Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Konsumsi bahan bakar di Indonesia sejak tahun 1995 telah melebihi


produksi dalam negeri. Dalam kurun waktu 10-15 tahun ke depan cadangan
minyak bumi Indonesia diperkirakan akan habis. Perkiraan ini terbukti dengan
seringnya terjadi kelangkaan BBM di beberapa daerah di Indonesia (Hambali, E.,
dkk, 2006).
Isu kenaikan harga BBM (khususnya minyak tanah) dan BBG (elpiji)
menyadarkan kita bahwa konsumsi energi yang semakin meningkat dari tahun ke
tahun tidak seimbang dengan ketersediaan sumber energi tersebut. Kelangkaan dan
kenaikan harga minyak akan terus terjadi karena sifatnya
yang nonrenewable (tidak dapat diperbarui). Hal ini harus segera diimbangi
dengan penyediaan sumber energi alternatif yangrenewable (dapat diperbarui),
melimpah jumlahnya, dan murah harganya sehingga terjangkau oleh masyarakat
luas (Hermawan, 2006).
Disamping untuk mendapatkan sumber energi baru, usaha yang terus
menerus dilakukan dalam rangka mengurangi emisi CO2 guna mencegah
terjadinya global warming (pemanasan global) telah mendorong penggunaan
energi biomasa sebagai pengganti energi bahan bakar fosil seperti minyak bumi
dan batu bara. Bahan bakar biomassa merupakan energi paling awal yang
dimanfaatkan manusia dan dewasa ini menempati urutan keempat sebagai sumber
energi yang menyediakan sekitar 14% kebutuhan energi dunia (Winaya, 2008).
Limbah pertanian atau hasil sampingan agroindustri mempunyai peluang
untuk dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak, dan pengelolaannya
perlu dilakukan secara tepat sehingga ketersediaannya berkesinambungan.
Permasalahan dalam pemanfaatan limbah pertanian atau hasil sampingan
agropertanian dan agroperkebunan, seperti sekam padi, tempurung kelapa, atau
serbuk gergaji kayu adalah kandungan serat kasarnya yang tinggi termasuk
selulosa dan lignin yang sangat sukar dicerna oleh ternak non-ruminansia termasuk
unggas (Sukmawati dan Yadnya, 2006).
Briket yang dibuat adalah briket dengan komposisi campuran air dan Koran
yang dicampur dengan bahan perekat berupa lem dari tepung kanji atau tepung
sagu. Bahan baku berupa limbah tempurung kelapa terdapat dalam jumlah yang
melimpah, murah, dan terbarukan.
Untuk itu kami akan meninjau pembuatan briket dari bahan utama
tempurung kelapa sebagai sumber energi alternatif. Dengan pembriketan ini
diharapkan mampu mengubah limbah perperkebunan dan pasar-pasar tradisional
menjadi bahan bakar dengan efisiensi konversi cukup baik, densitas energi
(kandungan energi per satuan volume) cukup tinggi, serta kemudahan dalam hal
penyimpanan dan pendistribusian. Briket ini diharapkan akan digunakan sebagai
bahan bakar alternatif dengan teknologi pengolahan yang sederhana dan murah.

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui teknik pembuatan briket.
2. Untuk mengetahui manfaat briket.
3. Untuk mengetahui lama pembakaran proses pembuatan briket.
C. Manfaat
1. Dapat mengetahui teknik pembuatan briket
2. Dapat mengetahui manfaat briket
3. Dapat mengetahi lama pembakaran proses pembuatan briket

D. Profil Produk
Briket adalah sebuah blok bahan yang dapat dibakar yang digunakan
sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api. Briket
yang paling umum digunakan adalah briket batu bara, briket arang,
briket gambut, dan briket biomassa.Briket yang kita gunakan yaitu briket
arang.Briket Arang adalah briket dengan komposisi campuran air dan Koran
yang dicampur dengan bahan perekat berupa lem dari tepung kanji atau
tepung sagu.
BAB II

ISI

A. Aspek Manajemen Usaha


 Nama Perusahaan : Briket Arang Jimbaran
 Lokasi Usaha : Jalan Uluwatu No. 34 Jimbaran.
 Struktur Organisasi:
 Direktur : Ni Made Alam Laura C. D
 Manager Marketing : Ni Kadek Ade Sarwani.
 Manager Produksi :Ni Kadek Dea Indriyani.
 Manager Keuangan :Ni Made Indah Puspita Dewi.
 Manager SDM :M.Fajar Ferdiansyah.
B. Aspek Produksi
 Alat dan Bahan

Alat Bahan
Pencetak Arang
Ember Koran
Ayakan Tepung kanji
Gunting Air
Alat penumbuk
Wadah
 Proses Produksi
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Potong Koran bekas menjadi bagian lebih kecil-kecil dan masukkan
ke dalam ember.
3. Setelah itu masukkan air ke dalam Koran tersebut dan aduk hingga
Koran menjadi bubur.
4. Diamkan adonan Koran hingga 24 jam.
5. Haluskan arang batok kelapa hingga halus.
6. Setelah itu siapkan wadah dan masukkan tepung kanji 200 gram
dengan air panas sedikit demi sedikit.
7. Masukkan adonan koran yang sudah halus dan disaring ke dalam
wadah yang sudah berisi adonan tepung kanji.
8. Setelah itu masukkan arang yang sudah dihaluskan dan disaring.
9. Aduh hingga tercampur merata.
10.Setelah itu siapkan cetakan dan masukkan adonan tadi ke dalam
cetakan.
11.Setelah itu jemur sampai kering.
12.Briket pun sudah jadi.

 Pengemasan
Untuk perngemasan kami menggunakan kardus kotak kecil yang
berisi Logo dari perusahaan kami.
C. Aspek Keuangan
 BiayaVariabel

No. Pengeluaran Jumlah Satuan Total Harga


1. Tepung Kanji 500 Rp.5.000,00 Rp.5.000,00
gram
Rp.
2. Air 1 liter Rp. 5.000,00
5.000,00
1 Rp.10.000,0
3. Arang Rp.10.000,00
bungkus 0
Jumlah Biaya Variabel Rp. .20.000,00
Total Biaya Rp. 20.000,00

 BiayaTetap
 Biaya investasi alat
 Alat
N Jumlah Satuan Total Harga
o
.
Pencetak Rp.20.000,0
1. 1 Rp.20.000,00
0
Rp.
2. Ember 1 Rp. 20.000,00
20.000,00
Rp.20.000,0
3. Ayakan 1 Rp.20.000,00
0
Rp.
4. Gunting 1 Rp.10.000,00
10.000,00
Rp.15.000,0
5. Wadah 1 Rp.15.000,00
0
Rp.15.000,0
6. Alat Penumbuk 1 Rp.15.000,00
0
Rp.
Jumlah Biaya tetap
.100.000,00
Total Biaya Rp. 100.000,00

𝑻𝑶𝑻𝑨𝑳 𝑩𝑰𝑨𝒀𝑨 𝑰𝑵𝑽𝑬𝑺𝑻𝑨𝑺𝑰


Biaya penyusutan alat perbulan =
𝑈𝑀𝑈𝑅 𝐴𝐿𝐴𝑇
100.000
= = Rp.5.000
20

 Biaya Tetap

Biaya penyusutan alat Rp.5.000,00


Tenaga kerja (5 orang) Rp.1.000.000,00
Total biaya tetap perbulan Rp.1.005.000,00

𝟏.𝟎𝟎𝟓.𝟎𝟎𝟎,𝟎𝟎
 Biaya tetap per hari = = Rp.33.500,00
30 ℎ𝑎𝑟𝑖

𝑩𝑰𝑨𝒀𝑨 𝑻𝑶𝑻𝑨𝑳
 HPP =
𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑃𝑅𝑂𝐷𝑈𝐾

𝟓𝟑.𝟓𝟎𝟎,𝟎𝟎
=
2

= Rp. 26.750,00

 Harga jual = Rp.35.000,00.

 Pemasukan = 2 x 35.000,00 = Rp.70.000,00


𝑇𝐹𝐶
 BEPunit =
𝑃−𝑉𝐶

33.500,00
=35.000−10.000

33.500,00
= 25.000

= 1 unit

𝐹𝐶
 BEPrupiah = 𝑣𝑐
1−
𝑠

33.5000
= 20.000
1−
70.000

33.500
=1−0,285

33.500
= = 46.853,146
0,715

D. Aspek Pemasaran

Untuk pemasaran , kami memanfaatkan media online yaitu Instagram


. selain itu juga kami membagikan brosur – brosur ke orang – orang dan
menempelkan ke pinggir jalan raya.

E. Analisis SWOT
1) STRENGTHS ( kekuatan )
Produk yang kami buat memiliki bahan yang bagus sehingga
tahan lama saat dipakai.
2) WEAKNESSES (Kelemahan)
Kelemahan produk yang kami buat adalah kami setiap membuat
produk stok yang kami buat terbatas.
3) OPPORTUNITIES (Peluang)
Produk yang kami buat dibuat dari bahan yang berkualitas dan
juga memiliki kemasan yang menarik sehingga menarik hati
pelanggan
4) THREATS (Ancaman)
Di era yang modern ini yang sudah banyak memakai kompor ,
membuat produk kami jarang yang memakainya untuk
memasak atau membakar.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Briket adalah sebuah blok bahan yang dapat dibakar yang digunakan
sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api. Briket
yang paling umum digunakan adalah briket batu bara, briket arang,
briket gambut, dan briket biomassa.Briket yang kita gunakan yaitu briket
arang.Briket Arang adalah briket dengan komposisi campuran air dan Koran
yang dicampur dengan bahan perekat berupa lem dari tepung kanji atau
tepung sagu.

B. Saran
Sebaiknya dalam memulai usaha kita harus merhatikan minat
konsumen dan bahan yang higenis agar menambah daya tarik pembeli dan
terus mengembangkan kreativitas berjualan agar mendapat cita rasa yang
baru dibidang kuliner.
LAMPIRAN