Anda di halaman 1dari 1

Pada percobaan kedua yaitu sintesis kompleks besi-askorbat yang digunakan sebagai obat

Anemia. Sampel yang digunakan adalah Vitamin C (C6H8O6) sebagai sumber ligan askorbat dan
FeSO4.7H2O sebagai sumber atom pusat Fe. Penggerusan dan pengadukan bertujuan untuk
memperbesar luas permukaan yang akan memperbesar kelarutan. Campuran kemudian disaring
dengan diperoleh filtrat berwarna coklat (--) selanjutnya didinginkan dalam penangas es.
Pendinginan bertujuan untuk meperkecil kelarutan kompleks, sehingga diperoleh padatan
kompleks. Selain itu juga ditambahkan aseton untuk memicu pembentukan kristal. Penambahan
aseton dilakukan secara bertahap agar ion enolat yang dihasilkan bereaksi dengan ion besi dan ion
askorbat, jika aseton ditambahkan secara langsung maka ion enolat yang dihasilkan dari aseton
akan bereaksi dengan ion sejenisnya. Ikatan kovalen koordinasi antara besi dan ligan askorbat
membentuk senyawa kompleks besi-askorbat yang berwarana hijau dimana ini menandakan
bilangan oksidasi besi tetap +2. Keberadaan askorbat yang terikat pada besi dapat mengatasi
oksidasi besi menjadi Fe3+. Pada percobaan ini kadar krital besi-askorbat yang terbentuk sebanyak
70,5755%. Dengan persamaan reaksi yang terjadi adalah:

2C6H8O6(aq) + 3FeSO4.7H2O(aq) → (C6H7O6)2Fe3(aq) + 3H2SO4(aq)