangguan pada organ lain.

c. Pasien diedukasi tentang cara perawatan diri untuk mempertahankan

fungsi dan mencegah disabilitas yang lebih lanjut. Dengan cara

memperhatikan apakah ada lesi atau perubahan kulit yang baru,

menjaga kehigenisan, memakai alas kali agar mencegah terjadinya

ulcer dan kerusakan jaringan.

d. Rekomendasi dari WHO untuk orang-orang yang berada disekitar

lingkungan pasien (misalnya keluarga pasien) untuk memeriksakan

diri ke dokter jika ada tanda dan gejala MH muncul.

e. Pada pasein hamil, edukasi tentang perubahan hormonal yang dapat

menyebabkan gejala eksaserbasi dari MH dan dapat menyebabkan

resiko MH yang berulang.

I. PROGNOSIS

Quo ad vitam : Bonam

Quo ad funcionam : Bonam

Quo ad sanationam : Dubia ad bonam


LAMPIRAN