Anda di halaman 1dari 7

RESUME

INSTRUMENTASI TEKNIK SURGICAL STAGGING PADA Ny. E


DENGAN CA ENDOMETRIUM

Oleh:

WAWAN SUHENDRA, A.Md.Kep

(PELATIHAN INSTRUMENTATOR 2014)

INSTALASI BEDAH SENTRAL

RSUD Dr SAIFUL ANWAR MALANG

2014

TEKHNIK INSTRUMENTASI SURGICAL STAGING


Pada Ny.K dengan diagnosa Ca. ENDOMETRIUM

A. PENGERTIAN

Ca Endometrium adalah pertumbuhan ganas atau tumor yang berasal dari


dinding rahim atau endometrium. (www.kamus-kedokteran.com)

Kanker Endomertium adalah jaringan atau selaput lendir rahim yang tumbuh di
luar rahim. Padahal, seharusnya jaringan endometrium melapisi dinding rahim.
(http\\:id.wikipedia.org)
Surgical Staging adalah suatu tindakan bedah explorasi laparatomi yang
bertujuan untuk mengetafui sejauh mana perluasan suatu kanker sehingga dapat
menentukan stadium klinik suatu kanker dan juga menentukan terapi adjuvan yang
perlu diberikan (kemotherapi). (www.journal.unair.ac.id)

B. RUANG LINGKUP
Tindakan Surgical Staging dilakukan dengan mengangkat uterus, omentum,
kelenjar getah bening (KGB) dan apendix yang kemudian dilakukan pemeriksaan PA.

C. INDIKASI OPERASI
 Pasien dengan diagnosa Ca Endometrium.
 Pasien dengan kista ovarii dan hasil pemeriksaan Vries Coupe menunjukan
keganasan.

D. TUJUAN
1. Mengatur secara sistematis alat alat di meja instrument
2. Memperlancar handling instrument
3. Mempertahan kesterilan alat alat instrumen selama operasi

E. PERSIAPAN LINGKUNGAN
1. Mengatur dan mengecek fungsi couter, mesin suction, lampu operasi, meja
operasi, meja instrument, meja mayo.
2. Memasang perlak dan doek pada meja operasi, sarung meja mayo, mempersiapkan
linen steril dan instrument yang akan digunakan.
3. Menempatkan tempat sampah pada tempat yang sesuai sehingga mudah
digunakan.

F. PERSIAPAN PASIEN
1. Pasien dipersiapkan dalam kondisi bersih dan mengenakan pakaian khusus masuk
kamar operasi
2. Pasien dan keluarga telah memberikan inform consent.
3. Mengatur posisi supine (terlentang) di meja operasi.

G. PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN


 Alat on steril
1) Meja operasi :1
2) Meja instrument :1
3) Meja mayo :1
4) Standart waskom :1
5) Lampu operasi :1
6) Mesin couter :1
7) Mesin suction :1
8) Plat diatermi :1
9) Bow :1
10) Tempat sampah medis :1
11) Gunting verban :1

 Alat steril
1) Doek besar :4
2) Doek sedang :2
3) Doek kecil :4
4) Skhort steril :5
5) Sarung meja mayo :1
6) Handuk steril :5
7) Kabel couter :1
8) Selang suction :1
9) Bengkok :2
10) Kom :1
11) Cucing :1

 Alat di meja mayo


1) Desinfeksi klem :1
2) Doek klem :5
3) Pinset chirurgis :2
4) Pinset anatomis :2
5) Pinset anatomis manis :1
6) Gunting kasar bengkok :1
7) Gunting metzemboum :1
8) Handle mess no.4 :1
9) Mosquito klem :1
10) Klem pean sedang :2
11) Klem pean besar :4
12) Klem kockher :2
13) Nald voeder :2
14) Jarum round besar :1
15) Jarum round sedang :1
16) Jarum cutting sedang :1
17) Klem pean manis :1
18) Klem 90 (right angel) :1
19) Langenbeck :1
20) Hak sectio :1
21) Timann :1
22) Ring klem :2
23) Klem fenster :2
24) Histerektomi klem lurus :2
25) Histerektomi klem bengkok :2
26) Peritonium klem :4
27) Kanule suction :1

 Bahan habis pakai


1) Handschoen 7 / 7 ½ / 8 :4/4/2
2) Mess no 22 :1
3) Uderpad steril / on :1/1
4) Kateter no. 16 :1
5) Urobag :1
6) Spuit 10 cc :1
7) Plain no.1 / :1
8) Ziede no.0 :1
9) Safil no.0 / 1 : 3/1
10) Sofratulle :1
11) Kassa / deppers : 50 / 5
12) Bigkass :5
13) Aquadest 1 lt hangat :1
14) Bethadine 10% : secukupnya
15) Herbisrub : secukupnya
16) Alkohol : secukupnya
17) Hypafix : secukupnya

H. TEKHNIK INSTRUMENTASI
1. Pasien masuk kamar operasi melakukan SIGN IN
2. Posisikan pasien dengan posisi supine dan bagian bawah dialasi under pad on
steril.
3. Setelah dibius (general anastesi) perawat sirkuler memasang kateter no. 16 dan
memasang bow pada bagian atas tubuh pasien.
4. Perawat sirkuler mencuci area yang dioperasi dengan herbiscrub kemudian
dekeringkan dengan doek kecil steril.
5. Perawat instrument melakukan scrubbing, gowning dan gloving kemudian
membantu operator dan asisten menggunakan handuk steril, gown dan hand
schoen.
6. Perawat instrument memberikan desinfeksi klem dan cucing yang berisi deppers
dan betadine kepada asisten operator untuk melakukan antisepsis.
7. Melakukan draping :
- Under pad steril di bagian atas simphisis pubis.
- Doek besar bagian bawah tubuh.
- Doek besar bagian atas tubuh.
- Doek sedang bagian kiri dan kanan tubuh / area yang akan dioperasi.
- Sudutnya dikunci dengan doek klem.
- Doek kecil untuk merapikan bagian bawah.
8. Pasang kabel couter dan selang suction + kanule suction, ikat dengan kassa sedang
lalu fiksasi dengan doek klem dengan drapping
9. Dekatkan meja mayo dan meja instrument.
10. TIME OUT. Breafing dipimpin perawat sirkuler dan doa dipimpin oleh operator.
11. Berikan kassa basah dan kering untuk membersihkan area operasi dari bekas
bethadine.
12. Berikan pinset cirurgis pada operator untuk marker area yang akan diinsisi.
13. Berikan hanvat mess no.4 dan mess no. 22 pada operator untuk insisi kulit sesuai
marker yang telah dibuat.
14. Berikan kassa dan klem pada asisten untuk merawat perdarahan. Bila diperlukan
dapat dilakukan penghentian perdarahan dengan cauter.
15. Operator memperdalam insisi hingga fat dan fasia. Operator melakukan sayatan
pada fasia ± 2 cm.
16. Berikan double pinset cirurgis pada asisiten operator dan operator, berikan gunting
kasar pada operator untuk memperlebar pembukaan fasia.
17. Operator dan asisten operator membuka otot dengan menarik otot semaksimal
mungkin.
18. Berikan double pinset anatomis dan gunting metzemboum untuk membuka
peritonium.
19. Berikan bigkass basah untuk melindungi usus.
20. Berikan hak sectio untuk membuka lapang operasi.
21. Berikan 2 (dua) klem histerektomi lurus untuk memegang uterus, berikan kassa
untuk mengikat keduanya.
22. Berikan 2 (dua) klem fenster untuk menjepit rutundum. Kemudian berikan gunting
kasar untuk memotong rutundum.
23. Berikan nald voeder dan safil no.0 untuk mengikat bagian yang ditinggal. Berikan
klem pean sedang untuk memegang benang (dipotong 5cm).
24. Berikan nald voeder dan ziede no.0 untuk mengikat bagian yang akan diangkat.
25. Pemotongan dilakukan pada rutundum bagian kontra lateral.
26. Berikan pinset anatomis dan gunting metzemboum pada operator untuk melakukan
bladder flap.
27. Operator mencari tanul avaskuler, kemudian berikan 2 (dua) klem besar, gunting
kasar untuk memotongnya.
28. Berikan nald voeder dan safil no.0 untuk mengikat bagian yang ditinggal dan ziede
no.0 untuk mengikat bagian yang diangkat.
29. Berikan klem 90 untuk membebaskan bagian bawah uterus.
30. Berikan klem kockher bengkok untuk menyusuri bagian bawah uterus hingga
bagian servic. Berikan nald voeder dan safil no. 0 untuk mengikat.
31. Berikan 2 (dua) klem histerektomi untuk menjepit bagian bawah servic, kemudian
berikan gunting kasar pada operator untuk memotong bagian bawah servic (sampai
vagina atas).
32. Berikan pinset cirurgis, nald voeder dan safil no.0 untuk menjahit tepi stomp
vagina. Berikan klem kockher untuk memegang benang.
33. Berikan kassa alkohol untuk dimasukkan stomp.
34. Operator melanjutkan penjahitan stomp dengan safil no.0.
35. Cek perdarahan sekitar jahitan, berikan pinset anatomis manis dan couter pada
operator, jika tidak ada perdarahan operator mengikatkan jahitan rutundum dengan
jahitan stomp supaya tidak terjadi prolap.
36. Berikan klem 90 dan couter pada operator untuk mengangkat kelenjar getah bening
(KGB) bagian kiri dan kanan.
37. Setelah KGB diangkat operator mengidentifikasi apendik, berikan 4 klem besar
untuk mengeklem apendik sebelum dipotong.
38. Berikan mess 22 yang sebelumnya direndam bethadine kepada operator, kemudian
siapkan jahitan zide 2-0 untuk ligasi.
39. Berikan gunting benang krpaada asisten.
40. Operator mengidentifikasi omentum, berikan 4 klem besar kemudian siapkan
jahitan zide 2-0 , berikan gunting benang kepada asisten.
41. Berikan Aquadest hangat untuk mencuci area operasi sambil mengobservasi
perdarahan. Berikan still depp pada asisten.
42. SIGN OUT. Cek kelengkapan kassa dan instrumen. Operator mengambil bigkass
yang ada didalam area operasi.
43. Berikan 4 (empat) klem peritonium pada operator.
44. Berikan pinset anatomis, nald voder dan jarum round besar + plain no.1 untuk
menjahit peritonium.
45. Berikan pinset cirurgis, nald voeder dan jarum round sedang + plain 1 untuk
menjahit otot.
46. Berikan pinset cirurgis, nald voeder dan safil no.1 untuk menjahit fasia.
47. Berikan pinset cirurgis, nald voeder dan jarum cutting sedang + plain 1 untuk
menjahit fat / lemak.
48. Berikan pinset cirurgis, nald voeder dan monosyn 3.0 untuk menjahit kulit sub
kutikuler.
49. Operator mengambil kassa alkohol yang ada dalam vagina.
50. Bersihkan kulit dengan kasa basah dan keringkan dengan kasa kering kemudian
tutup dengan supratule, kasa kering dan hipafix.
51. Operasi selesai. Cek kelengkapan alat, cuci dan bersihkan. Alat siap disteril ulang.
52. Inventaris bahan habis pakai. Serahkan ke depo farmasi.
Mengetahui,
Pembimbing OK 6

( .........................................)