Anda di halaman 1dari 6

Casts

 Tra : Michele
 Lala : Desty
 Tri : Sherina
 Lili : Aqiela
 Pak Guru : Sultan
 Riri : Lola
 Vina : Evieta
 Dimas : Dewangga
 Angga : Farhan
 Yoga : Sendi

Misteri Bangku Kosong

Liburan sekolah telah usai, tepat pada hari senin para siswa-siswi SMAN 2
KS kembali ke sekolah, tentunya dengan hati yang senang namun dengan hati yang
sedikit takut pula, mengingat bangku kosong di salah satu kelas di sekolah mereka
yang sangat misterius. Para siswa-siswi tidak mengerti mengapa setiap ada yang
ingin duduk di bangku itu keempat anak yang bernama Tra, Lala, Tri, dan Lili selalu
melarang untuk duduk di bangku tersebut. Bel tanda masuk berbunyi, seluruh siswa
masuk ke kelas mereka masing –masing.
Di dalam kelas.

Tra : “Eh, Li kataya nanti ada 3 siswa baru loh, mereka nempatin kelas
kita lagi. “
Lili : “Ha? Ciyus?”
Tri : “Cungguh? Enelan?”
Lili : “Miapah? ”
Tra : “Ciyus, enelan dah !”
Lala : “Ah…Kalian bertiga alay amat..Eh, BTW mereka pindahan dari mana?”
Tra : “Katanya dari SMA 2 JAYAPURA.”
Tri : “Eh,,eh,, ada guru !! “
Pak Guru : “Anak-anak hari ini kalian kedatangan teman baru. Dimas, Yoga,
Angga, ayo masuk !”

Ketiga siswa baru itu pun masuk.


Pak Guru : “Sekarang perkenalkan diri kalian !”
Yoga : “Nama saya Yoga Setiawan Putra Mumpuni. Kalian bisa panggil saya
Yoga.”
Angga : “Nama saya Angga Wiratama Al-Malik. Kalian bisa panggil saya
Angga.”
Dimas : “Nama saya Dimas Prakasa Sutan Wiramaja Kartamajaya. Kalian
bisa panggil saya Dimas.”
Tri : Wow…Itu nama apa rel kereta api panjang amat.”
Dimas : “Masalah buat loh?”
Pak Guru : “Sudah! Sudah ! Silakan kalian duduk. Sekarang kita mulai belajar.
Sambil menunggu buku baru datang bapak akan membentuk
kelompok. Sekarang kalian maju kedepan secara bergantian untuk
mengambil kocokan di depan untuk menentukan kalian akan masuk
kelompok mana.”

Waktu telah berlalu selama 4 jam mereka belajar tak terasa bel Istirahat
berbunyi

Pak Guru : “Baiklah anak-anak cukup sekian pelajaran hari ini. Minggu depan kita
sambung kembali.”
Semua Siswa : “Siap pak!”
Lili : “Eh, Tri kamu minta maaf sana sama anak baru itu. Tadi kamu udah
keterlaluan tau,.
Tri : “Hufft.. Iya….Iya.”
Lala : “Sekalian aja kita kenalan dengan mereka.”
Tra : “Iya, bener tuh.”
Tri : “Hai.” (mendekati ketiga anak baru itu)
Dimas : “Mau apa lagi kalian?”
Lili : “Yaelah Dim, gitu aja kok sewot, si Tri mau minta maaf tuh.”
Tri : “Iya, gua mau minta maaf masalah tadi, kan cuman iseng doing”
Yoga : “Udahlah,maafin aja…Mereka kan cuman bercanda Dim.”
Angga : “Jgan dengerin si Yoga tuh Dim, masa lo rela si diejek kaya tadi.”
Yoga : “Eh Ga, lu mancing emosi aja nih”
Dimas : “Yaudah gua,maafin.”
Tra : “Oke. Eh kenalin gue Tra.”
Lala : “Gue Lala”
Lili : “Gue Lili”
Tri : “Gua Tri kami berempat!”
Semua : “Tra, Lala, Tri, Lili”
Tra : “Oh iya, berhubung kalian anak baru, ada yang harus kalian tahu.”
Lala : “Hohoho… Tau gak si.”
Dimas,Yoga : “Gk mau tau.”
Angga : “Gak penting! Udah yuk! Dim,Ga kita ke kantin aja.”
Tri : “Mang tau kantinnya dimana?”
Dimas : “Tau lah, dari gerbang masuk sekolah aja udah keliatan ada di
sebelah kiri dari gerbang masuk.”
Lili : “Jeli juga mata lo Dim.”

Saat sedang makan di kantin angga dimas yoga mendengar pembicaran dua
orang siswi yang sekelas dengan mereka berbicang tentang bangku kosong.

Riri : “Vin, Kenapa ya Tra Lala Tri Lili selalu melarang semua siswa untuk
duduk di bangku kosong itu.”
Vina : ”Gak tau juga si.Katanya kalau yang duduk di situ pasti bakal teriak.”
Riri : “Memang benar?Siapa yang udah pernah buktin?”
Vina : “Gak tau waktu itu gak liat waktu ada coba dudukin kursi itu. BuktIin
aja kalau penasran mah.”
Riri : “Ngapain di buktiin,kalau udah ada yang nyoba.”
Vina : “Ya udah. Yuk! ke kelas.”
Riri : Yuk!

Setelah kedua siswi itu pergi Dimas Angga dan Yoga langsung menanggapi
pembicaran yang dibicarakan kedua siswi tadi.

Yoga : “Yang di omongin anak cewek tadi bener ?”


Angga : “Mana gue tau kan kita anak baru disini.”
Dimas : “Gimana kalau kita selidiki aja. Gimana ?”
Angga : “Ide bagus tuh, kan klo kita bisa tau semuanya, kita pasti bisa
mecahin misterinya dan dibanggain sama teman-teman.”
Yoga : “Oke…Oke, Gue setuju.”

Di dalam kelas, Tra,Lala Tri dan Lili sedang memperbaiki meja di dekat
bangku kosong saat itu meja di kelas berantakan karena kelas habis selesai dipakai
kerja kelompok,sehingga tubuh mereka tertutupi.Di saat yang bersamaan Riri, dan
Vina masuk ke dalam kelas,mereka menganggap di kelas tidak ada orang.
(Teng…Teng…Teng terdengar suara palu)
Vina : “Eh, suara apa tuh, denger ngga Ri?”
Riri : “Iya,suara itu sepertinya berasal dari bangku kosong sebelah sana
deh.” (Menunjuk bangku kosong)
Vina : “Aaa…Jangan-jangan?”
Riri : “Husstt,, jangan berpikiran macam-macam.”
Vina : “Ri, tapi merinding nih. Di luar kelas aja yuk! Masuknya nanti aja kalau
udah bel istirahat bunyi biar kelasnya rame dulu.”
Riri : “Tadi suruh gue buktiin,kok malah lo yang takut denger suara gituan.”
Vina : “Aaa…terserah deh.” (Keluar meninggalkan kelas)
Tidak beberapa lama bel istirahat berakhir,semua murid memasuki kelas.
Pelajaran pun segera di mulai.
Pak Guru : “Ini kenapa kelasnya berantakan,ayo cepat bereskan kembali!”
Semua siswa : “Baik Pak”

Beberapa saat kemudian.

Pak Guru : “Kan enak begini kalau kelasnya rapih belajarnya juga jadi nyaman.
Lala!”
Lala : “Iya pak?”
Pak Guru : “Kursi kosong yang disebelahmu tolong di pindahkan ke belakang
saja,kursi itu sangat menggangu.”
Lala : “Baik pak.”
Angga : “Pak! Saya mau tanya,mengapa kursi itu dipindahkan bukannya tidak
menjadi masalah jika di letakan di situ saja?”
Pak Guru : “Kelihatannya tidak masalah tapi kursi itu sangat menggangu.”
Angga : “Menggangu bagaimana pak?”
Pak Guru : “Menurut laporan yang bapak terima dari semester kemarin bagi
murid yang menduduki kursi itu akan menjerit kesakitan.Sudah sudah
bahas itu tidak ada selesainya pasti akan banyak pertanyaan. Karena
buku baru belum datang jadi kalian catat apa yang bapak tulis di
papan tulis.”
Semua siswa : “Ya bapak…” (Mengeluh)

Bel telah berbunyi 4x tandanya jam belajar telah selesai waktunya pulang.

Pak Guru : “Baiklah anak-anak cukup sekian pelajaran hari ini.Yang belum selesai
bisa lanjutkan di rumah.”
Lala : “Lo udah selesai Tri?”
Tri : “Iya nih,udah kelar.”
Lili : “Yaudah kita pulang yuk!”
Tra : “Yuk!...Capcus!”

Keesokan harinya, di taman sekolah.

Dimas : “Eh, hari ini kita nyelidikin bangku kosong itu lagi yuk!. Pokoknya hari
ini kita harus pecahin masalah bangku kosong itu.”
Angga : “Emang penting yah Dim, buang-buang waktu aja.”
Yoga : Ya sudah,terserah kamu aja Dim.”

Di Jam istirahat, Dimas,Angga & Yoga mengendap-ngendap masuk ke dalam


kelas. Di waktu yang bersamaan pula Tra, Lala, Tri, Lili sedang asyik bercanda di
bawah meja guru, namun Dimas,Angga,Yoga tidak mengetahui bahwa keempat
sahabat itu ada di dalam kelas. Di saat Dimas,Angga,Yoga mendekati bangku kosong
itu...

Tri : “1..2..3..hiihihihihihihihihihihiihihihihihihihi”
Tra : “Egh…kaya kuntilanak aja.”
Yoga : “Suara apaan tuh?”
Angga : “Gue merinding nih.”
Dimas : “Suara apa itu?”
Yoga,Angga & Dimas : “Lari……”
Lili : “Lari apa lari cepat amat.”
Tra : “Pada liat setan kali.”
Lili : “Lagian suara lo Tri nakutin aja.”
Lala : “Ah…Udah yuk! Kita keluar aja panas disini.”
3 hari berlalu, Dimas Angga Yoga bermaksud lagi untuk menyelidiki misteri
bangku kosong itu.
Dimas : “Ini yang terakhir kalinya kita nyelidikin bangku kosong itu, gue mau
nanti nggak ada yang lari, walaupun ada suara-suara atau hal-hal yang
muncul.”
Angga : “Segitu penasaran banget yah lo Dim, sampe segitunya.”
Yoga : “Udahlah,Ga ikutin aja apa yang dia mau.”
Karena Riri penasaran dengan bangku kosong itu,akhirnya Riri menduduki
kursi itu juga. Ketika Dimas,Angga & Yoga hendak masuk ke dalam kelas, mereka
mendengar suara.

Riri : “Aawww.”
Lili : “Eh udah kita bilangin dari dulu jangan ngedudukin bangku itu.”
Lala : “Iya tuh”
Tra : “Udah,mendingan kalian tolongin aja tuh… Cepetan”

Dimas,Angga,Yoga dan siswa lain langsung memasuki kelas..

Angga : “Dia kenapa, kerasukan yah?”


Dimas : “Gimana ceritanya bisa kerasukan kaya gini?”
Yoga : “Pasti abis ngedudukin bangku kosong angker ini yah,makanya dia
kerasukan?”
Vina : “Ha? Kerasukan”
Tra : “Bangku kosong ?”
Lili, Tra Lala : “Apa?”
Riri : “Kalian pada ngomong apa sih? Gue cuman ke tusuk paku doang. Heboh
amat.”
Dimas : “Jadi selama ini Tra Lala Tri Lili ngelarang para siswa duduk dibangku
ini cuman karena ada paku doang ? Bukan karena bangku ini angker?”
Lili : “Emang yang bilang bangku ini angker siapa coba ?”
Tri : “Mungkin mereka lelah Li.”
Lala : “Kalian berlebihan amat.”
Angga : “Salah kalian sendiri, kenapa enggak kasih tau kami kalau bangku ini
enggak angker?”
Tra : “Kan waktu pertama kalian pindah,gue udah mau kasih tau ke kalian.
Tapi kalian bilang enggak penting.”
Dimas : “Terus kenapa enggak bilang ke semua anak kelas juga?”
Lili : “Orang anak kelas enggak ada yang nanya. Ya ngapain dijelasin.”

Akhirnya misteri bangku kosong itu terpecahkan,tidak ada hantu dikursi itu
melainkan tancapan paku yang menyelip di atas bangku. Sejak saat itu keadaan kelas
kembali seperti semula tidak ada lagi rasa takut akan misteri bangku kosong di kelas
mereka.