Anda di halaman 1dari 28

Menu

4 Ketentuan Hukum Penggunaan Vaksin MR


Measles Rubella Menurut MUI
Selasa, 21 Agustus 2018 07:16

Ilustrasi: Vaksin MR - Tribun Jambi


TRIBUNJAMBI.COM - Majelis Ulama Indonesia akhirnya menetapkan hukum
penggunaan vaksin MR (Measles Rubella).
Hal itu sebagaimana tertulis dari laman resmi LPPOM MUI, Senin (20/8/2018)
sekitar pukul 22.48 WIB.
Berikut Tribun kutip secara lengkap pernyataan MUI soal Measles Rubella.
Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, akhirnya Komisi Fatwa MUI
menetapkan hukum penggunaan vaksin MR.
Dalam Rapat Komisi Fatwa yang berlangsung pada Senin (20/08/2018) petang
hingga malam hari, Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan
Vaksin MR (Measles Rubella) Produk dari SII (Serum Institut of India) untuk
Imunisasi, ditetapkan bahwa berdasarkan ketentuan hukum:
1. Penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya hukumnya
haram.
2. Penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institut of India (SII) hukumnya
haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari
babi.
3. Penggunaan vaksin MR produk dari SII pada saat ini dibolehkan (mubah),
karena ada kondisi keterpaksaan (dlarurat syar'iyah), belum ditemukan vaksin MR
yang halal dan suci, serta ada keterangan ahli yang kompeten dan dapat dipercaya
tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya
vaksin yang halal.
4. Kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak
berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci.

Baca: Tanya Jawab Jokowi dan Joni Gala Soal Panjat Tiang Bendera,
Responnya Bikin yang Nonton Tertawa
Baca: Sabu 5 Kg Tangkapan Ditresnarkoba Polda Jambi Asal Aceh Disimpan
Syahrial dalam Bagasi
Baca: Sabu 5 Kg Tangkapan Ditresnarkoba Polda Jambi Asal Aceh Disimpan
Syahrial dalam Bagasi
Selain itu, Komisi Fatwa MUI juga merekomendasikan bahwa:

Halaman selanjutnya

Halaman

12

Editor: duanto

Sumber: Tribun Pontianak

Tags
Vaksin MR

Measles Rubella

MUI

haram

babi

Video Pilihan
Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak
Polisi yang Mengawal

Berita Populer
Indeks Populer

GALERI FOTO: Rumah Duka Ibunda Syahrini…

3 jam lalu


Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka Hari Ini,…

2 jam lalu

3 Faktor ini Pendukung Timnas U-16…

3 jam lalu

Ungkapan Duka Cita Syahrini di Media…

3 jam lalu


Kakak Syahrini Meninggal, Kabel Listrik Bertegangan…
4 jam lalu

© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved

Menu
4 Ketentuan Hukum Penggunaan Vaksin MR
Measles Rubella Menurut MUI
Selasa, 21 Agustus 2018 07:16

Ilustrasi: Vaksin MR - Tribun Jambi

1. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan


imunisasi bagi masyarakat.
2. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan
mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang
undangan.
3. Pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam
imunisasi dan pengobatan.
4. Pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal serta melalui WHO dan
negara negara berpenduduk muslim agar memperhatikan kepentingan umat Islam
dalam hal kebutuhan akan obat obatan dan vaksin yang suci dan halal.
"Fatwa ini berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian
hari ternyata membutuhkan perbaikan, akan diperbaiki dan disempurmakan
sebagaimana mestinya," ujar Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof. Dr. H. Hasanuddin
AF, MA yang menandatangani fatwa tersebut di gedung MUI Pusat, Jakarta.
TRIBUN JAMBI DI INSTAGRAM:
Halaman sebelumnya

Halaman

12Tampilkan semua

Editor: duanto

Sumber: Tribun Pontianak

Tags
Vaksin MR

Measles Rubella

MUI

haram

babi

Baca Juga

Dinas Pendidikan Tanjabtim Kejar Target Pemberian Vaksin MR
Minggu, 23
September 2018 23:26

Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mendukung penuh


penyelenggaraan imunisasi suntik Measles
Baca
Selengkapnya

Sempat Tertunda, Pemberian Vaksin MR di Merangin Dilanjutkan


Minggu, 23
September 2018 12:25

Setelah sempat tertunda beberapa hari, akhirnya program vaksin measles rubella (MR) di
Kabupaten Merangin kembali dilanjutkan.
Baca
Selengkapnya

Sempat Terhenti, Pemberian Vaksin MR di Merangin Dilanjut


Minggu, 23
September 2018 11:58

Menurut dia, yang banyak menunda kegiatan vaksin adalah para santri, namun saat ini
sebagian sudah mau untuk divaksin.
Baca
Selengkapnya

Video Pilihan
Menguji Bakar Bubuk Kopi Sachet 5 Merek, Lihat Hasil dan Penjelasan BPOM

Berita Populer
Indeks Populer

Koneksi Sibuk Bikin Sulit Login sscn.bkn.go.id…

5 jam lalu


Verrel Bramasta Telanjang Dada Dipeluk Mesra…

4 jam lalu

5 Fakta Dibalik Runtuhnya Hotel Roa…

6 jam lalu

Nasib Program Unggulan Ahok Terganjal Pejabat…

2 jam lalu


Melanggar Ketentuan Kampanye, Panwaslu Kota Jambi…
3 jam lalu

© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved

http://jambi.tribunnews.com/amp/2018/08/21/4-ketentuan-hukum-penggunaan-vaksin-mr-
measles-rubella-menurut-mui?page=2
Imuniasi Campak dan Rubella untuk Penuhi Hak
Anak Indonesia 02 Agustus 2017 ← Back
Jakarta, 1 Agustus 2017

Pemerintah berkomitmen kuat dalam mewujudkan eliminasi campak dan mengendalikan penyakit
rubella serta kecacatan bawaan akibat rubella (Congenital Rubella Syndrome) di Indonesia pada
tahun 2020. Strategi yang ditempuh adalah pemberian imunisasi Measless Rubella (MR) untuk anak
usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.

“Strategi tersebut bertujuan mengendalikan kedua penyakit itu (campak dan rubella) yang kemudian
diikuti peralihan pemakaian vaksin campak menjadi vaksin MR ke dalam program imunisasi,” kata
Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila F. Moeloek, Selasa (1/8).

Hidup sehat adalah hak setiap anak. Untuk itu, Menkes meminta agar setiap anak mendapatkan
imunisasi MR. “Imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan
bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi
mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan. Kita ingin mewujudkan anak
Indonesia yang sehat dan berkualitas di kemudian hari,” ujar Menkes.

Deputi CEO GAVI Anuradha Gupta mengatakan campak adalah salah satu penyakit paling menular
pada manusia dan menelan satu korban jiwa setiap empat menit, kebanyakan anak-anak. Sama
bahayanya dengan rubella yang menjadi ancaman serius dan jika tertular di masa awal kehamilan
dapat mengakibatkan cacat bawaan saat lahir pada otak, jantung, mata dan telinga. Namun hal
tersebut dapat dicegah dengan melakukan imunisasi MR. “Dengan kurang dari satu dolar per dosis
imunisasi tersebut, penyakit-penyakit ini bisa dicegah dengan aman dan efektif,” kata Gupta. Pada
imunisasi MR kali ini, GAVI mendukung Pemerintah Indonesia dengan memberikan kontribusi 50%
dari keseluruhan biaya vaksin.

Pemberian imunisasi MR akan dilaksanakan dalam dua fase, yakni pada Agustus hingga September
2017 di seluruh wilayah di Pulau Jawa, dan pada Agustus hingga September 2018 di seluruh provinsi
di luar Pulau Jawa. “Pemberian imunisasi MR ditargetkan mencapai cakupan minimal 95%. Target itu
dimaksudkan agar eliminasi campak dan pengendalian rubella dapat terwujud pada 2020,” tambah
Menkes.

Sebagai langkah awal, pemerintah akan melakukan pencanangan nasional kampanye dan introduksi
imunisasi campak dan rubella di Madrasah Tsanawiah 10 Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Pencanangan akan dilanjutkan dengan peninjauan pelaksanaan pelayanan imunisasi di sekolah.
Kebehasilan kampanye ini sangat ditentukan oleh dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat.

Tahun ini, rencananya sejumlah 6 provinsi, 119 kabupaten/kota dan 3.579 Puskesmas akan
melaksanakan kampanye dengan total sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15
tahun. Sebanyak 34.964.384 anak akan diberi imunisasi MR. WHO mendukung Kementerian
Kesehatan mempersiapkan kegiatan imunisasi terutama di daerah berisiko tinggi dan pada populasi
rentan. Sekitar 30 staf tambahan dikerahkan ke 5 provinsi, bekerja dengan Dinas Kesehatan dan
Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan mutu pelaksanaan imunisasi.

Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia Dr. Jihane Tawilah, mengatakan investasi untuk
memerangi campak dan rubella merupakan pendorong kuat bagi peningkatan kesehatan Ibu dan
Anak. “Eliminasi campak juga akan menyumbang pada pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDGs), target 3.2, yang di antaranya bertujuan agar di tahun 2030 tak ada lagi
kematian bayi dan Balita yang sebenarnya dapat dicegah,” katanya. Selain itu, United Nations
Children's Fund (UNICEF) berkomitmen penuh untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam
kampanye imunisasi yang sangat penting ini. Wabah campak dan cacat bawaan saat lahir akibat
rubella dapat dicegah.

“Dari pengalaman kami di seluruh dunia, kombinasi vaksin campak rubella aman, efektif dan
bermanfaat. Saat orang tua melindungi anak-anaknya dari berbagai penyakit berbahaya dengan
imunisasi, maka mereka juga telah melindungi anak-anak lain di sekitarnya dan melindungi masa
depan Indonesia,“ ujar Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Gunilla Olsson

Terkait penolakan imunisasi MR karena disangka haram, dijelaskan dalam MUI No. 4 Tahun 2016
bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan
kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Imunisasi bisa menjadi wajib
ketika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau
kecacatan permanen yang mengancam jiwa.

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/08/imuniasi-campak-dan-rubella-untuk-penuhi-hak-
anak-indonesia

Di Indonesia, Program Imunisasi Dasar Ada


Landasan Hukumnya
Oleh Benedikta Desideria pada 28 Nov 2016, 19:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta Program imunisasipada anak Indonesia dijalankan


berdasarkan landasan hukum. Landasan tertinggi berdasarkan Undang-undang
Dasar 1945 pasal 28B ayat 2 dan pasal 28 H.

Dari pasal tersebut, terdapat dua undang-undang turunan yakni UU Perlindungan


Anak No 23 tahun 2002 dan UU Kesehatan No 36 Tahun 2009. Bunyi UU
Kesehatan tersebut yakni "Setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai
dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui
imunisasi".

Menurut Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, Elizabeth Jane
Soepardi, imunisasi di Indonesia memang diwajibkan dan dilindungi undang-undang.
Berbeda halnya dengan negara maju seperti Amerika Serikat. Lalu, mengapa di
Indonesia wajib?

"Kalau di Amerika Serikat maupun negara maju lainnya memang tidak diwajibkan
karena tingkat pendidikan masyarat sudah tinggi. Tidak usah diwajibkan mereka
(orangtua) akan minta (imunisasi) sendiri," kata Jane saat di kantor Kementerian
Kesehatan, Jakarta, Senin (28/11/2016).

Sementara itu, di Indonesia tidak bisa diberlakukan hal yang sama seperti di
Amerika Serikat. Bila dibiarkan, akan banyak yang tidak melakukan imunisasi.
"Kalau di Indonesia, kalau di lepas, tidak diwajibkan lalu banyak yang tidak
diimunisasi akibatnya kita susuah sendiri. Negara bisa hancur," kata Jane.

Oleh karena itu demi meningkatkan kesehatan masyarakat, pemerintah menjalankan


program imunisasi dasar lengkap pada bayi di bawah satu tahun. Dilanjutkan
dengan imunisasi lanjutan pada bayi di bawah tiga tahun dan anak usia sekolah.

https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/2664042/di-indonesia-program-imunisasi-
dasar-ada-landasan-hukumnya

 BERANDA TOFO
 POLITIK
 EKONOMI
 HUKUM & KRIMINAL
 PARIWISATA
 OLAHRAGA & KESEHATAN
 Video
 PEMERINTAHAN
 PENDIDIKAN
 TOKOH
 SOSIAL BUDAYA
 LIPUTAN KHUSUS
 OPINI
 EDITORIAL
 LENSA TOFO
Bagian Atas Formulir

Bagian Bawah Formulir

Bagian Atas Formulir

Bagian Bawah Formulir

Beranda DINAS KESEHATAN


KAMPANYE IMUNISASI MEASLES RUBELLA (MR)
06/03/2018

981

Oleh : Maria Ulfa SST, M.Kes

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan


oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Gejala penyakit campak
demam tinggi,bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk dan
atau Pilek konjungtivitis akan tetapi sangat berbahaya apabila disertai dengan
komplikasi pneumonia, diare, meningitis dan bahkan menyebabkan kematian.

Penyakit ini sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan


imunisasi rendah dan kekebalan kelompok/herd immunity tidak terbentuk.

Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan
dewasa muda yang rentan, akan tetapi yang menjadi perhatian dalam
kesehatan masyarakat adalah efek teratogeni apabila rubella ini menyerang
pada wanita hamil pada trisemester pertama. infeksi rubella yang terjadi
sebelum konsepsi dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan abortus,
kematian janin atau sindrom rubella kongenital (Congenital Rubella Sydrome/
CRS) pada bayi yang dilahirkan yang penularannya melalui janin
placenta.kalau anak dilahirkan akan menderita gangguan pendengaran,mata
katarak,kelainan jantung, bocor jantung, Mata buta, paru, kelainan saraf
pusat, radang selaput otak dan gangguan tumbuh kembang sejumlah organ
tubuh..

Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminisai campak dan


pengendalian Rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020.

Strategi yang dilaksnakan untuk mencapai target tersebut adalah:

1.Pengutan Imunisasi rutin untuk mencapai cakupan campak ≥95% merata


pada semua tingkatan

2.Pelaksanaan Crash program Campak pada anak usia 9-59 bulan di 185
kabupaten kota pada bulan Agustus-September 2016 tahun lalu

3.Pelaksanaan kampanye vaksin MR pada anak usia 9 bulan sampai dengan ≤


15 tahun secara bertahap dalam 2 fase sebagai berikut :

 Fase 1 (pertama), bulan agustus-September 2017 di seluruh pulau


jawa
 Fase 2 (kedua), bulan Agustus-September 2018 di seluruh Pulau
Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa tenggara, Maluku dan
Papua

 Introduksi vaksin MR ke dalam program imunisasi rutin pada bulan


oktober 2017 dan 2018
 Surveilans campak Rubella berbasis kasus individu. Casee Based
Measles Surveillance (CBMS) setiap ada kasus campak wajib di ambil
serum darahnya untuk dilakukan pemeriksaan
 Surveilance sentinel CRS di 13 Rumah Sakait
 KLB campak diinvestigasi secara penuh (fully Infestigasi)

Pelaksanaan kampanye Measles Rubella (MR) dilaksanakan bulan Agustus dan


September 2018. Bulan agustus di sekolah PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTS dan
September di fasilitas kesehatan /Posyandu. Sasaran anak usia 9 bulan
sampai dengan 15 tahun

Mengapa dilakukan harus dilakukan kampanye Imunisasi massal MR adalah


karena adanya Rekomendasi WHO dan Komite Panasehat Ahli Imunisasi
Indonesia (ITAGI) agar melakukan kampanye imunisasi tambahan massal dan
penggantian Vaksin campak dengan MR dengan Target Capaian 95%

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan kampanye imunisasi massal
MR ini antara lain :

1. Meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella


secara cepat
2. Memutuskan transmisi virus campak dan rubella
3. Menurunkan angka kesakitan akibat penyakit campak dan rubella
4. Menurunkan angka kejadia CRS

Tentu Pelu dukungan yang sangat kuat untuk mencapai keberhasilan


kempanye imunisasi MR dari Lintas Prog.Sektor dll.

Setelah Imunisasi MR masih bias terkena campak dan rubella akan tetapi jauh
lebih ringan dan tidak berbahaya. Kalau belum di imunisasi campak bias
berakibat :Lebih berat,Lama dan berbahaya maka perlu imunisasi tambahan

Pencegahan penyakit campak dan rubella :

1. pemberian Asi Eksklusif


2. ,nutrisi lengkap dan seimbang sesuai umur
3. kebersiahan badan,lingkungan
4. .pemberian imunisasi dasar lengkap umur 9 bulan dan lanjutan umur 18
bulan dan pada saat Bias kelas 1

Pengobatan penyakit campak dan rubella

1. Pasien campak dan rubella tanpa penyulit dapat berobat jalan


2. Anak harus diberi cukup cairan dan kalori
3. Pengobatan bersifat simptomatik
4. Penderita dengan usia dibawah 5 tahun perlu diberi vitamin A
5. Istrahat yang cukup

Imunisasi selain melindungi diri sendiri juga melindungi orang lain. Dasar
Hukum pelaksanakaan Kampanye dan introduksi Imunisasi MR yakni,
Kepmenkes no. HK.01.07/Menkes/45/2017. tentang pelaksanaan kampanye
dan introduksi imunisasi MR.

1.
2.

Berita sebelumyaDompu Dilanda Banjir, Ratusan Rumah Terendam Air


Berita berikutnyaKetua DPRD Dompu Tengok dan Serahkan Bantuan Kepada Korban
Banjir
BERITA TERKAITDARI PENULIS

OLAHRAGA

Kalah 1 – 0, PWI Akui Kekuatan Tim Sepak Bola Polres

DINAS KEBUDAYAAN & PARIWISATA


Ikuti Kejuaraan WSL, Oney Anwar Menuju Portugal

DINAS KESEHATAN

Imunisasi Campak dan Rubella (MR) di Dompu, 84.000 Anak Siap


Dituntaskan

KERJASAMA
TERPOPULER

Peluru Mortir Aktif Ditemukan Warga, Diduga Sisa PD II


24/09/2018
Pengedar Tramadol Diringkus Satres Narkoba Polres Dompu
25/09/2018

Ratusan Warga, Unjukrasa Dukung Kepemimpinan Kades Hidayat


Hamzah
26/09/2018

Solusi Terhadap Kasus Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat


Desa
22/02/2018

Muat lebih

TERKINI

PEMERINTAHAN

Ratusan Warga, Unjukrasa Dukung Kepemimpinan Kades Hidayat Hamzah

Dinas Sosial Dompu


Pendamping Sosial PKH Adalah Agen Perubahan

HUKUM & KRIMINAL

Pengedar Tramadol Diringkus Satres Narkoba Polres Dompu

Dinas Sosial Dompu

PKH Dianggap Berhasil Tuntaskan Persoalan Kemiskinan

1. Tentang Tofonews

2. Redaksi

3. Peraturan Dewan Pers

4. Disclaimer

5. Privacy

6. Pasang Iklan

7. Hubungi TofoNews
© 2017 TOFONEWS.COM CustomTheme by DOMPUWEB

https://www.tofonews.com/kampanye-imunisasi-measles-rubella-mr.html